Keluarga dan Sekolah sebagai basis Penguatan Literasi Digital yang Utama - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 10 Sep 2023

Keluarga dan Sekolah sebagai basis Penguatan Literasi Digital yang Utama

Apakah kita sudah bijak menggunakan platform digital? Pertanyaan yang wajib ditanyakan di tengah maraknya gelontoran informasi yang sangat mudah diakses dewasa ini. Pentingnya literasi digital yang kuat sebagai filter untuk mengakses informasi di era digital menjadi wajib dimiliki tiap-tiap individu

Dunia Pendidikan

Fransiska Riana Veni Hastari

Kunjungi Profile
344x
Bagikan

Apakah kita sudah bijak dalam bermedia sosial dan menggunakan platform digital dengan tepat? Pertanyaan ini menjadi wajib kita tanyakan kepada diri kita sendiri di tengah maraknya gelontoran informasi yang sangat mudah diakses dewasa ini. Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, Whatsapp merupakan beberapa contoh platform digital yang sudah tidak asing lagi bagi kita, bahkan mungkin tiada hari yang kita lewatkan tanpa membuka platform digital tersebut. Mulai dari ibu rumah tangga, pegawai kantoran, wiraswasta, anak kuliah, anak sekolah, bahkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hampir separuh anak usia dini di Indonesia sudah bisa menggunakan handphone (HP) atau gawai dan mengakses internet pada tahun 2022.

Berbicara mengenai akses internet tidak akan terlepas dari paltform digital, karena platform digital lah yang menyuguhkan berbagai ruang kreasi dan ragam informasi untuk dibagikan baik bagi ke sesama pengguna platform maupun ke masyarakat luas. informasi tersebut sangat cepat menyebar luas bahkan menjadi viral walapupun bisa saja belum terverifikasi kebenarannya. Mengingat di era digital sekarang ini semua orang dapat mengunggah foto, menulis dan membagikan buah pikiran pribadinya lewat media sosial. Tak jarang buah pikir tersebut merupakan opini yang bersifat personal tanpa adanya riset maupun dasar teori yang tepat. Hal ini bisa sangat berbahaya apabila pengguna sosial media tidak memiliki filter dan kebijaksanaan dalam menyikapi informasi yang beredar. Sebuah opini dapat menggiring sekelompok orang tanpa filter pengetahuan yang cukup ke arah pemikiran radikalisme, rasisme, fanatisme yang menimbulkan perpecahan dan kegaduhan di masyarakat. Apabila hal ini luput dari perhatian kita, maka kita dapat menjadi korban sebuah doktrin maupun berita bohong (hoaks) atau bahkan menjadi pelaku yang ikut berperan menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya tersebut tanpa kita sadari. Di sinilah literasi digital yang kuat mengambil peran yang sangat penting sebagai filter untuk mejelajahi dunia platform digital yang sangat luas.

Banyak orang yang belum menyadari bahwa penggunaan internet bagaikan dua sisi mata uang. Sangat bermanfaat tetapi disertai banyaknya bahaya yang mengintai. Salah satunya tentang kesadaran keamanan online. Dalam hal ini penggunaan kata sandi yang kuat, mengenali penipuan untuk memperoleh data pribadi (phising), menghindari "malicious software" (malware) perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak mengganggu, atau mengambil alih perangkat tanpa izin pemiliknya.

Lalu, bagaimanakah caranya memperkuat literasi digital? sesuai dengan definisi penguatan literasi digital yaitu proses meningkatkan pemahaman, ketrampilan, dan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital dan internet secara efektif dan aman. Keluarga dan sekolah mengambil peranan yang dominan. Dalam keluarga  para orang tua harus meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital dan meneruskan kepada anak-anaknya. Sebaliknya, anak -anak yang lebih mengerti dalam penggunaan internet ataupun sudah mendapatkan pengetahuan mengenai literasi digital di sekolah maupun universitas wajib meneruskannya ke orang tua dan sanak keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Tidak jarang kita temui di sebuah grub chat keluarga, orang yang lebih tualah yang sering membagikan tautan berupa video, gambar, maupun artikel yang belum terverifikasi kebenarannya, biasanya merupakan konten yang bersifat mengadu domba, provokasi, maupun konten- konten yang menyesatkan.

Selain peran keluarga penguatan Literasi digital juga bisa didapat dari pendidikan dan pelatihan formal maupun informal. Ambilah contoh di suatu sekolah. Penguatan Literasi digital tidak hanya penting bagi siswa, namun guru pun juga penting mendapatkan pelatihan penguatan Literasi digital. Terutama guru-guru senior yang kurang familiar dengan penggunaan platform digital. Pelatihan tersebut penting dilakukan untuk guru dan siswa agar semakin memahami tentang keamanan online, mengenali berita bohong (hoaks), memahami cara memeriksa kebenaran dan keandalan sumber informasi serta memahami hak privasi. Sekolah mengambil peran penting dalam upaya mewujudkan penguatan literasi digital bagi guru-gurunya, salah satu upaya yang dapat dilakukan sekolah adalah mengadakan in house training,  In house traing atau dikenal juga sebagai in house development atau in house education merupakan jenis pelatihan yang diselenggarakan di dalam suatu organisasi atau perusahaan oleh sumber daya internal. Dalam hal ini organisasi yang dimaksud adalah sekolah, mengembangkan dan menyelenggarakan program pelatihan mandiri dengan mengajarkan guru dan karyawan ketrampilan khusus yang mereka butuhkan untuk melaksanakan tugas mereka dengan lebih baik serta untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang tertentu yang dimaksud di sini adalah penguatan literasi digital. Saat ini sudah banyak perusahaan dan organisasi yang memilih melaksanakan pelatihan in House training karena keunggulan karakter yang dimiliki, antara lain:

·        Dikembangkan secara khusus, artinya program pelatihan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan organisasi secara spesifik. Merupakan pelatihan kontrol untuk menghadapai tantangan tertentu dalam suatu organisasi atau untuk mengembangkan kompetensi khusus yang relevan dengan kebutuhan suatu organisasi

·        Dilakukan oleh internal, yaitu staf atau ahli internal yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang relevan dalam bidang tersebut, namun dapat mengundang pembicara atau ahli dari luar apabila diperlukan.

·        kontrol penuh, dalam hal ini organisasi memiliki kontrol penuh akan isi, jadwal, dan pelaksanaan pelatihan in house. Sehingga memungkinkan organisasi menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.

·        fokus internal, dalam hal ini diarahkan untuk pengembangan guru dan karyawan yang ada, meningkatkan kinerja, dan membantu mencapai tujuan organisasi

Selain kemampuan untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan organisasi keunggulan dari in house training adalah mengurangi biaya perjalan dan penginapan, serta memastikan keberlanjutan pengetahuan yang telah disampaikan.

 Hal ini sejalan dengan kewajiban guru yang sudah bersertifikat. Dalam sertifikasi guru disebutkan bahwa kewajiban seorang guru yang telah memiliki sertifikat diantaranya adalah :

a.      Menjadi tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran dan melakukan bimbingan terhadap peserta didik.

b.     Sehat jasmani dan rohani dan harus memiliki kemampua dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang sudah pemerintah buat dan seutju. Dalam arti sebagai sorang oendidik harus bekerja dengan ikhlas sesuai arahan dari pemerintah guna mencapai tujuan pemerintah tersebut.

c.      Tenaga pendidik juga diharapkan memiliki komitmen yang tinggi dan sikap professional dalam meningkatkan mutu pendidikan.

d.     Seorang guru juga harus bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya sesuai dengan namanya Guru yaitu digugu dan dituru sehingga dapat menjadi penutan dan dapat menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukannya sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya

Menilik apa yang telah disampaikan sebagai kewajiban seorang guru yang telah bersertifikasi maka kemampuan penguatan digital ini wajib dimiliki oleh setiap guru. Guru tidak cukup hanya paham cara menggunakan berbagai platform digital sebagai salah satu media pembelajaran namun juga harus dapat membimbing siswanya bijak dalam penggunaan platform digital. Untuk dapat membimbing siswanya, maka sebelumnya guru harus paham dasar-dasar penguatan Literasi digital.

Dengan melakukan upaya tersebut, kita sudah ikut berperan aktif membantu tugas pemerintah dan negara dalam memajukan dunia pendidikan, Salam.


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Memanfaatkan CBT untuk Kemajuan Asesmen Digital dalam Pembelajaran
2 min
Literasi Digital di Batas Negeri dalam Pembelajaran Pancasila melalui “Game Edukasi Gernasila”

Niken Eka Priyani

Aug 07, 2023
3 min
MPLS atau MOS? Menentukan Mana yang Paling Efektif untuk Memperkenalkan Lingkungan Sekolah
3 min
Tips Menulis Kreatif bagi Pemula!
2 min
Kecerdasan Buatan sebagai Inovasi dalam Pendidikan: Peluang dan Tantangan untuk Masa Depan.
EFEKTIVITAS MEDIA “TIK-TOK” KOLABORASI CANVA DALAM PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI TEKS PROSEDUR

ASTINI UYUN

Sep 01, 2023
5 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar