Hafecs HRP

Peneliti

Kunjungi Profil

Sekolah dan Keterlibatan Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar

Sekolah sebagai institusi pendidikan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Begitu juga dengan orang tua memiliki peran strategis dalam membantu dan meningkatkan pembelajaran anaknya, sehingga sekolah dan orang tua memiliki peranan penting dalam meningkatkan keefektifan belajar. Karenanya, untuk mencapai keefektifan proses belajar mengajar pada siswa, sekolah mengajak orang tua untuk bekerja sama guna meningkatkan kualitas pembelajaran secara langsung. Namun, saat ini tidak semua sekolah bekerja sama dengan para orang tua. Hal ini sangat disayangkan, karena dengan adanya kerja sama antara sekolah dengan orang tua hasil akademik siswa dapat ditingkatkan. Dengan demikian sangat dianjurkan agar sekolah dapat mengajak orang tua untuk bekerja sama guna mendukung pembelajaran ini, khususnya pada kalangan siswa kelas 1-3 Sekolah Dasar (SD). 

Salah satu media untuk mendukung pembelajaran adalah buku. Pemberian buku pada anak adalah metode paling efektif guna menambah wawasan dan pengetahuan. Namun, buku-buku itu kurang cukup tanpa adanya dukungan dan pendampingan orang tua. Keterlibatan orang tua dapat membantu anak dalam meningkatkan pola pikir, kemampuan literasi dan numerasi untuk melatihnya dalam menetapkan tujuan, merencanakan, mengatur waktu, dan mengontrol emosi. 

Temuan studi oleh Education Endowment Foundation (EEF) baru-baru ini merilis hasil penelitian mengenai keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran siswa. EFF telah merekomendasikan program pelaksanaan pada literasi, matematika, dan sains yang dapat digunakan untuk mendukung pencapaian siswa pada mata pelajaran tersebut. EEF telah melakukan survei sekolah di Inggris tentang keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran siswa. Lantas, bagaimana keterlibatan sekolah dan orang tua dalam memaksimalkan proses pembelajaran siswa kelas 1-3 SD? Terdapat tiga hal yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran tersebut dapat berjalan maksimal: 

Kolaborasi Peran Sekolah dengan Orang Tua

Guna mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan meningkatkan hasil akademik siswa, sekolah dapat menerapkan tiga metode berikut. Pertama, sekolah mengajak orang tua untuk mengembangkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran siswa.  Kedua, sekolah mengajak orang tua untuk berbicara mengenai keluhan apa yang mereka rasakan dan dukungan apa yang mereka butuhkan dari sekolah. Ketiga, sekolah memantau jalannya proses pembelajaran dalam bentuk monitoring hasil akademik siswa.

Membangun Komunikasi Positif

Komunikasi antara sekolah dan orang tua yang dirancang dengan baik dapat menjadi  tolok ukur sekolah dalam mengamati capaian belajar siswa. Pertama, hasil pencapaian itu dapat dilihat dari bentuk laporan mingguan yang berisi teks atau pesan pendek yang dikirim melalui media WhatsApp, email, maupun Short Message Service (SMS) yang dikirim dari orang tua kepada sekolah. Isi dari laporan mingguan berupa laporan progress atau perkembangan belajar siswa. Sebaliknya, sekolah dapat memberitahukan informasi-informasi penting kepada orang tua, seperti hal-hal apa saja yang dapat meningkatkan kinerja belajar, pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM),kemampuan kognitif pada siswa, dan sebagainya. Dampak dari pendekatan tersebut mungkin tampak kecil, tetapi mudah diperkenalkan dan dilaksanakan. Kedua, sekolah melakukan komunikasi dua arah dengan orang tua tentang bagaimana keterlibatan mereka ketika mengajari anak-anaknya di rumah dan berdialog untuk mengetahui seberapa besar efektivitas hubungan home-school  dengan keberhasilan siswa dalam pembelajaran.

Membangun Program Berkelanjutan 

Sekolah dapat berdialog dengan orang tua dengan bahasa yang baik dan sopan, tidak menyinggung, menyakiti, maupun mengecewakan mereka, karena orang tua adalah mitra utama dalam mencapai optimalisasi belajar siswa. Berikut metode dan program yang dapat dimaksimalkan sekolah. Pertama, membangun pendekatan secara konsisten antara sekolah dan orang tua. Misalnya, berbagi harapan dengan orang tua, baik sekolah maupun orang tua tentang capaian apa yang diinginkan dari program ini. Kedua, sekolah menawarkan program lain yang sejenis untuk membantu dan mengembangkan keterlibatan orang tua dalam proses belajar siswa, seperti mengadakan program sosialisasi tentang tips orang tua dalam mendampingi belajar anak dari rumah, seperti keterampilan mendidik dan mengasuh anak. Ketiga, melakukan pertemuan tatap muka jika dibutuhkan untuk membangun hubungan saling percaya dan informal. Misalnya, mengadakan pertemuan antara wali murid dengan orang tua secara informal di luar lingkungan sekolah. Dalam hal ini, sekolah sangat dianjurkan untuk memilih waktu dan lingkungan yang ramah agar orang tua mau menghadiri sesi ini. Keempat, sekolah menawarkan kunjungan rumah secara teratur bagi siswa tingkat ekonomi menengah bawah dengan memberikan kebutuhan yang dibutuhkan. Pendekatan ini termasuk pendekatan efektif dan dapat membangun hubungan emosional antara sekolah, orang tua, dan siswa. 

 

Pada akhirnya hubungan yang positif antara sekolah dengan pihak orang tua haruslah terbangun dengan baik. Sebab, hubungan tersebut dapat saling mendukung untuk keberhasilan siswa dalam proses belajar. Terlebih lagi, anak sekolah dasar kelas 1-3 membutuhkan pendampingan dan perhatian yang lebih saat proses belajar. 

 

Referensi:

Poortvliet, Matthew Van, et al. 2018. Working With Parents to Support Children’s Learning: Guidance Report. London: Education Endowment Foundation.

Utami, Larasati Dyah. 2021. “Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah, Ranking 62 dari 70 Negara.” Tersedia dalam https://perpustakaan.kemendagri.go.id 

 

Penulis: Annisa Fitriani

Editor: Muhammad Zakwan

SekolahdanKeterlibatanOrangTuadalamMendukungPembelajaranSiswaSekolahDasar
Komentar (0)

Tuliskan Komentar Anda

- Belum ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar -

Rekomendasi Artikel