Guru penggerak adalah langkah awal menjadi pemimpin pembelajaran masa depan - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 27 Jan 2023

Guru penggerak adalah langkah awal menjadi pemimpin pembelajaran masa depan

Alasan saya yang lain kenapa saya ingin menjadi guru penggerak adalah dengan menjadi guru penggerak saya akan dapat lebih jauh lagi dalam memhami filosofi pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan di Indonesia.

Cerita Guru

Puji Anisa, S. Pd

Kunjungi Profile
5364x
Bagikan

Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak?

Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?

Menurut saya guru yang seharusnya adalah guru yang dapat memahami peserta didik lebih dari peserta didik itu sendiri. Pendidik yang ideal adalah pendidik yang profesional dalam peranannya sebagai pendidik, pengajar, pelatih, inovator, dan motivator bagi peserta didik. Selain itu, pendidik yang baik adalah pendidik yang secara sadar harus terus berkembang dan terus optimis dalam melatih kemampuan dirinya guna menunjukkan kasih sayang yang sesungguhnya terhadap peserta didik. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi. Kompetensi tersebut diperoleh pendidik melalui pendidikan, pelatihan, dan belajar mandiri dengan memanfaatkan sumber belajar agar mempunyai kualitas diri yang baik serta unggul. Adapun hal yang saya lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut adalah dengan melakukan berbagai pengembangan diri sebagai tenaga pengajar dan tenaga pendidik guna memenuhi dan meningkatkan kualifikasi diri yang sesuai dengan petunjuk pemerintah. Misalnya dengan mengikuti beberapa pelatihan, belajar mandiri, serta memanfaatkan beberapa sumber belajar yang ada untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.

Peran saya sebagai Guru Penggerak

Saya mempunyai kelebihan meskipun pasti masih banyak kekurangan, yaitu saya menyukai belajar dan tantangan baru dalam dunia pendidikan. Mengajar adalah hobi bagi saya, kesenangan yang menurut saya adalah panggilan jiwa, dari hati yang terdalam membantu peserta didik menemukan jati diri mereka, mengembangkan diri mereka, serta membantu mereka, para peserta didik. Dalam menghadapi tantangan baru dalam dunia nyata. Selain itu, saya merasa mampu dalam upaya untuk memberikan suatu perubahan dinamika belajar pada peserta didik, dengan cara saya membuat model, metode, maupun strategi pembelajaran yang sifatnya menyenangkan, inovatif, dan berpusat kepada peserta didik. Dengan demikian saya harus dapat mempersiapkan bekal diri kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi berharap bisa menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah, dan hal tersebut dapat saya peroleh apabila saya diterima dan menjadi salah satu dari guru penggerak di kabupaten saya.

Alasan saya yang lain kenapa saya ingin menjadi guru penggerak adalah dengan menjadi guru penggerak saya akan dapat lebih jauh lagi dalam memahami filosofi pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan di Indonesia. Adapun kaitannya tentang teori belajarnya yang dijadikan acuan dalam merubah paradigma kehidupan belajar di era sekarang ini dengan menerapkan pendidikan yang menghamba kepada anak dengan pedoman tiga semboyan yaitu:

  • Ing ngarsa sing tuladha, yang artinya sebagai seorang guru apabila di depan memberikan contoh yang baik;
  • Ing madya mangun karsa, yang artinya apabila berada di tengah guru bisa membangun motivasi dan kekuatan;
  • Tut wuri handayani, yang artinya sebagai seorang guru apabila berada di belakang memberikan dorongan yang baik kepada siswa.

Di samping mengemban misi keilmuan agar peserta didik menguasai ilmu dan pengetahuan, pendidik juga seharusnya mengemban misi besar yaitu mengarahkan peserta didik untuk mengoptimalkan dan mengembangkan potensi murid baik potensi kognitif, afektif dan psikomotorik sesuai dengan tujuan pendidikan yang sudah digariskan. Dan saya ingin menjadi seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik dengan baik dan benar. 

Contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya berdasarkan inisiatif sendiri

Selama mengajar lebih dari 13 tahun, contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif saya sendiri tentu tidaklah sedikit. Perubahan mengenai pola penanganan peserta didik yang bermasalah terutama mengebai kenakalan peserta didik, pada awal saya mengajar saya menemulai berbagai macam karakter peserta didik, saya berusaha memahami mereka dengan berbagai kenakalannya. Ketika saya menjadi wali kelas peserta didik kelas 12 pada waktu itu, saya menghadapi masalah kenakalan siswa kelas 12 yaitu mencoba minum minuman keras bersama peserta didik dari sekolah lain. Mengingat kesalahan tersebut dengan segala konsekuensi di peraturan yang tidak dapat dielakkan, maka peserta didik tersebut harus dikeluarkan dari sekolah. Mengingat karakter peserta didik dan memahami mereka secara mendalam, tanpa membenarkan kesalahan yang mereka perbuat, saya mengusulkan untuk adanya kerjasama dengan TNI dan POLRI guna pembinaan para siswa bermasalah sebelum adanya penegakan peraturan secara keseluruhan. Hal tersebut saya usulkan dengan persetujuan kepala sekolah, wali murid, dan komite sekolah dengan pembiayaan yang disepakati bersama. Dan sejak saat itulah SMK Diponegoro terus menjalin kerjasama dengan TNI dan POLRI dalam pembinaan peserta didik mengenai kedisiplinan dan peraturan di sekolah.

Inovasi berikutnya adalah adanya gagasan kolaborasi antara saya sebagai guru bahasa Indonesia dengan guru lain di SMK Diponegoro Banyuputih. Hal tersebut sudah berjalan sejak lama sebelum adanya Kurikulum Merdeka yang digalakkan sekarang ini. Sistem kolaborasi tersebut diantaranya saya lakukan bersama dengan ketua program jurusan atau ketua program studi di satuan pendidikan mengenai hal apa yang beliau inginkan guna mengoptimalkan peserta didik pada jurusannya. Pada Ketua program Studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) menginginkan peserta didiknya untuk pandai dalam berbicara, dan membuat laporan. Maka dari dasar tersebut maka saya sebagai guru Bahasa Indonesia harus mengoptimalkan peserta didik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Adapun hal yang saya lakukan adalah dengan menciptakan model pembelajan baru, yang lebih inovatif, serta menyenangkan bagi peserta didik. Dengan demikian tujuan pembelajaran yang telah digariskan bersama dengan ketua program studi tersebut dapat tercapai dengan bak dan maksimal. Kolaborasi pembelajaran tersebut saya lakukan juga bersama dengan guru lain, yaitu guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK), guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta ketua program studi lain yaitu Perbankan Syariah (PS), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Dengan demikian terlaksanalah pelaksanaan pembelajaran dengan model, metode, dan strategi pembelajaran baru yang sesuai untuk peserta didik. Selain itu pembelajaran yang berdiferensiasi adalah pembelajaran yang sudah saya terapkan sejak lama di pembelajaran saya. Peserta didik yang heterogen adalah dasar dari pembelajaran tersebut. Peserta didik bebas memilih tema yang berbeda, memilih proses pembelajaran yang berbeda, serta bebas memilih produk pembelajaran yang berbeda pula. Dengan demikian pembelajaran berdiferensiasi tersebut bukanlah pembelajaran yang individual, akan tetapi lebih cenderung kepada pembelajaran yang mengakomodir kekuatan dan kebutuhan belajar siswa dengan strategi pembelajaran yang independen dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Penulis: Puji Anisa, S. Pd.
Editor: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Edukasi Digital Melalui Pengembangan Aplikasi Aku Pintar Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Digital Siswa dan Guru

Danang Mahmudi

Sep 06, 2023
3 min
Belajar Matematika Mudah, Asyik, dan Menyenangkan di Era Digital
13 min
Menjadi Guru Produktif di Ruang Digital

WINDI ASTUTI

Sep 05, 2023
7 min
Asmaraloka "Sebuah Perubahan"

Muliana

Apr 19, 2022
3 min
Menjadi Guru Inovatif, Dimulai dengan Menjadi Guru yang Inisiatif Terlebih Dahulu
Problem Solving Guru Inklusi Sekolah Dasar

DONO SETIAWAN

Jul 02, 2022
3 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB