Perkenalkan nama saya Fatkhul Niam guru Pendidikan Pancasila dari Sman 1 tuban Provinsi Jawa Timur .


Praktik baik ini bermula saat saya bersama tim kurikulum melakukan analisis data capaian rapor pendidikan sman 1 tuban,yang pertama bahwa ditemukan ada indikator yang menjadi perhatian yaitu pada poin kualitas pembelajaran dimana hal ini dibuktikan dengan data rekomendasi subindikator yang perlu ditingkatkan yaitu pada metode pembelajaran,dukungan psikologis dan manajemen kelas dimana skor terendah ada pada poin metode pembelajaran
yang kedua berkaca dari hasil observasi awal dimana peserta didik merasa kurang tertarik terhadap mata pelajaran pendidikan pancasila fakta lain menunjukan bahwa peserta didik merasa budaya daerah dan golongannya lebih unggul daripada budaya daerah maupun golongan lain ditengah keberagaman bangsa ini.entu,sebagai seorang guru kondisi ini tidak bisa dibiarkan. mengingat akhir-akhir ini dunia pendidikan kitaa tengah diuji oleh kasus-kasus perundungan,kekerasan dan intoleransi
dari sinilah muncul ide praktik baik inovasi pembelajaran super pada materi makna bhineka tunggal ika Dengan Tema “MENGELOLA KEBHINEKAAN SEBAGAI MODAL PEMBANGUNAN NASIONAL” Inovasi ini dirancang dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna mendalam, melalui aktifitas berpikir kritis,Kreatif,kolaborasi,komunikasi dan pemanfaatan literasi digital bagi peserta didik.

untuk mendapatkan dampak yang maksimal saya berkolaborasi dengan rekan sejawat pada mata pelajaran lainya dan juga tim pencegahan dan penanganan kekerasan pada satuan pendidikan untuk menghasilkan kualitas pembelajaran yang berdampak dan bermakna melalui penyediaan sumber belajar berdiferensiasi,pembuatan media pembelajaran,modul ajar dan asesmennya serta cara sosialisasinya sehingga dampaknya lebih luas.

Strategy inovasi pembelajaran super dimulai dari tahap pertama yaitu “s” suasana.Pada tahap ini kita DAPAT memandu kesiapan belajar siswa dengan memberikan suasana penyegaran dan menyenangkan melalui cara yang berkesan diantaranya ICE BREAKING,FUN STREATCHING dan Games” ringan lainya.Tak hanya itu kita juga dapat melakukan Asesmen Diagnostik melalui pemanfaatan teknologi yang menarik seperti Goegle Form dan platform digital lain seperti Educaplay .fase ini pun sejalan dengan konsep DEEP LEARNING yaitu pada poin “JOYFULL LEARNING”
Sintaks berikutnya yaitu “U” Uraikan Permasalahan.Pada tahap ini kita dapat menyampaikan Tujuan pembelajaran,Topik pembahasan dan menjelaskan masalah yang akan dipecahkan.Hal ini sejalan dengan Konsep pendekatan DEEP LEARNING pada poin berikutnya yaitu “MINDFULL LEARNING”.dan Pada tahap ini saya juga juga menjelaskan beberapa topik materi melalui Teknology Augmented reality untuk menarik minat dan perhatian peserta didik dalam pembelajaran.

Sintaks berikutnya yaitu “P” Pengorganisasian peserta didik Belajar.Pada tahap ini kita dapat membantu mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar terkait permasalahan yang ada tadi dengan pembentukan kelompok belajar,jobdisc belajar hingga membimbing tugas belajar yang akan dijalankan.

Sintaks berikutnya Adalah “E” ELABORASI.Pada tahap ini peserta didik akaan melakukan praktik diskusi dengan mengembangkan gagasan,memperluas informasi lebih rinci dengan masalah terkait serta mempresentasikan hasil analisis dan Kesimpulan melalui kreativitas karya yang dibuat melalui proses berpikir kritis dari hasil kelompok kerjanya.Dan aktivitas belajar demikian sangat sejalan dengan harapan Kurikulum Abad 21 dimana Proses berpikir kritis,kreativitas,kolaborasi,komunikasi dan literasi digital berpadu dalam aktivitas proses belajar peserta didik.Selanjutnya kami lakukan asesmen Gamefikasi dan asesmen formatif kolaboratif.Dimana asesmen gamifikasi kami memanfaatkan wordwall dan blooket dan pada asesmen Formatif kolaboratif kami menggunakan KUARTET BHINEKA TUNGGAL IKA Dimana peserta didik akan mengumpulkan 4 kartu sejenis yang terdiri dari NAMA SUKU,BUSANA ADAT,MAKANAN TRADISI DAN KEBIASAAN YANG BERKEMBANG DARI WILAYAH-WILAYAH DI NKRI.
Sintaks yang terakhir yaitu “R” Refleksi dan Rayakan.Pada tahap ini kita diharapkan dapat membantu dan membimbing peserta didik untuk melihat Kembali pengalaman belajar yang telah dilakukan,mengenali tantangan dan hambatan dan mengevaluasi sejauh mana hasil belajar yang telah dilakukan. Dan selanjutnya kita bisa memberikan apresiasi dan motivasi sebagai Upaya Perayaan atas capaian hasil belajar yang telah dilakukan Dimana peseerta didik telah berhasil membuat alat peraga Kampanye KEBHINEKAAN diantaranya Video Iklan,Canvasite,Brosur hingga Mading 3d yang bermuatan keberagaman.Selanjutnya untuk menumbuhkan budaya berbagi peserta didik mensosialisasikan hasil karya nya melalui Online maupun OFFline. tahap inilah yang diharapkan dari akhir proses pembelajaran dengan pendekatan DEEP LEARNING yaitu pada poin “MEAANFULL LEARNING” dimana pembelajaran yang telah dilakukan mampu memberikan Makna nyata untuk tumbuh dan berdaya.

Cara belajar demikian memberikan dampak postitif bagi peserta didik baik dari segi pengetahuan,sikap,dan keterampilan .Goal Pointnya yaitu pada sikap peserta didik Dimana mereka tidak hanya kreatif dan inovatif tetapi juga mampu mengedukasi lingkungan sekitar untuk berperilaku positif dalam merawat kebhinekaan. Praktik baik ini memang amat sangat sederhana tetapi memiliki makna yang luar biasa karena mereka semua sudah ikut mengambil bagian dalam merawat kebhinekaan untuk pembangunan nasional .Kedepannya saya akan terus belajar mengasah diri,potensi dan menggali ide untuk berinovasi untuk bersama menuju Impian INDONESIA EMAS !