GI Academy #21 “Implementasi P5 sebagai Intrakurikuler dan Kokurikuler” - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 07 Feb 2024

GI Academy #21 “Implementasi P5 sebagai Intrakurikuler dan Kokurikuler”

Profil pelajar Pancasila merupakan karakter dan kemampuan yang diterapkan oleh setiap peserta didik melalui budaya sekolah, projek penguatan pelajar Pancasila, serta pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

Metode Mengajar

Event Guru Inovatif

Kunjungi Profile
647x
Bagikan

Pada Jumat-Sabtu, 02-03 Februari 2024 telah dilaksanakan Guru Inovatif Academy #21 dengan mengangkat tema “Implementasi P5 sebagai Intrakurikuler dan Kokurikuler” yang disampaikan oleh Rachmah Safitri, S.Pd. (Trainer GuruInovatif.id). Profil pelajar Pancasila merupakan karakter dan kemampuan yang diterapkan oleh setiap peserta didik melalui budaya sekolah, projek penguatan pelajar Pancasila, serta pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

Posisi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Operasional Sekolah

GI Academy #21 “Implementasi P5 sebagai Intrakurikuler dan Kokurikuler”
Posisi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Operasional Sekolah

Profil Pelajar Pancasila memegang peranan penting dalam Kurikulum Operasional Sekolah sebagai panduan moral dan etika yang mendasari proses pendidikan. Berikut adalah posisi posisi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Operasional Sekolah:

1. Tujuan jangka panjang segala proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah

Profil pelajar Pancasila mencakup tentang bagaimana setiap peserta didik diharapkan untuk dapat menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan spiritual dalam mencapai keberhasilan akademis serta pengembangan karakter yang berkelanjutan.

2. Kompetensi dan karakter yang perlu dikembangkan oleh setiap warga sekolah

Profil pelajar Pancasila menjadi pedoman dalam pengembangan kompetensi dan karakter yang perlu dikembangkan oleh setiap warga sekolah, dapat memandu proses pembelajaran dengan menanamkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.

3. Benang merah yang menyatakan segala praktik yang dijalankan di sekolah

Profil pelajar Pancasila menjadi benang merah dalam mengoordinasikan praktik pembelajaran di sekolah yang diimplementasikan melalui kebijakan, metode pengajaran, serta kegiatan ekstrakurikuler dengan nilai-nilai Pancasila.

Alur Perencanaan P5

GI Academy #21 “Implementasi P5 sebagai Intrakurikuler dan Kokurikuler”
Alur Perencanaan Profil Pelajar Pancasila 

1. Membentuk tim fasilitator P5

Setiap sekolah membentuk tim fasilitator P5 yang bertanggung jawab mengelola dan memandu proses pembelajaran tematik terpadu berbasis projek.

2. Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan

Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan yang dilakukan dengan menganalisis kondisi lingkungan di sekitar sekolah, melibatkan hasil rapor siswa, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi proses pembelajaran.

3. Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu P5

Merancang dimensi pembelajaran, pemilihan tema projek yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks sekolah, serta alokasi waktu yang optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran.

4. Menyusun modul projek

Tim fasilitator merancang modul projek sebagai panduan bagi guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Modul projek dapat mencakup rincian materi, kegiatan, sumber daya, dan evaluasi projek.

5. Merancang strategi pelaporan hasil projek

Perencanaan tidak hanya mencakup aspek kegiatan projek, tetapi juga merancang strategi pelaporan hasil projek berupa format laporan, evaluasi projek, dan cara menyampaikan informasi kepada pihak terkait, seperti orang tua siswa atau pihak sekolah lainnya.

Tahapan Asesmen P5

1. Menentukan tujuan pembelajaran

Tahap awal dalam asesmen P5 adalah menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan ini harus selaras dengan konsep pembelajaran tematik terpadu berbasis projek dengan mempertimbangkan dimensi dan tema yang telah dirancang sebelumnya.

2. Merancang indikator kemampuan

Setelah menentukan tujuan pembelajaran, langkah berikutnya adalah merancang indikator kemampuan yang dapat mengukur pencapaian tujuan tersebut. Indikator ini harus dapat menggambarkan tingkat pemahaman dan keterampilan siswa terkait dengan aspek-aspek tertentu dari tema projek, sehingga guru dapat melakukan penilaian secara objektif.

3. Merancang asesmen

Selanjutnya adalah perancangan instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan indikator kemampuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Asesmen ini harus dirancang sedemikian rupa dan mengikuti prinsip-prinsip asesmen yang efektif.

4. Mengembangkan aktivitas

Aktivitas pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan projek tematik dan tujuan pembelajaran. Aktivitas harus dirancang untuk memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan dan pengetahuan.

5. Mengolah hasil asesmen

Setelah asesmen dilaksanakan, langkah berikutnya adalah mengolah hasil dengan melibatkan analisis dan interpretasi data asesmen untuk mengevaluasi sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Hasil asesmen ini dapat digunakan untuk memberikan feedback kepada siswa dan membimbing proses pembelajaran selanjutnya. Hasil asesmen ini dapat digunakan guru untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam pengajaran dan pembelajaran.

6. Menyusun laporan

Tahap terakhir adalah menyusun laporan asesmen. Laporan ini mencakup hasil individu siswa, analisis keseluruhan pencapaian kelas, dan evaluasi terhadap projek tematik. Laporan asesmen ini menjadi dasar untuk komunikasi antara guru, peserta didik, dan orang tua, serta untuk merancang perbaikan dan pengembangan lebih lanjut dalam proses pembelajaran P5.

Refleksi Diri P5

Pertanyaan yang bisa digunakan untuk merefleksikan P5 antara lain:

  1. Apa yang saya rasakan terkait projek profil pelajar Pancasila ini?
  2. Apakah P5 sudah berhasil menguatkan pencapaian kompetensi profil pelajar pancasila ? Apa buktinya?
  3. Apa saja tantangan yang dihadapi oleh tim fasilitator?
  4. Apa kemampuan atau keterampilan baru yang saya kembangkan?
  5. Apa perbaikan yang saya lakukan agar bisa lebih optimal memfasilitasi kegiatan P5?

Refleksi Tindak Lanjut

  1. Apa kemampuan saya yang ingin saya kembangkan di tema selanjutnya?
  2. Bagaimana cara saya berkomunikasi untuk bisa menerapkan hasil P5 ini dalam kehidupan sehari-hari?

Lalu, bagaimana strategi dalam mengimplementasikan P5 sebagai intrakurikuler dan kokurikuler dalam masing-masing satuan pendidikan? Simak pembahasan lebih lengkap melalui rekaman Zoom Meeting pada link berikut yang dapat diakses secara GRATIS!.

GuruInovatif.id berkomitmen untuk memacu transformasi pendidikan Indonesia melalui pengembangan kompetensi guru dengan membantu guru dan institusi pendidikan bertransformasi lebih cepat dalam proses pengajaran dan pembelajaran ke arah yang lebih baik dan memberikan inspirasi bagi guru dan praktisi pendidikan dalam ranah memperkaya ilmu pengetahuan. Pantau melalui media sosial kami https://www.instagram.com/guruinovatif.id/ untuk mendapatkan informasi webinar dan event terbaru yang tak kalah menarik lainnya. Salam Guru Inovatif!


Penulis: Cahya | Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

7 Cara Pengajaran Efektif dalam Kurikulum Merdeka
2 min
EFEKTIVITAS BLENDED LEARNING BERBASIS BLOG SEBAGAI LMS UNTUK MEMBANGUN ANTUSIASME SISWA DALAM KEGIATAN LITERASI DIGITAL
13 min
Persiapan Menuju Fase Dewasa melalui Pendekatan Andragogi!
3 min
Presentasi Menggunakan Canva Dapat Memotivasi dalam Literasi dan Meningkatkan Kreatifitas Murid
Meningkatkan Partisipasi Siswa dengan Metode Pembelajaran Jigsaw
4 min
Soal Mudah pun Bisa Menjadi HOTS, Ketahui Sebabnya
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar