Artikel ini mengulas integrasi model biomekanika dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa. Melalui analisis gerak tubuh harian yang sederhana, sains teoretis diubah menjadi praktis, sehingga mampu mendorong siswa berpikir kritis dan mandiri dalam menjaga kesehatan.
Artikel ini mengangkat inovasi pembelajaran sosiologi melalui integrasi isu sosial viral yang dikemas dengan metode game-based learning. Siswa diajak menganalisis fenomena sosial secara interaktif melalui permainan online yang sekaligus menjadi media asesmen.
Artikel ini membahas inovasi pembelajaran sosiologi berbasis riset yang mendorong siswa menghasilkan karya ilmiah hingga berhasil dipublikasikan di jurnal SINTA 4 dan terindeks Google Scholar.
Model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” sebenarnya merupakan sebuah model pembelajaran yang menggabungkan banyak kegiatan mulai dari Talaqqy, Tasmi’, Tahsin, Tahfizh , Tarjamah,Ta’rid, dan Tamrinat.
Widya Aksara hadir dan menerapkan model ruang belajar masyarakat dengan model SANJAYANTI (Sinergi, Akselerasi, Nyata, Jalinan, Adaptif, Yakin, Tangguh, Inspiratif) sebagai pola teknis intervensi terintegrasi dengan filosofi kearifan lokal Tri Hita Karana
Inovasi yang kami terapkan adalah "Estafet Kata Berantai". Metode ini memanfaatkan selembar kertas biasa yang bertransformasi menjadi media komunikasi kolektif, memaksa setiap siswa untuk berpikir kritis, mengingat kembali perbendaharaan kata, dan menjaga koherensi sebuah kalimat.
Ketika kita berbicara tentang pendidikan, sosok pertama yang muncul di benak kita adalah guru. Mereka sering dijuluki sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa,"
LOC (Learning Outing Class) merupakan salah satu metode pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas. Metode pembelajaran LOC ini cukup efektif dalam mengembangkan dimensi Komunikasi dari Delapan Profil Lulusan yang digalakkan oleh Kemendikdasmen RI bapak Abdul Mu'thi melalui produk Debat.
Tulisan ini menggambarkan komitmen seorang guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Banjarmasin dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan dalam keterampilan berbahasa, khususnya menulis. Melalui
Pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran melibatkan 4 mata pelajaran, yaitu Matematika, Sosiologi, bahasa Inggris, dan Informatika. Memanfaatkan candi Klero sebagai warisan budaya sebagai sumber dan bahan belajar, menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna, menggembirakan, dan berkesadaran.