Junk Food vs Remaja - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 22 Jul 2022

Junk Food vs Remaja

Sudah pesan makanan, minuman, jajanan di ojek online berapa kali hari ini? Berapa kali dalam seminggu ini? Sudah makan mie seduh pedas dan panas berapa kali hari ini? Sudah makan sayur hari ini? Sudahkah air putihmu cukup untuk hari ini?  Kenapa sih? Salah ya makan? Kan enak enak? Kan yang penting kenyang dan hati tenang? Assalamualaikum junk food. Terimakasih sudah membuat kami kenyang. Iya hanya kenyang. Terus kita harus jajan apa dan gimana sih baiknya? Yuk cari tau lebih dalam tentang pergizian perut!

Refleksi

Fatkhul Aisyah, S.Kep

Kunjungi Profile
3702x
Bagikan

Sudah pesan makanan, minuman, jajanan di ojek online berapa kali hari ini? Berapa kali dalam seminggu ini? Sudah makan mie seduh pedas dan panas berapa kali hari ini? Sudah makan sayur hari ini? Sudahkah air putihmu cukup untuk hari ini?  Kenapa sih? Salah ya makan? Kan enak enak? Kan yang penting kenyang dan hati tenang? Assalamualaikum junk food. Terimakasih sudah membuat kami kenyang. Iya hanya kenyang. Terus kita harus jajan apa dan gimana sih baiknya? Yuk cari tau lebih dalam tentang pergizian perut!

Ketika kita mengetik di google, “junk food” pasti yang keluar adalah dampak buruk, awas jangan makan banyak, hati hati, dan lain sebagainya. Ya benar sekali, istilah yang tepat adalah hati hati. Junk food adalah makanan yang mempunyai kalori tinggi tapi nilai gizinya sedikit alias minim atau sama sekali tidak ada nilai gizinya. Saat ini junk food menjadi salah satu makanan yang jadi primadona terutama di kalangan remaja. Makanan ini sangat beragam mulai dari makanan ringan hingga makanan utama. Junk food merupakan istilah informal yang diterapkan untuk beberapa makanan yang dianggap memiliki nilai gizi sedikit atau tidak ada. Junk food ada di dalam makanan yang tinggi kadar garamnya, tinggi lemak, mengandung soda, makanan yang mengandung bahan aditif yaitu pengawet, pewarna, pemanis buatan, penambah cita rasa. Makanan yang dimasak terlalu lama atau dihangatkan berulang ulang. Makanan kaleng atau olahan, maupun snack baik rasa asin atau manis. Meskipun memiliki rasa yang enak, junk food yang mengandung banyak lemak, garam,dan gula, termasuk bahan tambahan dan bahan adiktif sintetik dapat berpotensi menimbulkan banyak penyakit, dari yang ringan seperti diare, konstipasi, sakit tenggorokan, sampai yang berat, seperti obesitas, diabetes, rematik, hipertensi, serangan jantung, struk, hingga kangker.

Sebentar, apa bedanya junk food dengan fast food? Meskipun kedua hal ini memang punya kemiripan, tapi bukan berarti semua fast food adalah junk food maupun sebaliknya. Secara sederhana fast food adalah makanan cepat saji, makanan yang diproses cepat tanpa membutuhkan waktu lama untuk menyajikannya. Fast food menekankan pada penyajiannya cepat karena sebelumnya sudah di olah. Berarti kalau kita beli pecel atau gado gado fast food dong? Iya karena sayurnya sudah melalui proses pembersihan hingga perebusan. Sementara junk food adalah “makanan sampah” yang kandungan nutrisinya sedikit cenderung tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Junk food memang kebanyakan rasanya enak dan digemari banyak orang. Permen, soda,mie, makaroni, merupakan makanan kegemaran yang menyumbang banyak zat zat aditif, pemanis buatan, karbohidrat berlebih yang jika kita konsumsi terus menerus tubuh kita akan menimbun beberapa penyakit. Ada fast food yang tergolong makanan yang tidak sehat, karena mengandung lemak jenuh dan kolesterol dari proses menggoreng. Namun, ada juga yang merupakan makanan sehat. Salad sebagai contohnya.

Sebagai seorang remaja yang memerlukan banyak energi untuk memenuhi tugas perkembangannya, baiknya kita harus banyak memperhatikan gizi yang masuk dan keluar dari tubuh kita. dalam buku panduan gizi dan kesehatan remaja yang ditulis oleh Dyah Umiyarni S.K.M., M.S.I menerangkan bahwa masalah status gizi anak usia remaja masih sangat tinggi diiringi dengan masalah remaja yang sudah mulai mengenal body image, gaya hidup, dan informasi digital yang sangat cepat. Lalu apakah kita dilarang makan junk food? Tidak, kita boleh makan tetapi dengan porsi dan batasan yang tepat agar kita terhindar dari banyak penyakit nantinya. Mengonsumsi makanan jenis ini saja tidak akan mencukupi kebutuhan nutrisi. Oleh karena itu, terlalu banyak mengonsumsinya, bisa menyebabkan penyakit kekurangan nutrisi. Minimnya vitamin penting seperti A dan C, serta mineral magnesium dan kalsium, memicu terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis). Contohnya kombinasi populer dari burger, kentang goreng dan soda bisa membuat asupan kalori kita melewati batas normal. Jika melampaui 1.000 kalori, maka akan muncul risiko kenaikan berat badan. Menurut kemenkes, tubuh yang kekurangan nutrisi penting akibat konsumsi junk food juga mengalami dampak buruk bagi kesehatan tubuh dibawah ini:

1. Serangan jantung dan stroke

makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh bisa memicu penyumbatan arteri. Kondisi ini disebut aterosklerosis, dan bisa menyebabkan serangan jantung serta stroke

2. Tekanan Darah Tinggi

Dikenal juga dengan hipertensi, bahaya junk food ini bisa terjadi akibat konsumsi natrium atau garam berlebihan. Biasanya, makanan ini terasa asin sehingga tinggi natrium. Hipertensi ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Kanker

Bahaya junk food terutama jenis daging olahan, seperti sosis, daging asap nugget, juga meningkatkan resiko kanker, terutama kanker usus besar

4. Diabetes

Bahaya junk food yang tinggi kalori dan rendah vitamin dan serat, bisa membuat kadar gula darah naik drastis. Selain itu, makanan tidak sehat ini juga mengandung lemak trans yang memicu penumpukan lemak pada perut. Hal ini membuat hormon insulin tidak bekerja dengan optimal (resisten insulin) sehingga gula darah pun tidak terkendalikan dengan baik.

5. Gangguan Ginjal

Kandungan natrium di dalam makanan ini diketahui cukup tinggi. Hal ini ternyata dapat berdampak buruk bagi kinerja ginjal. Jika sudah terkena gangguan ginjal, tubuh jadi tidak dapat menyaring racun dalam darah dengan baik.

6. Kecanduan Junkfood

Saat makan junk food otak langsung mengingatnya bila kita menyukainya. Jadi, otak pun selalu mengingat makanan iin membawa kebahagiaan dan membuat Anda makan lebih banyak. Padahal, semakin banyak konsumsi, semakin banyak bahaya yang akan Anda alami.

Lalu bagaiamana cara kita untuk jajan sehat dan tidak banyak makan junk food? yuk kita pahami pesan umum gizi seimbang di bawah ini 

  1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan setiap kali kita makan dan sudah disediakan makanan dengan baik oleh orang tua kita, atau misal kita berada di pondok, asrama sudah disediakan oleh ibu ibu juru masak.
  2. Perbanyak makan sayur dan buah buahan
  3. Biasakan sarapan untuk menunjang energi pada kegiatan kita sehari hari
  4. Biasakan untuk mengkonsumsi ikan dan sumber protein yang lain
  5. Batasi konsumsi makanan yang manis, asin, dan berlemak
  6. Minum air 8 gelas per hari
  7. Biasakan untuk membaca label informasi nilai saji pada kemasan makanan yang kita makan
  8. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan
  9. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan norma
  10. Batasi Mengonsumsi makanan cepat saji, jajanan, dan makanan selingan yang banyak kalori

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Cara Parenting pada Anak yang Harus Dihindari Orang Tua
2 min
Mengenal Lebih Dekat Insomnia dan Kiat-Kiat Ampuh Mengatasinya
5 min
6 Kecerdasan Inilah yang Mempengaruhi Kemampuan Berpikir dan Kesuksesan Tiap Manusia
3 min
Meningkatkan Keterampilan Berbahasa dan Kosakata Bahasa Inggris dengan Aplikasi Spelling Bee
4 min
Guru pun mengalami Burnout, Apa itu Burnout?
2 min
Penting! Kenali Lima Faktor Penghambat Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran
4 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB