MEDIA INTERAKTIF TAKLIM AL-QUR’AN TERPADU (TAAT)”
SEBAGAI SOLUSI INOVATIF DALAM MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X
SMA ISLAM AS-SHOFA

Oleh:
FERY MULYADI, S.H.I
(Guru Pendidkan Agama Islam)
Profil diri:
https://drive.google.com/file/d/1H3vu0gDW7bNajorVCVLyZ1c0VUR1e2Os/view?usp=sharing
Video Proses Pembelajaran
“7T Berbasis Media Interaktif Taklim
Al-Qur’an Terpadu:
https://www.youtube.com/watch?v=ij-lSq5cBHs
SMA ISLAM AS-SHOFA
KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU
2026
“MEDIA INTERAKTIF TAKLIM AL-QUR’AN TERPADU (TAAT)”
SEBAGAI SOLUSI INOVATIF DALAM MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X
SMA ISLAM AS-SHOFA
Oleh:
Fery Mulyadi, S.H.I.
(Guru SMA Islam As-Shofa)
Video Penerapan :
https://www.youtube.com/watch?v=ij-lSq5cBHs
LATAR BELAKANG
Pembelajaran tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan etos kerja dalam Islam sangat penting diajarkan kepada peserta didik, terutama bagi mereka yang berada di tingkat SMA. Pembelajaran mengenai materi ini dimasukkan dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas X Semester I.
Tujuan mempelajari ayat-ayat yang berkaitan etos kerja dalam Islam agar peserta didik mampu; membaca, menerjemah, menghafal, memahami maksud, serta menerapkan kandungan ayat Al-Qur’an dalam keseharian. Pembelajaran mengenai ayat-ayat etos kerja ini seharusnya dapat dilakukan dengan baik, mudah, dan menyenangkan. Akan tetapi, saat awal proses pembelajaran dilaksanakan ternyata ditemukan banyak masalah di lapangan. Beberapa masalah yang penulis temukan dalam pembelajaran PAI ini, di antaranya:
Masih rendahnya motivasi siswa untuk membaca, menghafal, dan menerjemah Al-Qur’an.
Masih rendahnya minat siswa mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam, terutama dalam aspek Al-Qur’an.
Masih ada siswa yang belum mampu membaca, menerjemah, menghafal, dan memahami kandungan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan etos kerja.
Masih ada siswa terlihat kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas.
Kandungan materi pembelajaran sangat banyak, sedangkan waktu yang tersedia sangat sedikit.
Siswa sulit belajar mandiri di rumah karena media pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) masih sangat terbatas, terutama yang sesuai dengan yang muatan Kurikulum Merdeka.
Berdasarkan berbagai masalah di atas, maka penulis sebagai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Al-Qur’an di SMA Islam As-Shofa Pekanbaru termotivasi mencarikan solusi inovatif untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran ini. Akhirnya, penulis menemukan solusinya, yakni dengan menerapkan sebuah model pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran tersebut diistilahkan dengan “7T berbasis TIK”. Penulis memberikan nama untuk model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” karena sampai saat ini, sepengetahuan penulis, belum ditemukan nama khusus atau istilah dari buku referensi yang sesuai untuk penamaan model pembelajaran tersebut.
Model pembelajaran invatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” ini sebenarnya adalah sebuah singkatan (akronim) dari; Talaqqy, Tasmi’, Tahsin, Tahfizh, Tarjamah,Ta’rid, dan Tamrinat. Selanjutnya, kata “Berbasis TIK” merupakan akronim dari Berbasis Telekomunikasi Informasi dan Komunikasi, di mana penulis merancang, membuat serta mengaplikasi media pembelajaran interaktif berbasis TIK.
Model Pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” ini tidak lagi sekedar ide yang mengambang di tataran teoritis saja, tetapi penulis telah melaksanakannya. Proses pengaplikasian model pembelajaran ini telah berlangsung dan dikembangkan di SMA Islam As-Shofa Pekanbaru sejak empat tahun yang lalu sampai tulisan ini disusun (20 November 2024) Artinya jauh sebelum Kurikulum Merdeka diluncurkan penulis telah menerapkannya dan mengembangkannya setiap tahun.
Walaupun model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” telah cukup lama diterapkan dan ditingkatkan setiap tahunnya, tetapi belum ada tulisan yang membahasnya, baik dari segi proses, hasil belajar, hambatan, dan solusi dalam mengatasi hambatan, atau keunggulan model pembelajaran ini. Oleh karena itu, sangat layak rasanya model pembelajaran ini dipublikasikan dan penulis tuangkan dalam suatu tulisan ilmiah berbentuk pengalaman terbaik (best practice) yang berjudul; “Penerapan Model Pembelajaran ‘7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)’ sebagai Solusi Inovatif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA Islam As-Shofa Pekanbaru”
TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan praktik baik dari penerapan Model Pembelajaran Inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” adalah:
Untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” pada mata pelajaran PAI Kelas X SMA Islam As-Shofa.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” pada mata pelajaran PAI Kelas X Islam As-Shofa.
Untuk mengetahui tantangan-tantangan yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” pada mata pelajaran PAI Kelas X Islam As-Shofa.
Untuk mengetahui solusi yang dilakukan dalam mengatasi berbagai tantangan saat penerapan model pembelajaran “7 T Berbasis 7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” pada mata pelajaran PAI Kelas X Islam As-Shofa.
Untuk mengetahui keunggulan model pembelajaran “7 T Berbasis 7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PAI Kelas X Islam As-Shofa.
MANFAAT PENULISAN
Penulis juga akan memaparkan manfaat dari penulisan praktek baik (Best Practice ) penerapan model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” ini, di antaranya:
Tulisan ini diharapkan bisa memberikan solusi inovatif dan sekaligus menjadi konstribusi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi di Indonesia, terutama di SMA Islam As-Shofa.
Sebagai referensi bagi para guru yang lain untuk mengembangkan pembelajaran berdiferensisasi di Indonesia.
Sebagai pembuktian kepada seluruh siswa, guru, orang tua, dan masyarakat bahwa pendidikan religius tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan teknologi.
Sebagai pertimbangan semua pihak, terutama untuk pemerintah dalam pengambil kebijakan saat menerapkan pendidikan berdiferensiasi di Indonesia.
PROSES PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF “7 T BERBASIS MEDIA INTERAKTIF TAKLIM AL-QUR’AN TERPADU (TAAT)”
Beberapa masalah yang terdapat dalam pembelajaran PAI yang dipaparkan sebelumnya telah penulis carikan solusinya dengan cara menerapkan model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. Istilah Model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” sebenarnya merupakan sebuah singkatan (akronim) dari Talaqqy, Tasmi’, Tahsin, Tahfizh, Tarjamah,Ta’rid, dan Tamrinat. Selanjutnya, “Berbasis TIK” adalah singkatan dari berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, maksudnya model pembelajaran ini memanfaatkan berbagai aplikasi media sosial seperti Whatsapp dan Youtube dan beragam aplikasi pembelajaran daring seperti, Moddle (Learning Managaement System), Google Form, dan Quizizz.
Penerapan model pembelajaran Inovatif “7 T Berbasis TIK ini dapat diuraina sebagai berikut:
Tempat dan waktu Penerapan Model Pembelajaran Inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”
Proses pengaplikasian model pembelajaran ini telah diterapkan dalam mata pelajaran PAI kepada siswa di SMA Islam As-Shofa Pekanbaru sejak empat tahun yang lalu dan terus diinovasi setiap tahunnya. Sedangkan dalam pembelajaran di tahun pembelajaran yang sedang berlangsung, penerapannya penulis laksanakan mulai tanggal 5 September 2025 sampai tulisan ini disusun 3 Mei 20036). Tempat penerapan model pembelajaran inovatif ini di Kelas X 2 Sma Islam As-Shofa Pekanbaru yang siswanya berjumlah 30 orang.
