Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Shalat Jenazah Melalui Penerapan Role Play - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 08 Jul 2022

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Shalat Jenazah Melalui Penerapan Role Play

Abtrak

Metode Mengajar

Maftuhah Shafia Nur Hasanah, S.Pd.I

Kunjungi Profile
2844x
Bagikan

Abtrak

Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap peserta didik agar kelak setelahselesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat. Dan tujuan pendidikan harus diarahkan pada pengembangan seluruhpotensi yang dimilikiseseorang kearah perkembangannya yang sempurna, yaitu perkembangan fisik, intelektual, dan budi pekerti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan meggunakan metode role play. Studi tindakan(action research) dilakukan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi sholat jenazah pada siswa jurusan Tehnik Pemesinan kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Jatinom Tahun Pelajaran 2021-2022. Indikator hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan di setiap siklusnya. Sebelum diberi perlakuan yaitu penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, persentase siswa yang tuntas atau yang memiliki nilai ≥ 70 hanya 43% atau 15 siswa saja.

Setelah diberi perlakuan yaitu dengan penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan, yaitu pada siklus I persentase peserta didik yang tuntas atau yang memiliki nilai ≥ 70 sebanyak 57%, pada siklus II meningkat lagi sebanyak 77% dan pada siklus III sebanyak 100%. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus I, II dan III berturut-turut sebanyak 20, 27, dan 35 peserta didik.

Demikian juga dalam nilai rata-rata kelas. Sebelum Sebelum diberi perlakuan yaitu penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, nilai rata-rata kelas hanya 68,91. Setelah diberi perlakuan yaitu dengan penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, nilai rata-rata kelas menunjukkan peningkatan, yaitu pada siklus I 69,9, siklus II 75,4, dan siklus III 88,2. Hal ini menunjukkan bahwa melalui penerapan Role Play dapat meningkatkan hasil belajar siswa  pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan materi sholat jenazah. 

 

Kata Kunci    : Metode pembelajaran Role Play, shalat jenazah, peningkatan hasil belajar

Pendahuluan

Salah satu indikatorpendidikan yang baik adalah adanya peningkatan mutu dalam berbagaiaspek pendidikan, termasukdidalamnya berkaitan dengan peningkatkan mutu pengajaran sebagaibentuk oprasional pendidikan di sekolah.

Senada dengan hal ini, Reigeluth mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat terjadi sebelum peningkatan mutu pengajaran terlebihdahulu. Untuk itu harus ditingkatkan pengetahuan tentang cara merancang metode atau strategi pengajaran agar menjadi lebih efektif, efesien, dan memiliki daya tarik.

Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap peserta didik agar kelak setelahselesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat. Dan tujuan pendidikan harus diarahkan pada pengembangan seluruhpotensi yang dimilikiseseorang kearah perkembangannya yang sempurna, yaitu perkembangan fisik, intelektual dan budi pekerti.Pendidikan agama Islam pada dasarnyamerupakan upaya pembinaandan pengembangan potensimanusia agar dapat menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah, guna mencapai tujuan kebahagian hidup didunia dan di akhirat.

Pendekatan metodologi guru masih terpaku kepada orientasi tradisionalistis dan monoton. Metode yang tidak variatifmembuat menjadi jenuh belajar dan tidak senang mengikuti pembelajaran. Metode yang terfokus pada materi hanya membentuk yang berhasil mengingatjangka pendek dan gagal menjadikan agama Islam sebagaisolusi problem hidupnya.Atau dengan kata lain pelajaran agama Islam belum terinteralisasi dalam pribadi, akibat metode yang belum tepat. Dalam kegiatan belajar mengajar perlu adanya interaksi yang baik antara peserta didik dengan tenaga pendidik. Adanya interaksi yang baik dapat disebabkan karena metode pembelajaran yang menarik. Media pembelajaran yang cocok dengan peserta didik, situasi yang mendukung terhadapproses. Pemahaman materi tentang sholat jenazah bukan saja dapat dipahami oleh peserta didik dengan menggunakan ceramah yang mana peserta didik hanya mendengarkan secara pasif tetapi tidak mampu merefleksikan dalam perbuatan secara nyata, Ketika peserta didik diminta mempraktekkan sholat jenazah yang dipahami hanya teori tetapi bagaimana melaksanakan kaifiyah dalam melaksanakannya tidak dipahami secara kafah. Dengan pengajaran yang verbalisme itu maka pesertadidik hanya dapat memahami konsep tetapi tidak pandai mengaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Kualitas pembelajaran ditentukan oleh interaksi komponen- komponen dalam sistemnya. Yaitu tujuan, bahan ajar (materi), anak didik, sarana, media, metode, partisipasi masyarakat, performance sekolah, dan evaluasi pembelajaran (Moh, Shochib, 1998). Optimalisasi komponen ini, menentukan kualitas (proses dan produk) pembelajaran. Upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah melakukan analisistentang karakteristik setiap komponen dan mensinkronisasikan sehinggaditemukan konsistensi dan keserasian di antaranya untuk tercapainya tujuan pembelajaran.

Kualitas pembelajaran ditentukan oleh interaksi komponen- komponen dalam sistemnya. Yaitu tujuan, bahan ajar (materi), anak didik, sarana, media, metode, partisipasi masyarakat, performance sekolah, dan evaluasi pembelajaran (Moh, Shochib, 1998). Optimalisasi komponen ini, menentukan kualitas (proses dan produk) pembelajaran. Upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah melakukan analisistentang karakteristik setiap komponen dan mensinkronisasikan sehinggaditemukan konsistensi dan keserasian di antaranya untuk tercapainya tujuan pembelajaran

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil metode Role Play dalam upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI pada materi sholat jenazah. Metode Role Play atau bermain peran adalah suatu konsep melalui imajinasi dan penghayatan peserta didik yang berperan sebagai tokoh hidup atau orang lain (membayangkan diri sendiri sepertidalam keadaan orang lain). Interaksi belajar mengajarnya menuntut anak didik untuk aktif, kreatif dan senang yang melibatkan secara optimal mental dan fisik mereka. Tingkat keaktifan, kreatifitas, dan kesenangan mereka dalam belajar merupakan rentangan kontinum dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Tetapi idealnya pada kontinum yang tertinggi baik melibatkan aspek mental maupun fisik anak didik.

Metode role play adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses,situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau pin tiruan yang sering disertai dengan penjelasan lisan (Djamarah SB dan Zain A;2006)

Metode role play dan sosiodrama dapat dikatakan sama artinya, dan dalam pemakaiannya sering disilih gantikan. Role playing atau sosiodramapada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial.

Oleh karena itu, interaksi belajar mengajar dengan menggunakan metode Role Play menuntut anak berbuat, terlibat dalam kegiatan, mengamati secara visual, menyerap informasi secara verbal. Dari latar belakang di atas, maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan mengambil judul ” Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Shalat Jenazah Melalui Metode Role Play Kelas XI Tekhnik Permesinan 2 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom Tahun Pelajaran2021 â€“ 2022”.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan sumbangannyata bagi peningkatan profesionalisme guru, menyiapkan pengetahuan, pemahaman, dan wawasan tentang perilaku guru mengajar dan murid belajar. Jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses belajar mengajardi kelas dengan melihat kondisi siswa.

Penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom Klaten selama  bulan (Mei-Juli). Adapun pertimbangan memilih tempat penelitian tersebut dikarenakan penulis merupakan salah satu pengajar di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom Klaten sehingga dapat mengetahui karakteristik siswa dan lembaga sekolah yang akan diteliti tersebutbelum dilakukan penelitan yang sejenis. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus (siklus I, siklus II dan siklus III), yang sebelumnya telah dilaksanakan pembelajaran awal (pra siklus). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Tehnik Pemesinan semester gasal Tahun Pelajaran 2021/2022. Yang terdiri dari 35 siswa laki-laki. Penelitian ini diawali dengan observasi awal untuk mendapatkan masalah yang dihadapioleh siswa dan guru. Aktivitastersebut diikuti dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan ini diulang sampai terpenuhinya target yang telah diterapkan dalam indikator kinerja. 

Dalam penelitian ini, data dikumpulkan secara langsung melalui:

Dokumentasi/non tes. Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupacatatan, transkrip, buku, surat kabar,majalah agenda, dan sebagainya.Hasil dari dokumentasi akan digunakan sebagaipelengkap dan penguat dari data-data yang didokumentasikan. Metodeini penulis gunakanuntuk mendapatkan data rekapitulasi tentangdaftar peserta didik,daftar nilai prestasipeserta didik dan aktivitas pesertadidik berupa dokumengambar/foto selama kegiatanpembelajaran.

Observasi/non tes. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadapfenomena atau kejadianyang diselidiki. Teknik ini digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi diisi oleh temansejawat untuk mengamatijalan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti. Instrumennya berupa lembar observasiyang telah dirancangbersama oleh guru dan teman sejawat dalampenelitian  ini. Observasi ini digunakan untuk memperoleh data dari aktivitasbelajar siswa selamapembelajaran dengan menggunakan metode role play pada materi tata cara shalat jenazah. Observasi ini juga dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan instrumen observasi penilaian sikap pada setiap pertemuan pembelajaran baik pada siklus I, siklus II, maupun siklus III dan dihitung rata-ratanya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, maka dibuat nilai rata-rata setiap siklus, dan ketuntasan belajar siswa, kemudian dianalisis untuk mengetahui peningkatan hasil evaluasi disetiapsiklus. Indikator kinerjayang digunakan dalampenelitian ini adalahjika jumlah siswa yang menguasai materi mencapai nilai rata-rata kelas (P) 85% sesuaidengan prestasi yang dicapai.

Teknik tes. Digunakan untuk mengumpulkan data nilai dari hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada penelitian ini dilakukan tiga kali tes yaitu tes formatif pada akhir siklus I, siklus II, dan akhir siklus III. Tes formatif berupa pilihan ganda materi shalat jenazah sebanyak 10 soal untuk masing-masing siklus.

 

 

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada kondisi awal atau kondisi pra siklus, nilai yang diperoleh siswa dalam meningkatkan materi sholat jenazah masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM yang telah ditentukan. Selain itu persentase ketuntasan belajar materi sholat jenazah pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Jatinom belum memenuhi kriteria ketuntasan yaitu sebesar 85%. Hal ini dikarenakan guru yang kurang memberikan siswa kesempatan lebih aktif di dalam kelas selama proses pembelajaran. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah, sehingga keaktifan siswa di dalam kelas sangat kurang. Materi yang di sampaikanguru kurang dapat dimengerti siswa. Siswa hanya mendengarkan apa yang guru sampaikan mengerjakan tugas yang diberikanguru. Selain itu, guru kurang jelas dalam menjelas bagaimana tata cara sholat jenazah yang akan di ajarkan terutama pada materi pokok sholat jenazah yang baik dan benar. Sehingga masih banyak siswa yang kurang paham terhadapmateri yang guru sampaikan, sehingga siswa susah memahami konsep dan membuat siswa merasa bosan selama proses pembelajaran. Karena siswa kurang memahami materi yang di sampaikan, maka hal ini berpengaruh pada hasil belajar siswa yang rendah.

 

Tabel 4.3. Rekapitulasi Hasil Nilai Tes Belajar  Siswa XI TP 2 Pra Siklus

NoUraianHasil SiklusI
1Nilai rata-rata tes formatif68,91
2Jumlah siswayang tuntas belajar15
3Persentase ketuntasan belajar43 %

 

Data lembar observasidiambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan pengelolaan metode belajar aktif model pembelajaraan Role Play yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metodebelajar aktif model pembelajaran Role Play dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan data pengamatan aktivitassiswa dan guru. Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswas etelah diterapkan metode belajaraktif model pembelajaraan Role Play.

Pada Siklus 1, berdasarkan permasalahan yang telah teridentifikasi pada saat pembelajaran awal maka telah direncanakan metode pembelajaran pada siklus I yaitu metode Role Play. Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, soal tes formatif 1 dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

 Pelaksanaan kegiatanbelajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 10 Juni di Kelas XI TP 2 dengan jumlah siswa 35 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan  pelaksaaan belajarmengajar.

Berdasarkan hasil pengamatan pada pelaksanaan siklus I dalamproses pembelajaran guru sudah menerapkan metode Role Play. Kemudian untuk mengetahui sejauh mana minat belajarsiswa peneliti melakukanpengamatan dengan menggunakan lembar observasi.

Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajarmengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalamproses belajar. Dalam pengamatannyapeneliti melakukan penilaiansekaligus melakukan pencatatan. Pencatatan digunakan untuk mencatat kendala-kendala yang ada dalam kelas, kemudiankendala tersebut akan didiskusikan bersama dengan kolaborator untuk dicarikan solusi tindakan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:


 

 

                Tabel 4.7. Rekapitulasi Hasil Nilai Tes BelajarSiswa XI TP 2 Siklus I

NoUraianHasil SiklusI
1Nilai rata-rata tes formatif69,94
2Jumlah siswayang tuntas belajar20
3Persentase ketuntasan belajar57 %

 

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metodebelajar aktif model pembelajaraan Role Play diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah69,94dan ketuntasan belajar mencapai 57 % atau ada 20 siswadari 35 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperolehnilai ≥ 75 hanya sebesar 57 % lebihkecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85 %. Hal ini disebabkan karena siswa masih baru dan asing terhadap metode baru yang diterapkan dalam proses belajarmengajar.

          Siklus 2, Pada tahap ini penelitimempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran2, soal tes formatif II dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

 Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2022 di Kelas XI TP 2 dengan jumlah siswa35 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindaksebagai guru. Adapunproses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehinggakesalah atau kekurangan pada siklus I tidak terulanglagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajarmengajar.

 Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatifII. Adapun data hasil penelitian pada siklusII adalah sebagaiberikut:

Tabel4.11. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus II

 

NoUraianHasil SiklusII
1Nilai rata-rata tes formatif75,4
2Jumlah siswayang tuntas belajar27
3Persentase ketuntasan belajar77 %

 

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode  belajar aktif model pembelajaraan Role Play diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 75,4 dan ketuntasan belajar mencapai 77 % atau ada 27 siswa dari 35 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus kedua secara klasikalsiswa sudah tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebesar 77 % lebih besar dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85 %. Hal ini disebabkan karena siswa memahamimetode Role Playing dalam proses belajar mengajar.

 

Siklus 3, Pada tahap ini penelitimempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran2, soal tes formatif III dan alat- alat pengajaran yang mendukung. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakanpada tanggal 27 Juni 2022 di Kelas XI TP 2 dengan jumlah siswa 35 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindaksebagai guru. Adapunproses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehinggakesalah atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagipada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajarmengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan siswa dalam proses belajarmengajar yang telah dilakukan. Instrumenyang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil penelitian pada siklus III adalah sebagai berikut:

 

Tabel 4.11. Rekapitulasi Hasil Tes FormatifSiswa pada Siklus III

 

NoUraianHasil SiklusIII
1Nilai rata-rata tes formatif88,2
2Jumlah siswayang tuntas belajar35
3Persentase ketuntasan belajar100 %

 

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode  belajar aktif model pembelajaraan Role Play diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 88,2 dan ketuntasan belajar mencapai 100 % atau 35 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus ketiga secara klasikalsiswa sudah tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebesar 100 %.  Hal ini disebabkan karena siswa telah memahami metode Role Playing dalam proses belajar mengajar.

Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa metode belajar aktif model Role Play memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasibelajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru. Ketuntasan belajar meningkat dari pra siklus, siklus I ke siklus II yaitu masing-masing 43% menjadi 57 % pada siklusI, 77 % pada siklusII dan 100 % . Pada siklusIII  ketuntasan belajarsiswa                         secara klasikal telah tercapai. 

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses metode belajaraktif model Role Play dalam setiap siklus mengalamipeningkatan. Hal ini berdampak positifterhadap prestasi belajarsiswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran PAI dengan metodebelajar aktif model Role Play yangpaling dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusiantar siswa/antara siswa denganguru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswadapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitasguru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah metode belajar aktif model Role Play dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan pembelajaran, menjelaskan/melatih menggunakan alat, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup          besar.

Berdasarkan hasil Penelitian ini berlangsung selama tiga siklus. Adapun peningkatan hasil belajar siswa pada materi sholat jenazah berdasarkan pra siklus, siklus I dan siklus II dan siklus III  sebagai berikut:

Tabel: 4. 10. Hasil Belajar Siswa pada Pra Siklus,Siklus I, Siklus II dan Siklus III

 

KeteranganPra SiklusSiklus ISiklus IISiklus III
Tuntas43%57 %77 %100 %
Belum Tuntas57%43 %23 % 

 

 Dari tabel tersebut, kemudian dapat digambarkan dalam diagram jumlah persentase ketuntasan peserta didik sebelum dilakukan tindakan, siklus I, Siklus II dan Siklus III berikut ini.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan di setiap siklusnya. Sebelum diberi perlakuan yaitu penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, persentase siswa yang tuntas atau yang memiliki nilai ≥ 70 hanya 43% atau 15 siswa saja.

Setelah diberi perlakuan yaitu dengan penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan, yaitu pada siklus I persentase peserta didik yang tuntas atau yang memiliki nilai ≥ 70 sebanyak 57%, pada siklus II meningkat lagi sebanyak 77% dan pada siklus III sebanyak 100%. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus I, II dan III berturut-turut sebanyak 20, 27, dan 35 peserta didik.

 

Demikian juga dalam nilai rata-rata kelas. Sebelum Sebelum diberi perlakuan yaitu penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, nilai rata-rata kelas hanya 68,91. Setelah diberi perlakuan yaitu dengan penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran, nilai rata-rata kelas menunjukkan peningkatan, yaitu pada siklus I 69,9, siklus 2 75,4, dan siklus III 88,2.

Bertambahnya jumlah siswa yang tuntas dan meningkatnya rata-rata kelas setelah diberi perlakuan disebabkan karena penggunaan metode Role Play dapat memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan para siswa, memudahkan siswa dalam memahami materi, serta menjadikan materi pelajaran lebih menetap atau tidak mudah dilupakan.

 

Simpulan

             Penerapan metode Role Playpada pembelajaran Pendidikan Agama Islam     mempermudah guru dalam mencapaitarget belajar yang diinginkan dan dapat mengoptimalkan suasana belajar siswa untuk menuntaskan hasil belajar peserta didik. Disamping itu Penerapan metode Role Play juga dapat merangsang dan memunculkan keaktifan siswa.

Pada hasil belajar siswa kelas XI Teknik Pemesinan 2 SMK Muhammadiyah 2 Jatinom pada materi sholat jenazah mengalami peningkatan setelah penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran. Adapun nilai rata-rata kelas XI Teknik Pemesinan 2 SMK Muhammadiyah 2 Jatinom pada materi Pengurusan Jenazah mengalami peningkatan setelah penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran. Begitu pula keaktifan peserta siswa kelas XI Teknik Pemesinan 2 SMK Muhammadiyah 2 Jatinom pada materi Pengurusan Jenazah mengalami peningkatan setelah penggunaan metode Role Play dalam pembelajaran.


 

 

Daftar Pustaka

Al-Ghaits,       Abdurrahman  Panduan          Praktis Mengurus        Jenazah,          Jakarta: Qisthi,2005. Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: SinarBaru Algesindon. A.M, Sardiman            Interaksi& Motivasi BelajarMengajar, Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada,2009. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta: RineksaCipta. El-Sulthani, Mawardi LabayMendirikan Shalat Yang Khusyuk, Jakarta: Al-Mawardi Prima, 1998.Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi Iskandar,MetodologiPenelitian Pendidikan dan Sosial (Jakarta: Gaung Persada Pers,2009)

 

 

 

 

 

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Meningkatkan Literasi Digital dengan Metode Pembelajaran Inovatif

MUHAMMAD MAHATIR

Sep 06, 2023
2 min
Kuak Rahasia Metode Pembelajaran Terbaru yang Membuat Siswa Terlibat Aktif dan Paham Lebih Dalam! Temukan Keajaiban Inquiry-Based Learning dalam Pendidikan Modern!
3 min
Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi yang Guru Harus Tahu!
3 min
Membangun Rasa Nasionalisme Siswa Melalui Masakan Tradisional
3 min
Memahami Jenis Asesmen Diagnostik dan Contoh Penerapannya
3 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar