Mengatasi Learning Loss, Membangkitkan Kembali Semangat Pendidikan Bangsa! - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 02 Mei 2023

Mengatasi Learning Loss, Membangkitkan Kembali Semangat Pendidikan Bangsa!

Learning loss adalah sebuah keadaan dimana seseorang kehilangan kemampuan belajar atau kemampuan mengingat yang disebabkan oleh kurangnya latihan atau pemakaian keterampilan dan pengetahuan yang telah dipelajari. Oleh karena itu, learning loss merupakan sebuah ‘fenomena’ berbahaya yang mengancam ter

Refleksi

Redaksi Guru Inovatif

Kunjungi Profile
1626x
Bagikan

Pendidikan diharapkan menjadi rumah terbaik bagi setiap orang untuk dapat mengembangkan minat dan bakatnya. Namun, dinamika dalam dunia pendidikan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Kehadiran berbagai bentuk fenomena, perubahan kurikulum, metode ajar, dan hal-hal lainnya dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam dunia pendidikan. Pada akhirnya, dinamika yang tidak stabil tersebut menyebabkan terjadinya learning loss. Apa yang dimaksud dengan istilah tersebut? dan bagaimana solusi dalam menghadapi fenomena tersebut? Yuk mari kita sama-sama simak dalam artikel ini ya!

Lebih Dekat dengan Istilah Learning Loss dalam Dunia Pendidikan

Dalam buku berjudul “Educational Neuroscience” (2018), Kathryn E. Patten mendefinisikan learning loss sebagai sebuah keadaan dimana seseorang kehilangan kemampuan belajar atau kemampuan mengingat yang disebabkan oleh kurangnya latihan atau pemakaian keterampilan dan pengetahuan yang telah dipelajari. Oleh karena itu, learning loss merupakan sebuah ‘fenomena’ berbahaya yang mengancam terjadinya penurunan kualitas pendidikan di Indonesia.

Mengatasi Learning Loss, Membangkitkan Kembali Semangat Pendidikan Bangsa!
Learning loss dapat menyebabkan siswa stress dan kesulitan dalam belajar (Sumber: Canva)

Efek yang dihadirkan oleh learning loss juga tidak main-main. Efek-efek tersebut dapat dilihat pada berkurangnya kemampuan seorang peserta didik memahami suatu konsep pembelajaran, kesulitan dalam menjalankan praktik, terganggunya proses penalaran, dan kacaunya prestasi akademik. Wah, sangat berbahaya sekali fenomena tersebut ya Bapak/Ibu. Namun, kira-kira bagaimana ya hal tersebut dapat terjadi? 

Bagaimana Learning Loss dapat Terjadi?

Istilah learning loss mulai muncul ke permukaan saat terjadi fenomena pandemi COvid-19. Pada saat itu, semua bidang kehidupan mengalami transformasi ke arah yang dalam tanda kutip ‘terbarukan’. Bentuk yang baru tersebut meliputi terjadinya perubahan dari yang daring menuju luring dan dari yang konvensional menuju digital. Bentuk perubahan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian banyak masyarakat, karena mau bagaimanapun tidak semua masyarakat Indonesia dekat dengan teknologi atau ‘melek teknologi’. 

Karena menghadapi sesuatu yang baru, semua aspek masyarakat dituntut untuk dapat beradaptasi dengan berbagai perubahan. Bentuk adaptasi itulah yang melibatkan semua orang mulai dari anak kecil, orang dewasa, dan orang tua. Serangkaian perubahan-perubahan yang terjadi tersebut juga terimplementasikan dalam bidang pendidikan. 

Semua bidang kehidupan mengalami perubahan yang signifikan. Namun, bidang pendidikan agaknya perlu diberi perhatian lebih karena berkaitan dengan banyak aspek di masyarakat. Salah satu bentuk perubahan tersebut berkaitan dengan sistem pembelajaran daring yang mewajibkan setiap siswa memiliki perangkat dan fasilitas yang memadai. Pada tahap tersebutlah, siswa yang tidak memiliki akses HP dan internet akan lebih tertinggal daripada siswa yang lain. Pada akhirnya, ketidakmampuan dalam pemenuhan kebutuhan ‘wajib’ tersebut membuat banyak siswa yang kesulitan dalam memahami suatu konsep dalam materi ajar. Selain tantangan terhadap akses perangkat pembelajaran masih ada beberapa penyebab terjadinya learning loss. Apa saja hal tersebut? Berikut uraiannya!

1. Kurangnya Keterlibatan Orang Tua dalam Pembelajaran

Guru memanglah orang tua semua siswanya saat di sekolah. Namun, hal tersebut agak terhambat karena terjadi perubahan dalam sistem pendidikan. Mau tidak mau, orang tua di rumah harus ikut beradaptasi dan ikut mengawasi dinamika pendidikan anak. Upaya tersebut tidaklah mudah mengingat orang tua juga memiliki kesibukan masing-masing juga tidak dapat ditinggalkan. Hal tersebutlah yang seringkali siswa tidak memiliki teman ‘pendamping’ dalam berdiskusi perihal pembelajaran. Di satu sisi, lemahnya pengawasan pada saat pembelajaran daring juga dapat mengganggu fokus siswa seperti berselancar di media sosial, bermain game, dan masih banyak lainnya yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya learning loss

2. Terbatasnya Ruang untuk Berkomunikasi

Harus diakui bahwa pembelajaran tatap muka adalah solusi terbaik pada saat pembelajaran. Melalui pembelajaran tersebut siswa dapat berkomunikasi satu sama lain sehingga membangkitkan keterampilan sosial mereka. Namun, pada saat pembelajaran daring, setiap siswa kehilangan akses untuk bersosialisasi satu sama lain. Setelah kelas selesai, setiap siswa seringkali langsung jenuh dan menghindar dari interaksi dengan siapapun di dalam kelas. Terbatasnya ruang tersebut dapat mengurangi keterampilan sosial siswa sehingga mempengaruhi kontrol diri mereka terhadap kepekaan dalam bidang pendidikan, baik secara akademik maupun non-akademik. 

Mengatasi Learning Loss, Membangkitkan Kembali Semangat Pendidikan Bangsa!
Pembelajaran jarak jauh memutus kesempatan siswa untuk lebih aktif bersosialisasi (Sumber: Canva)

3. Penyampaian Materi Ajar yang tidak Efektif

Dampak dari pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh peserta didik. Bapak/Ibu guru juga menjadi pihak yang terdampak dari kasus tersebut. Seringkali, Bapak/Ibu kesulitan untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Kesulitan tersebut pada akhirnya hanya teratasi oleh proses penyampaian materi secara umum dan tidak komprehensif. Hal tersebut dapat menyebabkan peserta didik kesulitan dalam memahami dan mengimplementasikan materi ajar dalam kehidupan sehari-hari. 

Itulah beberapa penyebab terjadinya learning loss. Oleh karena itu, setelah mengetahui informasi tersebut hendaklah Bapak/Ibu mengambil langkah terbaik di masa yang akan datang. Dengan perencanaan yang matang dan terstruktur maka pandemi bukanlah halangan bagi siswa untuk sampai pada performa maksimalnya. 

Solusi Efektif Mengatasi Learning Loss dan Situasinya Saat ini

Salah satu langkah awal yang dapat Bapak/Ibu lakukan adalah dengan memahami karakteristik siswa. Setelah pandemi Covid-19, setiap siswa juga memiliki sifat dan sikap yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan research terlebih dahulu agar dapat memilih metode apa yang paling efektif diberikan kepada mereka untuk mencegah terjadinya learning loss. Berikut kami uraikan beberapa solusi efektif dalam mengembalikan keterampilan akademik maupun non akademik siswa. Simak penjelasan sampai akhir ya!

1. Perbanyak Ruang Diskusi bagi Siswa dalam Kelas

Setelah sempat stagnan pada model pembelajaran  daring, dunia pendidikan di Indonesia perlahan berbenah. Beberapa sekolah telah melaksanakan pembelajaran tatap muka yang menjadi angin segar bagi semua pihak. Nah! Oleh karena itu, momen pembelajaran tatap muka tersebut dapat Anda manfaatkan untuk membangkitkan kembali semangat siswa.  

Cobalah untuk memperbanyak ruang diskusi agar setiap siswa memiliki keterampilan sosial yang baik. Ruang diskusi juga menjadi terobosan terbaik agar setiap siswa dapat kembali mengenal lebih baik satu sama lain. Ruang-ruang tersebutlah yang dapat mengembalikan kecakapan, keterampilan,dan kepekaan siswa sehingga dapat memulihkan kembali fenomena learning loss yang pernah terjadi sebelumnya. 

2. Variasikanlah Metode dan Gaya Ajar 

Metode pembelajaran yang terfokus pada layar Google Meeting dan Zoom dapat menyebabkan siswa jenuh selama mengikuti pembelajaran. Perasaan jenuh tersebut seringkali dilampiaskan dengan lebih banyak berselancar di sosial media dan bermain game online. Oleh karena itu, Anda harus menyusun strategi terbaik agar siswa kembali mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan. 

Anda dapat memulainya dengan mempersiapkan berbagai macam variasi pembelajaran seperti menonton video pembelajaran, bermain quiz, tebak-tebakan, trivia, dan praktik di luar kelas. Memberikan pengalaman terbaik kepada siswa dapat meningkatkan minat mereka pada materi ajar. Ketertarikan itulah yang pada akhirnya dapat mengembalikan semangat belajar mereka. 

3. Sediakanlah Ruang bagi Mereka untuk Bercerita dan Berkonsultasi

Salah satu respons terbaik terhadap siswa adalah Bapak/Ibu harus dapat menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Hal tersebut tidak dipungkiri mengingat selama pandemi banyak hal terjadi. Siswa terkadang menjadi lebih tertutup dan kehilangan gairah dalam belajar. Oleh karena itu, Anda harus menjadi tempat ternyaman bagi mereka, berikanlah solusi yang tidak menghakimi, dan ajaklah mereka untuk kembali fokus dalam pembelajaran. 

Fenomena learning loss telah menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ia menjadi pembelajaran yang berharga dalam dinamika pendidikan. Hal tersebut pada akhirnya membentuk kita untuk selalu siap menghadapi berbagai banyak kemungkinan di masa yang akan datang. Selain itu, fenomena tersebut juga harus kita atas bersama-sama, Bapak/Ibu guru, wali murid, siswa, dan bahkan pemerintah harus sama-sama bergandengan tangan serta saling menguatkan agar dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas di masa yang akan datang. 

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga artikel ini bermanfaat bagi Bapak/Ibu sekalian. Ayo bersama-sama kita wujudkan pendidikan bangsa Indonesia kepada taraf yang lebih tinggi lagi. Semangat untuk semua guru di Indonesia! Jasamu tak akan pernah kami lupa! Salam Inovatif!


Ayo bergabung dengan paket membership GuruInovatif.id sekarang! Ini adalah kesempatan terbaik bagi Anda untuk meningkatkan kemampuan serta karir Anda sebagai tenaga pendidik. Dengan bergabung dalam paket membership kami, Anda akan mendapatkan akses ke konten premium yang tidak tersedia bagi pengunjung biasa. Anda juga akan mendapatkan diskon harga untuk produk dan layanan yang kami tawarkan. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan layanan pelanggan prioritas dari tim kami. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Ayo bergabung dengan paket membership kami sekarang juga!


Penulis: Yandi Chidlir
Penyunting: Putra

0

21

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Fenomena FOMO dan Dampak Negatifnya Bagi Peserta Didik
5 min
Tantangan menjadi guru di tengah kemajuan zaman
Apa itu Authoritarian Parenting? Pola Asuh yang Otoriter!
2 min
Decluttering Mind: Cara Membersihkan Pikiran dari Kekhawatiran dan Meningkatkan Kesejahteraan
2 min
Ragam Ketakutan yang dapat Menghambat Aktivitas dan Tips untuk Menghadapinya
6 min
Perencanaan Finansial untuk Guru: Mengelola dan Menabung untuk Masa Depan
3 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB