Metode Mengajar 21 Jul 2022

Tips Mengelola Kelas Saat Mengajar

Tips Mengelola Kelas Saat Mengajar

Artikel ini tidak bermaksud untuk ‘menggurui’ para guru melainkan hanya sekadar berbagi pengalaman dalam mengajar.

Edy Samsul

Edy Samsul

6409x Dilihat

Artikel ini tidak bermaksud untuk ‘menggurui’ para guru melainkan hanya sekadar berbagi pengalaman dalam mengajar.bYtiWJA1nFz6sUEv4cJKP5fkwI1DQTbY99gMf0kU.pngIlustrasi mengajar (matrapendidikan.com)

Tidak jarang rekan guru mengalami kendala saat mengajar di ruang kelas. Kendala justru berawal dari siswa yang susah diatur dan sering menunjukkan perilaku menyimpang selama belajar.

Kondisi ini akan menyebabkan guru sibuk mengatur siswa dan proses pembelajaran menjadi tidak efektif.

Berikut 5 tips ringan mengelola kelas saat mengajar:

1. Menyampaikan materi pelajaran

Menyampaikan materi pelajaran adalah kunci dalam mengajar. Agar menarik perhatian siswa maka vokal, usahakan gaya berbicara dan ekspresi guru dalam menyampaikan pelajaran jelas dan semenarik mungkin.

2. Posisi berdiri saat mengajar

Posisi guru saat mengajar tak kalah pentingnya dalam hal penguasaan kelas.

Misalnya saat duduk di kursi. Apakah guru dapat melihat dan mengawasi semua siswa di ruangan kelas?

Guru yang banyak duduk dalam mengajar, boleh jadi tak masalah jika dapat mengendalikan dinamika di kelas.

Posisi berdiri saat mengajar tentu lebih nyaman. Gerak-gerik guru lebih rileks berbicara, berekspresi dengan mimik muka dan gerakan anggota tubuh yang diperlukan.

Ketika menulis di papan tulis kiranya agak menyamping. Tidak terlalu membelakangi siswa, tidak terlalu lama menulis.

3. Perhatian guru

Perhatian guru ketika mengajar hendaknya merata. Tidak hanya terfokus kepada murid yang di depan. Atau murid tertentu yang membuat guru nyaman ketika mengajar. 

4. Peka situasi

Instink atau naluri guru dalam mengajar terutama untuk membaca situasi dan kondisi siswa saat itu.

Guru tentunya dapat membaca kondisi siswa, saat cuaca panas atau dingin di dalam ruangan. Murid mengantuk atau tidak, bosan atau masih betah, murid sedang mendengarkan atau melamun dan lain sebagainya.

5. Gembira dan optimisme

Sebelum memasuki ruang kelas, bagaimana pun kondisi muridnya guru tetaplah optimis dan gembira. 

Percaya diri dalam mengelola dan menguasai kelas. Dapat mengatasi masalah atau hambatan dari siswa.

Tentu saja, modal optimis dan gembira ini akan dimiliki apabila guru menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan kepada murid.***

Ruang Diskusi

Loading comments...

Memuat diskusi menarik...

Akses Terbatas?
Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Sekarang Juga!

Ikuti pelatihan dan event secara gratis, perluas wawasan, dan dapatkan sertifikat ber-JP yang akan membantu kenaikan pangkat di tempat kerja Anda.

Daftar Akun Gratis
Klaim Sertifikat & Promo 🎁