Lusitania Margretha, S. Pd

Guru IPA

Kunjungi Profil

Optimalisasi Keterampilan Proses pada pembelajaran

Pembelajaran IPA dengan membangun pengalaman belajar.

Dalam suatu sistem pendidikan ada yang mengajar dan ada yang belajar. Kriteria keberhasilan proses belajar tidak hanya diukur dari sejauh mana siswa telah menguasai materi pelajaran, tetapi diukur dari sejauh mana siswa telah melakukan proses belajar, sesuai prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran berpusat pada siswa menekankan pemerolehan pengetahuan melalui pengalaman. Pengetahuan yang didapatkan oleh siswa adalah dari siswa dan untuk siswa itu sendiri. Ketika merasakan dan melakukan sendiri akan memberikan kesan secara langsung pada diri siswa, sehingga materi yang dipelajari akan lebih membekas dalam pikiran siswa. Siswa akan belajar secara langsung pada lingkungan dan alam sekitar dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut hasil penelitian Piaget dan Bruner (Depdikbud, 2000) terungkapkan bahwa anak itu dapat berpikir secara tingkat tinggi bila ia mempunyai cukup pengalaman secara kongkrit dan bimbingan yang memungkinkan pengembangan konsep-konsep dan menghubungkan fakta-fakta yang diperlukan. Ilmu pengetahuan alam dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah dan sikap ilmiah. 

Pendekatan keterampilan proses

Dalam kegiatan pembelajaran guru dituntut mampu memahami keadaan secara langsung di lapangan, artinya guru itu sendiri yang lebih tahu model, metode dan pendekatan apa yang tepat digunakan dalam proses belajar. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan akan membangun pengalaman belajar IPA adalah pendekatan keterampilan proses. Pendekatan keterampilan proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang berperan membantu siswa belajar mengembangkan pikirannya, memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan dalam mempelajari konsep sains. 

Pendekatan keterampilan proses merupakan cara untuk melatih keterampilan-keterampilan yang pada dasarnya ada dalam diri siswa, baik pengetahuan dan kemampuan berpikir maupun kemampuan untuk bekerja. Keterampilan-keterampilan ini digunakan untuk menemukan suatu teori dan membuktikannya, serta mengembangkan teori tersebut. Setiap aspek dalam keterampilan proses sangat diperlukan siswa untuk mengembangkan pengetahuan yang telah dimilikinya Keterampilan proses memiliki kelebihan yaitu untuk memberi bekal cara memperoleh pengetahuan, keterampilan proses merupakan hal yang sangat penting untuk pengembangan pengetahuan masa depan, dan keterampilan proses bersifat kreatif, siswa aktif, dapat meningkatkan keterampilan berpikir dan cara memperoleh pengetahuan.  Melatihkan keterampilan-keterampilan tertentu kepada siswa perlu memperhatikan tingkat kemampuan siswa. Untuk siswa sekolah menengah pertama kadar bekerja dan berpikir masih belum terlalu jauh berbeda. Mulai pada sekolah dasar siswa masih dalam dunia bermain dengan kata lain siswa akan lebih banyak melakukan kerja, karena belum memiliki kemampuan dalam memikirkan suatu permasalahan dalam lingkungan. Semakin bertumbuh siswa akan semakin banyak menemukan hal baru di sekitarnya sehingga siswa harus memiliki kemampuan berpikir lebih baik. Demikian seterusnya jika siswa semakin dewasa. 

Dimyati (2002) menjelaskan bahwa, keterampilan proses memiliki berbagai jenis tingkatan keterampilan. Keterampilan-keterampilan tersebut terdiri dari keterampilan-keterampilan tingkat dasar (basic skills) dan keterampilan-keterampilan tingkat terintegrasi (integrated skills).  Siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama perlu dilatih paling tidak menguasai beberapa keterampilan proses dasar, seperti mengamati, mengukur, mengklasifikasi, mengkomunikasikan, memprediksi dan menyimpulkan suatu materi pembelajaran secara mandiri, sebelum mengenal keterampilan lanjut.

Penerapan pendekatan pembelajaran.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis dalam pembelajaran di SMPN Satu Atap 1 Dusun Tengah di kelas 8 SMP semester 1 pada materi sistem gerak, bahwa antusias belajar siswa dapat meningkat karena siswa mengalami langsung pengalaman belajar. Kegiatan yang dilakukan dalam empat kali kegiatan pembelajaran. Terlihat pada tiap pertemuan siswa lebih mudah untuk difokuskan perhatian. Keterampilan proses yang diawali dengan pengamatan menggunakan media alat peraga IPA sederhana yang dibuat sendiri oleh penulis sebagai guru. 

Potensi dan daya tangkap tiap anak berbeda, tetapi motivasi belajar dapat ditingkatkan sekaligus membangun keterampilan yang diharapkan akan melekat dalam keseharian siswa yang dapat diaplikasi dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Ketika siswa sudah termotivasi akan lebih mudah memusatkan perhatian dalam pembelajaran.


Komentar (3)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Salma S.Pd
4 minggu yang lalu

Baik


Nurjanah, S. Pd., M. Pd.
2 bulan yang lalu

Lanjutkan bu


nilaiharian fisika
2 bulan yang lalu

Terima kasih informasinya bu