Literasi Digital Berbasis Al-Qur'an Bagi Siswa dan Guru Indonesia - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 10 Sep 2023

Literasi Digital Berbasis Al-Qur'an Bagi Siswa dan Guru Indonesia

Penguatan literasi digital berbasis Al-Qur'an belum sepenuhnya dilakukan, sehingga perlu ada upgrade untuk memperbaikinya. Upayanya semoga digital Qur'an menjadi kebetahan bagi dunia pelajar sekalipun dengan gadget-nya.

Metode Mengajar

Khairuddin Soleh Hrp

Kunjungi Profile
1042x
Bagikan

LITERASI DIGITAL BERBASIS QUR’AN 

BAGI SISWA DAN GURU INDONESIA

Oleh: Khairuddin Soleh Harahap, M.H

Guru SMK Penerbangan PBD Medan

Salah satu asbab kemalasan siswa dalam literasi digital ialah kurang kompetennya guru dalam diferensiasi pola ngajarnya. Kecanduan games dan gadget juga membuat kemalasan belajar dan menghafal. Saat ini ponsel sudah menjadi teman akrab bagi kalangan pelajar. Bahkan, tidak sedikit seusia pelajar sudah berhenti, sekolah disebabkan kecanduan dengan handphonenya. Ini menjadi masalah serius yang harus diselesaikan bersama. 

Indonesia masih termasuk urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, hanya satu orang dari seribu yang rajin membaca. Padahal Indonesia peringkat kelima dunia yang banyak mempunyai gadget, dan paling aktif komentar di dunia media sosial. Upaya penguatan literasi digital menjadi satu ikon penting yang dibutuhkan untuk belajar, bekerja, dan menavigasi dunia di era saat ini, agar mengajar menyesuaikan dengan alam dan zaman.

Menghafal Qur’an bukan hanya melalui mushaf saja, melainkan bisa dari gadget smartphone. Demi merangsang perkembangan dunia ke arah yang baik, era modern ini internet menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan, dan itu menjadi sebab pendidikan harus bersifat elastis dan fleksibel, Dalam bahasa Islam-nya, likulli zamani wal makan, yaitu harus mengikuti zaman dan tempat. Sebab zaman cepat berubah dan tempat bisa berpindah

Pilar penting yang harus dilakukan untuk menjadi literat ialah membaca, memahami dan mengamalkannya. Penerapan literasi digital berbasis Al-Qur’an ingin mewujudkan para pelajar muslim menjadi penghafal Al-Qur’an (minimal 3 juz) dan mengamalkannya. Maka, ada tiga metode gerakan literasi digital berbasis Qur’an untuk siswa dan guru dalam meningkatkan hafalan, di antaranya ialah: 

1. Notifikasi Hafalan

Kecanduan literasi akan terbiasa sekalipun tidak di lingkungan sekolahKebiasaan berbuah dari apa yang sering kita pikirkan dan lakukan. Platform notifikasi ini, guru akan membuat sebuah pemberitahuan hafalan di handphone siswanya, yang mana notifikasi yang menuntut untuk belajar, membaca dan menghafal. Efektifnya lagi, notifikasi ini harus diberikan setiap dua jam sekali, yang terlihat di layar handphone, bertujuan menambah dan menjaga hafalannya (muraja’ah).

Melalui notifikasi ini semakin giat dan banyak yang dapat menyelesaikan hafalan Qur’an-nya, atau setidaknya mengurangi bermain games di handphone. Metode notifikasi ini juga berafilasi dengan orang tua siswa. Orang tua dapat mengawasi hafalan atau muraja’ah pada anaknya via smartphone. 

Kemanfaatan metode ini juga dapat menangkal dari perilaku maksiat dan pemikiran sesat. Atas dasar inilah, kekuataan literasi digital berbasis Al-Qur’an perlu digalakkan. Semakin sering melihat notifikasi perintah kebaikan, maka kejahatan pun akan semakin jauh dan bahkan berkurang. Karena bagaimanapun, bukankah ponsel pintar tidak seharusnya lebih pintar dari penggunanya?

 

2. Quiss Games Qur’an

Mayoritas anak paling gemar bermain games di handphone-nya. Pada platform selanjutnya, dibuatlah sebuah games yang isinya bersifat quis Al-Qur'an. Di mana nantinya games tersebut terdapat keilmuan tentang Al-Qur’an, seperti nama surah, asbab an-nuzul, dan makna Al-Qur’an per ayatnya.

Games yang ada di gadget diisi dengan penilaian, di dalam aplikasi/platform Al-Qur’an digital ditemukan fitur games yang sedang trend atau yang disukai anak. Siswa boleh bermain games yang bisa mendidik dengan pelajaran islami. Metode ini menuju ke tingkat yang lebih tinggi, hasilnya akan mampu menunaikan tugas hafalannya, baik sebagai pengajar maupun pelajar, demi memajukan nilai keilmuan. Nabi bersabda: “Keutamaan ilmu lebih aku cintai daripada keutamaan beribadah.” (Hadits Shahih)

 

 

 

3. Nobar (Nonton Bareng)

Metode ini dianggap cara paling banyak yang disukai anak, sebab dunia anak suka dengan gambar digital. Otomatis mereka semakin giat literasi digital di mana pun berada. Guru memberikan sebuah video berdurasi pendek (misal kisah turunnya surah Al-Alaq), kemudian siswa dibuat tugas mengambil kesimpulan dan berpikir kritis dari video yang telah ditontonnya.

Kreatifnya guru sangat berpengaruh kepada mutu pendidikan Indonesia. Maka adanya dunia digital adalah kesempatan guru, sebagai akses mempermudah dalam memahami dan menerapkan semua materi di kelasSebab, kita bukan hanya mementingkan secara manual, tetapi harus mengikuti dengan gaya milenial. Jika kita ingin menyembelih hewan qurban, maka haruslah dengan pisau yang tajam, agar tidak melukai hewan tersebut. Pisau yang tajam adalah pisau yang sering digunakan dan diasah, bukan disimpan begitu saja, sampai berkarat. Semoga ketiga metode ini dapat dialikasikan di digital Qur’an.


Penyunting: Putra

0

21

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

APLIKASI DUGEM PADA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
3 min
Belajar Menyenangkan dengan Metode CAS dalam Kurikulum Merdeka
2 min
GELIAT (GERAKAN LITERASI JUMAT) BERBASIS ANDROID GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL SISWA SISWI MTSN KOTA MADIUN
2 min
Membuat Konten Tiktok Sebagai Salah Satu Media Inovasi Pembelajaran
4 min
Tantangan dan Inovasi Pengajaran di Malaysia ‚Äď #BGI Lintas Negara
1 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB