Sebuah Kisah Menjadi Guru SMK - Guruinovatif.id

Diterbitkan 23 Apr 2022

Sebuah Kisah Menjadi Guru SMK

Tidak Mudah menjadi seorang guru. Apalagi menjadi tenaga pendidik pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK. Lebih luar biasanya lagi ketika harus bertugas mencerdaskan anak bangsa pada sekolah menengah kejuruan dengan basik teknologi rekayasa. Masyarakat mengenalnya dengan istilah STM. SMK dengan basik STM Berdeda sekali mengajar di jenjang SMK dengan  jenjang  di bawahnya. Di lihat dari segi kenakalannya,, ketidaktertibannya, siswa di jenjang SMK lebih dahsyat. Guru harus lebih ekstra dalam pembimbingan karakter karena secara psikologis, masa remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan sehingga masih labil.

Cerita Guru

Yuli Kusumawati

Kunjungi Profile
3329x
Bagikan

Tidak Mudah menjadi seorang guru. Apalagi menjadi tenaga pendidik pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK. Lebih luar biasanya lagi ketika harus bertugas mencerdaskan anak bangsa pada sekolah menengah kejuruan dengan basik teknologi rekayasa. Masyarakat mengenalnya dengan istilah STM. SMK dengan basik STM Berdeda sekali mengajar di jenjang SMK dengan  jenjang  di bawahnya. Di lihat dari segi kenakalannya,, ketidaktertibannya, siswa di jenjang SMK lebih dahsyat. Guru harus lebih ekstra dalam pembimbingan karakter karena secara psikologis, masa remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan sehingga masih labil.

Saya Yuli Kusumawati. Salah satu guru yang mengajar di SMK N 1 Miri Sragen. Kota Sragen di wilayah barat yang berbatasan dengan Boyolali. SMK N 1 Miri termasuk sekolah besar dengan tujuh jurusan dan jumlah siswa kurang lebih  seribu lima ratus  yang didominasi oleh siswa laki – laki. . Jurusan teknik kendaraan ringan otomotif, jurusan ototronik, jurusan teknik pengelasan, jurusan multimedia, jurusan animasi, jurusan teknik gambar bangunan, dan jurusan teknik instalasi tenaga listrik. Saya mengajar  mata pelajaran Bahasa Indonesia  Di SMK N 1 Miri, saya adalah salah satu guru yang terkenal disiplin, tegas, dan tertib. Sehingga semua siswa sudah hapal bahwa ketika mata pelajaran Bahasa Indoneia, siswa harus tertib dan disiplin. Siswa tidak takut dengan Bu Yuli tetapi mereka lebih ke rasa sungkan. Oleh karena itu,  ketika mereka akan berulah, serasa sudah terfilter sendiri. Lebih baik tidak membuat masalah dengan Bu Yuli daripada harus mendapat konsekuensi. Saya berusaha professional. Ketika siswa tertib aturan pasti saya akan memberikan reward namun jika siswa melanggar aturan pasti akan mendapatkan konsekuensi. 

Bagi saya, mengajar di SMK teknik merupakan sebuah tantangan. Orientasi lulusan adalah bekerja. Oleh karena itu, sejak dini harus dibekali dengan kedisiplinan dan ketertiban agar ketika mereka sudah benar benar terjun ke dunia kerja, sudah terbiasa dengan disiplin meskipun disiplin dan tertib itu berat.  Banyak guru yang mendidik siswa dengan hati tetapi saya mendidik siswa dengan kedisiplinan karena kesusuksesan akan berangkat dari disiplin. 

Berikut adalah contoh siswa disiplin berpenampilan terutama berseragam.

RDtH2IQs3evHRlax8vqNC6UoiBch6iaAeQyP6oko.png

            

 

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Pembelajaran Hots Berbasis Problem Based Learning Menggunakan Bahan Produk Mie Instan
Kelas Horor
Penguatan Literasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan Memanfaatkan Aplikasi MediaPPKn Online di Sekolah Pulau

ANGGI PERDANA

Aug 26, 2023
0 sec
Kisah saya sebagai guru indonesia menghadapi Tantangan, Pandemi Bukan Jadikan Alasan
0 sec
Mendidik dengan Hati: Mengembalikan Ruh Pendidikan Lewat Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah
0 sec
Komunitas