GI Academy #48 | Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Literasi dan Numerasi - Guruinovatif.id

Diterbitkan 18 Feb 2025

GI Academy #48 | Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Literasi dan Numerasi

Workshop nasional bersertifikat dilaksanakan oleh GuruInovatif.id pada tanggal 14-15 Februari 2025 yang lalu. Workshop ini menghadirkan Yulia Rachmawati, S.Pd.Si., M.Pd., selaku trainer GuruInovatif.id dengan membahas topik “Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Literasi & Numerasi".

Pelatihan Guru

Event Guru Inovatif

Kunjungi Profile
14x
Bagikan

[Yogyakarta, 14-15 Februari 2025] - GuruInovatif.id kembali menyelenggarakan workshop nasional bersertifikat membahas topik “Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Literasi dan Numerasi”. Workshop ini menghadirkan narasumber dari trainer GuruInovatif.id, yakni Yulia Rachmawati, S.Pd.Si., M.Pd.

Dalam workshop ini, Yulia menjelaskan bahwa metode pembelajaran problem-based learning (PBL), lebih menekankan tentang bagaimana pendidik mengemas sebuah permasalahan untuk dijadikan sebagai kegiatan belajar yang relevan. Yulia kemudian menegaskan, bahwa permasalahan yang dihadirkan dalam kegiatan belajar, haruslah diseleksi terlebih dahulu agar relevan dengan materi yang disampaikan.

Menghadirkan Masalah untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Siswa dalam Kegiatan Belajar

Metode ini memiliki tujuan agar siswa di kelas dapat berpartisipasi aktif dan memicu proses berpikir kreatif serta kritis anak-anak. Masalah yang dihadirkan pun harus bersifat kontekstual serta autentik. Karena jika masalah dikemas secara kontekstual, maka pendidik relatif lebih mudah untuk membangun pengetahuan baru kepada siswa. Selain itu, hal ini juga akan memberikan pengalaman belajar yang baru terhadap siswa.

Baca juga:
Mempersiapkan Generasi Berdaya Saing Global dengan Pembelajaran Berbasis HOTS

Karakteristik metode pembelajaran berbasis masalah atau PBL

Selanjutnya, Yulia menjelaskan 4 karakteristik pada metode problem-based learning, yakni:

  1. Kegiatan belajar berpusat pada peserta didik;

  2. Guru berperan sebagai fasilitator;

  3. Kontekstual atau autentik; dan

  4. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kolaboratif.

Sehingga, materi pelajaran pada metode pembelajaran PBL ini disajikan berdasarkan kondisi atau masalah di dunia nyata dan dekat dengan kehidupan siswa. Metode ini juga sangat berkaitan dengan peningkatan literasi dan numerasi. Karena setiap satuan pendidikan, harus menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dan kompetensi dalam literasi serta numerasi. Jadi, sekolah wajib untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui literasi dan numerasi.

GI Academy #48 | Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Literasi dan Numerasi

Kunci Awal dalam Menerapkan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah atau PBL

Yulia kemudian menjelaskan permasalahan mengapa sekolah gagal menerapkan pembelajaran berbasis metode, yakni guru lupa membangun afection (perasaan), behaviour (sikap), dan engagement (keterlibatan) atau disingkat ABE.

Yulia memberikan sebuah contoh, jika Bapak/Ibu guru masuk ke kelas dengan wajah yang cemberut atau terlihat malas-malasan, akan memberikan dampak kepada siswa di kelas. Siswa bisa menjadi tambah bosan ketika melihat gurunya yang masuk dan mengajar dengan malas. Oleh karena itu, guru perlu tampil dengan menarik.

Tak jarang pula, guru ingin tampil sebagai sosok yang pintar atau paling pintar ketika di dalam kelas. Hal ini tercermin dengan membuka kelas dengan sesuatu yang berat. Yulia memberikan contoh jika materi yang disampaikan membahas topik tentang polusi, guru langsung menanyakan “Selamat pagi anak-anak, kali ini kita akan membahas mengenai polusi. Apakah kalian tahu apa itu polusi?”. Ini sebenarnya tidak salah, namun kurang powerful.

Sebuah pembelajaran yang berhasil adalah ketika guru dapat fokus terhadap membangun ABE tadi. Untuk membangun afection ini, guru perlu berefleksi “Seberapa banyak siswa di kelas yang antusias dan gembira ketika saya masuk ke dalam kelas?”

Baca juga:
Mendorong Motivasi Belajar Siswa melalui Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

Lalu, untuk membangun behaviour, guru perlu mengecek “Apakah siswa di kelas menjadi lebih semangat ketika saya masuk kelas?” Karena bisa jadi, kita mendapatkan informasi dari guru-guru yang lain kalau ternyata salah satu siswa kita itu sering terlihat malas-malasan atau bahkan tidur ketika menyimak pelajaran yang lain. Namun, jika ternyata siswa terlihat semangat bahkan gembira saat Anda masuk, itu berarti tanda Anda telah berhasil membangun behaviour siswa. Salah satu contoh lainnya yang diberikan oleh Yulia adalah ketika siswa rebutan untuk membawakan barang-barang gurunya ke kelas.

Untuk kunci yang terakhir, Anda dapat mengeceknya ketika memberikan pertanyaan kepada seluruh siswa di kelas. Jika mereka diam tidak menjawab pertanyaan Anda, maka ini tanda untuk membangun keterlibatan siswa ini. Yulia memberikan dua tips terkait hal ini, yakni memperhatikan konteks dan komunikasi serta melakukan manajemen kelas atau kelompok yang tepat.

Tak hanya itu, Yulia juga menjabarkan tips-tips lainnya yang bisa Bapak/Ibu guru lakukan untuk menerapkan komunikasi pedagogis yang dapat menarik perhatian siswa. Ingin tahu bagaimana caranya? Simak penjelasan lebih lanjut dalam tayangan ulang workshop bersertifikat dalam tautan ini!

GuruInovatif.id menyediakan pelatihan intensif dan privat bersama trainer profesional untuk guru di sekolah Anda. Sekolah Anda pun bebas menentukan tema dan waktu pelatihannya loh!

Tingkatkan kompetensi guru anda melalui pelatihan intensif dan privat In House training (IHT) dari GuruInovatif.id

Klik untuk konsultasi kebutuhan guru sekolah Anda


Penulis: Eka | Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

GI Academy #11 : Membangun Kolaborasi Sekolah dengan Orang Tua dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
3 min
GI Class #86 : Membangun Ekosistem Digital di Sekolah
2 min
Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045
14 min
GI Academy #34 | Integrasi Fitur Asisten Guru PMM dan AI untuk Pembuatan Modul Ajar
3 min
Webinar “Memperkuat Literasi untuk Guru”
2 min
Webinar "Kepemimpinan dan Supervisi Pembelajaran sebagai Bentuk Akselerasi Kurikulum Merdeka"
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar