Published 25 Jan 2023

Mengenal Pentingnya Pengembangan Kompetensi 4C dalam Pembelajaran Era Digital

Kompetensi 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication) adalah kompetensi yang dianggap penting dalam era digital saat ini. Kompetensi ini meliputi kemampuan untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, bekerja sama dengan orang lain, dan berkomunikasi dengan baik.

Seputar Guru

Redaksi Guru Inovatif

Kunjungi Profile
Bagikan

Pembelajaran Abad 21 merupakan pendekatan pembelajaran terbarukan dengan memposisikan teknologi digital sebagai salah satu indikator utama. Dengan demikian, desain pembelajaran yang disusun ditekankan pada pengembangan kompetensi, pengintegrasian teknologi, dan pelatihan skill untuk mempermudah guru dan siswa tentang cara mengoperasikan teknologi dalam pembelajaran. 

Mengenal Pentingnya Pengembangan Kompetensi 4C dalam Pembelajaran Era Digital
Pendidikan beralih pada arah yang lebih digital dan terbarukan (Sumber: Canva)

Selain berfokus pada teknologi digital, pembelajaran Abad 21 juga menekankan perhatian pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan dunia nyata dan menempatkan peserta didik sebagai pembelajar yang aktif serta komunikatif. Sebagai upaya untuk mencapai target pengembangan dan pendidikan yang maksimal di Abad 21, seorang individu harus memiliki setidaknya empat skill utama yaitu, kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan berkolaborasi. 

Nah! sebagai respons terhadap pembelajaran Abad 21 di atas, Bapak/Ibu juga harus siap menyusun skema pembelajaran terbaik dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dapat Anda tempuh adalah menerapkan kompetensi 4C dalam pembelajaran. 

Wah! apa ya yang dimaksud kompetensi pembelajaran 4C? Apa saja elemen-elemen di dalamnya? Apa saja perannya dalam pendidikan Abad 21? Simak penjelasan sampai akhir ya!

Apa itu Kompetensi 4C?

Kompetensi 4C merupakan singkatan dari creativity, critical thinking, collaboration, dan communication. Keempat elemen tersebut bertujuan untuk membentuk pribadi peserta didik yang cerdas dan berkualitas. Tahukah Bapak/Ibu bahwa kompetensi 4C pertama kali diperkenalkan pada tahun 2000 oleh Partnership for 21st Century Skills (P21), sebuah organisasi yang berfokus pada meningkatkan kualitas pendidikan di Amerika Serikat. Fokus pembahasan mereka pada saat hanya satu, yaitu menyiapkan peserta didik untuk siap menghadapi dunia kerja di era digitalisasi. Namun, dalam perkembangannya, banyak negara yang mengadopsi kompetensi tersebut dalam pembelajaran, salah satunya pendidikan di Indonesia. 

Kompetensi 4C mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2013, ketika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai menerapkan kurikulum 2013 yang didesain untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan bekerja sama. Kemendikbud menyatakan bahwa kompetensi 4C merupakan kompetensi yang diperlukan untuk menyiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di era global saat ini.

Mengenal Pentingnya Pengembangan Kompetensi 4C dalam Pembelajaran Era Digital
Elemen komptensi 4C (Sumber: explorationsinliteracyblog.wordpress.com ) 


Dalam kurikulum 2013, kompetensi 4C diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran dan diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran seperti diskusi kelompok, presentasi, atau proyek-proyek yang memerlukan siswa untuk mengaplikasikan pemahaman mereka dan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain.

Kompetensi 4C diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan membantu siswa untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan tanggap terhadap perubahan yang terjadi di dunia global saat ini. 

Konsep Penerapan 4C dalam Pembelajaran

Kompetensi 4C memiliki peran yang sangat penting pada erat saat ini. Ia menjadi penunjang seorang individu dalam menghadapi tantangan dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari di era digital. Sebagai contoh, kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain dan berani menyampaikan pendapat secara efektif seorang peserta didik dapat menjadi modal utama mereka dalam dunia kerja. Masih banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kompetensi 4C, berikut uraiannya. 

1. Creativity Thinking and Innovation (Kreatif dan Inovatif)

Kemampuan berpikir kreatif, menyampaikan ide, dan inovatif seorang peserta didik dapat menjadi modal mereka dalam dunia kerja. Pada era yang serba digital saat ini, seorang peserta didik harus dapat kreatif dan inovatif. Seorang peserta didik harus menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan teknologi. 

Mengenal Pentingnya Pengembangan Kompetensi 4C dalam Pembelajaran Era Digital
Kemampuan berpikir kreatif dapat lebih maksimal melalui teknologi (Sumber: Canva)

Dengan melakukan analisis dan telaah serta melakukan perencanaan yang rapi, kemampuan kreatif dapat menjadi landasan utama pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran, Bapak/Ibu harus memberikan peserta didik kesempatan seluas mungkin untuk menyampaikan ide-ide mereka. Anda harus menjadi fasilitator sekaligus rumah pertama bagi mereka untuk selalu kreatif dan inovatif. 

