Redaksi Guru Inovatif

Redaksi

Kunjungi Profil

10 Tips Mengurangi Beban Kerja Guru

Pada umumnya, pendidikan adalah usaha untuk mengajarkan dan membuat semua peserta didik bisa memahami setiap materi ajar.

Tentu saja hal ini akan menambah beban kerja bagi tenaga pendidik seperti guru. Karena jumlah peserta didik yang diajar cukup banyak dan kemampuan mereka memahami materi ajar berbeda-beda.

Ada banyak cara untuk mengurangi beban kerja guru Anda – untuk bekerja lebih cerdas bukan bekerja lebih keras sebagai seorang guru.

Bekerja “tidak terlalu keras” mungkin terdengar asing bagi masyarakat kita, tapi ini adalah hal yang penting untuk dilakukan. Karena terlalu keras bekerja dapat mendorong kita dan didorong pula oleh orang di sekitar kita untuk menjadi sosok guru yang sempurna. Padahal ini bukan pemikiran yang baik.

Ironinya hal ini sering terjadi karena keterbatasan wawasan dan tren yang berlaku di masyarakat kita.

Maka dalam tulisan ini, penulis ingin membantu guru-guru maupun calon guru atau siapapun yang sedang membaca tulisan ini untuk mengenal sebagian kecil cara bekerja yang lebih cerdas, bukan cara kerja yang lebih keras.

1. Berhenti Fokus Pada Kelemahan Diri Sendiri

Berhenti Fokus Pada Kelemahan Diri Sendiri (Sumber gambar: Canva)

Masing-masing dari Bapak/Ibu Guru pasti menyadari ada hal-hal tertentu yang dapat dilakukan Bapak/Ibu dengan baik, bahkan tergolong sangat baik. Gunakan hal-hal ni untuk mengembangkan metode pengajaran Bapak/Ibu di kelas. Baik hal-hal itu berupa kreativitas, energik, kharisma, visioner, terorganisir, mudah berkolaborasi, up-to-date atau kekinian. Apapun kemampuan atau intelektual yang Bapak/Ibu miliki, gunakanlah itu.

Jika Bapak/Ibu menyadari bahwa Bapak/Ibu bukan orang yang mahir dalam menggunakan teknologi atau manajemen kelas atau asesmen atau menganalisis data, berusahalah untuk memperkuat kelemahan tersebut. Namun bila Bapak/Ibu merencanakan sendiri metode pengajarannya serta pertumbuhan karir, maka bekerjalah diluar zona “kekuatan” atau zona nyaman Bapak/Ibu. Karena Bapak/Ibu akan menemukan cara untuk bekerja lebih cerdas bukan bekerja lebih keras lagi.

 

2. Buatlah Jadwal Serta Sistem Untuk di Sekolah dan di Rumah

Terkadang Bapak/Ibu pulang membawa pekerjaan yang belum selesai. Ini merupakan hal yang normal.

 

Tetapi…

 

Perlu Bapak/Ibu ketahui, pengajaran yang cerdas itu membutuhkan jadwal dan sistem. Maksudnya adalah Bapak/Ibu memahami cara mengatur prioritas serta alur kerja Bapak/Ibu. Misalnya membuat aturan saat melakukan penilaian, Bapak/Ibu akan menilai ujian atau tes dalam rentang waktu 48 jam untuk satu kelas.

Selain itu ketika melakukan penilaian, Bapak/Ibu tidak terdistraksi oleh gadget atau membuka sosial media. Tentu yang paham hal iniadalah Bapak/Ibu sendiri. Boleh meminta saran dari rekan sejawat, namun pilahlah yang dapat dipraktikkan Bapak/Ibu lalu sempurnakan hal ini sesuai dengan kapasitas Bapak/Ibu miliki. Sehingga Bapak/Ibu tidak terjebak dalam inefisiensi dan malam yang panjang dengan menatap kertas atau layar gadget dengan mata yang sudah lelah.

Ini adalah cara sederhana untuk mengurangi beban kerja Bapak/Ibu sebagai seorang guru.

 

3. Buatlah “Ruang” Untuk Upgrade Diri

Di era sekarang Bapak/ Ibu perlu menciptakan ruang khusus untuk mengembangkan kemampuan fisik dan digital seperti terorganisir, kreativitas, teknologi, dan lain-lain.

Oleh karena itu pikirkan untuk bergabung ke dalam komunitas, membaca buku, menyimak informasi dari media sosial serta kursus online apa pun yang Bapak/Ibu butuhkan sebagai guru. Jika itu penting bagi Anda, jadikan itu prioritas dan buatlah”'ruang” untuk mengembangkan diri jika memungkinkan.

 

4. Berani Berkata “Tidak”

Tentu saja Bapak/Ibu harus selektif. Jangan katakan “tidak” pada siswa atau kepala sekolah yang membutuhkan Bapak/Ibu”. Tetapi tetapkan batasan yang jelas untuk diri sendiri serta waktu Bapak/Ibu Guru, sehingga Bapak/Ibu bisa membuat atau mempertahankan metode pengajaran yang hebat dan berkelanjutan. 

Karena jika Bapak/Ibu mengajar dalam kondisi lelah (baik secara psikis maupun fisik),tentu saja murid-murid akan merasakan “ketidakseriusan” Bapak/Ibu ketika mengajar, sehingga berpotensi menimbulkan rasa bosan dan suntuk.

 

5. Milikilah Rekan Untuk Berdiskusi

Milikilah Rekan Untuk Berdiskusi (Sumber gambar: Canva)

Rekan berdiskusi disini maksudnya adalah rekan yang dapat mengingatkan Bapak/Ibu, memberikan tips dan ide seputar mengajar ataupun membahas lingkup sekolah. Sehingga Bapak/Ibu bisa mendapatkan “angin segar”.

6. Delegasikan, Bagikan, Berdayakan

Sebuah strategi klasik untuk menghemat waktu. Namun jika tidak dilakukan dengan baik, malah menghabiskan lebih banyak waktu. Jika dilakukan dengan benar dan tepat, Bapak/Ibu juga dapat membantu orang lain untuk bertumbuh.

Dengan mendelegasikan tugas kepada orang yang tepat, dalam hal ini adalah murid. Bapak/Ibu dapat menghemat waktu dan juga bisa menambah kapasitas murid tersebut. Contoh beberapa hal yang bisa di delegasikan ke murid adalah menciptakan kartu belajar serta mengingatkan PR kepada rekan sekelasnya jika ada murid yang berhalangan masuk sekolah. 

Bapak/Ibu dapat berbagi pula dengan rekan sejawat. Berbagi cara metode mengajar, berbagi data atau cara mengisi administratif. Berbagi tanggung jawab untuk menjaga papan majalah dinding (mading). Berbagi membeli online course. Berbagi aplikasi berbayar untuk digunakan bersama dan lain sebagainya.

Memberdayakan orang-orang di sekitar Bapak/Ibu juga dapat menghasilkan pengajaran yang cerdas. Hal ini mirip dengan delegasi, namun lebih banyak kebebasannya. Alih-alih mendelegasikan tugas tertentu, Bapak/Ibu dapat memberdayakan siswa dengan otonomi untuk tujuan tertentu sehingga mereka dapat mengidentifikasi tugas yang diperlukan, kemudian menyelesaikannya dan merevisi kebutuhan yang sesuai.

Misalnya, alih-alih mendelegasikan penggantian gambar untuk mading buletin kutipan atau pepatah di aula sekolah, Bapak/Ibu memberdayakan mereka untuk menggunakan papan sepenuhnya atas kebijaksanaan mereka sendiri. Mereka memutuskan untuk apa itu digunakan dan bagaimana mewujudkannya. Tentu hal ini perlu pengawasan dari Bapak/Ibu Guru juga, namun beban kerja Bapak/Ibu sebagai guru akan berkurang.

 

7. Melek Model Pembelajaran

Melek Model Pembelajaran (Sumber gambar: Canva)

Model pembelajaran adalah strategi yang kuat dalam inovasi pendidikan – dan salah satu cara untuk bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras sebagai guru. Sebuah model pembelajaran benar-benar hanya sebuah pendekatan untuk mempelajari pola atau urutan atau serangkaian strategi dan nilai-nilai yang dirancang untuk mempromosikan pembelajaran.

Semakin Bapak/Ibu mengikuti perkembangan teknologi dan tren mengenai iptek, perlahan-lahan Bapak/Ibu dapat mengadaptasi kerangka kerja baru secara langsung untuk lebih mengurangi beban kerja Anda sebagai seorang guru.

 

8. Pakai Teknologi Yang Efektif 

Tak dapat dipungkiri teknologi dapat menghemat banyak waktu dalam semua pekerjaan, tak terkecuali tenaga pendidik. Hal-hal seperti melihat pola kesalahan siswa melalui analisis data, memberikan feedback untuk tulisan siswa, memberdayakan siswa untuk belajar mandiri, membuat kuis yang tidak perlu dicek hasilnya secara manual, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan jika Bapak/Ibu menggunakannya dengan tepat.

 

9. Gunakan Media Sosial Secara Efektif

Gunakan Media Sosial Secara Efektif (Sumber gambar: Canva)

Menggunakan media sosial dapat menghemat waktu Bapak/Ibu mengurangi hambatan komunikasi, meningkatkan kecepatan mendapatkan informasi, mengorganisir tugas-tugas tertentu dengan mudah, dan masih banyak lagi. Gunakan media sosial secara efektif, kemudian bantu siswa melakukan hal yang sama.

 

10. Berbicara Dengan Orangtua Murid

Berbicara dengan orangtua murid tidak sepenuhnya bisa “membantu”, tapi ini merupakan langkah yang “cerdas” untuk menyamakan pikiran Bapak/Ibu selaku guru dengan orangtua siswa.

Memang tidak mudah untuk menghubungi orangtua yang sibuk dengan guru yang memiliki banyak pekerjaan untuk membantu siswa yang menghadapi ujian di sekolahnya.

 

Kalau begitu apa alternatifnya?

 

Berkolaborasilah dengan orangtua murid sesuai kemampuan yang Bapak/Ibu miliki saat ini. Situasi “paling buruk” adalah mereka mengetahui apa yang anak mereka lalui di sekolah dan dalam situasi terbaik mereka akan mengejutkan Bapak/Ibu dengan dukungan, sumber daya, ide, dan cara lainnya untuk memudahkan hidup Bapak/Ibu serta menemukan ide untuk meningkatkan pengajaran murid yang lebih baik.

 

Inti dari artikel ini adalah agar Bapak/Ibu Guru bekerja lebih cerdas, bukan bekerja lebih keras. 
 

Karena manfaat dari bekerja cerdas bukan keras mencakup lebih sedikit kelelahan mental dan fisik dan kemungkinan lebih banyak kepuasan sebagai seorang profesional dan keberlanjutan dalam karir Bapak/Ibu Guru, mungkin anugerah yang paling penting adalah kreativitas dan kejeniusan batin Bapak/Ibu Guru: Pikiran yang kacau dibebani dengan tugas dan kebosanan tidak dapat dengan mudah mencapai potensinya sendiri. Ada tanda-tanda peringatan kelelahan dan jangan abaikan mereka.

 

Begitu banyak guru yang berbakat luar biasa, tetapi tidak pernah cukup menemukan ruang dalam pikiran dan hati mereka sendiri untuk menyatukan semuanya pada saat yang sama, dan setelah empat atau lima tahun yang biasa-biasa saja, akhirnya menerima saja bahwa itulah “mereka” atau “seperti inilah pendidikan”.

 

Padahal tidak harus seperti itu.

Ada sedikit ruang untuk kehebatan atau penghargaan untuk inovasi atau fleksibilitas untuk jenis pengambilan risiko dan kejeniusan yang dibutuhkan inovasi. Jika kita menginginkan guru yang luar biasa, kita harus berhenti membuatnya sulit untuk bisa menjadi luar biasa.

 

Memang tidak semua tips ini tidak bisa langsung diterapkan. Namun jika Bapak/Ibu Guru bisa menerapkan 2-3 tips, itu merupakan awalan langkah yang bagus.

 

Salam Guru Inovatif! 💪😊

tipsmengurangibebanmemilikirekanguruinovatifsosialmediakomunikasimelekteknologi
Komentar (1)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Helmy Wijaya,M.Pd.I
1 minggu yang lalu

Kurang referensi yang update