Dwita Nurcahyani

Mahasiswa

Kunjungi Profil

Bagaimana Seni Membantu Peserta Didik Secara Akademis?

Dalam lingkungan pendidikan yang semakin berorientasi pada hasil saat ini, di mana penekanannya adalah pada keterampilan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), apakah masih ada alasan untuk mempelajari seni?

Seni sangat penting untuk mengembangkan pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik. Banyak guru seni akan mengatakan bahwa seni harus memiliki bobot yang sama dengan mata pelajaran lain di lingkungan belajar saat ini. Pendidikan seni memiliki peranan terhadap pengembangan individu dengan membantu pengembangan emosional, kreativitas, estetika, dan sosial. Aspek kreativitas memegang peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan manusia. Orang-orang kreatif sangat dibutuhkan guna mengembangkan ide-ide yang konstruktif (membangun) yang akan membantu pemerintah serta masyarakat dalam memajukan kehidupan dan kebudayaan.

Hal ini dapat memastikan bahwa siswa memperoleh pendidikan menyeluruh sehingga mereka memahami tidak hanya dunia mereka tetapi juga diri mereka sendiri dan peran mereka di dalamnya.

Seni Mendukung Peserta Didik dalam Belajar dan Berkembang

Meningkatkan Kreativitas

Pendidikan seni memungkinkan peserta didik untuk mengekspresikan diri lebih baik daripada matematika atau sains. Dalam pelajaran seni misalnya, peserta didik akan diminta untuk membawakan cerita monolog, membuat lukisan yang mewakili imajinasi yang mereka bayangkan atau membuat kerajinan tangan dari bahan alam. Jika peserta didik dilatih berpikir kreatif, hal ini akan membantu mereka dalam menyiapkan karir dan masa depan peserta didik.

Menanamkan Mindset Berkembang

Dengan belajar tentang seni, siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan penting. Tidak seperti mata pelajaran yang lebih praktis seperti matematika atau sains, seni menuntut peserta didik untuk terlibat secara emosional. Drama, seni, dan musik semuanya menuntut peserta didik untuk menggunakan perasaan, pikiran, ide, dan emosi mereka sendiri. Mengajar mata pelajaran seni melibatkan kritik terhadap pekerjaan peserta didik, dan peserta didik harus belajar untuk menghargai kritik yang membangun atas kreativitas dan ekspresi mereka sendiri. Selain itu, seni juga mendorong kemauan untuk tekun dan menguasai suatu kerajinan serta berprestasi secara akademis dan menjadi lebih berkembang tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di luar sekolah.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Banyak orang beranggapan bahwa mereka yang mempelajari seni adalah individu berkepribadian ekstrovert. Tapi belum tentu demikian, faktanya beberapa siswa ingin keluar dari cangkangnya dan berusaha untuk menemukan kepercayaan diri untuk melakukannya. Dengan kesempatan dan partisipasi yang lebih luas dalam kegiatan artistik melalui dorongan terus-menerus dari guru dan teman sebaya, mungkin bagi individu yang paling pemalu sekalipun dapat melepaskan kesulitan/hambatan dan membiarkan diri mereka berkembang. Saat mereka mengembangkan keterampilan artistik baru, mereka tumbuh menjadi individu berprestasi yang telah meningkatkan kepercayaan diri yang telah mereka temukan melalui bakat, kemampuan dan minat mereka sendiri.

PendidikanSeniKreativitasMindsetBerkembang
Komentar (0)

Tuliskan Komentar Anda

- Belum ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar -

Rekomendasi Artikel