2. Critical Thinking and Problem Solving (Kritis)

Keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan informasi untuk membuat keputusan merupakan salah satu ciri peserta didik yang kritis. Melalui sifat kritisnya, seorang siswa akan dapat mengidentifikasi dan mengelola emosi dan bias dalam proses pemikirannya, dan mampu membuat keputusan yang objektif dan beralasan.

Mengenal Pentingnya Pengembangan Kompetensi 4C dalam Pembelajaran Era Digital
Berpikitr kritis membantu seorang individu lebih selektif dalam segala hal (Sumber: Canva)

Siswa yang berpikir kritis juga mampu mengeksplorasi perspektif yang berbeda dan mempertanyakan status quo.  Peserta didik tidak terkurung dalam sistem yang membatasi ide-ide dan pandangan mereka. Selain itu, mereka yang kritis akan mampu mengevaluasi argumen dan mencari bukti untuk mendukung atau menolak suatu pendapat. Kemampuan-kemampuan seperti inilah yang menjadikan pendidikan sebagai tempat terbaik bagi perubahan.

3. Communication (Komunikatif)

Siswa yang komunikatif adalah siswa yang mampu menyampaikan ide, pendapat, dan informasi dengan jelas dan efektif. Mereka memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan baik dalam berbagai situasi, baik lisan maupun tulisan.

Mengenal Pentingnya Pengembangan Kompetensi 4C dalam Pembelajaran Era Digital
Komunikasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan kepekaan peserta didik terhadap fenomena sosial (Sumber: Canva)

Siswa yang komunikatif juga memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan memahami pendapat orang lain, dan mampu menanggapi dengan baik. Mereka mampu bekerja dalam tim dan mengembangkan relasi yang baik dengan orang lain. Melalui komunikasi yang baik, seorang peserta didik akan dapat lebih selektif dan efektif dalam menyelesaikan suatu tugas serta permasalahan tertentu. 

4. Collaboration (Kooperatif)

Selanjutnya adalah siswa yang kooperatif yaitu kemampuan seseorang untuk dapat bekerja sama dengan orang lain dalam tim dan mengembangkan relasi yang baik dengan orang lain. Mereka mampu bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan bersama dan memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam tim.

Mengenal Pentingnya Pengembangan Kompetensi 4C dalam Pembelajaran Era Digital
Bekerja sama dapat membuat pekerjaan lebih ringan dan maksimal (Sumber: Canva)

Siswa yang kooperatif juga mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang konstruktif, dengan fokus pada solusi yang dapat diterima bersama. Mereka mampu mendengarkan dan menghormati pendapat orang lain, serta mampu menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi dalam tim.

Pendidikan yang mengutamakan pengembangan kompetensi kerja sama dapat membantu siswa untuk mengembangkan kompetensi ini dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, serta menyiapkan siswa untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan tanggap terhadap perubahan yang terjadi di era digitalisasi saat ini. 

Demikianlah kompetensi 4C dalam pembelajaran. Dalam pendidikan, pada dasarnya setiap ilmu dan pemikiran akan selalu berkembang menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Sebagai contoh, selaian 4C, pada era pembelajaran digital saat ini muncul dua konsep baru yaitu character dan citizenship. Keduanya juga merupakan elemen yang dapat menunjang seorang individu untuk dapat memaksimalkan potensinya dalam pendidikan. 

Oleh karena itu, penerapan kompetensi pembelajaran 4C dan kedua elemen lainnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan siswa untuk dapat menghadapi tantangan kedepannya. Itulah informasi yang dapat GuruInovatif.id sampaikan, kami harap Anda dapat mewujudkannya dalam pembelajaran. Semangat untuk semua guru Indonesia! Maju terus pendidikan bangsa!


Penulis: Yandi Chidlir
Editor: Putra

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Related Post

UIAO, Pembelajar Abad 21

Yuniastari Inanahayu, S.Pd., Gr.

Jul 25, 2022
3 min
Fungsi dan Manfaat Blog Bagi Guru

Edy Samsul

Jul 06, 2022
1 min
TIPS MENJADI GURU INOVATIF MASA KINI

Anton Adhy Pujianto, S. Pd., M. Pd

Jun 13, 2022
1 min
Kalender Pendidikan 2023: Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Jadwal yang Lebih Baik

Redaksi Guru Inovatif

Jan 20, 2023
2 min
Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013, Mana yang Lebih Baik?

Redaksi Guru Inovatif

Oct 12, 2022
2 min
Sosiologi Pendidikan, Upaya Memahami Peserta Didik Lebih Mendalam

Redaksi Guru Inovatif

Dec 09, 2022
5 min

GuruInovatif.id adalah Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru. Bangun keterampilan mengajar dengan kursus, webinar, dan sertifikat.


Copyright © 2022. GuruInovatif.id. All rights reserved. Guru Inovatif untuk pendidikan Indonesia