Bagaimana Guru dan Siswa Menggunakan Platform Digital? - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 02 Sep 2023

Bagaimana Guru dan Siswa Menggunakan Platform Digital?

Artikel ini membahas tentang bagaimana guru dan siswa secara umum melihat, memandang dan menggunakan platform digital dengan bijak dan tepat guna untuk mendukung peningkatan literasi digital dalam perkembangan belajar di abad 21

Dunia Pendidikan

Megawati Megawati

Kunjungi Profile
1123x
Bagikan

Sumber gambar : Koleksi Pribadi Penulis Megawati Sorek

Apa kabar guru kita yang telah menerima sertifikasi guru? Tentunya dan pastinya kita semua merasa terbantu dengan apresiasi dan kebijakan dari pemerintah tersebut. Rasa syukur yang tak terhingga nasib kita masih menjadi skala prioritas dan pastinya harus ada timbal baliknya yang kita berikan untuk negeri kita tercinta ini. Waktu bergulir, sekian tahun, sekiranya bolehlah masing-masing kita refleksi dengan diri sendiri. Selayaknya kita membahas imbas atau dampaknya bagi dunia pendidikan, adakah peningkatan pada belajar dan kemapuan generasi penerus bangsa ini atau masih berada jalan di tempat saja. Kita melihat ini secara umum dan tak bisa menutup mata bahwasanya pendidikan kita masih jauh tertinggal dengan negara lain. Apalagi pasca wabah Covid 19 kita mengalami learning loss.

Maka tantangan besar itu telah menghadang. Mau tidak mau kita selaku pendidik harus bergerak cepat bersama dengan semua unsur terkait mengatasinya. Pemerintah telah meluncurkan Kurikulum Merdeka yang diklaim lebih ringkas, fleksibel, sederhana serta adaptif. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Guru berperan sebagai mentor, fasilitator, motivator inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter serta team work dan empati sosial.  Guru juga dituntut untuk kreatif dan inovatif yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

Langkah awal adalah guru harus keluar dari zona nyaman serta harus belajar, karena kuncinya jika kita mengajar maka tidak boleh putus untuk belajar serta mengembangkan diri dan menambah kompetensi. Pada saat ini akses untuk hal tersebut sudah terbantu dengan teknologi yang semakin canggih. Pembelajaran dalam jaringan sudah menjamur di mana-mana. Guru bisa ikut pelatihan guru ataupun pelatihan in house training dan secara asynchronous melalui Learning Management  System, webinar-webinar, atau mencari sendiri ilmu tersebut di konten-konten yang mendukung kemampuan guru agar meningkat. Sebut saja misalnya program perengkrutan Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Pembatik, dan lain-lain. 

Dalam era industry 4.0 dan memasuki era society 5.0 mendorong kita lebih cakap dan harus memiliki kemampuan dalam dunia digitalisasi. Perkembangan platform-platform juga makin marak yang secara umum juga membentuk insan-insan yang seharusnya berpikir kritis dan mendukung kreatifitas pembelajaran yang berbasis Teknologi, Informasi dan komunikasi. Guru dan siswa bisa saling berkolaborasi membuka ruang saling berbagi dan terhubung sehingga terciptanya demokratisasi  pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Hal inilah disebut dengan kemampuan literasi digital.

Perkembangan dunia teknologi mempengaruhi seluruh kehidupan dan lini sosial. Guru dan siswa bahkan bisa dikatakan sebagai pengguna aktif. Berikut ini akan diberikan ulasan contoh bagaimana kemampuan seorang guru dan siswa yang mampu berliterasi digital dengan menggunakan platform-platform yang tersedia di aplikasi atau akun mereka.

  1. Platform E-Commerse

Memberikan kemudahan bagi para konsumen untuk memenuhi kebutuhan dengan berbelanja secara on-line. Platform ini sangat dianjurkan kepada guru dan siswa belajar bijak dalam bertransaksi dan belajar mengenai dunia usaha. Pembelajaran kelas atas bahkan bisa menggunakan platform ini sebagai bentuk pembelajaran ekonomi berbasis digital.  Pada platform ini banyak terjadi kecurangan dan tidak sesuai dengan harapan. Misalnya penjualan barang palsu, tidak sesuai dengan deskripsi, data palsu, penipuan transaksi, iming-iming diskon atau bonus, pemalsuan testimoni atau review dan penipuan lainnya.

2. Platform Media Sosial

Kehidupan masyarakat saat ini tidak lepas dari penggunaan media sosial yang sangat masif. Dari media sosial semua orang bisa terhubung dan berintegrasi dengan membentuk personal brandingnya masing-masing. Media sosial pun bukan hanya berfungsi sebagai hiburan saja, berbagi informasi, bahkan untuk buka lapak dan sumber peningkatan ekonomi. Nah, oleh guru maupun siswa media sosial bisa dijadikan ajang untuk belajar dengan memperhatikan karakteristik dari media sosial itu sendiri serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Misalnya pembelajaran berdifensiasi yang menghasilkan produk yang harus diposting di media sosial dan nantinya dikomentari dan disukai oleh rekan atau pengguna media sosial. Guru juga harus mengarahkan siswa agar berhati-hati menyebarkan data pribadi atau berita lainnya. Siswa diarahkan agar memiliki adab, norma dan etika ketika berinteraksi. Memberi nasihat agar semua peserta didik tidak memposting segala hal yang berbau porno, LGBT, atau SARA. Pengguna media sosial dituntut untuk cakap dan memiliki kemampuan literasi digital sehingga tidak salah kaprah dalam menggunakannya, misalnya tidak ikutan menyebarkan hoaks, akun fake atau penipuan maupun perundungan oleh netizen, grooming dan sebagainya.

3. Platform Berbagi konten

Platform ini yang sangat digandrungi oleh generasi mileneal. Tik Tok dan You Tube  anak kecil saja sudah kecanduan dan cenderung meniru hal-hal yang viral. Ucapan yang unfaedah mereka ucapkan juga di lingkungan sekolah, tarian atau gerakan yang tidak sopan pun diikuti. Guru menjadi kewalahan, karena banyaknya konten-konten negatif tersebut. Di sini guru harus bisa mengedukasi peserta didik dengan menjadi pengguna aktif agar hanya memberikan hal yang sifatnya mengedukasi. Algoritma yang terbentuk juga seharusnya yang mendukung dengan konten yang berisi edukasi, bukan hanya hiburan atau hal negatif lainnya. Koordinasi dengan para wali murid juga harus digalakkan bagaimana orang tua memberi pengawasan dan bimbingan di rumah ketika sang anak merunduk bermain gawai.

4. Platform Pendidikan

Ini platform yang sangat berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita, yang pengguna belum sebanyak pengguna media sosial. Kesadaran dan cara pandang dari diri sendiri yang perlu ditumbuhkan akan hausnya ilmu maka platform ini menjadi pilihan utama untuk mengembangkan kemampuan diri. Sosialisasikan hal ini, bantu siswa mencari jalan untuk mengembangkan diri. Saat ini yang lagi tranding adalah PMM alias Platform Merdeka Mengajar yang isi fiturnya sangat lengkap bagi guru untuk mendapat referensi belajar, inspirasi mengajar, pemahaman dan berkarya. Pembelajaran yang dibangun diharapkan mandiri, kontektual, inovatif dan membentuk kreativitas. Diharapkan kemampuan guru yang mumpuni sehingga melahirkan peserta didik yang belajar sepanjang hayat dan mampu menjawab tantangan zaman.

5. Platform Keuangan

Menawarkan kemudahan pembayaran dan transaksi lainnya. Uang digital sudah menjadi trend dan tak bisa terpisahkan dengan aktivitas sehari-hari pada dominan oleh masyarakat perkotaan. Kalau boleh jujur menyatakan rasa kecewa kepada  anak muda atau siswa yang rela top-up hanya untuk main games dan bergadang, ini juga menjadi masalah bagi dunia pendidikan kita. Bukannya melarang siswa untuk bermain game, kita tahu juga ada sisi manfaatnya game itu untuk kecerdasan otak, masalahnya dan parahnya sampai bablas dan tidak tahu dunia lagi. Hidup menjadi terbalik, siang menjadi malam, malam menjadi siang seperti kelelawar. Belum lagi, judi online dan pinjol yang kini para siswa menengah atas dan mahasiswa yang menjadi korbannya.  Guru dan siswa sama-sama menyadari fungsi dan kegunaan uang digital dengan baik serta mampu dengan bijak mengambil keputusan dalam bertindak dengan cara meningkatkan literasi digitalnya.

6. Platform Transportasi

Mau bepergian, mau ke mana saja, akses dipermudah, bahkan penginapan, tour perjalanan dan sebagainya tersedia dalam genggaman. Manusia sudah dimanja dan difasilitasi segala keperluannya dengan berbagai platform yang menawarkan bantuan dan iklannya berseliweran  dan berjubel. Guru dan siswa menggunakan platform ini sebagai akses untuk bepergian atau migrasi. Literasi digital perlu dilaksanakan agar penggunaan moda transportasi yang aman dan yaman dapat dinikmati dalam perjalan mereka menempuh ilmu pengetahuan atau aktivitas lainnya.

Intinya dari penjelasan di atas adalah dapat disimpulkan kemampuan guru dan siswa dalam berliterasi digital dan memanfaatkan platform yang ada dengan bijaksana dan cerdas sehingga bisa mengambil sisi positif dan menggunakannya secara tepat guna dan berkontribusi bagi perkembangan pengetahuan atau pun kemampuan diri dalam belajar dan menghadapi era revolusi belajar di abad 21 ini.


Penyunting: Putra

0

4

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

MTsN 32 Jakarta ‘MAUNGADER’: Pengerahan Potensi Berpikir Kritis dalam Mewujudkan Pembelajaran Abad 21 di Madrasah

Reza Hesti, M.Pd

May 28, 2024
25 min
GI Academy #24: Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Sekolah
3 min
Praktik Pembelajaran Berdifferensiasi di Kelas Sebagai Bentuk Implementasi Kurikulum Merdeka
4 min
TIPS!!!! Menjaga "Mental Health" Guru di tengah intervensi dan masalah sosial rekan sejawat

rawika ardilla

Nov 30, 2023
8 min
“Kurikulum Merdeka : Solusi Pendidikan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”

DEDE SUHENDY14

May 05, 2023
1 min
Lidi Balok (Literasi Digital Berbasis keArifan Lokal)untuk Pendidikan Inklusi di UPTD SPNF SKB Kota Tegal

SRI HARYANTI,S.Pd

Sep 01, 2023
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar