Menembus Tembok Kelas: Menanam Resiliensi & Kemandirian melalui PKBM Berbasis Integrated Farming
Esai ini mengulas transformasi PKBM melalui Integrated Farming dengan filosofi Nete Taraje. Fokus pada penguatan integritas tim sejak Januari untuk melawan pragmatisme ijazah. Terbukti menghasilkan omzet warga belajar via produksi sekam & kuliner, mewujudkan kemandirian sebelum Juli 2026."
Transformasi Budaya Belajar dan Redefinisi Prestasi: Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Menyulam Makna Perubahan
Refleksi dua tahun transformasi SMPN 3 Lakbok melalui Leadership for Learning yang menggeser fokus ke proses bertumbuh. Inovasi digital dan peningkatan kapasitas guru berhasil mencetak prestasi akademik esensial, mengembangkan sistem, dan mendefinisikan ulang makna prestasi dan keberhasilan sejati.
MEMBANGUN MIMPI DARI PELOSOK NEGERI
Kisah Nyata Seorang Kepala Sekolah yang Mengubah Keterbatasan Menjadi Karya: Ketika 54 Anak Petani di Tengah Sawah Berani Menuliskan Mimpi Besarnya hingga Suara Mereka Didengar Pemimpin Daerah dan Menginspirasi Sekolah Lain
Guru yang Guru
Di tengah maraknya pembelajaran berbasis TIK, sepatutnya guru tidak meninggalkan filosofi "Guru" yang 'digugu' (dipercaya) dan 'ditiru' (dicontoh). Filosofi ini bahkan berpengaruh signifikan bagi keberhasilan peserta didik, sebab guru sebagai contoh tidak dapat tergantikan oleh teknologi tadi.
"Tong Asa Kapake Ngan Kudu Kapake" Refleksi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Yayasan Pendidikan
Artikel ini merefleksikan makna ungkapan Sunda “Tong asa kapake ngan kudu kapake” dalam konteks kepemimpinan kepala sekolah dan yayasan pendidikan, dengan menekankan bahwa jabatan bukanlah tujuan, melainkan amanah yang menuntut kelayakan moral, profesional, dan keberpihakan nyata pada mutu pendidika
Dari Perintah ke Sistem: Pelajaran Kepemimpinan bagi Pendidikan dan Kesejahteraan Guru
Tulisan ini mengajak melihat kembali kepemimpinan pendidikan yang selama ini bertumpu pada pengorbanan guru, dan menegaskan pentingnya membangun sistem yang adil dan berkelanjutan, khususnya bagi guru yayasan.
Ketika Konflik Anak SD Berujung Kekerasan: Pentingnya Kecerdasan Emosional di Sekolah
Artikel ini membahas kasus kekerasan antar siswa SDN Kaliacar I sebagai cerminan lemahnya kecerdasan emosional anak. Peristiwa tersebut menegaskan pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam menanamkan empati, pengendalian diri, dan penyelesaian konflik secara damai sejak dini.
Ketika Belajar Tak Lagi Menakutkan di Ruang Kelas yang Aman bagi Setiap Siswa
Artikel ini membahas bagaimana ruang kelas yang aman dapat mengembalikan rasa percaya diri peserta didik untuk belajar tanpa tekanan, sekaligus membantu guru membangun suasana yang lebih manusiawi dan suportif di era pendidikan yang serba cepat.
Ketika Bullying Terjadi di SD: Refleksi dan Tanggung Jawab Sekolah
Artikel ini merefleksikan kasus bullying di sekolah dasar sebagai persoalan serius dalam dunia pendidikan. Melalui pendekatan psikologi pendidikan dan pembelajaran sosial-emosional, tulisan ini menegaskan peran guru dan sekolah dalam membangun empati, rasa aman, dan lingkungan belajar yang manusiawi
Guru Sebagai Filsuf: Reposisi Makna Pendidik di Tengah Absurditas Rutinitas Sekolah
Peran guru dalam konteks pendidikan kontemporer seringkali tereduksi menjadi pelaksana administratif dan penyampai kurikulum, menggeser fokus dari hakikatnya sebagai penuntun pertumbuhan dan kesadaran.
Pendidikan Berkualitas untuk Indonesia Cerdas bukan Cemas
Pendidikan berkualitas merupakan cara agar menciptakan generasi emas
Antara Eksistensi dan Esensi: Tugas Guru di Era Validasi Digital
Di tengah budaya digital yang menjunjung tampilan dan pencarian pengakuan, guru ditantang untuk menjaga makna sejati pendidikan dengan menuntun peserta didik memahami nilai, karakter, dan tanggung jawab agar pembelajaran tetap berakar pada esensi, bukan sekadar eksistensi.