Muhammad Rukhan Asrori

Guru Bahasa Inggris

Saya adalah orang visioner

Kunjungi Profil

Pendidik Gigih Rintis Sekolah Anak TKI di Kampung Inderasabah - Malaysia

Para anak TKI sedang belajar di sekolah yang baru diberdirikan oleh para Guru Indonesia di Sabah - Malaysia (Muhammad Rukhan Asrori / Dokumentasi  Anak TKI)

Mendengar nama anak TKI tentunya sudah sering menjadi bahan perbincangan nasional di Indonesia. Hal ini hanya sejengkal pengetahuan bagi masyarakat umum bahwa mereka terlihat kerja enak, gaji besar dan tidak akan kembali ke Indonesia. Menjadi Pendidik Luar Negeri adalah menjadi momentum bagi para Guru Indonesia dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak TKI khususnya di Negeri Sabah - Malaysia. 

Guru Indonesia yang ditugaskan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kemdikbudristek RI telah memberikan tanggung jawab besar dalam memberikan layanan pendidikan yang sangat luar biasa perjuangannya. Salah satunya adalah Muhammad Rukhan Asrori. Beliau adalah Guru Indonesia yang berasal dari Provinsi Jawa Timur yang ditugaskan di Negeri Sabah sejak tahun 2013 sampai tahun 2018 lalu. Dalam masa penugasannya, dia menggagas beberapa program pendidikan bagi anak TKI yang didukung penuh oleh satu tim rekan pendidik lainnya. Salah satu usahanya adalah merintis berdirinya sebuah sekolah khusus anak TKI di pelosok kampung Inderasabah di Negeri Sabah - Malaysia. Pada tahun 2016 tepat saat beliau baru saja membantu melegalkan salah satu sekolah Indonesia di kawasan lain. Maka beliau beserta rekan-rekannya bahu membahu merintis sekolah Indonesia di kawasan kampung Inderasabah. Nama sekolah anak TKI dinamakan CLC (Community Learning Center) dan CLC ini sudah berkembang pesat di kawasan-kawasan lainnya. Tetapi untuk CLC di kawasan Inderasabah ini baru dirintis pada tahun 2016 lalu. Pak Rukhan (nama akrabnya) beserta para guru Indonesia lainnya ikut membantu mendirikan sekolah di kawasan tersebut karena setelah dilaksanakan monitoring dan evaluasi ternyata masih ada puluhan anak TKI yang tidak bisa bersekolah resmi yang difasilitasi oleh pihak Pemerintah Indonesia di Negeri Sabah ini.  

Dalam proses mendirikannya, Pak Rukhan beserta tim melakukan langkah pertama adalah mengunjungi Ketua Kampung Inderasabah terlebih dahulu untuk mendekatkan diri dimana meminta dukungan mewujudkan sekolah tersebut. Lalu setelah beberapa bulan kemudian, Pak Rukhan dan tim mengunjungi Tuan Tanah dimana bangunan tua bekas gereja tersebut adalah hak milik Tuan Tanah dan direncanakan menjadi sekolah para anak TKI. Melalui diskusi dan pengajuan proposal mendirikan sekolah. Dan mereka juga melanjutkan mengajukan perizinan ke Dinas Pendidikan di Negeri Sabah yang bernama JPNS (Jabatan Pendidikan Negeri Sabah) guna melegalkan dan mendapatkan pengakuan resmi dari kebijakan Kerajaan Negeri Sabah Malaysia. Proses ini telah memakan waktu hampir setahun lamanya. Kemudian, Pak Rukhan dengan timnya meminta dukungan penuh dari Konsulat Republik Indonesia di Kota Tawau, Malaysia untuk menjadi mediasi resmi dengan pihak Kerajaan Negeri Sabah. Alhamdulillah, pada tahun 2017 sekolah Indonesia yang direncanakan di Kampung Inderasabah ini telah diberdirikan secara resmi yang dihadiri oleh Konsulat Republik Indonesia Tawau, Tuan Tanah, Ketua Kampung Inderasabah beserta para wali anak TKI dan para anak TKI yang sangat bahagia sekolah mereka telah diresmikan. Di masa sisa tugasnya, Pak Rukhan sempat mengajar anak-anak TKI di CLC Inderasabah tersebut selama hampir enam bulan setelah diresmikan. Selain itu, beliau juga harus mengajar di kawasan lain yakni CLC Sungai Balung. Beliau mengajarkan apa itu Pancasila, apa itu pengetahuan Indonesia, dan sejarah bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan bahwa sumpah seorang Guru Indonesia dalam memberikan layanan pendidikan terbaik dan berkualitas yang sama dengan pendidikan anak asli di Indonesia pada umumnya. Insya Allah sekolah CLC Inderasabah ini akan menjadi berkah buah hasil perjuangan yang luar biasa dari Pak Rukhan beserta timnya dengan tanpa mempedulikan waktu, pikiran, tenaga maupun materi demi mewujudukan mutiara-mutiara Indonesia di Negeri Sabah ini.   

Hingga sekarang, sekolah CLC Inderasabah tersebut masih ada dan sudah disempurnakan oleh para pendidik Indonesia selanjutnya yang telah ditugaskan setelah Pak Rukhan dan Tim yang saat itu telah mengalami proses purna tugas sejak tahun 2018 lalu. Semoga CLC Inderasabah ini terus ada dan bisa menghasilkan pendidikan yang sama dengan anak-anak yang ada di Indonesia guna memeratakan pendidikan yang tidak hanya di Indonesia, bahkan di luar negeri pun akan diwujudukan melalui tangan-tangan para Guru Indonesia yang merupakan duta pendidikan nasional di Negeri Sabah - Malaysia dan para anak TKI ini bisa kembali ke Indonesia dengan membawa masa depan dan cita-citanya yang lebih cerah. 

PendidikGigihRintisSekolahAnakTKIdiKampungInderasabah-Malaysia
Komentar (6)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Tiara fenandri Sukma
6 bulan yang lalu

Keren👍


Deni fatkhur
6 bulan yang lalu

Inspiratif


riza dafi
6 bulan yang lalu

keren👍


Ratna Yuliati
6 bulan yang lalu

Semoga sukses👍👍


Muchdhori Ichwan
6 bulan yang lalu

menarik sekali, sangat menginspirasi ..


Lukman setiawan
6 bulan yang lalu

Keren sekali