Mengisi Tangki Cinta Anak - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 21 Sep 2022

Mengisi Tangki Cinta Anak

Bapak dan Ibu Guru wajib tahu tentang ini!

Refleksi

Redaksi Guru Inovatif

Kunjungi Profile
4390x
Bagikan

Bapak dan Ibu Guru wajib tahu tentang ini!

Apakah Bapak/Ibu sudah mengisi tangki cinta anak Anda? Apakah Bapak/Ibu sudah mengerti cara mengisi tangki cinta anak Anda?

 

Padahal setiap anak memiliki "Tanki Cinta" (sebenarnya setiap dari kita memilikinya dan membutuhkannya, bukan hanya anak-anak).

 

 

Apa itu Tangki Cinta?

Bagi Bapak/Ibu yang masih asing mendengar istilah ini, tangki cinta adalah “wadah” pemenuhan kebutuhan emosi dasar seseorang, yakni cinta, dan kasih sayang. Seperti yang sudah tercantum di pembukaan artikel ini, setiap orang dari usia berapa pun memiliki “wadah” yang berisi cinta dan kasih sayang ini.

 

 

Pentingnya Tangki Cinta

Bila tangki cinta ini terisi penuh, maka bisa dicurahkan kepada orang-orang yang berada di sekitar kita. Jika Bapak/Ibu bisa memenuhi tangki cinta ke anak Anda, akan bertambah rasa percaya diri anak, akan merasa bahagia karena merasa dihargai dan disayangi, serta perilaku mereka cenderung menjadi pribadi yang baik.

 

Dengan memenuhi tangki cinta anak, Bapak/Ibu akan mengurangi sifat pasif-agresif anak yang jika dibiarkan berpotensi mempengaruhi keharmonisan dalam keluarga. Biasanya dalam sebuah keluarga ada 2 pengisi tangki cinta utama, yaitu berasl dari ayah dan ibu. Kedua pengisi inilah yang merupakan sumber tangki cinta anak.

 

“Apakah ada  sumber tangki cinta yang lain untuk anak?”

Ada, yakni guru, teman, kakek, nenek, dan lain sebagainya


 

Lalu seperti apa jenis-jenis tangki cinta untuk anak?

 

 

5 Jenis Tangki Cinta Anak
 

1. Sentuhan Fisik

Semua anak pasti menginginkan sentuhan fisik dengan orangtuanya. Hal seperti memeluk, menggaruk punggung, dan lain-lainya.

Sentuhan fisik (Sumber gambar: Canva)

 

2. Memberikan Pujian

Cara berkomunikasi secara verbal ini dibagi menjadi dua, yakni kata-kata yang menjelaskan kasih sayang kita kepada anak dan kata-kata untuk memberikan motivasi serta bimbingan.

 

3. Quality Time

Quality time bersama anak (Sumber gambar: Canva)

Anak-anak tentu ingin menarik perhatian orangtuanya dan sesederhana ingin menghabiskan waktu antara anak dengan orangtua. Sama seperti orang dewasa, mereka juga menginginkan kontak mata, bisa berbagi cerita dan perasaannya, serta membutuhkan perasaan bahwa mereka itu penting di mata orangtua mereka dan Anda sebagai orangtua suka menghabiskan waktu bersama anak.

 

4. Memberikan Hadiah

Hadiah disini tidak hanya yang bersifat sebagai simbolis saja, namun hadiah yang bermakna dan hadiah “yang terbaik”.

 

5. Melalui Tindakan

Tindakan berupa interaksi dapat berbeda tergantung usia anak. Tetapi tujuan akhir untuk anak adalah untuk menjadi lebih dewasa dan bisa mempraktikkan interaksi yang baik kepada orang lain di sekitarnya.

Melakukan tindakan/kegiatan bersama anak (Sumber gambar: Canva)


 

Yang perlu Bapak/Ibu ketahui, tidak semua jenis tangki cinta berikut bisa diterapkan ke anak. Maka dari itu Bapak/Ibu perlu mencoba terlebih dahulu semua jenis-jenis ini agar bisa memenuhi tangki cinta anak dengan tepat.

 

 

7 Contoh Mengisi Tangki Cinta Anak

1. Mendengarkan Anak

Sebagai orangtua, mendengarkan jelas bukan pekerjaan yang mudah. Karena ilmu serta pengalaman hidup yang membuat kita memposisikan diri sebagai orang yang HARUS DIDENGAR.

 

Kemampuan kita dalam berbicara pada anak seringkali tidak diimbangi dengan kemauan kita untuk mendengarkan mereka. Reaksi cepat dan mengumbar petuah-petuahlah yang biasanya dilakukan orangtua ketika anak baru berbicara beberapa kalimat. Padahal kita belum mengetahui seutuhnya apa cerita anak-anak itu.
 

Bukankah kita merasa senang jika ada orang yang mendengarkan cerita kita sampai akhir?


 

2. Memberikan Pujian Atas Pencapaian Anak

Pujian memiliki efek yang kuat pada anak-anak yang berada dalam masa perkembangan. Memberi pujian dapat memupuk harga diri serta kepercayaan diri mereka untuk terus berusaha keras.

 

Dengan menyampaikan pujian, Bapak/Ibu menunjukkan kepada anak cara berpikir positif mengenai dirinya sendiri. Selain itu anak pun juga mengenali kapan ia melakukan sesuau dengan baik.


 

3. Memainkan Game yang Disenangi Anak Bersama

Bermain game favorit anak (Sumber gambar: Canva)

Bermain bukan hanya dapat menghindarkan anak dari kebosanan. Saat anak bermain dengan orangtua akan meningkatkan kemampuan kognitif, kemampuan fisik, sosial, dan emosionalnya.

 

Sedangkan dari sisi orangtua, kegiatan ini akan meningkatkan ikatan (bondingI yang mungkin sempat renggang akibat kesibukan Bapak/Ibu sebelumnya.


 

4. Beri Mereka Kesempatan Untuk Membuat Keputusan

Memberikan anak kesempatan untuk membuat keputusan sendiri akan membangun rasa kemandiriannya dan memberdayakan mereka untuk membuat pilihan. Dengan begitu akan tumbuh pula keyakinan bahwa anak dapat mengambil keputusan dengan baik.

 

Selain itu, anak dapat menunjukkan minat berdasarkan keputusan atau pilihan mereka. Anak Bapak/Ibu pun akan merasa percaya diri karena keputusannya dianggap penting.

 

5. Beri Mereka Pelukan

Berikan pelukan kepada anak Bapak/Ibu.(Sumber gambar: Canva)

Pelukan menjadi salah satu cara mengisi kasih sayang yang memiliki manfaat baik untuk anak. Menurut dokter spesialis anak dr. Fransisca Handy Barazaini Wicaksono Agung, pelukan punya kaitan erat dengan pembentukan ikatan antara anak dengan orangtua. Pelukan juga merupakan salah satu hal yang membuat anak merasa diterima.
 

Dampak lebih jauh dari memberikan pelukan kepada anak adalah anak akan merasakan adanya kehangatan yang membuat mereka menjadi jauh lebih tenang. Sehingga membuat anak dapat mengatasi berbagai tekanan dan menghindari stres.


 

6. Membuat Mereka Tertawa

Kebersamaan dengan anak adalah waktu yang berharga, terlebih lagi ketika adanya kebahagiaan dengan canda dan tawa. Walau tampak sederhana, mempunyai kebiasaan tertawa bersama anak bisa menciptakan memori yang indah untk anak. Karena anak akan selalu mengingat kebahagiaan bersama dengan orangtua.

 

Selain itu tertawa bersama anak menghilangkan stres, meningkatkan kesehatan, bahkan dapat meningkatkan kecerdasan emosional. Tertawa bersama anak juga melatih kita untuk tidak terlalu emosional ketika berinteraksi dengan anak. Jika hal ini terus berlanjut, bisa saja mempengaruhi pola asuh Bapak/Ibu menjadi lebih baik.

 

Tanpa banyak menggunakan emosi, anak akan selalu merasa nyaman dekat dengan orangtuanya


 

7. Menikmati Jalan-jalan Bersama

Liburan terencana atau sekedar jalan-jalan bersama anak Bapak/Ibu (Sumber gambar: Canva)

Ada baiknya jika Bapak/Ibu merencanakan liburan bersama pasangan dan anak. Kalaupun kalau tidak bisa merencanakan liburan, ajaklah anak Bapak/Ibu untuk sekedar jalan-jalan memutari komplek atau memutari kota. Karena tak hanya sebagai penghilang stres, namun juga membangun ikatan yang kuat satu sama lain.

 

Bapak/Ibu pun bisa mengobrol bersama anak tentang banyak hal, tanpa terganggu tenggat pekerjaan, atau tagihan rumah tangga. Mungkin Bapak/Ibu akan terkejut ketika menyadari betapa sedikitnya Bapak/Ibu mengetahui keseharian anak saat ia mulai berbicara banyak hal.


 

Cara-cara ini hanya sebagian kecil dari banyaknya kegiatan yang bisa Bapak/Ibu lakukan untuk mengisi tangki cinta anak. Yang perlu digarisbawahi adalah Bapak/Ibu perlu mengenali “bahasa cinta” anak yang tepat untuk mengisi tangki cinta anak.

 

Jika tangki cinta dalam diri anak penuh, mereka akan sangat bahagia. Sehingga anak mudah untuk diajak kerjasama, mudah menerima, dan melaksanakannya.


Selamat menikmati waktu bersama anak bersama pasangan 😊

0

4

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Cara Tetap Bekerja Meskipun Tidak Memiliki Semangat
3 min
Cara Mengelola Keuangan bagi Guru untuk Kehidupan yang lebih Sejahtera
1 min
Karakter MURAH HATI
Media Sosial; Solusi Penguatan Literasi Digital bagi Guru dan Siswa
Ragam Ketakutan yang dapat Menghambat Aktivitas dan Tips untuk Menghadapinya
6 min
Apa itu Permissive Parenting? Pola Asuh yang Bebas!
2 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB