Ima Okvita Ningrum, S.Pd

-

Kunjungi Profil

Guru Kreatif dan Inovatif untuk Pendidikan Era Digital

Bismillahirrahmanirahim…

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabrakatuh, Perkenalkan nama saya adalah Ima Okvita Ningrum. Saya adalah seorang guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah swasta di Kota Surakarta. Pada kesempatan kali ini, ijinkan saya berbagi sedikit bercerita tentang kisah saya sebagai seorang Guru di Indonesia. 

This is my story

Segalanya dimulai sekitar 17 tahun yang lalu, dimana saya masih berumur 10 tahun. Pada waktu itu saya masih duduk di bangku SD. Saya sangat menyukai bagian dimana guru saya selalu bertanya “Anak-anak silahkan tuliskan cita-cita kalian dalam selembar kertas”, saya salah satu yang paling bersemangat kala itu. Satu hal yang selalu saya herankan, bahkan sejak saya masih kecil adalah, bahwa saya tidak pernah berpikir 2 kali dalam menjawab apa yang menjadi cita cita saya. Sekilas saya langsung menulis bahwa saya ingin menjadi seorang Guru. Saya pun selalu mengidolakan semua bapak ibu guru saya, baik sewaktu SD, SMP, maupun SMA. Segala hal yang baik dari sosok guru guru saya selalu saya terapkan dalam kehidupan sehari hari, salah satu contohnya adalah sewaktu saya masih SMA, Guru Agama saya selalu bertanya “Anak-anak, siapa yang sudah membaca Sholawat Nabi pagi ini?” dari itu saya selalu termotivasi untuk bisa selalu membaca sholawat setiap harinya, kemudian sebagai contoh lainnya Guru Lingkungan Hidup saya pada waktu itu, pernah berkata “kita harus selalu mencintai bumi tempat kita tinggal, kita harus menerapkan bahwa membakar sampah hukumnya adalah haram, asap dari sampah yang kita bakar bisa melukai tumbuhan disekitar kita yang mana kita bernafas karena oksigen yang dia keluarkan”. Begitu membekas dalam hati dan pikiran saya. Sehingga meskipun tahun berlalu, saya masih dapat mengingatnya. Intinya adalah bahwa ada rasa bahagia yang luar biasa apabila kita bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan kebaikan yang kita ajarkan atau melihat orang lain sangat mudah mengerti akan sesuatu yang kita jelaskan. 

Pada tahun 2017 lalu dibulan Juli, saya resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (Bahasa Inggris),dan kemudian saya ditawari untuk mengajar dalam sebuah bimingan belajar yang cukup bergengsi di kota Surakarta, saya pun tertarik untuk mengikuti rangkaian ujian masuk menjadi pengajar di bimbel tersebut. Pada waktu itu saya harus bersaing dengan 10 orang dan Alhamdulillah saya adalah satu satunya yang diterima. Everything run well, saya mengajar siswa SMA di bimbel pada sore hingga malam hari. Bulan berganti bulan berlalu, saya akhirnya dipercaya untuk mengajar di 3 cabang bimbel tersebut di sekitar kota Surakarta, Namun saya merasakan ada yang kurang dalam hidup saya. Karena pada saat saya masih semester 3, saya sempat bertukar mimpi dengan teman teman kuliah saya, bahwa suatu hari saya ingin menjadi Guru di Pendidikan Formal pada Pagi hari dan menjadi guru bimbel di sore hari. Sehingga saya mencari dan memberanikan diri untuk memasukkan surat lamaran kerja ke beberapa sekolah Negeri dan Swasta di beberapa kota terdekat. Bahkan saya sempat mencari dan mengetuk pintu sekolah di ujung Kabupaten Wonogiri dan Klaten. Namun, memang belum waktunya karena tak ada satupun yang sedang membuka ruang untuk Guru Bahasa Inggris Baru. Hingga akhirnya suatu pagi saya mendapat broadcast dari salah seorang teman saya bahwa ada Sekolah Swasta ditengah Kota Surakarta yang sedang membutuhkan Guru Bahasa Inggris. Tak ragu pada hari itu juga saya langsung datang dan mengumpulkan berkas saya ke Sekolah tersebut. 

SMK “Al-Islam” Surakarta, Saksi bisu kisah saya sebagai seorang Guru di Indonesia 

Keesokan harinya, saya langsung diminta datang untuk menjalani rangkaian tes masuk. Ke sekian kalinya saya harus berhadapan dengan 10 fresh graduate lulusan Bahasa Inggris, saya sempat pesimis dan takut apabila bukan saya yang terpilih. Namun saya hanya mengingat salah satu ucapan guru SMA saya “Percayakan semua kepada Allah Ta’ala, Allah tau yang terbaik untukmu, kita tidak bisa memaksakan sesuatu yang memang bukan untuk kita” dan saya pun menyelesaikan tes dan pulang dalam keadaan pasrah, namun telah melakukan yang terbaik yang saya bisa. Wallahu a’lam Bisshawab. 

Saya yang hanyut dalam doa dan kepasrahan, pagi hari setelah saya membuka mata saya mendapatkan telfon dari nomor yang tidak dikenal, yang ternyata itu adalah dari SMK “Al-Islam” Surakarta. Saya diminta dating untuk bertemu dengan Bapak Kepala Sekolah. Dan entah bagaimana saya Bersyukur tiada henti karena ternyata saya lah yang diterima menjadi guru di sekolah ini. Subhanallah, Walhamdulillah, La Illahailallah. Kali ini saya mampu membuktikan bahwa saya bisa menjadi Guru di Pendidikan Formal pada pagi hari, dan menjadi Guru Bimbel di sore hari. Bulan berganti bulan, saya sangat nyaman dan bahagia dengan peran yang saya miliki saat ini, terlebih siswa siswa dan guru di sekolah yang sangat hangat dan seperti keluarga sendiri. Siswa begitu cepat mamahami apa yang saya sampaikan dan tak sedikit dari mereka yang menerapkan nilai nilai moral yang saya ajarkan untuk kehidupan sehari hari. Sekolah ini begitu luar biasa dalam mendidik siswanya, di pagi hari sebelum mulai belajar kami membaca Al-Qur’an bersama, dalam setiap pembelajaran entah di mata pelajaran apapun selalu menyelipkan nilai nilai Islam didalamnya, dan cara mendidik siswa yang mampu membuat seluruh siswa memiliki Akhlak dan Aqidah yang baik. Subhanallah.

2 Tahun berlalu, entah bagaimana dan entah seperti apa Allah mengaturnya. Qodarullah, saya dipertemukan dengan jodoh saya juga di sekolah tempat saya mengajar. Saya bertemu dengan sosok pria yang menjadi Imam saya di dunia ini, dia juga bekerja di SMK Al-Islam Surakarta, yang padahal selama ini kami jarang bertegur sapa. Namun, Allah pun mendekatkan kami dengan melalui cara yang tidak pernah kami sangka hingga akhirnya kami membangun sebuah keluarga kecil yang Insyaa Allah Sakinah, Mawaddah Warrohmah. Aamiin.

Juara 2 Lomba Pembuatan Media Pembelajaran dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2020

 

Terhitung sejak saya menjadi Guru di sekolah ini, saat ini sudah tahun ke – 4 dan menginjak tahun ke – 5. Setiap hari kami selalu di motivasi oleh bapak kepala Sekolah agar kami selalu berinovasi, beliau selalu berkata “Mari Bapak Ibu guru, kita harus bisa menjadi Guru yang Inovatif dan jangan hanya menjadi Guru biasa, kita harus bisa menghasilkan karya yang bisa bermanfaat untuk orang lain, ikutlah lomba dan pelatihan, Insya Allah itu bisa menjadi bekal untuk kedepanya”. Saya sangat menyukai kata kata dan motivasi beliau semacam ini karena membangkitkan semangat saya untuk mengikuti Pelatihan dan Lomba. Akhirnya pada tahun 2020, saya tergerak untuk mengikuti lomba pertama saya yaitu lomba yang diadakan tepat pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2020. Kala itu, saya membuat sebuah media pembelajaran menggunakan Smart Apps Creator (SAC),produknya berupa aplikasi smartphone yang bisa dipakai untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh. Mengingat pada waitu masih dalam masa pandemi covid-19. Padahal pada waktu saya sedang dalam kondisi hamil 9 Bulan dan HPL (Hari Perkiraan Lahir) bayi saya hanya tinggal 1 pekan namun Allah berkata lain. Suatu hal yang tidak saya sangka adalah, karya saya masuk nominasi 10 besar dan saya pun mengikuti seleksi presentasi untuk penentuan juara 1,2, dan 3. Alhamdulillah Wa Syukurillah saya mendapatkan juara 2. Ini adalah prestasi terbaik saya selama ini. 

Multimedia Pembelajaran yang saya buat menggunakan Articulate Storyline 3 pada Lomba Inovasi Sekolah di masa Pandemi Tahun 2021

 

Multimedia Pembelajaran yang saya buat menggunakan Articulate Storyline 3 pada Lomba Gelar Karya Guru dan Siswa Tahun 2021
Multimedia Pembelajaran yang saya buat menggunakan Articulate Storyline 3 pada Lomba Membuat Aplikasi Mobile Edukasi Kemdikbud Tahun 2021

Kemudian saya pun mengikuti Lomba Inovasi Sekolah di masa Pandemi yang diadakan oleh BPTIK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah. Saya membuat multimedia pembelajaran lagi, namun kali ini saya menggunakan software Articulate Storyline 3 yang jangkauan produknya lebih luas dari Apk. Untuk software kali ini bisa di export dalam bentuk Apk maupun HTML-5, sehingga siswa dapat menggunakan multimedia pembelajarannya walaupun tanpa menginstall Apk nya. Saya bersyukur karena saya masuk nominasi lagi 10 besar tingkat Jawa Tengah, dan saya mengikuti lagi proses Presentasi penentuan juara. Namun Qodarullah kali ini belum rejeki saya karena saya tidak masuk 3 besar. Saya bukan lagi saya yang dulu, karena saya yang sekarang adalah saya yang tidak mudah puas, saya ingin segera bangkit dan menjadi juara lagi. Pada pertengahan tahun 2021, BPTIK Dikbud Jateng kembali menggelar lomba Gelar Karya Guru dan Siswa Tahun 2021. Saya mengajak salah seorang siswi di sekolah saya untuk mengikuti lomba tersebut dan merangkai sebuah Edugame untuk Pembelajaran. Dalam waktu kurang lebih 14 hari, kami pun mampu menyeleseaikan Edugame untuk lomba. Pada sata penentuan 10 besar, karya kami kembali masuk dalam nominasi 10 besar dan kami kembali berjuang pada tahap presentasi. Sekali lagi ini belum menjadi rezeki kami karena kami juga belum bisa mendapat juara 1, 2 maupun 3. Selain itu saya juga mengikuti lomba Membuat Aplikasi Mobile Edukasi yang diadakan oleh Kemdikbudristek Tahun 2021 namun saya belum dapat masuk ke 10 besar. saya memang belum berhasil tahun ini, namun saya akan terus belajar dan mengembangkan diri untuk kedepanya. 

Juara Harapan 1, Lomba Literasi Guru Inovatif dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2021

Pada akhir tahun 2021, HAFECS dan Guru Inovatif yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta, yang pada saat itu bertepatan dengan hari Guru Nasional Tahun 2021, mengadakan Lomba Literasi untuk Guru dan saya pun sangat bersemangat dan tertarik untuk mengikutinya. Saya mengikuti berbagai rangkaian lomba dan kegiatan yang diadakan, seperti Diklat, Pretes, post test, pembuatan video pembelajaran, maupun pada saat sarasehan pengumuman pemenang. Disitulah awal mula saya mengenal HAFECS dan Guru Inovatif, yang selalu mengembangkan kualitas dan memfasilitasi seluruh guru di Indonesia untuk menjadi Guru yang kreatif dan Inovatif. Pada lomba literasi kali ini, saya memang belum bisa mendapatkan juara 1 , 2 maupun 3, tapi Alhamdulillah saya mendapatkan Juara Harapan 1. Kembali lagi peringatan Hari Guru Nasional menjadi ruang bagi saya untuk meraih prestasi dan Juara. 

Penulis Nakah Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa Berbasis TIK Tahun 2022 oleh BPTIK Dikbud Jateng

Pada awal tahun 2022, saya kembali mendapatkan sebuah kejutan yang luar biasa dari BPTIK Dikbud Jateng, dimana saya mendapatkan undangan untuk menjadi Penulis Naskah Pengadaan Alat Praktik dan Peraga TIK berbasis Edugame untuk Siswa SMA se-Jawa Tengah. Pada kegiatan kali ini, saya di percaya oleh BPTIK untuk menjadi salah satu dari 6 Bapak/Ibu guru hebat di Jawa Tengah untuk menulis naskah. Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan terbaik yang pernah saya capai, karena pada kesempatan ini, saya adalah satu satunya dari Kota Surakarta yang terpilih. Saya mengikuti berbagai rangkaian kegiatannya tentunya bukan dengan proses yang mudah. Dimulai dari penyusunan Peta konsep, Garis Besar Isi Media dan Jabaran Media (GBIM dan JM) sampai puncaknya pada penulisan naskah Eduggame yang kurang lebih 70 halaman. Agar nantinya, naskah edugame ini dapat di produksi menjadi Edugame yang layak dan berkualitas untuk bisa digunakan seluruh siswa SMA di Jawa Tengah, saya mengalami berbagai revisi dan bahkan selama waktu pengerjaan jam tidur saya hanya 3 jam setiap harinya. Namun momen momen itu adalah momen yang sangat mengesankan dan tidak terlupakan, karena sayapun menyadari bahwa tidak ada hasil yang besar yang diraih dengan cara mudah. Segalanya menjadi lebih indah karena perjuangan itu. Sebagai penutup kisah dalam artikel ini, pada tanggal 28-29 Maret 2022 lalu saya diundang oleh BPTIK Dikbud Jateng untuk mengikuti kegiatan Finalisasi di salah satu hotel di Semarang. Satu lagi pengalaman yang luar bisa saya dapatkan lagi, pertama kalinya saya menginap di hotel demi tugas negara yang In Syaa Allah berfaedah untuk seluruh siswa di Indonesia. Pada kegiatan itu, saya berkesempatan bertemu dengan bapak ibu guru hebat yang se frekuensi dan menyukai dunia edugame. Saya berharap kesempatan kesempatan seperti itu dapat terus daya dapatkan demi mengembangkan kemampuan saya sebagi seorang Guru, Guru yang tidak hanya sekedar mengajar namun juga Kreatif dan Berinovasi agar bisa mendampingi peserta didik di Indonesia untuk menghadapi kemajuan era digital atau bisa disebut metaverse. Bismillah.

Semoga kisah saya sebagai seorang guru di Indonesia ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membaca dan dapat menjadi salah satu inspirasi bagi seluruh Bapak dan Ibu Guru Hebat di Indonsia untuk terus berkreasi dan berinovasi demi kemajuan Pendidikan di Indonesia di masa mendatang. Barakallahu Fiikum. 

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

GuruKreatifdanInovatifuntukPendidikanEraDigital
Komentar (52)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

DIDIK HENDRIADI, S.Pd.
1 bulan yang lalu

Luar biasa, sangat menginspirasi. Tetap berprestasi


Anis Lutfiati
3 bulan yang lalu

Masyaalah, sangat menginspirasi, semoga bisa mengikuti jejak bu Ima yang gigih dan kreatif. Meskipun mungkin sy tidak muda lagi heheheh


Ima Okvita Ningrum, S.Pd
4 bulan yang lalu

thanks a lot :)


Amelia
4 bulan yang lalu

Inspiratif sekali 👍


Jovita Virgiannisa
4 bulan yang lalu

Sangat Inspiratif 👍


Miftah Khoirunnisa
4 bulan yang lalu

Sangat Inspiratif 👍


Siti Yulaika
4 bulan yang lalu

Sangat inspiratif 👍


Isna sragen
4 bulan yang lalu

Keren👍🏻 berkah manfaat bu


Ryan Duta
4 bulan yang lalu

Berkah selalu bu ima.. 🤲🏻


SMK CITRA MEDIKA SRAGEN
4 bulan yang lalu

Sangat menginspiratippp