TEMATIK Chemoentrepreneurship melalui Pembuatan Batik Gesek Godong Pada Praktikum Kimia Indikator Alam Senyawa Asam-Basa Guna Meningkatkan Kreativitas dan Minat Berwirausaha Siswa - Guruinovatif.id

Diterbitkan 27 Apr 2026

TEMATIK Chemoentrepreneurship melalui Pembuatan Batik Gesek Godong Pada Praktikum Kimia Indikator Alam Senyawa Asam-Basa Guna Meningkatkan Kreativitas dan Minat Berwirausaha Siswa

Inovasi praktikum kimia pada Materi Indikator Alam Senyawa Asam Basa melalui pembuatan Kerajinan Batik Gesek Godong. Konsep perubahan warna indikator alam dimanfaatakan sebagai pewarna kain. Model pembelajaran yang diterapkan penulis adalah pembelajaran TEMATIK Chemoentrepreneurship (TCEP).

Metode Mengajar

LISA NOPILDA, S.Si, M.Pd

Kunjungi Profile
2x
Bagikan

     Penulis melakukan observasi  kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Kimia SMK Kabuapaten Banyuasin  terhdap kegiatan praktikum kimia  pada Materi Indikator Alam Senyawa Asam Basa di kelas X SMK. Hasil observasi didapat  bahwa (1)  selama ini praktikum kurang dikaitkan dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari hari, (2) pengetahuan siswa hanya sebatas  ‘menghapal’  tanaman  yang bisa dijadikan indikator alam, (3) materi pelajaran tidak bermakna karena  tidak dikaitkan dengan kompetensi  siswa SMK yang ‘ siap kerja dan siap berwirausaha’, serta  (4) kegiatan praktikum terasa monoton, dan   kurang menyenangkan  sehingga  siswa kurang termotivasi dan (5) hasil belajar siswa rendah.  

Berdasarkan kajian empirik tersebut penulis melakukan inovasi praktikum kimia pada Materi Indikator Alam Senyawa Asam Basa melalui pembuatan Kerajinan Batik Gesek Godong. Konsep  perubahan warna indikator alam dimanfaatakan  sebagai pewarna kain. Model pembelajaran yang diterapkan penulis adalah pembelajaran berorientasi Chemoentrepreneurship (CEP). Sudharsono dkk (2019) menyatakan pembelajaran berorientasi CEP mengajarkan siswa untuk menerapkan proses pengolahan suatu bahan dengan konsep ilmu kimia menjadi produk yang bermanfaat, dan bernilai ekonomi serta diharapkan  memotivasi siswa untuk berwirausaha. 

      Proses pembuatan Batik Gesek Godong  adalah daun kering yang dicelupkan pada pewarna alam (seperti kuntit, bunga telang ataupun kayu secang) selanjutnya daun kering  digesek pada kain menghasilkan pola daun   berwarna warni yang indah sesuai dengan pewarna alam yang ditambahkan. Produk kerajinan  Batik Gesek Godong berorientasi CEP akan berbeda dengan produk-produk kerajinan kain  lainnya. Produk Batik Gesek Godong menjadi  lebih ramah lingkungan (eco green), dirancang dengan konsep-konsep sains, mengakar pada pengetahuan, minimasi limbah, dan berbasis pengetahuan kearifan lokal (Indigenous knowledge), sehingga kerusakan   lingkungan dapat dikurangi. Diharapkan   praktikum  kimia menjadi pembelajaran kontekstual, lebih bermakna, bermanfaat, menyenangkan dan  bisa diaplikasikan menjadi produk ekonomi kreatif (kewirausahaan siswa) sehingga mampu meningkatkan  hasil belajar siswa, serta  menumbuhkan  kreativitas dan minat berwirausaha siswa.

     Penulis menerapkan model pembelajaran CEP dengan inovasi sintaks atau langkah kegiatan pembelajaran yang dinamakan ‘TEMATIK’ sehingga selanjutnya disebut  sebagai ‘TEMATIK Chemoentrepreneurship (TCEP). TEMATIK merupakan akronim 7 langkah  kegiatan pembelajaran yakni (1) Tumbuhkan rasa ingin tahu, (2) Eksplorasi pengetahuan dengan literasi, (3) Mendayagunakan sumber daya alam di sekitar,  (4) Analisis masalah,  (5) Tunjukkan karyamu,  (6) Improvisasi Produk, serta  (7) Kesimpulan  dan Refleksi diri.  Proses pembelajaran di kelas dijelaskan berdasarkan tahapan TEMATIK. Tahap pertama TEMATIK, Tumbuhkan rasa ingin tahu guru memberi pertanyaan yang mengaitkan dengan materi sebelumnya serta motivasi siswa untuk semangat mengikuti pelajaran hari ini. Guru menjelaskan fenomena bunga Hydrangea yang unik. Bunga ini bisa berubah warna, mulai dari putih, merah, hingga ungu.  Perubahan warna pada bunga ini disesuaikan dengan pH (derajat keasaman) akar pada tanah. Bunga ini akan berwarna merah jika pH netral, berwarna ungu jika pH asam dan berwarna biru jika pH basa. Rasa ingin tahu siswa ditunjukkan dalam respon, tanggapan dan pertanyaan singkat di awal pelajaran

     Tahap kedua TEMATIK, Eksplorasi pengetahuan. Guru  mengajak siswa berliterasi  untuk mendapatkan  pengetahuan berupa  konsep, fakta, dan materi konstektual yang berhubungan dengan Indikator Alam Senyawa Asam Basa.   Tahap ketiga TEMATIK, Mendayagunakan suber daya alam di sekitarmu. Guru mendorong siswa dengan  minat, ide dan berpikir kritis melalui observasi tanaman indikator alam apa saja yang bisa dijadikan pewarna alam. Siswa menyelidiki bunga, daun, batang serta buah yang memiliki warna zat antosinin agar bisa dimanfaatkan ebagai pewarna alam. Selanjutnya tanaman itu diolah  menjadi larutan pewarna alam yang siap digunakan. Tahap keempat TEMATIK,  Analisis Masalah. Guru membimbing   siswa untuk menganalisis perubahan warna indikator alam dengan penambahan larutan asam,  larutan basa, dan netral melalui praktik pengujian indikator alam berdasarkan pH atau derajat keasamannya.  Lembar kerja praktik, video pembelajaran serta materi yang ada pada LKPD digital menjadi pedoman belajar siswa.. Guru  memberikan kesempatan siswa untuk bekerja secara mandiri, atau berkelompok, dan sesuai minat dan kebiasaan belajar guna mendapatkan potensi peserta didik dan terpenuhinya kebutuhan belajarnya. 

     Tahap kelima TEMATIK, Tunjukkan karyamu. Siswa setelah melakukan pengujian beragam tanaman dan mendapatkan variasi warna jika indikator alam dalam larutan  asam, basa, dan netral. Guru memberikan contoh dengan demonstrasi langsung pembuatan Batik Gesek Godong atau melalui video,  dan memperlihatkan produk Batik Gesek Godong yang sudah dibuat . Siswa mulai melakukan praktik pembuatan  Batik Gesek Godong. Proses ini dimulai dari kegiatan mordan kain agar lilin yang menempel pada kain hilang, pori-pori kain terbuka dan siap untuk diberi warna. Mordan kain dilakukan dengan menambahkan tawas. Proses selanjutnya menyiapkan daun kering yang terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran, kemudian dicelupkan pada pewarna alam seperti kunyit, kayu secang, kol ungu, dan bunga sepatu dan sebagainya yang telah diberi larutan jeruk nipis, asam sitrun, kapur sirih   dan  soda ash. 

     Proses pewarnaan daun kering juga bisa dilakukan dengan mengoles kuas dengan larutan pewarna alam secara merata. Selanjutnya daun kering ditempelkan pada kain, ditutup koran kemudian digesek dengan pipa pralon agar benar-benar menempel sempurana dan jika dirasakan sempurna maka daun diangkat dan terbentuklah pola daun pada kain sesuai warna yang diberikan. Tahap akhir dilakukan fiksasi kain guna mengunci warna agar tidak luntur. Proses fiksasi dengan penambahan tawas agar warna yang dihasilkan lebih terang. Proses fiksasi bisa dilakukan 6 sampai 7 kali agar warna melekat pada kain dengan sempurna,

Tahap keenam TEMATIK, Improvisasi produk. Tahap ini guru melakukan pembelajaran ‘berdifferensiasi produk’. Guru memberi ruang kreativitas dan minat berwirausaha siswa. Kreativitas siswa  menjadikan pola daun tidak hanya digesek namun juga bisa dilukis, diberi warna degredasi sehingga warna dan bentuk daun lebih indah dan bervariasi. Minat berwirausaha siswa menjadikan siswa membuat Batik Gesek Godong pada beragam produk seperti tas kain, baju kaos, sepatu, jilbab, hiasan dinding, dan sarung bantal 

Tahap ketujuh TEMATIK, Kesimpulan dan refleksi diri. Guru melakukan diskusi  kelas untuk mengetahui apa saja yang pengetahuan dan keterampilan yang telah dicapai siswa dan diakhir kegiatan guru meminta siswa untuk memberikan kesimpulan  materi pelajaran hari ini. Guru memberikan posttest online kepada siswa. Penilaian dan Observasi guru terhadap kreativitas  dan minat berwirausaha siswa meningkat, juga    peningkatan hasil belajar siswa dengan nilai pretest 50,67  menjadi posttest 88,75. Pada akhir proses pembelajaran, guru meminta siswa untuk berbagi pengalaman,  apa saja kendala yang mereka temukan dan solusi yang mereka tempuh selama pembuatan Batik Gesek Godong. Salah satu perwakilan siswa menjelaskan  pada praktik, siswa menemukan sendiri kendala sekaligus menemukan solusinya dalam pembuatan Kerajinan Batik Gesek Godong yakni pewarnaan alam mudah luntur sehingga diperlukan  bahan penguat salah satunya adalah susu kedelai ditambah dengan pengolesan warna dengan kuas. Pengetahuan ini mereka dapat dari penelusuran literature/ literasi dan bertanya langsung ke orang tua atau masyarakat sekitar tempat tinggal mereka. 

Pembuatan Batik Gesek Godong tidak hanya sampai di kelas saja namun mengisi Unit Produksi (UP) sekolah dan juga mengikuti pameran produk siswa SMK.  Hal ini memacu semangat siswa untuk produktif karena bisa menghasilkan uang jajan .Pembuatan Batik Gesek Godong juga diterapkan dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Kewirausahaan.  Guru sebagai Pembina Sekolah  Pencipta Wiraausaha mengajak siswa untuk mengisi waktu luang mereka dengan membuat jilbab dan Baju Kaos  Batik Gesek Godong yang dijual di Toko Oleh-Oleh SMK di Palembang. Berbagai produk Batik Gesek Godong juga sudah banyak dikenal masyarakat sehingga menerima kunjungan dari pihak luar yang ingin belajar, dan bekerjasama dalam pembuatan batik gesek godong sepertidari DinasPMD Kabupaten Banyuasin dan Bank Daerah Sumsel Babel/ 

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Komunitas