Transisi dari Teacher Centered ke Student Centered: Tantangan dan Peluang bagi Pendidik Indonesia - Guruinovatif.id

Diterbitkan 16 Des 2025

Transisi dari Teacher Centered ke Student Centered: Tantangan dan Peluang bagi Pendidik Indonesia

Pembelajaran kini bergeser dari pola guru sebagai pusat menuju siswa yang lebih aktif, mandiri, dan terlibat dalam proses belajar. Pelajari bagaimana transisi menuju Student Centered Learning membuka tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan Indonesia

Dunia Pendidikan

Redaksi Guru Inovatif

Kunjungi Profile
116x
Bagikan

Selama ini, pembelajaran di sekolah lebih banyak berpusat pada guru. Dalam Teacher Centered Learning (TCL), pendidik menjadi sumber utama pengetahuan, sementara siswa hanya mendengar dan menerima. Model ini dulu dirasa sesuai sesuai, tetapi kini mulai kurang relevan.

Saat ini, pembelajaran mulai bergeser ke Student Centered Learning (SCL), di mana siswa lebih aktif mengatur proses belajarnya. Perubahan ini muncul karena tuntutan zaman yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Namun, mengubah pola belajar yang sudah berlangsung lama tidak mudah. Guru menghadapi tantangan baru, tetapi sekaligus peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Memahami Pergeseran Paradigma

Peran guru berubah dari pusat perhatian menjadi fasilitator yang mendampingi siswa belajar. Fokusnya bukan lagi pada apa yang disampaikan pendidik, melainkan apa benar-benar dipahami peserta didik.

Siswa tidak lagi dianggap sebagai penerima pasif, melainkan pembelajar aktif yang membangun pemahamannya melalui pengalaman. Keberhasilan pembelajaran kini diukur dari kompetensi yang benar-benar terbentuk.

Transisi dari Teacher Centered ke Student Centered: Tantangan dan Peluang bagi Pendidik IndonesiaDengan peran guru sebagai fasilitator, siswa dapat belajar lebih efektif dan menyenangkan (Gambar: Canva/Odua Images)

Tantangan yang Dihadapi Pendidik

Beberapa kendala yang sering muncul di lapangan sebagai berikut.

1. Adaptasi mindset

Sebagian guru masih terbiasa mengendalikan kelas, sehingga merasa kehilangan kontrol saat siswa lebih aktif berdiskusi.

2. Kesiapan siswa

Siswa yang biasa pasif membutuhkan waktu untuk terbiasa belajar mandiri.

Baca juga: 
Gimkit: Inovasi Game-Based Learning untuk Menciptakan Evaluasi Pembelajaran yang Interaktif

3. Fasilitas dan teknologi

Tidak semua sekolah memiliki akses teknologi yang merata, sehingga proses SCL belum selalu optimal.

Peluang Emas di Balik Transisi

Meski menantang, perubahan ini membuka peluang positif.

Siswa semakin terbiasa memanfaatkan teknologi untuk belajar, bukan hanya hiburan. Pemahaman pun lebih mendalam karena diperoleh melalui pengalaman langsung. Selain itu, SCL membantu membangun kemampuan berpendapat, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Peralihan dari TCL ke SCL adalah proses bertahap. Guru membutuhkan kreativitas dan kemauan untuk terus beradaptasi. Tujuannya membentuk generasi pelajar yang mandiri dan siap menghadapi tantangan zaman.

Agar pembelajaran berjalan tepat sasaran, guru perlu memahami karakter siswanya terlebih dahulu. Data ini dapat membantu menentukan metode belajar yang sesuai.

Baca juga: 
Teaching at the Right Level (TaRL): Inovasi Pembelajaran untuk Menutup Kesenjangan Belajar

Sebagai dukungan, GuruInovatif.id menghadirkan Entry Level Assessment (ELA) untuk memetakan kemampuan awal siswa secara akurat. Dengan ELA, sekolah dapat memberi dukungan belajar yang dengan menentukan metode belajar yang tepat agar mampu menciptakan siswa yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan zaman.

Penunjang Pembelajaran di Sekolah Secara Cepat dan Akurat Melalui Entry Level Assessment Guruinovatif.id

Konsultasi Profil Data Siswa Anda Di Sini!

Referensi:
Menerapkan Metode Pembelajaran Berorientasi Student Centered Menuju Masa Transisi Kurikulum Merdeka
Tranformasi Guru Profesional Penerapan Pendekatan Student Centered Learning (SCL)
Transisi Pembelajaran Teacher Centered Menuju Student Centered: Penguatan Literasi Teknologi Siswa Sekolah Dasar


Penulis: Ican | Penyunting: Putra

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Bagaimana Guru dan Siswa Menggunakan Platform Digital?

Megawati Megawati

Sep 02, 2023
0 sec
Mengembangkan Kemampuan Berfikir Kritis serta Meningkatkan Literasi Digital Siswa dalam Menyuarakan Opini melalui Menulis Artikel Pada Media Platform Digital
Pelatihan Digital Guru, Apakah Ini Jawaban Dunia Pendidikan di Abad 21?
0 sec
Jenis-Jenis Organisasi Mahasiswa di Kampus, Sudah Siap Bergabung?

kampus inovatif

Nov 01, 2023
0 sec
KETIKA BELAJAR TIDAK LAGI MENJADI BEBAN, KURIKULUM MERDEKA SIAP MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045
0 sec
Pemanfaatan chromebook dalam kegiatan literasi

Titi Suryansah

Sep 10, 2023
0 sec
Komunitas