Yogyakarta, 13 Desember 2025 — GuruInovatif.id kembali menyelenggarakan agenda nasional tahunan Guru Inovatif Conference 2025 yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 4.127 peserta, yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, mahasiswa kependidikan, pemerhati pendidikan, hingga komunitas dan mitra lintas sektor, melalui Zoom dan siaran langsung di kanal YouTube GuruInovatif.id.
Mengusung tema “Building a Sustainable Education Ecosystem: Kolaborasi dan Inovasi untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia,” konferensi ini menjadi ruang dialog kolaboratif untuk membahas tantangan dan peluang dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Guru Inovatif Conference 2025 diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai nasionalisme dan komitmen terhadap kemajuan pendidikan bangsa.
Acara kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan sekaligus keynote speech dari para tokoh pendidikan nasional, yaitu:
Temu Ismail, S.Pd., M.Si., Sekretaris Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK), dan
Puja Altiar, Direktur PT Cipta Daya Inovasi, dan
Dr. Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M., Founder and Chairman of GuruInovatif.id.
Dalam sambutannya, para pembicara menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para guru dan insan pendidikan yang terus berkomitmen untuk beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Guru dipandang sebagai agen perubahan utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkelanjutan.
Zulfikar menyampaikan keynote speech dengan tema “Crafting Future Learners: STEM Education for a Changing World.” Beliau menyampaikan bahwa tugas guru saat ini adalah menanamkan alam pikir kepada peserta didik agar mereka menjadi sosok pembelajar sepanjang hayat. Melalui pendekatan berbasis STEM, banyak negara maju yang akhirnya menghasilkan produk-produk seperti, teknologi baru, riset ilmiah, rekayasa, dan produk industri berteknologi.

Menurut Zulfikar, metode STEM akan membangun cara berpikir peserta didik tidak hanya berpikir tentang langkah prosedural saja, tetapi juga menuntun siswa perpikir seperti seorang insinyur dengan memahami masalah, membayangkan solusi melalui imajinasi, dan terus memperbaiki dengan bukti.
Baca juga:
Ketika Belajar Tak Lagi Menakutkan di Ruang Kelas yang Aman bagi Setiap Siswa
Sesi EduTech Dialogue
Selanjutnya acara adalah diskusi sesi pertama EduTech Dialogue yang mengangkat topik “Dapatkah Teknologi Menjadi Jalan Menuju Pendidikan yang Inklusif atau Justru Memperlebar Kesenjangan?” Sesi ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa transformasi digital membawa peluang besar bagi dunia pendidikan, sekaligus tantangan terkait pemerataan akses, literasi digital, dan kesiapan infrastruktur.

EduTech Dialogue menghadirkan Irfana Steviano, S.Pd., M.Ed. dan Christina Ester Manthalina Hutabarat, S.Si., M.Si., sebagai panelis. Diskusi menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi yang berpihak pada pemerataan akses belajar, khususnya bagi daerah dengan keterbatasan sumber daya. Teknologi dipandang tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat kolaborasi antarwilayah.
Melalui sesi ini, peserta diajak untuk meninjau peran teknologi secara kritis dan konstruktif agar dapat menjadi jembatan menuju pendidikan yang berkeadilan, bukan sebaliknya.
Sesi Synergy for the Future
Sesi diskusi berikutnya, mengangkat tema “Bagaimana Sinergi antara Guru, Orang Tua, dan Pemerintah dapat Menguatkan Fondasi Pendidikan Masa Depan?” Sesi ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di ruang kelas, melainkan juga oleh kolaborasi lintas peran yang saling menguatkan.

Diskusi ini menghadirkan Tia Rahmania (Psikolog, Akademisi, dan Penggerak Sosial), Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. (Profesor dan Akademisi Pendidikan), serta Siti Nur Andini (Direktur Yayasan Rangkul Keluarga Kita). Para panelis membahas pentingnya komunikasi yang selaras antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Synergy for the Future menjadi forum reflektif sekaligus strategis untuk mendorong komitmen bersama dalam membangun fondasi pendidikan yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga karakter, kemandirian, dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Baca juga:
Pintar Saja Tidak Cukup! Kenali ISEQ, Rahasia Mencetak Generasi Emas 2045
Sesi Cross-Sector Dialogue
Sebagai sesi penutup diskusi, Cross-Sector Dialogue mengangkat topik “Sejauh mana kolaborasi lintas sektor menjadi penentu keberlanjutan ekosistem pendidikan?”. Sesi ini menegaskan bahwa pendidikan membutuhkan dukungan aktif dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, dunia industri, komunitas, dan sektor swasta.

Diskusi ini menghadirkan R.B. Dwi Wahyu Budiyantoro, S.Pd., M.Si. dan Marsya Nurmaranti. Para panelis membagikan pandangan dan praktik kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman, serta menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi peserta didik dan pendidik.
Melalui sesi ini, peserta diajak untuk melihat pendidikan sebagai ekosistem bersama yang membutuhkan sinergi berkelanjutan agar mampu tumbuh secara inklusif dan berdaya saing global.
Guru Inovatif Conference 2025 menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan GuruInovatif.id sebagai platform pendampingan peningkatan kompetensi guru yang berfokus pada pembelajaran inovatif, adaptif, dan berpusat pada pengembangan siswa. Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan, tetapi juga jembatan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan.
Melalui berbagai program, pelatihan, dan forum diskusi, GuruInovatif.id terus mendorong lahirnya guru-guru inovatif yang siap menjadi agen perubahan dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bermakna dengan harapan dapat menjadi jembatan antar para guru dan insan kependidikan agar dapat bertumbuh bersama dan mampu memberikan kontribusi terhadap pendidikan secara optimal.
Salah satu langkahnya, Anda dapat mengikuti berbagai kelas yang dihadirkan dengan join membership GuruInovatif.id. Selain mendapatkan berbagai ilmu yang diberikan oleh para narasumber yang ahli dalam bidangnya, Anda juga dapat menjalin koneksi dengan para tenaga didik lainnya. Tunggu apalagi? Segera bergabung dengan GuruInovatif.id! Anda juga dapat mengakses Instagram GuruInovatif.id untuk melihat update terbaru seputar pendidikan.

Klik untuk bergabung membership GuruInovatif.id!
Penulis: Faqih | Penyunting: Putra