LITERASI DIGITAL MENINGKATKAN MUTU & KUALITAS PENDIDIKAN - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 28 Jul 2022

LITERASI DIGITAL MENINGKATKAN MUTU & KUALITAS PENDIDIKAN

Seiring dengan perkembangan zaman, proses pembelajaran tidak lagi terpusat pada suatu pusat pendidikan seperti kampus, sekolah, kursus, ataupun pusat pelatihan. Perubahan tersebut telah mengarahkan proses pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan ke arah yang lebih mudah. Paradigma pergeseran dalam proses pembelajaran ini telah dikenal sejak dekade awal tahun 90-an. Dan kini, keadaan tersebut telah dikenal luas oleh masyarakat dunia pada umumnya.

Cerita Guru

Aman Syaputra, S.Sos

Kunjungi Profile
2190x
Bagikan

LITERASI DIGITAL MENINGKATKAN MUTU & KUALITAS PENDIDIKAN

Oleh : Aman Syaputra

Seiring dengan perkembangan zaman, proses pembelajaran tidak lagi terpusat pada suatu pusat pendidikan seperti kampus, sekolah, kursus, ataupun pusat pelatihan. Perubahan tersebut telah mengarahkan proses pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan ke arah yang lebih mudah. Paradigma pergeseran dalam proses pembelajaran ini telah dikenal sejak dekade awal tahun 90-an. Dan kini, keadaan tersebut telah dikenal luas oleh masyarakat dunia pada umumnya.

Kegiatan proses pembelajaran terus diarahkan ke arah yang lebih fleksibel dalam kaitannya dengan ruang dan waktu. Karena memang sudah semestinya, dalam mendapatkan suatu pengetahuan, ruang dan waktu seharusnya bukanlah suatu batasan yang menyulitkan bahkan tidak memungkinkan seseorang untuk mendapatkan suatu pengetahuan yang ingin diketahuinya. Pada kondisi seperti sekarang ini, belajar seharusnya bukan lagi merupakan suatu hal yang membosankan, seperti beberapa dekade yang lalu. Berkat perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sedemikian pesat, bahan ajar dapat disajikan dengan suara dan gambar yang dinamis, tidak membosankan, serta padat informasi.

Pada era seperti sekarang ini, kecepatan belajar seseorang bukan lagi ditentukan oleh orang lain yang juga merupakan peserta belajar lainnya. Kecepatan belajar seseorang ditentukan oleh diri sendiri bukan kemampuan yang diseragamkan dalam kelas, yang tentu saja bila suatu proses kegiatan belajar mengajar selalu diseragamkan, maka akan mengakibatkan para peserta kegiatan belajar yang cerdas rugi dalam kapasitasnya menerima porsi pengetahuan, apabila standar pembelajaran disetarakan dengan peserta yang kemampuan pencerapan pengetahuannya lebih lambat, yang mana seharusnya para peserta yang cerdas mendapatkan porsi pembelajaran yang lebih besar menjadi berkurang karena disesuaikan dengan peserta lainnya yang taraf kemampuannya tidak setara. Sedangkan bila standar pembelajaran disetarakan dengan peserta yang lebih pintar, hal tersebut jelas akan merugikan peserta lainnya yang taraf kemampuan pencerapan pengetahuannya lebih lambat. Ilmu Teknologi (IT) menjawab permasalahan ini.

Dengan berpegang pada pernyataan demikian, dapat ditelusuri bahwa belajar harus menumbuhkan suatu sikap kemampuan belajar secara mandiri, tanpa perduli ada tidaknya faktor luar yang mempengaruhi proses belajar tersebut seperti staf pengajar dan atau ruang kelas. Belajar yang dikatakan sebagai rangkaian proses pengembangan individu selama seumur hidup, sudah tentu memerlukan adanya pengembangan sikap memotivasi kemampuan belajar secara mandiri. Faktor lainnya yang tak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan kegiatan belajar-mengajar, adalah sumber belajar. Dalam rangka mengupayakan peningkatan kualitas program pembelajaran perlu dilandasi dengan pandangan sistematik terhadap kegiatan belajar-mengajar, yang juga harus didukung dengan upaya pendayagunaan sumber belajar di antaranya internet.

Apabila dahulu, guru merupakan pusat pembelajaran (Teacher Centric), kini bergeser menjadi murid sebagai pusat pembelajaran (Learner Centric). Untuk mewujudkan kualitas pembelajaran, perlu ditempuh upaya-upaya yang bersifat komprehensif terhadap kemampuan guru dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar, diantara sumber belajar tersebut Pusat Data Teknologi dan Informasi (PUSDATIN) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud - Ristek) telah memudahkan guru dan siswa dalam mencari sumber belajar dengan adanya Portal Rumah Belajar.

Portal Rumah Belajar itu  sendiri hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan Guru dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan Rumah Belajar kita bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa.

Seluruh konten di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan dengan gratis. Ada banyak sekali fitur-fitur di Portal Rumah Belajar diantaranya ada fitur utama dan fitur pendukung. Fitur Utamanya itu sendiri ada sumber belajar, kelas maya, bank soal, dan laborantorium maya. Sedangkan di Fitur Pendukung adanya Peta Budaya, Buku Sekolah elektronik, Wahana Jelajah Angkasa, Karya Bahasa dan Sastra, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Blog Pena, Edugame dan Augmented Reality yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran agar dalam proses pembelajaran tidak membosankan dan monoton.

Penulis adalah seorang guru tenaga pendidik di SMP Sejahtera Palembang pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Dalam kegiatan belajar mengajar, saya sebagai tenaga pendidik akan berusaha untuk membuat suasana belajar yang menarik dan tidak monoton. Dalam pembelajaran kali ini, saya menugaskan siswa untuk berkelompok dan mencari informasi dari internet mengenai materi yang akan dibahas dengan mengunakan Portal Rumah Belajar.

Dalam hal ini  saya akan bercerita pengalaman saya memperkenalkan Portal Rumah Belajar di siswa dalam proses pembelajaran. Baiklah inilah langkah-langkah yang saya lakukan dalam pembelajaran ini adalah pertama saya mempersiapkan salah satu perangkat pembelajaran yaitu berupa RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), dan menyusun bahan ajar yang relevan. Adapun materi yang akan didiskusikan saat itu tentang“Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia”. Yang dimana materi ini akan dikaitkan dengan kearifan lokal terkhususnya di bidang pariwisata daerah Sumatera Selatan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukkan dalam proses pembelajaran ini yaitu dimulai dengan Tahap Pendahaluan, dimana saya melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran, Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran, Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya, Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu, Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, dan metode pembelajaran.

Pada tahap inti, saya memberikan salah satu bentuk keberagaman dimasyarakat dibidang pariwisata, disini peserta didik mencari informasi di internet dan portal rumah belajar mengenai materi keberagaman dimasyarakat untuk mencapai tujuan pembelajaran saat itu. Setelah tiap-tiap kelompok menemukan informasi dari internet mengenai materi tersebut, saya mempersilahkan salah satu kelompok untuk mempresentasikan. Salah satu peserta didik dari tiap kelompok akan menyajikan atau mempresentasikan (presentation of information) didepan kelas tentang materi Keberagaman dalam Masyarakat. Setelah itu, ditanggapi oleh kelompok lain (question of responses) untuk bertanya, menyanggah atau memberikan tambahan informasi tentang materi dan sumber (Referensi) yang didapat. Sedangkan  saya melakukan penilaian respons (judging of responses) lalu Pemberian balikan respons (providing feedback about responses). Dan di tahap akhir, saya melakukan evaluasi dan penguatan terkait pembelajaran dengan diadakannya permainan dikelas dengan menebak jawaban yang benar dengan menggunakan fitur rumah belajar di bank soal, siswa dibariskan lalu siswa harus menjawab jawaban yang benar. Siswa yang menjawab benar akan diberikan hadiah dan diperbolehkan untuk duduk dan yang menjawab salah akan dialihkan dibarisan akhir. Saat itu, para siswa sangat semangat dan antusias dalam proses pembelajaran.

Dan diakhir proses pembelajaran itupun saya juga memberikan penghargaan untuk materi “Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia” kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

Semoga dengan menerapkan materi literasi digital ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dilingkungan sekolah, agar dalam proses belajar mengajar bisa mendorong siswa untuk aktif dalam meningkatkan tingkat percepatan dan penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.  

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Guru: "The Power Of Hikma/Tentang Panggilan Hati (Kisah Nyata)"

Nur Hikma M

May 09, 2022
8 min
Berkah Hafal 4 Juz, Rabbani dapat Sepeda

Abu Hanifah

Jul 01, 2022
1 min
Kisah saya sebagai Guru di Indonesia
6 min
Cita-Cita Yang Tertunda Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa
3 min
Setitik Asa di antara Rimbunan Pohon Tebu

Chairunnisa, S.Si

May 09, 2022
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar