Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang digadang Pak Menteri Abdul Mu’ti merupakan salah satu wujud usaha terwujudnya Asta Cita. 7 Kebiasaaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) ini wujud pelaksanaan Asta Cita yang ke-4 yaitu memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Pengenalan 7 KAIH kepada peserta didik dilakukan sejak awal peluncuran program tersebut. Peserta didik berkebutuhan khusus yang saya didik adalah hambatan penglihatan. Pada pengenalan 7 Kebiasaaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (bangun pagi, beribadah, rajin berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat), peserta didik diajak untuk menyanyikan 7 Kebiasaaan Anak Indonesia Hebat dengan menggubah dari lagu “Becak”. Peserta didik berkebutuhan khusus menjadi lebih mudah dalam mengingat, senang dan antusias. Peserta didik juga menuliskan dalam huruf braille impian mereka penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
Salah satu langkah dalam penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yaitu dengan melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH). Sejak peluncuran SAIH saya merasa tertantang untuk membuat inovasi Gerakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) agar lebih inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Beberapa tantangan yang saya hadapi yaitu peserta didik hambatan penglihatan tidak mampu menirukan Gerakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) seperti yang ada pada contoh video. Peserta didik hambatan penglihatan juga mengalami kesulitan menirukan gerakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) karena perpindahan gerakan yang cepat berganti. Selain itu berdasarkan asesmen ketukan hitungan pada Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) terlalu cepat bagi peserta didik kami. Akhirnya dibuatkan modifikasi “Blind SAIH” sesuai hasil asesmen kondisi peserta didik hambatan penglihatan. Inovasi dan modifikasi yang kami lakukan diantaranya :
Membuat modifikasi gerakan sesuai asesmen peserta didik berkebutuhan khusus. Gerakan senam disesuaikan dengan gerakan yang peserta didik pahami, tetapi tetap mengacu pada contoh dari Kemendikdasmen baik gerakan bagian tubuh atas sampai bawah.
Mengaransemen ulang lagu Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dengan genre lagu campursari, koplo dan keroncong untuk gerakan pendinginan yang dilakukan oleh peserta didik hambatan penglihatan (Fendi dan Yudho). https://www.youtube.com/watch?v=gPrB_FdDWX8
Peserta didik hambatan penglihatan berkarya membuat ketukan hitungan senam sesuai gerakan yang mereka pahami.
Modifikasi penggunaan karpet sebagai landmark peserta didik hambatan penglihatan saat SAIH agar tetap lurus menghadap depan dan tidak berubah arah.
Tata letak sound tepat didepan peserta didik karena mereka cenderung menghadap kearah sumber suara.
Proses latihan dan menghafal Gerakan bagi peserta didik hambatan penglihatan berlangsung selama 3 minggu. Latihan gerakan pada peserta didik hambatan penglihatan dilakukan dengan cara merabakan setiap bagian gerakan senam dan diulang secara terus menerus sampai peserta didik hafal.
Dampak nyata dapat dirasakan oleh peserta didik hambatan penglihatan, sebelumnya mereka tidak mampu mengikuti gerakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dan sekarang sudah dapat senam dengan gerakan yang dimodifikasi. Peserta didik hambatan penglihatan melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) seminggu 3 kali pada hari selasa, rabu dan kamis. Hal ini tentu berdampak bagi kesehatan, kebugaran dan konsentrasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Peserta didik juga jadi tambah percaya diri dan mampu menunjukan bahwa mereka juga bisa Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH). Dampak bagi orangtua menjadi senang dengan dampak positif adanya program 7 KAIH dan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) ini karena memberi dampak positif bagi kesehatan putranya. Sebelum menerapkan 7 KAIH dan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) hampir sebulan 2 kali sakit. Sekarang menjadi jarang sakit karena rajin berolahraga dan rajin mengkonsumsi makanan bergizi.
Penerapan Inovasi “Blind SAIH” juga membawa dampak bagi sekolah dan menginspirasi pendidik di seluruh Indonesia. Penerapan 7 KAIH dan SAIH juga diseminasikan dalam Program Keswara BBGTK DIY dengan topik “Investasi Sehat melalui Senam Anak Indonesia Hebat: Kreativitas Tanpa Batas untuk Anak Disabilitas”. Selain itu, dampaknya lebih luas lagi saat diseminasikan melalui Webinar Pagi Ceria oleh Pusat Pengembangan Karakter Kemendikdasmen. Dampak luas dari inovasi ini yang mampu menginspirasi ribuan peserta webinar dari Sabang sampai Merauke. Inovasi “Blind SAIH” ini menjadi inspirasi bahwa tidak ada kesulitan yang ada adalah tantangan jika kita selalu ber-INOVASI pasti kita bisa mewujudkan pendidikan inklusif dan pendidikan yang berdampak bagi peserta didik.
Siapa Bilang Tidak Bisa?
Guru Inovatif, solusinya!
Link Video Praktik Baik 7 KAIH di SLB https://www.youtube.com/watch?v=TCfnwtMjD4E
-Nickita Kiki Praditya-
Memuat komentar...