Ini Dia Keunggulan dan Komponen Utama dari Contextual Teaching and Learning (CTL) - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 01 Jul 2023

Ini Dia Keunggulan dan Komponen Utama dari Contextual Teaching and Learning (CTL)

Apa itu pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)? Apa saja keunggulan dari Contextual Teaching and Learning (CTL)? dan komponen-komponen penting apa yang ada didalamnya? Simak penjelasan lengkapnya di dalam artikel ini!

Metode Mengajar

Adrianus Tirta Malvin Arissaputra

Kunjungi Profile
2769x
Bagikan

Pendidikan termasuk aspek yang dinamis dengan terus mencari pendekatan yang inovatif dalam meningkatkan pemahaman serta penerapan pengetahuan. Salah satu pendekatan yang dikenal karena keunggulannya dalam menciptakan pemahaman bermakna antara pembelajaran di dalam kelas dengan konteks dunia nyata adalah Contextual Teaching and Learning (CTL). Contextual Teaching and Learning (CTL) menggunakan instruksi dari permasalahan nyata yang relevan dan dapat mendorong keterampilan belajar, pemahaman mendalam, serta pemikiran kritis. Terlebih lagi, pendekatan ini juga sejalan dengan tujuan utama dari kebijakan Merdeka Belajar yang memberikan ruang kebebasan terhadap siswa dalam pembelajaran yang bersifat kontekstual dan dijalankan secara inovatif.  Oleh karena itu, penting bagi Bapak/Ibu untuk memahami pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) ini. 

Apa itu pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)? Apa saja keunggulan dari Contextual Teaching and Learning (CTL)? dan komponen-komponen penting apa yang ada didalamnya? Simak penjelasan lengkapnya di dalam artikel ini!

Pengertian Contextual Teaching and Learning (CTL)

Ini Dia Keunggulan dan Komponen Utama dari Contextual Teaching and Learning (CTL)
Contextual Teaching and Learning (CTL) hadir untuk mengatasi pembelajaran teori yang terisolasi (Sumber gambar: Unsplash)

Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada hubungan antara materi pelajaran dengan situasi atau permasalahan yang ada di dunia nyata. Pendekatan ini menegaskan pentingnya memahami dan menerapkan pengetahuan dalam konteks yang bermakna, bukan hanya sekedar membaca dan menghafal teori-teori pelajaran secara terisolasi. Contextual Teaching and Learning (CTL) juga bertujuan untuk menghapus kesenjangan antara konsep teoritis yang umumnya diajarkan di dalam kelas dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, siswa yang menerapkan pendekatan ini dapat memiliki skill adaptasi, keterlibatan, motivasi, dan pemahaman yang baik setelah mereka lulus dari sekolah. Berikut adalah beberapa keunggulan dari pengimplementasian pendekatan ini. 

Keunggulan Contextual Teaching and Learning (CTL)

Keunggulan dari Contextual Teaching and Learning (CTL) terdiri dari:

  1. Memberikan siswa kesempatan untuk dapat berkembang sesuai dengan potensi dan minat yang mereka miliki.
  2. Siswa menjadi bisa berpikir kreatif dan kritis dalam memahami dan memecahkan isu atau permasalahan yang pernah mereka alami.
  3. Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa tidak hanya ditentukan oleh guru di dalam kelas.
  4. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
  5. Membentuk sikap kerja sama yang baik antar individu ataupun kelompok.
  6. Menyadarkan siswa tentang makna utama dari teori pelajaran yang telah mereka pelajari di dalam kelas. 

Komponen-Komponen Utama dari Contextual Teaching and Learning (CTL)

Ini Dia Keunggulan dan Komponen Utama dari Contextual Teaching and Learning (CTL)
Pembelajaran yang menyenangkan dapat tercipta melalui penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) (Sumber gambar: Unsplash)

Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) memiliki 7 komponen utama di dalamnya, yakni:

  1. Konstruktivisme (Constructivism), proses membangun pengetahuan baru secara mandiri lewat keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa akan mendapatkan makna dari proses pembelajaran yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan pengalaman sehari-hari mereka.
  2. Inkuiri (Inquiry), proses pembelajaran yang didasarkan pada pencarian atau penemuan melalui proses berpikir. Siklus inkuiri terdiri dari pengumpulan data, observasi, bertanya, mengajukan dugaan, dan menyimpulkan.
  3. Bertanya (Questioning), kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan proses pembelajaran, yaitu menggali informasi, mengonfirmasi apa yang telah ditemukan, dan memfokuskan perhatian pada aspek yang belum diketahui.
  4. Masyarakat Belajar (Learning Community), ini terjadi ketika terdapat proses komunikasi 2 arah dimana kedua belah pihak saling memberi informasi dan opini yang diperlukan lawan bicara untuk belajar.
  5. Permodelan (Modelling), proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Ini juga dirancang dengan melibatkan siswa dengan pengetahuan atau kemampuan yang dikuasai. Model juga dapat didatangkan dari luar yang ahli di bidang tertentu yang diminati.
  6. Refleksi (Reflection), refleksi merupakan cara berpikir dan respon dari pengetahuan, aktivitas, ataupun kejadian yang telah diterima siswa.
  7. Penilaian Autentik (Authentic Assessment), proses pengumpulan dan penilaian data yang bisa memberikan gambaran terkait perkembangan belajar siswa. Penilaian juga tidak harus dilakukan oleh guru, tetapi bisa dilakukan oleh teman atau pihak lain.

Kesimpulan

Dalam rangka meningkatkan inovasi dan efektivitas pendidikan, penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) menjadi hal yang sangat penting. Manfaat-manfaat seperti peningkatan motivasi, pemahaman yang mendalam, pengembangan skill yang relevan dengan permasalahan dunia nyata, dan peningkatan keterampilan kerja sama juga merupakan hasil yang tidak boleh terlewatkan. Semua dampak positif tersebut juga sesuai dengan apa yang pernah dikatakan oleh seorang penulis ternama Indonesia, bahwa:

“Hal utama yang membedakan adalah kualitas manusianya. Jika memang kualitasnya baik dan mendapat pendidikan terbaik, tentunya hasil yang diperoleh akan menjadi lebih maksimal.” — Josephine Winda.

Oleh karena itu, mari wujudkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembelajaran yang inovatif, salah satunya melalui Contextual Teaching and Learning (CTL)!

Menyambut Hari Raya Idul Adha yang penuh berkah, kami ingin berbagi penawaran istimewa yang tidak boleh Anda lewatkan! Jadilah bagian dari pengalaman belajar yang tak terlupakan dengan GuruInovatif.id, dan nikmati diskon 30% menggunakan kode 'KURBAN30' saat membeli produk membership, buku (satuan maupun paketan), serta layanan IHT. Segera manfaatkan kesempatan ini sebelum tanggal 05 Juli dan raih keuntungan besar dalam pengembangan profesionalisme Anda.


Penyunting: Putra

0

6

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Inovasi Pendidikan: Memahami Konsep Gamifikasi dalam Konteks Pembelajaran
5 min
Memahami Jenis Asesmen Diagnostik dan Contoh Penerapannya
3 min

Wasito

Jul 05, 2022
9 min
Model Penguatan Literasi Digital: Pemanfaatan Sumber Sejarah Audio-Visual Bagi Guru Dan Peserta Didik Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Swasta Imelda Medan

MUHAMMAD ALAMSYAH

Aug 14, 2023
7 min
Soal Mudah pun Bisa Menjadi HOTS, Ketahui Sebabnya
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar