Menulis Memoar : Upaaya Mental Tidak Ambyar - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 27 Nov 2023

Menulis Memoar : Upaaya Mental Tidak Ambyar

Kita juga perlu melakukan koreksi diri untuk menjaga kesehatan mental. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menulis memoar. Melalui memoar kita dapat melakukan refleksi tentang kelebihan dan kelemahan kita.

Seputar Guru

Dian Ngesti Swandari

Kunjungi Profile
334x
Bagikan

Membersamai siswa dalam tiap kegiatan pembelajaran merupakan tugas dari guru. Seorang guru harus siap dengan materi maupun media belajar yang akan dipergunakan, memahami berbagai karakter siswa dan berusaha menciptakan suasana belajar yang kondusif. Selain rutinitas mengajar, seorang guru juga dihadapkan pada serangkaian tugas administratif yang memerlukan konsentrasi dan energi untuk dapat menyelesaikan tepat waktu. Tugas dan rutinitas tersebut memang sudah menjadi tanggung jawab guru, namun penting bagi seorang guru untuk tetap dapat menikmati dalam menuntaskan tiap tugasnya. Kata menikmati merujuk pada kesehatan mental guru yang penting untuk diperhatikan. 

Mengapa kesehatan mental perlu diperhatikan? Definisi kesehatan mental menurut WHO (World Health Organization) adalah keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik serta berkontribusi pada komunitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi psikis dan emosi sangat mempengaruhi seseorang dalam menjalani kehidupannya. Bila seseorang merasa nyaman, tenang dan dapat mengendalikan emosi, maka seseorang tersebut dapat berpikir secara positif, berperilaku yang terkendali dan dapat melakukan kegiatannya dengan baik.

Seperti fisik yang memerlukan pengobatan saat sakit, kesehatan mental pun perlu diperhatikan agar tidak terjadi gangguan yang berat. Ibarat pengobatan dari luar, ada beberapa saran baik yang diberikan agar kesehatan mental guru tetap stabil, antara lain pembagian tugas yang adil dengan rekan guru, kolaborasi dengan orang tua dalam mendampingi perkembangan siswa, apresiasi dari pihak sekolah untuk guru. Namun, pengobatan dari dalam pun tidak kalah penting, yaitu bagaimana guru tersebut memiliki usaha untuk membangun diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat menjaga kesehatan mentalnya sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam upaya menjaga kesehatan mental secara pribadi adalah dengan menulis memoar.

Memoar merupakan catatan tentang pengalaman hidup seseorang yang berisi kisah penting atau bermakna dalam kehidupannya. Memoar tidak sama dengan dengan autobiografi. Autobiografi berisi kisah hidup seseorang dari lahir hingga masa sekarang sedangkan memoar berisi satu kisah atau pengalaman yang berarti atau berkesan bagi seseorang. Contohnya : memoar saat pertama menjadi guru. Di sini seseorang menuliskan pengalamannya saat pertama menjadi guru. Pertama kali mengajar di dalam kelas, beradaptasi dengan rekan guru, berinteraksi dengan siswa, makan di kantin sekolah, bertemu dengan beragam karakter orang tua siswa dan masih banyak lagi yang dapat dituliskan.

Mengapa menulis memoar sebagai upaya menjaga kesehatan mental? Saat seseorang mengekspresikan diri melalui menulis penggalan kisah hidupnya sendiri, seseorang tersebut ditantang untuk menulis kebenaran peristiwa yang dialaminya. Ketika seseorang menulis memoar, orang tersebut memulai perjalanan dari ingatannya ke dalam bentuk kata-kata di atas kertas (Myers, L. J : 2010). Segala rasa senang, sedih, kecewa, marah, malu,benci dan berbagai luapan emosi lainnya bebas untuk dituliskan dalam memoar. Melepaskan emosi yang tertekan membantu mendewasakan seseorang secara emosional, dan ketika seseorang menulis tentang peristiwa di masa lalu maka emosi yang dipendam akan datang dalam pikirannya (Temes, R : 2022).

Memoar dapat difungsikan sebagai terapi yang dapat dapat dilakukan sendiri untuk menjaga kesehatan mental. Mengapa demikian? Karena melalui memoar yang ditulis, si penulis dapat melihat kemampuan dan kelemahannya. Dari peristiwa yang pernah dialami penulis yang ditulis dalam sebuah memoar, si penulis dapat melihat kelemahannya yang untuk ke depan perlu untuk diperbaiki. Melalui memoar yang ditulis, juga ditemukan bahwa si penulis pun memiliki potensi yang untuk ke depan perlu untuk dikembangkan lagi. Selain itu si penulis juga terpacu untuk lebih dapat memahami karakteristik orang lain, belajar untuk lebih terampil dalam bersosialisasi dan termotivasi untuk memiliki rasa percaya diri. Intinya memoar sebagai cermin agar seseorang dapat melihat apa yang perlu diperbaiki dan apa yang perlu dikembangkan. 

Sungguh menyenangkan bila ada kelas menulis memoar bagi guru, agar guru memiliki kesempatan untuk belajar menulis salah satu atau beberapa pengalaman hidup dengan apa adanya dan dapat dijadikan bahan koreksi diri. Dengan demikian, guru pun belajar untuk menjaga kesehatan mentalnya. Tidak perlu menyalahkan kondisi yang menekan, namun lebih bijaksana bila dapat mengoptimalkan kemampuan sendiri agar tetap kuat dan sehat.

Semoga Guru Indonesia senantiasa diberikan berkat kesehatan, kebahagiaan dan keselamatan.

Referensi : 

Myers, L. J. 2010. The Power Of Memoir. San Fransisco : Jossey Bass 

Temes, R. 2022. How To Write A Memoir In 30 Days. Sukoharjo : CV Diomedia


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Pentingnya Menjadi Role Model bagi Siswa
4 min
Guru Berisiko Tinggi Mengalami Burnout? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

rahajeng shafira

Dec 04, 2023
4 min
Kesehatan Mental Guru yang Dikesampingkan

marisa shinta

Dec 05, 2023
1 min
“Work-Life Balance ” untuk Kesehatan Mental Guru
1 min
Di Balik Seragam: Kesehatan Mental dan Keseimbangan Hidup Guru

Rika Nur Laila

Nov 25, 2023
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB