Perjuangan Fresh Graduate Menjadi guru di 3T - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 26 Apr 2022

Perjuangan Fresh Graduate Menjadi guru di 3T

Kisah perjalanan saya menjadi seorang guru di 3 T. Saat itu bermula ketika saya lulus SMA dan belum menentukan untuk kejenjang perkuliahan. Saat itu orangtua bertanya ingin kuliah dimana dan mengambil apa, dan saya sebagai remaja 18 tahun saat itu belum kepikiran untuk memutuskan kuliah dimana dan mengambil prodi apa di perkuliahan. Saat itu kedua orangtua menawarkan saya untuk kuliah kesehatan atau menjadi guru SD, tetapi saat itu saya menolak karena saat SMA saya jurusan IPS rasanya terlalu berat jika harus pindah liner kejurusan yang notabennya IPA. Dan saat itu akhirnya saya mencari-cari informasi melalu internet jurusan apa saja dan jenjang karirnya bagaimana, dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan bimbingan dan konseling. Ketika itu orangtua saya sedikit tidak setuju dengan keputusan saya mengambil jurusan Bimbingan dan Konseling karena dibenak mereka mengira bahwa guru BK itu tidak familiar dan tidak bisa mengajar bimbel untuk tambahan hidup, akan tetapi saat itu saya tetap memengang pendirian untuk tetap mengambil prodi pilihan saya. Dan pada akhirnya orangtua saya setuju, dengan memberi wejangan saya harus tanggung jawab dengan apa yang saya pilih. Setelah sedikit melewati perdebatan akhirnya di 2017 saya menjadi salah satu mahasiswa PTN di Lampung, saya sangat menikmati perkuliahan ini karena menurut saya sesuai dengan passion yang saya miliki. 

Cerita Guru

Ms Nirmawati

Kunjungi Profile
721x
Bagikan

Kisah perjalanan saya menjadi seorang guru di 3 T. Saat itu bermula ketika saya lulus SMA dan belum menentukan untuk kejenjang perkuliahan. Saat itu orangtua bertanya ingin kuliah dimana dan mengambil apa, dan saya sebagai remaja 18 tahun saat itu belum kepikiran untuk memutuskan kuliah dimana dan mengambil prodi apa di perkuliahan. Saat itu kedua orangtua menawarkan saya untuk kuliah kesehatan atau menjadi guru SD, tetapi saat itu saya menolak karena saat SMA saya jurusan IPS rasanya terlalu berat jika harus pindah liner kejurusan yang notabennya IPA. Dan saat itu akhirnya saya mencari-cari informasi melalu internet jurusan apa saja dan jenjang karirnya bagaimana, dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan bimbingan dan konseling. Ketika itu orangtua saya sedikit tidak setuju dengan keputusan saya mengambil jurusan Bimbingan dan Konseling karena dibenak mereka mengira bahwa guru BK itu tidak familiar dan tidak bisa mengajar bimbel untuk tambahan hidup, akan tetapi saat itu saya tetap memengang pendirian untuk tetap mengambil prodi pilihan saya. Dan pada akhirnya orangtua saya setuju, dengan memberi wejangan saya harus tanggung jawab dengan apa yang saya pilih. Setelah sedikit melewati perdebatan akhirnya di 2017 saya menjadi salah satu mahasiswa PTN di Lampung, saya sangat menikmati perkuliahan ini karena menurut saya sesuai dengan passion yang saya miliki. 

Dan tibalah saya selesai sidang akhir, saat itu sambil menunggu wisuda saya memberanikan diri memasuki surat lamaran kerja ke beberapa sekolah Negeri dan Swasta yang sedang open recrutment dengan harapan ketika saya lulus langsung mendapatkan kerja. Dan Allhamdulillah ada 3 sekolah swasta yang menghubungi  saya, akan tetapi di sekolah yang pertama saya gagal di tahap pertama yaitu interview, dan disekolah yang ke 2 saya gagal di tahap tulis dan disekolah yang ke  3 saya berhasil melewati 5 tahapan test akan tetapi ketika test paling akhir ternyata saya gagal lagi dan sekolah yang ketiga saya gagal lagi.

Dari kegagalan-kegalan itu saya tidak putus asa, setiap ada recrutment saya selalu mendaftar dan saya juga mencoba mencari tahu dan merekap seluruh sekolah SMP atau SMA Negeri maupun Swasta terkait kebutuhan guru BK disekolah tersebut yang nantinya saya sebar surat lamaran pekerjaan. Akan tetapi ternyata tidak membuahkan hasil juga. Pada akhirnya di 19 Maret 2022 saya wisuda dan belum mendapatkan pekerjaan juga, padahal keinginan saya lulus dapat langsung bekerja ternyata Allah berkehendak lain.

Ketika saya sudah lulus saya sudah mulai risau dikarenakan saya belum kunjung mendapatkan pekerjaan juga. Akhirnya saya memutuskan untuk balik kekampung halaman, saya mencoba memasukan surat lamaran kerja yang ada dikampung saya. Walaupun dalam hati kecil saya, saya kurang srek di sekolah yang ada disini dikarenakan rumah saya terletak di 3T yang dimana didaerah ini jauh dari kota, dan cuaca disini sangat panas dan akses jalan untuk kedaerah sini sangat sulit dikarenakan jalannya masih berbatu dan tanah merah yang ketika hujan maka akses jalan akan sulit untuk dilalui. Akan tetapi saya mencoba ikhlas dan meluruskan niat untuk sepenuhnya mengabi dan menyampingkan hal-hal yanh tidak saya sukai dan Allhamdulillah seminggu setelah saya masukan surat lamaran kesekolah SMA saya  mendapatkan panggilan dan 2 hari setelahnya saya sudah bisa memulai bekerja. Ternyata apa yang kita inginkan dan menurut kita baik belum tentu yang terbaik bagi Tuhan. 

Sekian cerita dari saya, terimakasih sebelumnya. Salam hangat dari saya. 

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

DONGENG SEBAGAI STRATEGI PERBAIKAN LITERASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Hafecs HRP

Nov 15, 2021
6 min
Mendongkrak Kreatifitas Siswa SMK dengan Nilai Rupiah
3 min
Dari Guru Nyasar Menjadi Guru Pembelajar

Supadilah, M.Pd.

Apr 23, 2022
10 min
Kisah Saya Sebagai Seorang Guru Kelas
Ketika Dua Amanah Datang Bersamaan

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar