Panggilan Merdeka! - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 04 Agu 2023

Panggilan Merdeka!

Sebuah cerita giat tenaga pengajar dalam mempelajari dan menekuni Kurikulum Merdeka

Cerita Guru

AMADEA PRIMROSE NGGEO

Kunjungi Profile
1102x
Bagikan

Dunia pendidikan adalah dunia yang senantiasa dituntut untuk selalu berkembang bahkan berubah. Di Era Society 5.0 ini seluruh guru dituntut untuk dapat menguasai teknologi baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Karakter siswa di era Society 5.0 juga berubah, tidak seperti karakter siswa pada saat revolusi industri, kemerdekaan, dan reformasi. Masing-masing era memiliki kebutuhannya sendiri sesuai dengan lingkungan mereka. Kini, di era society 5.0 seluruh siswa sudah memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi bahkan mereka lahir bersama- sama dengan teknologi. Manajerial sekolah pun juga memiliki perkembangan, dulu setiap instrumen penilaian ditulis di atas kertas kini guru hanya tinggal share e-mail dan dalam hitungan detik semua sudah selesai. Lalu dimana letak tantangannya? tantangannya adalah terletak dalam sumber belajar. Dulu sumber pembelajaran hanyalah seorang guru. Untuk mendapatkan pengetahuan seorang siswa harus sekolah dan mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. Kini, siswa dengan hanya bermodal gadget sudah mendapatkan informasi apapun yang ia dapat, orang tua mulai membanding-bandingkan apa bedanya sekolah dan tidak sekolah? karena semua informasi sudah ada di gadget mereka. Dimanapun kapanpun mereka dapat belajar dan mengakses pengetahuan. Disinilah peran guru perlu ditingkatkan. 

Kurikulum merdeka saat ini menjadi salah satu jawaban dalam menangani siswa yang hidup di era Society 5.0. Peran guru di era ini dituntut untuk menjadi fasilitator siswa dalam proses mereka belajar, guru harus menyadari bahwa masing-masing siswa memiliki kodrat yang berbeda - beda. Tanaman padi tidak bisa dipaksa untuk menjadi tanaman jagung, begitu juga dengan pembelajaran guru harus menyadari bahwa masing-masing siswa memiliki kemampuan atau daya serap yang berbeda-beda. Pola pikir kolonial yang masih melekat pada guru harus segera berubah menjadi pola pikir merdeka. Proses menuju pada perubahan pola pikir atau bahkan paradigma ini tentu membutuhkan waktu yang tidak cepat. Salah satunya adalah memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti In House Training (IHT), sertifikasi, dan pelatihan guru secara berkala. Beberapa waktu lalu, sekolah kami mendapatkan kesempatan dari pemerintah untuk mengikuti In House Training Kurikulum Merdeka bersama pengawas sekolah selama kurang lebih 3 minggu. Waktu, tenaga dan pikiran kami curahkan untuk mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. Pelatihan dimulai pada pukul 07.30 dan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB sore dan dilanjutkan dengan pengerjaan tugas yang wajib dikumpukan pada hari itu juga. Tentu hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi tim kami. Tetapi kami percaya dengan kerjasama tim yang solid maka semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik. 

Gambar. 1.1 Guru Sedang Mengakses Materi In House Training

Sebagai bagian dari tim saya meyakini bahwa kami saling membutuhkan dan saling melengkapi oleh karena, itu ada panggilan di dalamnya. Begitu pula dengan anak didik membutuhkan guru dan guru ada untuk melengkapi mereka itulah panggilan. Panggilan untuk memerdekakan merdeka dalam belajar, panggilan untuk memerdekakan mereka menemukan passion mereka dan meraih cita-cita mereka. Guru harus mampu menjadi arsitek bagi anak didik karena masa depan seorang anak dipertaruhkan dalam proses pengajaran guru. Pembelajaran tidak hanya melulu tentang teori karena teori di era ini sudah dapat diakses di gadget mereka, yang mereka butuhkan adalah pembelajaran sepanjang hayat yang relevan. Setelah ia pulang sekolah dia mengingat, dan bahkan dapat mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari sehingga membawa mereka pada keselamatan dalam hidup. Guru harus bijaksana dan berhikmat dalam memanfaatkan teknologi dan tahu dimana posisi teknologi dalam pemanfaatan pembelajaran sehari-hari. Tes tidak hanya melulu tentang tes tulis, namun bisa dalam bentuk projek, portofolio, atau kinerja proses. Sekolah sudah harus berani merubah sistem yang selalu memakai tes tulis dengan bentuk tes yang beragam. Tidak hanya tentang tes namun kualitas lulusan perlu berkembang. Pada umumnya yang sering dipromosikan adalah siswa yang menang olimpiade maka di era ini sekolah harus memiliki sosok siswa yang membawa berkat bagi hidup orang lain misal; Aktivis Lingkungan, Aktivis Perdamaian, dan peran - peran sosial lainnya. Dengan demikian, sekolah bukan hanya saja memiliki lulusan yang cerdas saja namun sekolah juga memiliki lulusan yang peduli dengan isu-isu sosial maupun lingkungan. Untuk sampai ke tahap ini tentu tidak mudah, karena tidak hanya guru yang paradigmanya dirubah namun paradigma orang tua tentang pendidikan juga perlu dirubah. Semua orang tua tentu mencintai anaknya namun terkadang persepsi dan perwujudannya seringkali keliru. Di masa depan deretan masalah akan semakin sulit, seorang anak harus memiliki kondisi emosional dan ketrampilan softskill yang baik agar mereka dapat mengatasi berbagai persoalan hidup. Ilmu pengetahuan dapat dipelajari melalui internet, video, podcast, dan buku namun, pengalaman hidup didapat pada saat mereka melakukan pembelajaran sepanjang hayat. 

Gambar 1.2 Pelaksanaan In House Training Kurikulum Merdeka di SMK Kristen Petra

Guru, orang tua dan sekolah perlu memiliki hasrat juang untuk mendidik peserta didik di era society 5.0  yang memiliki hasrat juang yang rendah karena semua sudah serba ada dan tersedia. Peserta didik harus memiliki hasrat juang yang tinggi untuk mencapai kemerdekaan hidup mereka sehingga mereka memiliki prinsip hidup untuk diri sendiri dan masyarakat luas. Teknologi sangatlah penting namun jangan sampai peserta didik terlena dengan teknologi dan kurang mendapatkan teladan dari guru dan orang tua. Kurikulum harus dibentuk secara transformatif agar peserta didik memiliki idealisme di masa muda mereka , akhir kata seperti yang disampaikan oleh Papalia dan Olds, pakar pendidikan, dimana anak didik sebagai “…… a time of great idealism, when they become convinced of the need for social change, become outraged at the hypocrisy and the complancency  of society… their contributions can be meaningful”.

Tingkatkan kemampuan dan kreativitas menulis Anda melalui Lomba Artikel Season 4 GuruInovatif.id x Kompas.id. GRATIS!
Dapatkah hadiah JUTAAN rupiah dan beasiswa literasi digital Kompas.id.


Penyunting: Putra

0

13

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Berlaku Etis dalam Mengajar Privat Daring
2 min
Berinovasi untuk Menjadi Lebih Inovatif

verraade100

Jul 21, 2022
3 min
Kisah Guru Jelita Di Era Digital
3 min
Demi Penuhi Harapan Ibu, Ku Seberangi Pulau Untuk Menjadi Guru

DONO SETIAWAN

Apr 23, 2022
3 min
Murid sering Tertidur saat Kamu Mengajar? Ayo Terapkan Trik Inovatif Ini!
4 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB

Kursus Webinar