Alat dan Instrumen dalam Model Pembelajaran “7T berbasis TIK”
Instrumen yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah:
Modul Pembelajaran PAI Kurikulum Merdeka
Buku Bahan ajar PAI Kurikulum Merdeka Kelas X SMA
Media Pembelajaran Interaktif “MTQ (Media Tarjamtul Qur’an)” yang penulis desain sendiri
LCD/ Proyektor dan Screen
Angket respon siswa
Lembar observasi aktifitas siswa
Rubrik penilaian dan Hasil Tes belajar siswa
Skema Model Pembelajara
Pemahaman tentang tahapan penerapan Model pembelajaran model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” akan lebih mudah dipahami dengan memperhatikan skema di bawah ini:
Gambar ke-1
Skema Proses Penerapan Model Pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”

Gambar ke-2
Aplikasi-aplikasi yang Digunakan dalam Model Pembelajaran Inovatif
“7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”

Langkah-Langkah dalam Penerapan Pembelajaran Model Pembelajaran Inovatif “7 T Berabasis TIK”
Langkah-langkah penerapan Model pembalajaran inovatif tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Pendahuluan
Proses pendahuluan dalam pembelajaran dilaksanakan dengan proses;
Guru memberi salam, membuka pembelajaran, melaksankan apersepsi, dan memberikan motivasi.
Guru menjelaskan tentang Capaian Pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran, dan teknik pelaksanaan model pembelajaran.
Guru juga memimta satu di antara siswa sebagai operator media pembelajaran “TAAT” di depan kelas.
Talaqqy (Tahap ke-1)
Talaqy secara bahasa dapat diartikan dengan membacakan langsung. Teknik penerapan dalam tahap Talaqy ini dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut:
Guru membaca Al-Qur’an dengan menggunakan media pembelajaran “TAAT” (Ta’lim Al-Qur’an Terpadu).
Siswa memperhatikan cara guru membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang benar.
Siswa mengulang bacaan Al-Qur’an secara klasikal dan individu
Tasmi’ (Tahap ke-2)
Tasmi’ secara bahasa artinya memperdengarkan. Tahapan Tasmi’ dalam penerapan model pembelajaran ini dapat diuraikan sebagai beikut:
Guru menayangan video bacaan Al-Qur’an dari para Syaikh terkenal. Tujuannya agar peserta didik mendapatkan beragam irama dalam membaca ayat yang berkaitan dengan etos kerja dalam islam
Siswa menonton video dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an para Syaikh dan mengulang kembali bacaan tersebut secara individu dan klasikal.
Guru menjelaskan jenis irama dan Syaikh yang melantunkan ayat tersebut.
Tahsin (Tahap ke-3)
Tahsin arti memperbaiki. Jika dikaitakan dengan pembelajaran PAI, maka Tahsin yang dimaksud di sini adalah kegiatan meperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an siswa. Tahapan Tahsin ini dapat diuraikan sebagai berikut:
Guru meminta siswa untuk membaca Al-Qur’an di depan kelas secara bergantian dengan menggunakan media pembelajaran “TAAT”.
Siswa bergantian membaca ayat-ayat Al-Qur’an di depan kelas dengan baik.
Guru memperbaiki bacaan Al-Qur’an siswa sekaligus menunjukan hukum tajwid dari masing bacaan tersebut.
Setelah diperbaiki bacaannya oleh guru, siswa kembali mengulang bacaan tersebut dengan menerapkan hukum tajwid.
Tahfizh (Tahap ke-4)
Tahfizh artinya menjaga. Jika dikaitkan dalam pembelajaran, maka tahfzh dapat diartikan dengan rangkaian usaha untuk menjaga hafalan Al-Qur’an dalam diri siswa. Tahapan Tahfizh dapat diuraikan sebagai berikut:
Guru membagi siswa berkelompok yang terdiri dari 3-5 orang.
Guru menujuk satu orang siswa yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan siswa lain sebagai pembimbing dalam membaca dan menerjemah ayat-ayat Al-Qur’an.
Semua siswa menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dalam kelompoknya.
Siswa menyetorkan hafalan Al-Qur’an kepada ketua kelompoknya.
Ta’rid (Tahap ke-5)
Ta’rid artinya menampilkan. Kegiatan dalam tahap Ta’rid berupa penampilan kemampuan hafalan dan terjemahan Al-Qur’an perkata siswa secara langsung di depan kelas dengan menggunakan media pembelajaran interaktif “TAAT (Ta’lim Al-Qur’an Terpadu)” . Teknik kegiatan dalam tahap ini dapat diuraikan sebagai berikut:
Siswa berbaris dalam kelompoknya di depan kelas
membacakan ayat, mereka lalu menerjemahkan ayat secara bergantian dan berantai (estafet).
Selanjutnya, guru memberikan pertanyaan berupa soal-soal menyambung ayat, menerjemahnya, memahami maksudnya, serta mencari akar katanya dengan memanfaatkan media tersebut.
Kegiatan inimenggunakan media pembelajaran TAAT”
Jika satu kelompok selesai membacakan hafalan Al-Qur’an dan menerjemahkannya, maka kelompok lain juga mengajukan pertanyaan berkaitan dengan materi ayat yang ditampilan tersebut.
Tamrinat (Tahap ke-7)
Tahapan tamrinat artinya kegiatan evaluas pembelajaran yang dilakukan. Uraian dari tahap ini sebagai berikut:i
Guru membimbing siswa dalam menjawab soal-soal yang terdapat dalam media pembelajaran “TAAT”
Siswa menjawab seol-soal tersebut secara interaktif.
Benar atau salahnya jawaban siswa langsung diketahui dengan mengklik bagian jawaban.
Semua siswa secara bergantian menjawab soal di depan kelas
Selain memanfaatkan media pembelajaran “TAAT”. Tahapan Tamrinat juga dilakukan dengan menjawab soal-soal dalam aplikasi LMS (Larning Management System) Sekolah As-Shofa. Pelaksanaan Tamrinat mellaui LMS dilakukan secara online
.
TANTANGAN DALAM PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN “7 T BERBASIS MEDIA INTERAKTIF TAKLIM AL-QUR’AN TERPADU (TAAT)”
Berdasarkan pengalaman dan observasi penulis, proses penerapan model pembelajaran inovatif “7 tberbasis TIK” ini di awal pelaksanaannya sering menghadapi banyak tantangan. Akan tetapi, setelah beberapa kali pertemuan, maka kendala itu semakin berkurang. Bahkan, seiring berjalannya waktu dan telah terbiasanya siswa dalam menjalankan model pembelajaran ini.
Penulis menemukan bahwa rangkaian langkah-langkah yang terdapat pada model pembelajaran “7T berbasis TIK” ternyata mampu menjadi solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan selama pembelajaran PAI berlangsung.
Secara sederhana penulis akan kemukakan berbagai masalah yang muncul dan keterkaitannya dengan dan solusi yang terdapat dalam model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” ini, sebagai mana tabel di bawah ini:
Tabel ke-1
Hubungan Masalah dan Solusi dalam Model Pembelajaran
“7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” pada Mata Pelajaran PAI Kelas X


HASIL BELAJAR SISWA SETELAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”
Penulis melaksanakan pretest dan postes tertulis pada siswa dalam Penerapan model pembelajaran “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” melalui Aplikasi LMS (Learning Management System) Sekolah As-Shofa yang berbasis Moddle. Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk online. Penulis dapat menggambarkan hasil belajar sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran tersebut dapat dijelaskan sebagaimana tabel di bawah ini:
Tabel 2
Perbandingan Hasil Tes Tertulis Siswa

Selanjutnya, penulis melaksanakan pretest dan postes dalam bentuk praktek lisan dari siswa berupa ujian kemampuan hafalan, kualitas bacaan, kemampuan menerjemah, dan memahami maksud ayat. Tes praktek lisan dilaksanakan dengan dengan menggunakan media pembelajaran “TAAT”. Perbandingan jumlah siswa yang tuntas belajar secara klasikal dalam pretest dan postest pada tes lisan ini bisa digambarkan sebagaiman tabel di bawah ini:
Tabel 3
Perbandingan Hasil Tes Lisan Siswa
Berdasarkan data dari dua tabel di atas, maka dapat dipahami bahwa hasil belajar siswa meningkat pada ujian tertulis, yakni dari 7 siswa (26,92%) menjadi 23 orang siswa (92,3%). Hal ini berarti telah terjadi kenaikan sebanyak 16 orang atau 65,38%. Selanjutnya, rata-rata nilai siswa dari hasil tes tertulis meningkat dari 68,57 (Nilai dasar) menjadi 97.3 (Nilai setelah penerapan) dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti telah terjadi kenaikan sebesar 28,73 poin.
Selanjutnya, jumlah siswa yang tuntas belajar secara klasikal pada tes lisan meningkat dari 8 siswa (30,76%) menjadi 25 siswa (96,15%) setelah menerapkan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. Hal ini berarti terjadi kenaikan sebanyak 17 siswa atau sekitar 65,39%.
TINGKAT RESPON SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “7 T BERBASIS MEDIA INTERAKTIF TAKLIM AL-QUR’AN TERPADU (TAAT)”.
Selanjutnya penulis akan memaparkan data respon siswa terhadapa model pembelajaran yang telah diterapkan. Respon diisikan dalam angket yang disebarkan. Hasil dari respon siswa tersebut sebagaimana tabel di bawah ini:
Tabel 3.7
Tabel Hasil Respon Siswa
NO | ASPEK MINAT | HASIL RESPON SISWA |
1. | Senang belajar Al-Qur’an dengan penerapan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. | 3.7 |
2. | Tertarik untuk belajar Al-Qur’an dengan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. | 3.5 |
3. | Memperhatikan dan konsentrasi saat pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan Model Pembelajaran Interaktif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. | 3.45 |
4. | Terlibat aktif dalam proses pembelajaran Al-Qur’an dengan membaca, menerjemah dan menghafal Al-Qur’an dengan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. | 3.4 |
5. | Mampu mendemonstrasikan bacaan, hafalan dan terjemahan Al-Qur’an di depan kelas setelah menggunakan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. | 3.2 |
6. | Tertarik dengan desain Media Interaktif Tahfiz dan Tarjamatul Qur’an (MTTQ) yang dibuat guru. | 3.79 |
7. | Merasakan kemudahan dalam menghafal dan menerjemah Al-Qur’an dengan menggunakan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” | 3.66 |
8. | Merasakan kemudahan dalam mengaplikasikan Media Tahfiz dan Tarjamatul Qur’an (MTTQ) | 3.58 |
9. | Tertarik dengan metode Guru yang menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, mudah dan menyenangkan dengan menggunakan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)” | 3.70 |
10. | Merasakan kemudahan untuk menghafal dan menterjamah Al-Qur’an secara mandiri di rumah dengan menggunakan Media Tahfiz dan Tarjamatul Qur’an (MTTQ) | 3.66 |
RERATA HASIL RESPON SISWA | 3.53 |
KATEGORI RESPON | SANGAT BAIK |
Keterangan:
4.1 -5= Sangat Baik, 3.1-4 = Baik, 2.1-3 = Cukup, 1-2= Kurang
Berkaitan dengan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”, maka diperoleh hasil rata-rata respon sebesar 3.56 atau sekitar 89,1% dengan kategori sangat baik. Hal ini ditandai dengan:
Siswa merasa sangat senang menjalani pembelajaran Al-Qur’an dengan ceria. Siswa yang memberikan respon sangat senang sebesar 3,7 atau sekitar 92,5%.
Siswa sangat tertarik untuk belajar Al-Qur’an dengan bersemangat model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. Siswa yang memberikan respon ini sebesar 3,5 atau sekitar 87,5% .
Siswa memiliki perhatian dan konsentrasi saat pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. Siswa yang memberikan respon ini sebesar 3,45 atau sekitar 86,25%.
Siswa terlibat mampu terlibat aktif dalam proses pembelajaran Al-Qur’an dengan membaca, menerjemah dan menghafal Al-Qur’an. Siswa yang memberikan respon sangat senang sebesar 3,4 atau sekitar 85%.
Siswa mampu mendemonstrasikan bacaan, hafalan dan terjemahan Al-Qur’an di depan kelas. Siswa yang memberikan respon sangat senang sebesar 3,2 atau sekitar 80%.
Siswa sangat tertarik dengan desain TAAT (Taklim Al-Qur’an Terpadu). Persentase siswa yang memberikan respon ini sebesar 3,79 atau sekitar 94,75%.
Siswa merasakan kemudahan dalam menghafal dan menerjemah Al-Qur’an dengan menggunakan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. Repon siswa sebesar 3,66 atau sekitar 91.5% .
Siswa merasakan kemudahan dalam mengaplikasikan Media Tahfiz dan Tarjamatul Qur’an (MTTQ). Respon siswa sebesar 3,58 atau sekitar 89.5% .
Siswa yang tertarik dengan metode Guru yang menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, mudah dan menyenangkan dengan menggunakan model pembelajaran inovatif “7 T Berbasis Media Interaktif Taklim Al-Qur’an Terpadu (TAAT)”. Respon siswa sebesar 3,70 atau sekitar 92,5%.
Siswa merasakan kemudahan untuk menghafal dan menterjamah Al-Qur’an secara mandiri di rumah dengan menggunakan TAAT (Taklim Al-Qur’an Terpadu). Respon siswa sebesar 3,66 atau sekitar 91,5%.
KEUNGGULAN MODEL PEMBELAJARAN “7 T BERBASIS MEDIA INTERAKTIF TAKLIM AL-QUR’AN TERPADU (TAAT)” DIBANDINGKAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL
Model Pembelajaran inovatif ‘7T Berbasis TIK” memiliki beberapa keunggulan dibandingkan model pembelajaran konvensional di antaranya:

Bukti dokumentasi lainnya:
https://drive.google.com/file/d/1PFoWbmpG6iw90VH0X7O32uVBDplcESTM/view?usp=sharing

BIODATA PENULIS

NO HP. WA : 085274571191/
085376614543
PEKERJAAN : Guru SMA
TEMPAT BERTUGAS ; SMA Islam As-shofa Pekanbaru
EMAIL : ferymulyadi.shi@gmail.com
AKUN FACEBOOK : Abu Faiz
AKUN INSTAGRAM : @Abufaizal-bukittinji
ALAMAT RUMAH : Jalan Teropong Perumahan Setia Pertiwi I Blok D2 No.15 Desa Kubang Raya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar Provinsi Riau
(Profil Ustadz Fery)
https://drive.google.com/file/d/1H3vu0gDW7bNajorVCVLyZ1c0VUR1e2Os/view?usp=sharing
(Tetimoni Siswa Binaan)
https://www.instagram.com/p/DRCOPzAE125/
Sertifikat Juara, Penghargaan, Foto,Video Ustadz Fery
https://www.instagram.com/p/DRCOPzAE125/
RIWAYAT PENDIDIKAN TINGGI:
S1: Syariah (Hukum Islam) Sekolah Tinggi Islam Negeri (STAIN) Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi
81 PRESTASI DAN PENGHARGAAN
[Periode 2015-2026]
Juara II Media Pembelajaran Guru Berbasis TIK Tingkat Provinsi Riau (2010)
Juara LKTI - PTK Guru Yasfa (2014)
Juara I Penulisan Best Practice Guru Tingkat Nasional, Kemendikbud (2014)
Juara I Penulisan Ide Kreatif Guru Yasfa (2014)
Edu Teknical Visit to Japan and South Korea, T.Internasional, P4TK Kemendikbud (2015)
Juara III Artikel Pendidikan Yasfa (2015)
Pengharagaan Guru Berprestasi Internasional, Yasfa (2015)
Juara Harapan II
Karya Tulis Ilmiah Guru Tinhkat Sumatera IOSTPI USU (2016)
Juara 1 Opini Guru Yasfa (2016)
Juara I PEMC (Physic Education Contest) Fisika Se-Sumatera FKIP Fisika se-Sumatera UNRI (2017)
Juara III Lomba Naskah Buku Berkarakter Tingkat. Nasional. Kemdikbud, Jakarta (2017)
Juara I Lomb Penulisan Naskah Buku Balai Bahasa Riau (2018)
Juara I Lomba Penulisan Naskah Buku Balai Bahasa Sumatera Barat (2018)
Juara I Lomba Penulisan Hand Book Yasfa (2017)
Juara I Lomba LKTI Guru tingkat Provinsi Riau UIR (2018)
Juara I Lomba LKTI Guru PKN dan Sosial T. Sumatera F. Hukum UNAND, Sumbar (2018)
Juara I Lomba Menulis Kisah Inspiratif Yasfa (2018)
Juara II PEMC (Physic Education Media Contest) Fisika T.Sumatera UNRI (2018)
Juara I Lomba Inovasi Pembelajaran Yasfa (2018)
Juara II Artikel Pendidikan Inklusi Tingkat Nasional Kemendikbud (2019)
Juara II Cerpen Se-Indonesia FPBSI UIR (2019)
Juara III Cerpen antar Guru Se Provinsi Riau GISTEK SEBUMI JSIT (2019)
Juara III LKTI Guru SMA/SMK/MA T. Sumatera Bagut SCE USU (2019)
Juara I Training of Trainer Guru Pendidikan Agama Islam T. Provinsi (2019)
Juara II Best Practice Pembelajaran selama Pandemi, LPMP Yogykarta (2020)
Juara II LKTI Se-Provinsi Balai Bahasa Riau (2020)
Juara I LKTI tingkat Nasional Sekolah Cendikia Baznas (2020)
Juara I LINKAR Guru tingkat Nasional ASTRA- Kemendikbud (2020)
Juara I Essai Tingkat Nasional, FOSI Universitas Bengkulu (2021)
Juara I Lomba Cerpen SDAIFA, Riau (2021)
Top Ten Guru Al-Qur’an Inovatif Tingkat Nasional, Griya Al-Qur’an Surabaya (2021)
Juara I Essai Sejarah Tingkat Sumatera FKIP Sejarah UNRI (2021)
Agen Komunikasi Publik utusan Satgas Covid 19 dan Kemendikbud untuk Provinsi Riau (2021)
Juara I Lomba Video Pembelajaran Inovatif T. P. Riau, Al-Ittihad Expo (2021)
Juara I Shariah Busssiness Plan, T. Nasional, IAIN Bone Sulawesi Selatan (2021)
Juara II Sociopreneur Tingkat Nasional, Global Islamic School, Jakarta (2021)
Juara I Lomba Menulis Cerita Rakyat Berbahasa Daerah, Balai Bahasa Riau (2021)
Juara I Lomba Penulisan Buku Pengayaan Balai Bahasa Sumatera Barat (2021)
Juara I Lomba Video Dakwah Kreatif Tingkat Nasional FEB UNRI, Riau (2021)
Juara I Video EduMath Tingkat Nasional, Institut Pertanian Bogor (IPB), (2021)
Juara I Lomba Cerpen SDAIFA (2021)
Juara II Lomba Cerpen Tingkat Nasional, FBSI UNILAK (2021)
Juara Harapan I, Lomba Video Pembelajaran T. Nasional, Festival Satra UNRI (2022)
Juara I Guru Inspiratif Tingkat Nasional, Satuguru id, Jakarta (2022)
- Juara II Lomba Model Pembelajaran Inovatif, Balai Guru Penggerak Disdik Riau (2022)
Juara I Lomba Media Pembelajaran Berbasis TIK. Balai Guru PenggerakDisdik Riau (2022)
Top Ten LKTI Sejarah Dinas Kebudayaan Provinsi Riau (2022)
Juara I Lomba Liga Menulis Tingkat Nasional Satu Guru id (2023)
Juara I Lomba Menulis Guru Inspiratif Tingkat Nasional , Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta (2023)
Juara I Micro Teaching Guru Tingkat Nasional, Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta (2023)
Top Ten Lomba Video Bebas Stunting Pusdiklat KKB Kemenkes Jakarta (2023)
Juara III Lomba Media Pembelajaran Inovatif Tingkat Nasional, Angkring Sinau, Blitar, Jawa Timur (2023)
Juara I Media Pembelajaran Power Point Yasfa (2023)
Juara I Penulisan Artikel Online Yasfa (2023)
Penghargaan Guru Berprestasi Nasional Yasfa (2023)
Juara III Lomba Menulis Kisah Inspiratif Tahibita Project Indonesia (2023)
Juara I Lomba Media Pembelajaran Berbasis Digital Geografi Tingkat Nasional Univet Bantara Sukoharjo, Jawa Tengah (2023)
Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Pekon - MK Unand (2023)
Juara 2 Lomba Media Pembelajaran Berbasis Digital UNY (2023)
Juara Harapan II Lomba Media Pembelajaran Universitas Pakuan Bogor (2023)
Juara I Lomba Menulis Artikel Inklusi Muwafaq banda Aceh (2023)
Juara Harapan II Lomba Menulis Cerpen Bestari Indonesia (2024)
Juara I Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional Olimpiade Rahmat Kediri Jawa Timur (2024)
Juara III Lomba Menulis Esai Kesejarahan Tingkat Nasional FKIP Sejarah UNRI (2024)
Juara II Guru Inspiratif dan Kreatif Tingkat Nasional Quipper Championship, Jakarta (2024)
Juara II Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional FKIP Bimbingan Konseling UNRI (2024)
Juara I Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional Fakultas Ekonomii Syariah Universitas Alma Ata Yogyakarta(2024)
Juara Favorit Lomba Menulis Opini Tingkat Nasional, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar 2024
Juara 1Lomba Guru Inovatif MKKS Kota Pekanbaru 2024
Juara Harapan 2 Lomba Poster Digital UIFA UNRI (2025)
Juara 2 Lomba Media Pembelajaran Berbasis Digital Tingkat Nasional Universitas Muhammadiyah Sidoharjo-UNSIDA –Jawwa Timiur (2025)
Juara Harapan 1 Lomba Esai Tingkat Nasional OASE FKIP Sejarah, Universita Riau_UNRI (2025)
JUARA 3 Lomba Kontes Microteaching Guru Tingkat Nasional, Pasca Sarjana IAI Diniyah Pekanbaru, 12 September 2025
Guru Terbaik Berliterasi Yayasan As-Shofa (2025)
Guru Penulis terbaik Yayasan As-Shofa (2025)
Guru Berprestasi Nasiomal As-Shofa (2025)
Penulis terbaik cerita anak berbahasa Minangkabau Balai Bahasa Sumatra Barat (2025)
Penulis dan Penerjemah Terbaik, serta Penulis Terbaik cerita anak berbahasa melayu Riau, Jenjang B1, berbasis STEAM.Balai bahasa Prov. Riau, (2025)
Juara 1 Guru Inspiratif Tingkat Regional Riau, Ajang AHM GURU INSPIRATIF 2025.
Juara 3 Lomba Dakwah Kreatif Tingkat Nasional Al-Madani Expo FISIP UNRI 2025
Fasilitator Daerah (Trainer) CBP Rupiah Bank Indonesia dan BGTK Provinsi Riau (2026)