Ninik Kurnia Indri astuti, S. Pd

Guru Matematika

Kunjungi Profil

Menjadi Guru Adalah Pengalaman Terbaik

Perkenalkan nama saya Ninik Kurnia Indriastuti, saya adalah seorang Sarjana Pendidikan Matematika alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2012 dan sekarang saya adalah seorang guru Mata Pelajaran Matematika di SMP Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro.

Bagi saya menjadi seorang guru bukan hanya sekedar Profesi saja, namun juga panggilan hati. Tugas seorang Guru tidak hanya sekedar mengajar namun kita juga bisa menjadikan peserta didik kita seorang teman.

Lika liku perjalanan saya menjadi seorang Guru kurang lebih sudah 9 tahun. Saya yang lulus kuliah tahun 2012 tetiba di tawari mengajar di salah satu Sekolah MI swasta yang ada di Wonogiri kota, padahal rumah saya terbilang cukup jauh karena memerlukan jarak tempuh ± 1 jam. Kebayang bukan bagaimana ekspektasi saya yang notabene seorang Fresh Graduate dengan basic Sarjana Pendidikan Matematika dan harus mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) ?

Akhirnya tawaran tersebut saya terima mengingat pada saat itu peluang mengajar di Sekolah Menengah terbilang cukup kecil. Masyaa Allah, capek yang luar biasa sudah pasti saya rasakan apalagi saat itu saya diberi amanah menjadi Guru Kelas 1 dengan menghadapi tingkah polah anak seusia mereka. Jam istirahat tetap full mendampingi sampai waktu pulang sekolah ± jam 14.00. Tidak cukup sampai disitu, saya masih harus melanjutkan privat anak SD dan SMA di bimbel yayasan yang sama dengan MI tersebut sampai jam 16.00. Otomatis setiap harinya saya sampai rumah ± jam 18.00.

Berbicara tentang rupiah, tentu berbanding terbalik dengan ekspektasi yang saya harapkan. Bulan pertama saya menerima honor, saya menangis mengingat pada saat kuliah  setiap saya ingin membeli sesuatu selalu diberi oleh orangtua. Tekanan yang luar biasa juga saya rasakan dari Kepala Sekolah MI tersebut, saya selalu sharing dengan rekan sejawat dan ternyata beliau juga merasakan hal yang sama. Hingga akhirnya di sekitar lingkungan saya tinggal akan didirikan Sekolah Menengah Pertama Swasta dengan recruitment Guru besar – besaran, saya pun tertarik dan mencoba mengikuti recruitment tersebut.

Berbagai test saya ikuti demi tekat bulat saya menjadi seorang Guru di Sekolah Menengah Pertama tersebut. Menghadapi Ustadz dan Kiai hebat, dengan pertanyaan – pertanyaan yang luar biasa selalu beliau lontarkan kepada pribadi saya. Lima saingan yang menurut saya berat karena sudah banyak pengalaman mengajar daripada saya. Berkat dorongan dan motivasi dari kedua Orangtua, saya bangkit dan selalu mensugesti diri bahwa saya adalah terbaik dari yang lainnya.

Alhamdulillahirobbil’alaamiin ketika pengumuman saya mendapat SMS dari panitia bahwa saya merupakan salah satu guru yang diterima di Sekolah Menengah tersebut. Bahagia luar biasa saya rasakan karena bisa resign dengan terhormat dari MI tersebut. Namun kembali tantangan yang baru saya alami, saya bersama teman – teman seperjuangan “Babat Alas” mencari peserta didik baru untuk SMP tersebut. Kami mengadakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) dengan peserta kelas VI dari SD se kecamatan Pracimantoro, dimana reward dari Lomba tersebut adalah Gratis Infaq Pendidikan selama 6 bulan.

