Published 18 Jan 2023

Mengenal Metode “Talking Stick” untuk Membentuk Keberanian dan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran

Metode pembelajaran “Talking Stick” merupakan metode pembelajaran diskusi kelompok yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif setiap anggota kelompok dalam proses diskusi. Dalam metode ini, guru menyediakan sebuah tongkat dan hanya boleh digunakan oleh anggota kelompok yang sedang berbicara.

Metode Mengajar

Redaksi Guru Inovatif

Kunjungi Profile
Bagikan

"The purpose of education is to replace an empty mind with an open one." - Malcolm Forbes

Pendidikan merupakan ruang terbaik dan terhangat bagi seseorang untuk seluas-luasnya mengembangkan potensi dan meningkatkan keterampilan yang ada dalam dirinya agar dapat bermanfaat dalam masyarakat sosial. Pendidikan adalah langkah terbaik untuk meningkatkan nilai, taraf, dan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, benarlah apa yang dikatakan Malcolm Forbes, seorang wirausahawan tersohor sekaligus penerbit Majalah “Forbes” di Amerika Serikat, bahwa sebuah pendidik bertujuan untuk membentuk seseorang agar memiliki pandangan yang lebih terbuka dan luas. Pemahaman seperti inilah yang berdampak pada efek yang lebih besar seperti kepekaan sosial, empati, dan masih banyak lainnya.  

Sebagai usaha untuk mencapai berbagai manfaat dari pendidikan dibutuhkan interaksi yang harmonis antara lingkungan sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, dan perangkat pendidikan lainnya. Keharmonisan dalam sekolah menjadikan peserta didik merasa aman, nyaman, dan bahagia selama menjalani pembelajaran. Perasaan seperti itulah yang dapat membentuk sifat dan jati diri seseorang untuk selalu termotivasi dan semangat. 

Metode  “Talking Stick”
Susana kelas yang menyenangkan membuat siswa merasa aman dan nyaman (Sumber: Canva)
 

Salah satu langkah paling jitu untuk membentuk suasana kelas yang harmonis dan menyenangkan adalah dengan melakukan variasi terhadap metode pembelajaran. Penyampaian pembelajaran secara bervariasi dapat menghindari suasana kelas yang stagnan dan membosankan. Selain itu, melalui gaya pembelajaran yang berbeda-beda, peserta didik menjadi lebih mudah dalam memahami materi ajar. 

Nah! tahukah Anda bahwa ada sebuah metode pembelajaran yang dapat menjadi solusi agar suasana kelas menjadi tidak jenuh. Metode tersebut dikenal dengan metode “Talking Stick”. Wah, dari namanya saja, metode yang satu ini cukup menarik bukan? 

Apa itu Metode “Talking Stick?”, Bagaimana penerapannya? Apa saja kelebihan dan tantangan dalam penerapannya? Simak penjelasan sampai akhir ya!

Metode Talking Stick

Berbeda dengan metode-metode pembelajaran sebelumnya, metode “Talking Stick” terkesan lebih nyentrik. Namun, apa sih yang nyentrik dari metode tersebut?

Metode  “Talking Stick”
Guru menggunakan stick sebagai alat bantu pembelajaran (Sumber: Canva)
 

Metode pembelajaran “Talking Stick” merupakan metode pembelajaran diskusi kelompok yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif setiap anggota kelompok dalam proses diskusi. Dalam metode ini, guru menyediakan sebuah "Talking Stick" atau tongkat pembicara yang hanya boleh digunakan oleh anggota kelompok yang sedang berbicara. Pada tahap lanjutan, berbagai variasi bermunculan. Namun, ciri utama dalam metode ini tetap menempatkan alat bantu “stick” atau tongkat sebagai media bantu pembelajaran. 

Selain itu, tahukah Anda bahwa konsep yang diusung dalam metode “Talking Stick” merupakan bentuk gubahan dari budaya suku tradisional di Amerika Utara?

Wah unik sekali ya! jadi, pada zaman dahulu, suku-suku tradisional di Amerika Utara menggunakan tongkat untuk menentukan siapa saja yang boleh berbicara dalam sebuah pertemuan. Tradisi ini kemudian dikembangkan dalam konteks pendidikan oleh para pendidik yang berusaha menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan partisipatif. Metode ini sekarang digunakan dalam berbagai jenis pendidikan, termasuk pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta pendidikan inklusi. 

Penerapan Metode Talking Stick dalam Pembelajaran

Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat Bapak/Ibu lakukan saat akan memulai pembelajaran dengan metode “Talking Stick”. Namun, Anda juga perlu menyesuaikan dengan situasi di dalam kelas. Berikut uraiannya.

1. Bagilah Peserta Didik ke dalam Kelompok-Kelompok Kecil

Pada tahap pertama, bagilah peserta didik ke dalam kelompok beranggotakan 5–7 orang. Setelah kelompok berhasil terbentuk maka berikanlah setiap kelompok sebuah ‘tongkat’ yang dapat mereka gunakan sebagai alat bantu diskusi.

2. Informasikanlah Tujuan dan Peraturan Pembelajaran

Setelah membentuk kelompok, Anda dapat menentukan tujuan dari penerapan metode tersebut, seperti meningkatkan partisipasi aktif siswa, membantu siswa untuk berdiskusi, atau lainnya. Selain itu, jelaskanlah aturan yang digunakan dalam penerapan metode ini, seperti siapa yang diizinkan untuk berbicara, bagaimana cara memegang tongkat, dan sebagainya.

Metode  “Talking Stick”
Guru menjelaskan tujuan dan peraturan metode “Talking Stick” (Sumber: Canva)

3. Berikanlah Peserta Didik Topik Pembahasan

Anda harus menentukan topik atau materi yang akan dibahas dalam kelas dan memberikan petunjuk yang jelas mengenai topik tersebut.

4. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metode “Talking Stick

Berikanlah peserta didik waktu sekitar 30–40 menit untuk memahami materi pembelajaran. Setelah itu, siswa menutup materi pembelajaran dan kembali ke dalam kelompok masing-masing. Apabila situasi telah kondusif, silakan berikan siswa beberapa pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan materi ajar. Bapak/Ibu dapat memberikan tongkat kepada salah satu siswa terpilih. Mintalah siswa tersebut untuk menjelaskan pertanyaan yang telah diberikan sebelumnya. Dalam tahap yang lebih kreatif, Bapak/Ibu dapat memutar musik lalu menggilirkan tongkat, siswa yang mendapatkan tongkat saat musik berhenti dapat menjawab pertanyaan yang diberikan. 

Metode  “Talking Stick”
Guru memberikan waktu kepada siswa untuk memahami materi terlebih dahulu (Sumber: Canva)

5. Pemantauan

Anda harus menjaga fokus dan konsentrasi dalam percakapan dengan mengingatkan siswa tentang aturan yang digunakan dalam penerapan metode ini. Selain itu, pastikanlah setiap siswa memiliki porsi bicara yang sama untuk menghindari kecemburuan dalam pembelajaran.

6. Evaluasi

Setelah pelaksanaan selesai, berikanlah umpan balik kepada siswa. Bapak/Ibu juga dapat memberikan hadiah kepada kelompok yang perwakilannya paling banyak menjawab pertanyaan dengan benar sebagai bentuk apresiasi. Berikanlah juga mereka motivasi untuk selalu giat dalam pembelajaran.

Kelebihan Metode “Talking Stick

Metode  “Talking Stick”
Siswa menjadi semangat dan aktif dalam pembelajaran (Sumber: Canva)

Metode pembelajaran yang interaktif dan komunikatif dapat membangkitkan semangat peserta didik. Semangat tersebut merupakan modal bagi mereka untuk selalu termotivasi dalam pembelajaran. Selain dapat membentuk suasana kelas yang menarik dan menyenangkan, berikut beberapa kelebihan lainnya dalam metode “Talking Stick

1. Meningkatkan keterampilan bicara dan Public Speaking

Dalam metode “Talking Stick” setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama dalam pembelajaran. Peserta didik yang mendapatkan tongkat harus menjawab pertanyaan atau menyampaikan argumennya sehingga dapat melatih keterampilan bicara peserta didik dalam pembelajaran. 

2. Melatih peserta didik untuk mendengarkan argumen dan pendapat orang lain

Selain dapat melatih peserta didik untuk terampil berbicara, metode “Talking Stick” juga membantu peserta didik untuk mendengarkan argumen. Hal ini penting mengingat keterampilan mendengarkan juga merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam pembelajaran. 

3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis

Sistem pembelajaran metode ini memungkinkan peserta didik untuk fokus memahami materi ajar. Pemahaman tersebut dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. 

4. Membentuk suasana kelas yang interaktif

Interaksi dua arah antara tenaga pendidik dan peserta didik dapat membentuk suasana kelas menjadi lebih interaktif. Suasana kelas yang interaktif dapat memberikan kemudahan bagi siswa memahami materi ajar dengan lebih baik. 

5. Meningkatkan minat belajar peserta didik

Metode “Talking Stick” dapat meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya komunikasi yang aktif antara guru dan siswa. 

Tantangan dalam Metode “Talking Stick

Metode  “Talking Stick”
Salah satu tantangan penerapan metode “talking stick” adalah mengontrol suasana kelas agar kondusif (Sumber: Canva)

Selain berbagai kelebihan yang telah disebutkan sebelumnya, Bapak/Ibu juga akan berhadapan dengan berbagai tantangan seperti sulitnya mengontrol situasi kelas akan lebih kondusif. Berikut merupakan beberapa tantangan yang akan Anda hadapi.

  1. Siswa yang malu atau kurang percaya diri mungkin tidak mau atau kesulitan untuk berbicara ketika memegang tongkat, sehingga tidak dapat mengambil bagian dalam diskusi.
  2. Metode ini mungkin tidak cocok untuk siswa yang memiliki masalah pembelajaran seperti disleksia atau autisme yang mungkin kesulitan untuk berbicara di depan kelas.
  3. Metode ini mungkin tidak cocok untuk kelas yang memiliki jumlah siswa yang banyak, karena dapat memakan waktu yang cukup lama untuk memungkinkan setiap siswa berbicara.
  4. Metode ini mungkin tidak cocok untuk siswa yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang topik yang dibahas, sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi.
  5. Siswa mungkin merasa tidak nyaman jika tidak dapat berbicara dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga dapat mengurangi motivasi dan minat belajar.

Itulah beberapa informasi terkait metode pembelajaran “Talking Stick". Tim Guru Inovatif berharap untuk Bapak/Ibu dapat mengaplikasikan metode tersebut dalam pembelajaran sebagai salah satu variasi terbaru dalam pembelajaran. Suasana kelas yang menyenangkan dan interaktif akan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik akan mendapatkan capaian hasil pembelajaran yang maksimal. Semangat untuk semua guru di Indonesia! Maju terus pendidikan bangsa! Salam Inovatif! 

Ayo bergabung dengan paket membership GuruInovatif.id sekarang! Ini adalah kesempatan terbaik bagi Anda untuk meningkatkan kemampuan serta karir Anda sebagai tenaga pendidik. Dengan bergabung dalam paket membership kami, Anda akan mendapatkan akses ke konten premium yang tidak tersedia bagi pengunjung biasa. Anda juga akan mendapatkan diskon harga untuk produk dan layanan yang kami tawarkan. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan layanan pelanggan prioritas dari tim kami. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Ayo bergabung dengan paket membership kami sekarang juga!


Penulis: Yandi Chidlir

Editor: Putra

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Related Post

Menarik Untuk Guru! Merancang Dialog Pedagogik Siswa Untuk Berpikir Kritis Dan Kreatif dengan Model

Hafecs HRP

Nov 30, 2021
6 min
Tips mengatasi kejenuhan belajar dirumah maupun di sekolah

Atik Barokah Waladiyah, M.Pd

Jul 10, 2022
4 min
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB dengan Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions

Aries Fauzan Najib K, S.Pd.

Jul 14, 2022
4 min
Game Edukasi Wordwall, Solusi Mengatasi Kejenuhan dalam Pembelajaran

Redaksi Guru Inovatif

Dec 16, 2022
4 min
Mengenal STAD, Metode Pembelajaran Interaktif dan Komunikatif

Redaksi Guru Inovatif

Nov 15, 2022
5 min
APLIKASI DUGEM PADA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI

ANNA RUSMIYATI, S. Sos

Jun 30, 2022
3 min

GuruInovatif.id adalah Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru. Bangun keterampilan mengajar dengan kursus, webinar, dan sertifikat.


Copyright © 2022. GuruInovatif.id. All rights reserved. Guru Inovatif untuk pendidikan Indonesia