Pengaruh Kesehatan Mental Guru terhadap Tinggi Rendahnya Hasil Belajar Peserta Didik - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 11 Des 2023

Pengaruh Kesehatan Mental Guru terhadap Tinggi Rendahnya Hasil Belajar Peserta Didik

Artikel ini bertujuan untuk menyadarkan seluruh komponen sekolah bahwa menjaga kesehatan mental guru adalah kepentingan bersama. Hal ini dikarenakan kesehatan mental guru merupakan bagian integral untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Seputar Guru

NUR AULIA FATIMAH, S.S.I

Kunjungi Profile
498x
Bagikan

‎*Dokumentasi kegiatan P5 Kurikulum Merdeka, SMP Islam Al-Azhar BSD 

Sejak Kementrian Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ‎menetapkan Kurikulm Merdeka sebagai kurikulum nasional pada tahun 2022, maka secara ‎tidak langsung pola dan gaya pendidikan mulai beralih dari sistem konvensional menjadi ‎student centered learning (SCL). ‎ 

Pada penerapan pola pembelajaran SCL, faktor eksternal utama yang mempengaruhi tinggi ‎rendahnya hasil belajar siswa adalah peran seorang guru. Jack Ma, dalam World Economic ‎Forum menyatakan bahwa “Pendidikan sedang menghadapi tantangan besar yaitu, ‎persaingan antara kecerdasan manusia dan Artificial Intelligence aatau kecerdasan buatan. (Dikutip dari https://www.google.com/amp/s/www.liputan6.com/amp/3238241/jack-ma-ubah-pendidikan-agar-bersaing-dengan-robot) 

‎Berdasarkan hal diatas, guru dan orangtua harus mampu berkolaborasi untuk mengajarkan sesuatu yang ‎tidak dimiliki oleh AI seperti kecakapan sosial; yaitu kepercayaan, kerjasama, dan ‎memiliki rasa peduli”.‎ 

Menurut prinsip dasar pendidikan, guru adalah role model sekaligus ‎fasilitator belajar. Seorang guru ‎diharapkan mampu menciptakan keseimbangan pembelajaran guna meningkatkan ‎kecerdasan peserta didik baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik. 

Dengan ‎demikian, setiap guru perlu memahami bahwa proses pendidikan bukan sekedar ‎mentransfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sesuai dengan semboyan Bapak pendidikan ‎Indonesia, Ki Hajar Dewantara dengan semboyan Ing ngarso sung tulodo; Ing madyo ‎mangun karsa; dan Tut wuri handayani.‎ 

Pada sisi lain, penunjang utama keberhasilan seorang guru dalam proses pendidikan ‎adalah kesehatan mental sang guru itu sendiri. Perhatikan pola berikut! 

Pengaruh Kesehatan Mental Guru terhadap Tinggi Rendahnya Hasil Belajar Peserta Didik

Melalui pembahasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa kesehatan mental ‎guru secara langsung berdampak pada tinggi rendahnya hasil belajar peserta didik. Dengan ‎pola pikir yang jernih, seorang guru dapat menghasilkan metode pengajaran yang atraktif, ‎inovatif, dan kreatif, sehingga terjadi hubungan timbal balik dan komunikasi dua ‎arah yang baik antara guru dengan peserta didik. ‎ Hal ini disebabkan karena kesehatan mental berpengaruh dalam membentuk gelombang otak alfa.

Gelombang otak alfa adalah kondisi dimana saraf otak mencapai titik releksasi atau ketenangan. Gelombang ini biasanya terjadi saat menjelang tidur. Caroline Di Bernardi Luft, Ph.D., dari The Queen Mary University of London, UK, dalam sebuah penelitan menyatakan bahwa aktivitas gelombang otak alfa memiliki korelasi terbaik untuk menciptakan gagasan yang cemerlang. (Dikutip dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/323956)

Dan kondisi terbaik untuk mencapai gelombang otak alfa adalah dalam kondisi sehat mental.

Berikut adalah beberapa tips unik untuk mencapai gelombang otak alfa guna mendukung kesehatan mental guru dari segi ‎internal:‎ 

‎1.‎ Mengurangi ekspetasi lebih 

Setiap tenaga pendidik memiliki beban kerja yang diberikan oleh unit sekolah ‎masing-masing. Maka pastikan saat diri kita menjadi seorang guru, kita sudah ‎menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan tugas yang akan diberikan ‎kemudian hari. Hal ini bertujuan agar mengurangi rasa kecewa dalam diri kita, jika ‎terjadi suatu hal diluar keinginan 

‎2.‎ Memelihara elaborasi antar warga sekolah

Pentingnya menjaga komunikasi dua arah, tidak hanya antar guru dan peserta ‎didik. Hubungan timbal balik ini juga harus terjadi antar guru dengan teman ‎sejawat. Hal ini bertujuan agar menciptakan rasa kekeluargan yang lebih erat, ‎sehingga seorang guru dapat saling membantu serta memahami kondisi orang lain. 

3.‎ Berpikir positif 

Langkah awal metode ini dapat dilakukan dengan stimulasi otak kanan. Hal ini ‎dapat berupa mengucapkan kalimat positif kepada diri sendiri setiap hari nya. Seperti pepatah kuno menyatakan "Ucapan adalah sebagian dari do'a dan harapan". 

Sedangkan, faktor pendukung eskternal utama yang dapat dilakukan sekolah adalah

1. Membuat jadwal konseling khusus guru

Penjadwalan ‎bimbingan konseling antara Guru dan BK secara khusus dan bergilir, akan memberikan rasa lebih dihargai pada setiap, kesempatan ini juga akan memberikan ruang kepadkepada seorang guru untuuntuk mengenal dirinya lebih baik, sehingga dapat menumbuhkan hormon endorpin yang membuat guru merasa lebih bahagia dan tenang 

2. Memberikan waktu sharing season antar teman sejawat

Hal ini bertujuan agar terjadi komunikasi silang antara guru muda dengan guru tingkat madya. Pengalaman yang dimiliki oleh guru tingkat madya tentu dapat menjadi pedoman yang dapat diimplementasikan dalam mengatasi suatu problematika dimasa mendatang, sehingga hal ini membuat guru muda lebih terarah dan mengurangi tingkat kepanikan dalam mengatasi suatu masalah yang dapat menimbulkan rasa stres berlebih. 

Pelan namun pasti. Pada akhirnya, fasilitas sederhana ini tentu akan berdampak besar pada lingkungan sekolah. Meningkatnya kesejahteraan kesehatan mental guru. Tercapainya tujuan pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar berjalan lancar. 

Oleh karena itu, kesehatan mental merupakan bagian integral yang harus diperhatikan bersama. 

Demikian hal yang dapat penulis sampaikan. Semoga bermanfaat!!!‎


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Guru Abad 21 : Bergerak, Belajar, dan Berubah
5 Beasiswa dari Luar Negeri untuk Tenaga Pendidik
2 min
Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013, Mana yang Lebih Baik?
2 min
Generasi Stroberi dan Kesehatan Mental Guru
2 min
KESEHATAN MENTAL SEORANG GURU

tuti setianingsih

Dec 08, 2023
1 min
Gembira Jalan Ninjaku

Agus Ta'in, M.Pd.

Dec 07, 2023
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB