Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Guru dan Murid - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 10 Sep 2023

Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Guru dan Murid

Banyak cara untuk meningkatkan literasi digital guru dan murid di Era Revolusi Industri 4.0, Society 5.0 dan Education 4.0. Mengapa penting dan apa saja contoh upayanya? Temukan jawabannya pada artikel berikut.

Dunia Pendidikan

Ditta Widya Utami, S.Pd.

Kunjungi Profile
2461x
Bagikan

“Dengan literasi digital, kita harus mampu memenuhi dunia internet dengan konten-konten positif.” (Presiden Jokowi)

Di era Society 5.0 manusia berperan sebagai subjek yang harus mampu bersikap bijak dan kritis terhadap segala macam perkembangan teknologi (tanpa meninggalkan aspek humanismenya).

Era Revolusi Industri 4.0 menuntut sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu beradaptasi terhadap proses transformasi bisnis ke platform digital.

Guru sebagai suatu profesi tentu memiliki kriteria khusus. Oleh karena itu wajar bila dalam dunia pendidikan ada program sertifikasi guru. Program tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa seorang guru memiliki keterampilan, pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan sehingga pendidikan bisa berkualitas dengan guru-guru yang profesional.

Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi pedagogis. Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007 seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogis antara lain memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.

Literasi digital tidak hanya diartikan sebagai kemampuan membaca atau menggunakan sumber digital saja. Dalam terminologi UNESCO, literasi digital meliputi lebih dari sekadar penggunaan teknologi, perangkat informasi, dan komunikasi. Ini juga mencakup kemampuan sosial, keterampilan belajar, berpikir kritis, serta kreativitas dan inspirasi.

Dunia pendidikan telah menyentuh Era Pendidikan 4.0. Salah satu cirinya adalah kecerdasan buatan sudah mulai digunakan dalam proses pembelajaran. Saat dimana informasi mengalir begitu pesat dan cepat, jika tidak diimbangi dengan keterampilan yang baik, bisa membuat kita tertinggal atau justru terpapar konten-konten negatif.

Guru memiliki peran menuntun murid sesuai kodrat alam dan zamannya. Dengan demikian, seorang guru harus berupaya dengan baik untuk membantu para murid menghadapi tantangan hidup yang sesungguhnya.

Untuk mampu menuntun murid dengan baik, seorang guru harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Kompetensi bisa ditingkatkan antara lain melalui pelatihan guru, mengikuti sertifikasi guru atau mengadakan pelatihan in house training di sekolah.

Sebagaimana disebutkan dalam Roadmap Literasi Digital Indonesia tahun 2020-2024 yang dikeluarkan oleh Kominfo, ada empat hal penting yang diperlukan dalam literasi digital:

  1. Digital skills, yaitu kemampuan dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK, serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Digital safety, yaitu meningkatkan kesadaran perlindungan dan keamanan data pribadi.
  3. Digital ethic, yaitu menyesuaikan diri, berpikir rasional dan mengutamakan netiket (etika digital).
  4. Digital culture, yaitu mampu membangun wawasan kebangsaan dalam berinteraksi di ruang digital.

Berikut adalah beberapa upaya yang pernah saya lakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi guru dan murid:

Mengikuti Pelatihan Guru

Saya mengikuti berbagai pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi literasi digital. Beberapa kegiatan yang saya ikuti yaitu: Virtual Coordinator Indonesia (VCI) Jabar Batch 3 yang diselenggarakan oleh SEAMEO  (2019), Didamba P4TK IPA (2020), PembaTIK (2023) dan Google Master Trainer Level 1 Batch 8 (2023).

Membaca dan Menulis

Melalui aktivitas membaca, kita dapat menambah wawasan tentang literasi digital. Terkait hal ini, Kominfo sudah menyiapkan beberapa buku terkait literasi digital yang dapat diakses di https://literasidigital.id/buku. Selain itu kita juga bisa menambah wawasan dengan mengunjungi situs https://akademi.internetsehat.id yang dikelola oleh ICT Watch.

Saya masih ingat pesan Presiden Jokowi ketika membuka webinar Literasi Digital yang diadakan Kominfo di tahun 2022. Orang nomor satu di Indonesia tersebut berpesan agar para peserta bisa meminimalkan konten-konten negatif. Salah satu caranya yaitu memenuhi dunia internet dengan konten-konten positif.

Dalam rangka menambah konten bacaan positif, saya membuat tulisan terkait literasi digital/TIK melalui blog dan buku. Contoh tulisan saya tentang Literasi Digital dapat dibaca di sini.

Adapun buku yang saya tulis berjudul Menyongsong Era Baru Pendidikan: Pengembangan Kompetensi TIK Guru berdasarkan UNESCO ICT Competency Framework for Teachers (2020). Buku ini saya tulis bersama salah satu pakar teknologi pendidikan, Prof. Eko Indrajit. 

Belajar bersama Peserta Didik

Berdasarkan survei sederhana yang saya lakukan di sekolah, dari 84 peserta didik, 54% diantaranya menyatakan sering menggunakan search engine dalam keseharian mereka. Namun, setelah dikonfirmasi lebih lanjut ternyata mereka lebih sering menggunakan search engine untuk mencari jawaban atas tugas yang diberikan guru.

Saat praktik membuat artikel dengan menggunakan search engine, sebagian besar murid masih bingung dalam menggunakan kata kunci dan memilah informasi. Padahal pengetahuan dasar menggunakan search engine termasuk ke dalam digital skills yang diperlukan dalam literasi digital.

Oleh karena itu, saya mengajak murid untuk menggunakan perangkat teknologi secara bijak dalam proses belajarnya. Pada gambar di bawah ini, saya sedang memfasilitasi murid untuk berkolaborasi dengan memanfaatkan Google Workspace for Education (GWE). Mereka menggunakan akun belajar.id yang telah diaktifkan, menggunakan chromebook milik sekolah, menyelesaikan tugas di classroom dan menggunakan Google Docs serta Google Search untuk belajar cermat memilih dan membuat artikel.

Selain itu saya juga menyampaikan tentang Digital Safety yang bisa dilakukan oleh murid, salah satunya dengan membuat sandi yang kuat. Berdasarkan pelatihan yang pernah saya ikuti, sandi yang kuat untuk keamanan digital sebaiknya minimal terdiri dari 8 karakter dengan kombinasi huruf, angka serta simbol. Upayakan ada huruf besar dan kecil juga.

Kegiatan menggunakan teknologi bersama murid di kelas (Dokumentasi DItta Widya Utami)

Teknologi digital tak selalu harus terhubung ke internet. Teknologi seperti kamera HP pun bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran. Sebagai contoh, saya pernah mengajak murid membuat mikroskop sederhana dengan memanfaatkan teknologi digital pada kamera HP. Kamera HP akan berfungsi sebagai pengganti lensa mikroskop. Berikut kisah lengkapnya “Serunya Membuat Mikroskop Sederhana”.

Berkarya dan Berbagi

Di awal tahun ajaran 2023-2024 saya diberi kesempatan untuk berbagi dalam Pelatihan In House Training di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang. Saya mengajak para guru untuk berkolaborasi dengan menggunakan penyimpanan awan dan menyusun perangkat ajar bersama.

Kegiatan In House Training di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang. Para guru berkolaborasi menyusun perangkat ajar dengan memanfaatkan penyimpanan awan untuk berbagi file (Dokumentasi Ditta Widya Utami)

Pemerintah sudah mengambil langkah menyiapkan platform digital yang dapat digunakan oleh guru untuk belajar, mengajar dan berkarya melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Melalui PMM, seorang guru bisa secara mandiri mengikuti pelatihan guru yang tentunya dapat menunjang ke dalam peningkatan kompetensinya.

Di bulan Juli 2023, saya berkesempatan memfasilitasi tentang bagaimana cara berbagi karya dan mengunggahnya di Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada Workshop Pembelajaran Guru di SMKN 1 Cijambe (kisah lengkapnya bisa dibaca di sini).

Masih berkaitan dengan PMM, saya juga berkesempatan untuk berbagi tips mengikuti Pelatihan Mandiri di PMM hingga melakukan Aksi Nyata dan lulus validasi bersama Komunitas Guru Penggerak di Purwadadi (tampak di foto cover artikel).

Di salah satu forum Asosiasi MGMP-MGBK Tingkat SMP se-Kabupaten Subang, saya pernah berbagi terkait berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan ajar. Beberapa aplikasi atau platform digital yang saya kenalkan antara lain: whimsical, thewordsearch, crosswordlabs, pembuatan QR Code dengan bit.ly, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang ada pada chatGPT.

Pada masa pandemi, saya pernah membuat video pembelajaran, misalnya tentang Cara Menentukan Kunci Determinasi. Selain video, saya juga pernah beberapa kali membuat multimedia interaktif yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran. Platform digital seperti H5P, pHET, EdPuzzle, Google Sites, Lumi, Kahoot dan Quizizz sangat membantu saya dalam melaksanakan pembelajaran yang interaktif.

Saya dan rekan saya, Pak Eri Teguh Kurniawan (SMPN 1 Ciasem) yang pernah mendapat Apresiasi GTK Kemdikbud pernah berkolaborasi dalam Webinar Series 3 Komunitas Belajar Guru Merdeka Subang. Pada webinar tersebut saya berbagi tentang Pembelajaran Terdiferensiasi dengan Video Interaktif H5P dan EdPuzzle. Rekaman webinarnya dapat Anda lihat di kanal Youtube Guru Merdeka Subang (klik di sini).  

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi digital guru dan murid. Apa yang telah saya lakukan tentu hanya sebagian kecil dari proses peningkatkan literasi digital di Indonesia. Namun, semoga setiap upaya tersebut tetap bermanfaat dan menginspirasi.

Mari, tingkatkan literasi digital guru dan murid dengan memanfaatkan berbagai platform digital.


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS DI SD NEGERI 096755 Perkebunan Maligas
PERAN CANVA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU DAN LITERASI DIGITAL SISWA
Pentingnya Motivasi Belajar Bagi Pelajar Zaman Sekarang

Arifah K S

Oct 27, 2023
5 min
MPLS: Momen Terbaik Eksplorasi Karakter Peserta Didik dalam Rangka Optimalisasi Generasi Bertalenta
7 min
Filter Bubble, Echo Chamber, dan Transformasi Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Era Media Sosial

SAURI PERADHAYANA

Aug 30, 2023
1 min
Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Bagi Peserta Didik Tunagrahita Melalui Kurikulum Merdeka

Dra. Sri Lestari

May 24, 2023
3 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar