Pemerintah Siapkan SMK 4 Tahun dan SMK Go Global, Lulusan Ditargetkan Lebih Siap Industri - Guruinovatif.id

Diterbitkan 12 Jan 2026

Pemerintah Siapkan SMK 4 Tahun dan SMK Go Global, Lulusan Ditargetkan Lebih Siap Industri

Penguatan pendidikan vokasi dilakukan lewat rencana SMK empat tahun dan program SMK Go Global. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesiapan kerja, sertifikasi keahlian, serta peluang kerja lulusan SMK di dalam dan luar negeri.

Dunia Pendidikan

Redaksi Guru Inovatif

Kunjungi Profile
184x
Bagikan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah merancang langkah strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi di Indonesia, salah satunya dengan memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menerapkan masa studi empat tahun. Kebijakan ini menjadi upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang menuntut lulusan dengan keterampilan lebih matang dan siap pakai.

Selama ini, SMK dengan masa studi tiga tahun masih mendominasi sistem pendidikan vokasi di Indonesia. Namun, Kemendikdasmen menilai bahwa tantangan industri yang semakin kompleks memerlukan waktu belajar yang lebih panjang agar siswa dapat menguasai kompetensi secara mendalam.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pengembangan SMK empat tahun merupakan salah satu program prioritas kementeriannya. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan profesional untuk terjun langsung ke dunia industri.

Dengan penambahan masa studi, siswa diharapkan memperoleh lebih banyak pengalaman praktik, penguatan kompetensi, serta kesempatan membangun koneksi dengan dunia usaha dan dunia industri. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan daya saing lulusan SMK di tingkat nasional maupun global.

Rancangan yang Berasal dari Kegelisahan Lulusan SMK yang Belum Memiliki Persiapan Kerja

Gagasan penambahan masa studi di jenjang SMK bukanlah wacana yang muncul tiba-tiba. Rancangan ini telah disampaikan oleh Mu’ti sejak tahun 2025, berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi banyak lulusan SMK yang dinilai belum sepenuhnya siap memasuki dunia kerja. Penambahan satu tahun masa studi tersebut diarahkan untuk memperkuat keterampilan kerja siswa, baik untuk kebutuhan industri dalam negeri maupun peluang kerja di luar negeri.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menghadirkan terobosan yang lebih solutif terhadap persoalan transisi lulusan SMK ke dunia kerja. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit lulusan SMK yang lulus secara akademik, tetapi belum memiliki bekal keterampilan dan kesiapan kerja yang memadai.

Baca juga:
Membangun Budaya Sekolah Positif: Peran Guru dalam Membentuk Karakter dan Mental Siswa

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kolaborasi lintas kementerian ini bertujuan memastikan rancangan penambahan masa studi dapat berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa penyediaan kompetensi kerja di berbagai bidang keahlian yang beragam menjadi kunci penting dalam menekan angka pengangguran lulusan SMK. Dengan bekal keterampilan yang lebih matang, lulusan diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar kerja.

Sejalan dengan hal tersebut, Mu’ti menambahkan bahwa salah satu alasan mendasar di balik kebijakan ini adalah faktor usia lulusan. Banyak siswa SMK yang menyelesaikan pendidikan dalam masa studi tiga tahun masih berusia di bawah 18 tahun. Kondisi ini menjadi kendala karena usia tersebut belum memenuhi kualifikasi kerja di banyak perusahaan.

“Banyak dari mereka yang tidak bisa langsung masuk dunia kerja karena masa studi SMK hanya tiga tahun. Akibatnya, usia mereka masih di bawah 18 tahun. Padahal, jika seseorang belum berusia 18 tahun, maka secara hukum masih dikategorikan sebagai anak-anak. Jika mereka bekerja dan terjadi masalah, hal itu bisa dianggap sebagai praktik mempekerjakan anak di bawah umur,” jelas Mu’ti.

Pemerintah Siapkan SMK 4 Tahun dan SMK Go Global, Lulusan Ditargetkan Lebih Siap Industri

Dengan memperpanjang masa studi, pemerintah berharap lulusan SMK tidak hanya matang secara usia, tetapi juga lebih siap secara kompetensi, mental, dan profesional untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Program Dukung Kesempatan Kerja di Luar Negeri untuk Lulusan SMK

Pemerintah terus berupaya membuka akses kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK, termasuk peluang untuk bekerja di luar negeri. Salah satu langkah strategis yang ditekankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) adalah melalui program SMK Go Global.

Melalui program ini, lulusan SMK didorong untuk memiliki kesiapan kerja bertaraf internasional. Tidak hanya itu, siswa SMK juga dapat memanfaatkan fasilitas praktik kerja yang disediakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Fasilitas tersebut dilengkapi dengan pelatihan intensif dan sertifikasi keahlian. Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya mengantongi ijazah sekolah, tetapi juga sertifikat kualifikasi keahlian sesuai bidang praktik yang ditekuni.

Baca juga:
Upaya Pemerataan yang Menjadi Fondasi Transformasi Besar Pendidikan Nasional

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjelaskan bahwa program SMK Go Global terbuka luas bagi lulusan SMA maupun SMK yang belum bekerja. Menariknya, program ini tidak menetapkan batasan usia, sehingga siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk ikut berpartisipasi.

Pada dasarnya, SMK Go Global merupakan program inisiatif pemerintah untuk menjembatani pendidikan vokasi di Indonesia dengan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Program ini dirancang untuk memperbaiki sistem pendidikan vokasi agar selaras dengan standar industri internasional. Harapannya, lulusan SMK Indonesia dapat langsung terserap oleh industri luar negeri tanpa harus melalui pelatihan tambahan.

Sambil terus menyempurnakan sistem pendidikan vokasi tersebut, pemerintah juga menyiapkan langkah percepatan melalui program hasil cepat. Salah satunya adalah rencana pengiriman 500 ribu lulusan SMA dan SMK ke luar negeri pada tahun 2026. Para lulusan ini akan disalurkan ke berbagai negara tujuan, seperti Jepang, Jerman, dan Turki.

Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menyebutkan bahwa pada tahap awal terdapat tiga jenis pekerjaan yang akan menjadi fokus penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, yaitu:

  1. Caregiver (pengasuh),

  2. Welder (pekerja las), dan

  3. Hospitality (bidang pelayanan).

Sementara itu, Mu’ti menambahkan bahwa ke depan, beberapa SMK akan difokuskan untuk mengembangkan sistem pembelajaran berbasis keunggulan lokal. Pendekatan ini bertujuan agar SMK di suatu wilayah mampu mengoptimalkan potensi daerahnya masing-masing.

Dengan hadirnya SMK berbasis keunggulan lokal, lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan daerah asalnya. Pada akhirnya, lulusan SMK dapat tumbuh menjadi tenaga profesional sekaligus wirausahawan yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.

Referensi:
Muhaimin Bilang Tak Ada Batasan Usia untuk Ikut Program SMK Go Global
Pemerintah Rancang Masa Studi SMK Jadi 4 Tahun di Sejumlah Sekolah
SMK Durasi 4 Tahun Bakal Diperbanyak, Ini Pertimbangannya


Penulis: Eka | Penyunting: Putra

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Salah Satu Strategi untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Siswa
0 sec
Pemanfaatan chromebook dalam kegiatan literasi

Titi Suryansah

Sep 10, 2023
0 sec
Inilah Alasan AI Tidak Akan Dapat Menggantikan Peran Guru!
0 sec
Menjelajahi MPLS: Memahami Signifikansi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
0 sec
Penguatan Literasi Digital di Sekolah: Platform Online Menyediakan Pengalaman Belajar yang Lebih Keren

MUHAMMAD MAHATIR

Sep 06, 2023
0 sec
Pembelajaran Diferensiasi
Komunitas