Kami bersyukur karena hanya dengan mimpi yang kita tawarkan ada 25 peserta didik yang mendaftar di SMP. Seiring berjalannya waktu sampai tahun ke 8 ini jumlah peserta didik kami bertambah hingga menjadi 226 orang. Masyaa Allah perjuangan yang luar biasa, yang awalnya kami hanya menjual mimpi namun bisa mendapat amanah yang antusias dari Wali Murid di lingkup Wonogiri, Gunungkidul dan juga Jawa Timur.

Sholat dhuha dan dzikir pagi selalu kami lantunkan di Masjid Sekolah agar masyarakat semakin yakin menyekolahkan putra putrinya di SMP kami. Jam 07.30 kami selalu standby di masjid demi menyambut peserta didik, hingga pulang sekolah jam 15.30 juga di akhiri sholat Ashar berjama’ah.

Walaupun capek yang luar biasa kami rasakan, tetapi kami tetap senang dan ikhlas bekerja. Ilmu yang saya dapatkan juga jauh lebih banyak daripada apa yang saya berikan di SMP tersebut. Atasan yang masya Allah sabar mendidik kami, telaten membimbing kami beliau seperti ayah bagi kami. Bahkan ilmu Agama pun banyak yang saya dapatkan ketika saya mengajar di SMP ini. Saya bisa menyatukan jiwa saya, menyalurkan mimpi saya dan bisa berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam hal apapun. Kerja yang kompak, cerdas, ikhlas dan tuntas selalu beliau gemakan untuk kami. Hingga tahun 2021 kemarin beliau purna tugas, kehilangan sosok yang seperti beliau sudah pasti kami rasakan

Alhamdulillah pada tahun 2019 saya mengikuti pretest PPG Dalam Jabatan dan tahun 2021 saya dinyatakan lolos seleksi Akademik. Ketika menjalani PPG Dalam Jabatan tahun kemarin, kuliah masih dilaksanakan secara daring dengan Aplikasi Google Zoom melalui LMS. Tugas yang banyak bukan menjadi hambatan bagi saya demi lulusnya PPG tersebut, setiap kali saya hampir menyerah karena deadline yang diberikan, saya selalu membayangkan wajah kedua orangtua.

Janji Allah itu memang nyata adanya, masih di tahun 2021 Alhamdulillah pemerintah kembali membuka peluang test ASN PPPK untuk guru honorer. Karena saya termasuk guru honorer di sekolah swasta maka saya bisa mengikuti test seleksi tersebut di tahap 2. Qodarullah saya lolos seleksi tersebut, walaupun kembali saya harus mengajar di SD tetapi perjuangan akan terus saya lakukan. Inn syaa Allah tahun ini saya akan mengikuti program pemerintah Guru Penggerak yang mana disitu terdiri dari kumpulan guru guru hebat yang akan menjadi motivasi saya di dunia Pendidikan.

Saya sadar bahwasanya seorang guru yang hebat adalah guru yang mau terus belajar. Tiga kali saya pindah tugas membuka pikiran dan hati saya dimanapun saya berada, saya akan selalu mencetak generasi generasi yang hebat, penerus bangsa dengan inovasi inovasi yang maju dan unggul dan menjadikan mereka peserta didik yang dapat berpikir kritis, aktif, kreatif dan sadar bahwa belajar tidak hanya di ruang kelas saja melainkan semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah.

Sahabatku semuanya,

Don’t insecure, semua sudah diatur dan digariskan Allah SWT tugas kita hanya berdo’a dan berusaha.

Salam Guru Inovatif

MenjadiGuruAdalahPengalamanTerbaik
Komentar (32)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Ninik Kurnia Indri astuti, S. Pd
2 minggu yang lalu

Aamiin YRA🤲🤲🤲 Betul sekali bapak.... Tanpa kerja keras dan do'a dari kedua orangtua, kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa😊🙏


Muhammad Muflih
2 minggu yang lalu

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan.


Suprihatmo
2 minggu yang lalu

Barakallah, kerja keras yg luar biasa dari kedua orang tuamu. Iya kan? 👃

Rekomendasi Artikel