Dra. Sri Suprapti

Gutu Bahasa Jawa

Suka membaca dan menulis

Kunjungi Profil

MAKNA LAGU PADHANG MBULAN

Artikel

MAKNA LAGU PADHANG MBULAN

Oleh : Sri Suprapti, Guru Bahasa Jawa di Surakarta

Padhang Mbulan

Yo Prokonco dolanan neng njobo  

Padhang mbulan padhange koyo rina

rembulane… e Sing ngawe awe

Ngelingake ojo podho turu sore

Terjemahan Padang Mbulan dalam Bahasa Indonesia Ayo teman-teman, kita bermain di luar. Sinar bulan terangnya seperti fajar. Bulannya menampakkan pesona. Mengingatkan kita agar jangan tidur di sore hari.

            Lagu tersebut di atas  memiliki banyak makna. Salah satunya sebagai perwujudan rasa syukur atas kenikmatan serta keindahan yang diberikan oleh Tuhan. Agar lebih mudah menyampaikan rasa syukurnya, orang jaman dahulu membuatnya menjadi sebuah lagu agar mudah diingat oleh masyarakat, khususnya orang Jawa.

            Selain itu di dalam tembang/lagu Padhang Mbulan ini merupakan tembang dolanan yang mengandung makna religius ( keagamaan ). Maksud dari tembang dolanan ini adalah bahwa kita sebagai manusia hendaknya selalu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa untuk menikmati keindahan alam yang ada. Untuk menunjukkan rasa syukur ini, kita diharapkan untuk tidak tidur terlalu sore agar bisa melaksanakan ibadah di waktu malam harinya.

Padhang Mbulan merupakan lagu shalawat yang dilantunkan dan ditulis oleh Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Tembang Padang Bulan digubah oleh Sunan Giri. Tembang ini bermakna ajakan bermain bagi anak-anak, disisipi dengan wejangan/piwulang/ nilai karakter luhur sebagai pembelajaran. Lagu Padhang Mbulan bermakna ajakan bermain bagi anak-anak. Tembang Jawa ciptaan Sunan Giri ini mengandung nasihat luhur di dalamnya. 

Bersyukur kepada yang Maha Kuasa untuk menikmati keindahan alam. Untuk menunjukkan rasa syukur itu kita diharapkan tidak tidur terlalu sore karena kita bisa melaksanakan ibadah di waktu malam. Dalam lagu Padhang Mbulan mengandung filosofi yang religius. Maksud dari lagu daerah ini adalah mengajak bersyukur kepada yang Maha Kuasa untuk merenungi keindahan malam. Sebagai bentuk rasa syukur lagu yang belum diketahui penulisnya ini berharap untuk tidak tidur terlalu sore karena untuk melaksanakan ibadah sunnah di waktu malam.

            Menurut Teeuw, lagu dolanan adalah puisi oral yang bersifat nyanyian untuk dibacakan, dialami, dan dihayati secara bersama. Oleh sebab itu, penting rasanya untuk kita melestarikan warisan kesenian luhur dalam bentuk lagu semacam ini hingga masa yang akan datang. Banyak nilai dan pembelajaran yang bisa kita petik dari tembang Dolanan Padhang Mbulan sebuah lagu ciptaan dari waliyullah, Sunan Giri. Tembang Padhang Mbulan merupakan lagu dolanan anak warisan masa lampau. Andries Hans Teeuw , seorang pakar sastra dan budaya Indonesia, menuturkan bahwa lagu dolanan termasuk bagian dari seni pertunjukan (performing arts). 

Tembang Padhang Mbulan sebenarnya bila dihayati begitu dalam maknanya, bukan hanya sebatas lagu "mainan" anak-anak. Seperti kita ketahui, pada masanya lagu ini dijadikan media dakwah oleh Sunan Giri. 

Pada hakikatnya tembang Padhang Mbulan ini memang mengandung banyak nilai-nilai luhur sebagai bahan pembelajaran dan tuntunan bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu alangkah baiknya kita sebagai masyarakat Jawa mau melestarikan budaya warisan tembang dolanan ini. Beberapa nilai makna yang terkandung dalam lagu Padhang Mbulan ciptaan Sunan Giri secara garis besar adalah: 1) Nilai Gotong Royong dan Solidaritas  Lagu Padhang Mbulan mengajarkan kepada kita arti dari gotong royong. Seperti dalam liriknya yang berbunyi: "Yo prakanca dolanan ing njaba”

Ajakan untuk bermain bersama di luar rumah ini sebenarnya merupakan bentuk solidaritas sesama manusia. Untuk kita saling kumpul bersama-sama, menghargai orang lain dan saling berbagi kasih sayang 2) Nilai persahabatan dan kerjasama dalam kelompok juga diajarkan dalam lagu ini. Ajakan untuk bermain bersama di luar adalah manifestasi dari persahabatan yang kokoh dibangun sejak dini, sejak masih anak-anak untuk saling silaturahmi, berkumpul bersama serta mengajarkan sikap saling menghargai dan berempati dengan teman-teman atau tetangga lingkungan sekitar kita tinggal 3) Nilai Religius Ibadah, selain itu nilai yang tak kalah penting dan menjadi "ruh" dari lagu ini adalah nilai religius. Sebagaimana lagu ini adalah media dakwah yang dipakai oleh Sunan Giri. tembang Padhang Mbulan mengaajrkan kita pesan-pesan agama.

 Dalam lirik, "Ngelingake ojo podho turu sore”, memberikan pesan pada kita semua agar jangan tidur di sore hari menjelang malam. Sebab, waktu itu adalah waktu yang rawan untuk setan menggoda iman seseorang. 

Jadi ingat waktu itu dengan pesan dari Orang Tua Penulis sendiri antar lain ketika waktu surup (menjelang malam),semua anak harus ada di dalam rumah, pintu harus ditutup, kalau ada anak kecil yang sedang tidur harus dipangku atau didampingi (jangan sampai menangis pada waktu ini). Dan ini masih berlaku bagi keluarga Penulis sampai saat ini. 

Dengan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa waktu menjelang Maghrib sebenarnya adalah waktu yang pas untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah. Sedangkan waktu pagi sampai dengan sore hari adalah waktu yang produktif untuk kita bekerja dan beraktivitas, bukan cuma untuk berleha-leha dan bersantai ria. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Bakr Al-Marrudzi Rahimahullah, “Tidak disukai (makruh) bagi seseorang tidur setelah Ashar, dikhawatirkan membahayakan (kewarasan) jiwanya.” 

Tembang Padhang Mbulan mempunyai makna bahwa sebagai manusia yang hidup di dunia ini hendaknya selalu bersyukur kepada Allah atas keindahan alam yang telah diberikan.

 


Komentar (0)

Tuliskan Komentar Anda

- Belum ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar -