Published 21 Jan 2023

Best Practices Pembelajaran PJBL Berdiferensiasi

Kurangnya kemampuan guru dalam memetakan potensi peserta didik, serta kecenderungan guru mengajar menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran bahasa indonesia khususnya pada materi cerita pendek dan novel.

Refleksi

Puji Anisa, S. Pd

Kunjungi Profile
Bagikan

Tujuan yang ingin dicapai

Kurangnya kemampuan guru dalam memetakan potensi peserta didik, serta kecenderungan guru mengajar menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran bahasa indonesia khususnya pada materi cerita pendek dan novel.

Setelah melaksanakan pembelajaran model project based learning (PjBL) berdiferensiasi, siswa dapat menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.

Situasi: 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Membaca merupakan kemampuan untuk memahami diskursus tertulis. Di dalam proses memahami wacana  tersebut melibatkan banyak aspek. Diantaranya kemampuan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Esensi dari kegiatan  membaca adalah tercapainya pemahaman. Apabila seseorang setelah melakukan aktivitas membaca  dapat mengambil pesan dari bacaan, maka proses tersebut dikatakan berhasil.

Minat membaca merupakan modal awal untuk mendapatkan pengetahuan, dimana pengetahuan itu sangat dibutuhkan sebagai bahan dasar untuk melakukan banyak hal. Kurangnya minat membaca yang dimiliki peserta didik di Indonesia ini pada akhirnya akan mempengaruhi mereka dalam kemampuan berpikir kritis. Masih rendahnya kemampuan dalam berpikir kritis ini dapat kita buktikan dengan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang sering mempercayai informasi-informasi hoaks atau palsu yang diterima tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Pembelajaran sastra dalam kegiatan belajar-mengajar dimasukkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, seyogyanya harus betul-betul memosisikan sastra sesuai dengan porsinya. Hal ini penting, mengingat selama ini pembelajaran sastra hanya dijadikan sebagai elemen pelengkap atau tambahan dalam muatan mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga pemahaman peserta didik terhadap sastra tidak maksimal. Akibatnya, sastra yang semestinya dapat mendorong dunia literasi sekolah tidak berjalan dengan baik.

Pengajaran sastra di jenjang SMK harus diarahkan pada kegiatan membaca karya sastra, peserta didik akrab dan menghargai karya sastra, sehingga mereka benar-benar mengalami dan masuk ke dalam ranah sastra. Tidak hanya berfokus pada peserta didik, kegiatan ini juga bertujuan agar guru memiliki kemampuan dan kapabilitas yang memadai untuk mendampingi peserta didik mengalami sastra.

Adapun dalam pembelajaran guru diharapkan mampu memotivasi peserta didik untuk membaca secara langsung karya sastra melalui kegiatan membaca terpandu, membaca mandiri, dan diskusi. Orientasi pembelajaran berfokus pada peserta didik, sehingga mereka dapat mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan perkembangan emosional mereka yang didukung oleh kehalusan bahasa pada karya sastra.

Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang dilakukan kepada siswa dan beberapa rekan sejawat di SMK Diponegoro Banyuputih, kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran karya sastra adalah sebagai berikut:

  1. Siswa tidak terbiasa melakukan kegiatan membaca baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Selain itu adanya pengaruh gawai yang membuat siswa cenderung malas membuka buku dan lebih memilih bermain permainan di gawainya. 
  2. Buku bacaan atau buku koleksi perpustakaan yang digunakan dalam pembelajaran rata-rata tidak sesuai dengan kebutuhan siswa milenial sekarang sehingga siswa cenderung malas membaca. Hal ini disebabkan buku-buku yang tersedia berupa buku bacaan berat, bukan kategori ringan yang sesuai dengan jenjang usia siswa.
  3. Model pembelajaran guru masih cederung monoton. Belum ada upaya inovatif untuk meningkatkan minat baca siswa. Selain itu, Guru kurang memahami latar belakang siswa sehingga penentuan tujuan dan manfaat pembelajaran kurang dapat diterima oleh siswa. 

Berdasarkan permasalahan di atas, praktik baik (Best Practice) perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran dengan menggunakan model dan strategi yang tepat sehingga pembelajaran inovatif dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu, dari hasil kajian literatur dan wawancara, penulis yang berperan sebagai guru mendesain pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam pembelajaran menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca (cerpen dan novel) dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning Berdiferensiasi. Selain berguna untuk situasi pembelajaran, praktik baik ini juga dapat dijadikan referensi bagi guru lain untuk menginovasi pembelajarannya dalam kompetensi yang sama, menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.

Tantangan : 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat

Berdasarkan kolom penentuan penyebab masalah, permasalahan yang dipilih adalah Model pembelajaran guru masih cederung monoton. Belum ada upaya inovatif untuk meningkatkan minat baca siswa, selain itu, Guru kurang memahami latar belakang siswa sehingga penentuan tujuan dan manfaat pembelajaran kurang dapat diterima oleh siswa. 

Berdasarkan penyebab permasalahan yang dipilih tersebut di atas, maka tantangan guru sebagai pendidik dan pengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dan menarik bagi siswa kelas XI di SMK Diponegoro Banyuputih.
  2. Pemilihan metode pembelajaran yang variatif sehingga siswa merasa tertarik dan antuasias dalam mengikuti pembelajaran.
  3. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesui dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik siswa yang berdiferensiasi.
  4. Guru harus bisa menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan.
  5. Membutuhkan persiapan lebih untuk menyiapkan alat, masalah, konsep, media, dan persiapan hal lainnya. 
  6. Sulitnya mencari permasalahan yang relevan dengan kebutuhan siswa sehingga pembelajaran bermanfaat dan menarik bagi siswa.
  7. Memerlukan waktu yang cukup panjang dalam pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari berbagai tantangan tersebut di atas, bisa disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh guru secara umum adalah tantangan yang melibatkan guru dari sisi kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu kompetensi pedagogik dan profesional.

Berdasarkan kajian literatur dan wawancara dengan berbagai sumber yang telah dilakukan, yaitu dengan siswa, kepala sekolah, rekan sejawat, dan alternatif solusi yang diperoleh dapat disimpulkan secara umum sebagai berikut:

  1. Guru melakukan model pembelajaran inovatif PBL atau PJBL.
  2. Perlunya  kemampuan guru dalam mengakomodasi dan memetakan kebutuhan belajar siswa sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
  3. Guru menggunakan media pembelajaran inovatif dan berbasis TIK.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? Strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya?, siapa saja yang terlibat? Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini?

  1. Pemilihan Media Pembelajaran.
  2. Mempelajari bagaimana penerapan model pembelajaran yang berdiferensiasi.
  3. Menentukan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan sintak model pembelajaran yang dipilih.

Refleksi Hasil dan Dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut.

 

 

Dari hasil refleksi pembelajaran yang dilakukan peserta didik melalui isian Google Form dapat disimpulkan bahwa 100% peserta didik senang dengan pembelajaran model Project Based Learning (PjBL) Berdiferensiasi serta kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan peserta didik sesuai tujuan pembelajaran, yaitu dapat menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca (cerpen dan novel) dengan baik. Selain itu, aksi ini berdampak pada kemampuan litrasi siswa dalam membaca terutama pada karya sastra cerpen dan novel.

Dampak dari aksi dan langkah langkah yang dilakukan dirasa hasilnya baik, dapat meningkatkan pemahaman siswa  dalam menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca (cerpen dan novel). 

Adapun faktor yang menjadi keberhasilan dalam aksi ini adalah adanya motivasi siswa yang terlihat meningkat dalam pembelajaran sastra. Hal tersebut terlihat pada hasil refleksi yang dilakukan melalui Google Form menunjukkan 90% siswa menyatakan senang dengan pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang menunjukkan hasil nilai rata-rata kelas yang mencapai 85,2 dengan nilai tertinggi siswa adalah 100 dan nilai terendah siswa adalah 78.

Berdasarkan hasil tersebut, kemampuan siswa dalam menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca (cerpen dan novel) dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) Berdiferensiasi dapat disimpulkan berhasil karena nilai yang diperoleh berada di atas kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 70.

Melihat beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran inovatif dapat tercipta jika model dan strategi pembelajaran yang ditentukan tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Sintak kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa sangat meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran sehingga siswa termotivasi untuk belajar, dan  nilai belajar siswa juga dapat dikatakan baik dan tuntas KKM.


Penulis: Puji Anisa, S. Pd.
Editor: Putra

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Related Post

ARABIC CAMP SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG INTENSIF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA ARAB

Aries Fauzan Najib K, S.Pd.

Jul 15, 2022
2 min

Rachmat Satrio Wahyudi

Sep 27, 2022
8 min
Kurikulum Merdeka Belajar, Sebuah Oase Kecil Dalam Gurun Pendidikan Indonesia

M. Gus Khisomuddin, S.PdI.

May 09, 2022
2 min

Williams Rahaditama

Sep 15, 2021
9 min
Literasi Tidak Sekadar Baca Tulis

Redaksi Guru Inovatif

Aug 08, 2022
2 min
EMPATI

Ardi Palipi Simbolon, M.Si

Aug 15, 2022
1 min

GuruInovatif.id adalah Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru. Bangun keterampilan mengajar dengan kursus, webinar, dan sertifikat.


Copyright © 2022. GuruInovatif.id. All rights reserved. Guru Inovatif untuk pendidikan Indonesia