MENJAGA KESEHATAN MENTAL GURU DENGAN MANAJEMEN STRES YANG TEPAT - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 20 Des 2023

MENJAGA KESEHATAN MENTAL GURU DENGAN MANAJEMEN STRES YANG TEPAT

Artikel ini memuat 5 tips sederhana manajemen stres yang bisa dilakukan guru untuk menjaga kesehatan mentalnya agar bisa memaksimalkan pembelajaran di kelas.

Seputar Guru

Murnih Aisyah

Kunjungi Profile
442x
Bagikan

MENJAGA KESEHATAN MENTAL GURU DENGAN MANAJEMEN STRES YANG TEPAT

Di sebuah kelas diskusi bersama mahasiswa PGSD, saya menegaskan bahwa menjadi guru harus siap mental, mendidik itu tidaklah mudah, kita butuh mental yang kuat, butuh rasa sabar yang banyak, dan butuh otak yang waras. Guru adalah teladan bagi siswanya, pemberi contoh positif di kelas. Oleh sebab itu, guru harus menjadi sosok paripurna di hadapan peserta didiknya. Sikap dan contoh negatif dari seorang guru, akan mempengaruhi wibawa dan sahajanya di mata anak didiknya.

Dalam pelaksanaan proses pembelajaran, profesionalisme guru sangat dibutuhkan. Guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer pengetahuan, tetapi guru dituntut agar bisa membangun karakter peserta didik. Kemampuan guru dalam olah rasa dan olah karsa hanya bisa dilakukan jika kondisi psikologis yang stabil, tidak mengalami stress atau gangguan kesehatan mental.

Tidak jarang kita menemui guru yang sangat mudah marah, emosi tidak stabil, dan acap kali tersinggung yang berujung guru tersebut bertindak di luar tugasnya sebagai pendidik. Acap kali kita mendengar guru membentak anak didiknya, mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas yang tidak sebanding dengan kesalahan peserta didiknya.

Tidak bisa dipungkiri, guru adalah profesi yang melibatkan berbagai emosi di kelas. Menurut penelitian, profesi guru menduduki peringkat kedua yang rentan mengalami stres dalam bekerja. Jika ditelisik lebih jauh, ada berbagai faktor yang menjadi pemicu gangguan kesehatan mental pada guru. Perilaku buruk siswapraktik kepemimpinan kepala sekolah yang tidak sesuai, minimnya dukungan rekan kerja, tuntutan pekerjaan begitu banyak, kekurangan gajikondisi pekerjaan kurang baik, dan perubahan kebijakan pendidikan

Dari beberapa stresor yang menjadi pemicu terganggunya kesehatan mental seorang guru, sudah saatnya solusi dan pencegahan dilakukan secara serius di tingkat satuan pendidikan. Tentunya dengan pelibatan seluruh warga sekolah dan pimpinannya.

Sebut saja “stresor”-nya adalah perilaku buruk siswa yang disebabkan ketidakdisiplinan, perilaku tidak sopan, “bullying” dan lainnya. Jika terjadi secara berulang, ini akan menjadi stimulus ketidakstabilan emosi guru. Penanganan masalah ini tentu tidaklah mudah, dan juga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu ada kerja sama dan koordinasi antara guru, pimpinan, dan guru bimbingan konseling. Pelibatan orang tua peserta didik juga menjadi hal penting dalam penanganan masalah peserta didik.

Pada semua institusi, gaya kepemimpinan dari atasan akan mempengaruhi kinerja bawahannya. Demikian pula di sekolah. Gaya kepemimpinan kepala sekolah hendaknya tetap berpihak kepada guru. Sudah seharusnya kepala sekolah menjadikan guru sebagai partner kerja, bukan atasan dan bawahan. Tindakan dan perilaku kepala sekolah dapat mempengaruhi perilaku dan emosi guru. Dukungan profesional, apresiasi, dan pengembangan potensi guru adalah hal yang dapat menjaga kesehatan mental guru. Mereka akan merasa dihargai dan diterima kehadiran dan segala kinerjanya di sekolah. 

Tingginya beban tanggung jawab guru dalam mengelola kelas, perencanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan berbagai tuntutan administrasi pembelajaran adalah kewajiban yang tak jarang membuat guru kelelahan. Hal ini dapat berdampak pada kualitas diri dan performa guru. Olehnya itu, dukungan dan apresiasi kepala sekolah sangat diharapkan. Pelibatan rekan kerja dalam membagi tugas pokok menjadi salah satu langkah jitu dalam meringankan beban kerja guru.

Stres yang berkepanjangan akan menjadi penyebab menurunnya kulitas pembelajaran karena tidak tersampaikan dengan baik. Selain dukungan eksternal tentu guru juga perlu untuk menerapkan manajemen stres untuk membantu dirinya keluar dari permasalahan yang ada agar tidak mengganggu kesehatan mentalnya.

Sebagai seorang psikolog, Tchiki Davis menyarankan 5 cara dalam manajemen stres yang baik bagi seorang guru. Pertama, guru sebaiknya melakukan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat dan bergizi atau melakukan rolahraga secara rutin. Hal ini diharapkan dapat melindungi guru dari gangguan fisik dan mental dari stres pekerjaan.

Kedua, ada baiknya jika guru memahami hal-hal yang membuat diri sendiri nyaman saat bekerja. Tidak menunda pekerjaan agar tidak dikejar batas waktu atau deadline pekerjaan. Hal lain yang bisa dilakukan adalah memahami batas kemampuan kerja, dengan mengoptimalkan waktu tanpa harus merasa kelelahan.

Ketiga, melakukan refreshing ketika pikiran sudah mulai penat. Menjalani hobi sehari-hari akan mengurangi tingkat kejenuhan guru dalam melakukan rutinitasnya.  

Keempat, guru berusaha melakukan intropeksi diri terhadap tindakannya. Sebagai pribadi yang akan menjadi contoh, guru hendaknya meningkatkan kompetensinya agar tidak merasa tertinggal dalam aspek pengetahuan ataupun teknologi. 

Kelima, guru dianjurkan memahami teknik relaksasi untuk meredam stres yang dapat mengganggu kondisi fisik dan mental. Melakukan “mindfulness” juga dapat membantu guru untuk mendalami permasalahan yang ada tanpa ada interpretasi dari pihak manapun. 

Idealnya, seorang guru harusnya membersamai anak didiknya. Ketika guru melihat perilaku anak didik yang tidak baik, malas belajar, malas ke sekolah, berperilaku kasar, dan sikap kurang terpuji lainnya maka tugas guru adalah memikirkan bagaimana solusi dan cara agar guru bisa mengubah perilaku tersebut. Bukan dengan cara memarahi atau menghukum peserta didiknya. Namun semua itu bisa terwujud jika guru memiliki kesehatan mental yang baik. 


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Guru Berisiko Tinggi Mengalami Burnout? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

rahajeng shafira

Dec 04, 2023
4 min
KESEHATAN MENTAL GURU : ASPEK PENTING YANG SERING TERABAIKAN

MUHAMMAD MAIL

Dec 01, 2023
9 min
Mengenal Empat Penggunaan Landasan Media Pembelajaran
6 min
Penilaian Rencana Hasil Kerja (RHK) yang Guru Harus Tahu!
4 min
GURU JUGA MANUSIA, PUNYA RASA PUNYA HATI

Sidik Permana

Dec 04, 2023
16 min
Kesehatan Mental Guru dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Dewi Suryaningsih

Dec 04, 2023
8 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar