SAYANGKAN: Sabtu yang Menyenangkan Inovasi Pembelajaran IPAS Berbasis Proyek Komunitas untuk Mengatasi Kebosanan dan Membangun Antusiasme Belajar Murid Kelas V Sekolah Dasar Negeri Percobaan Padang - Guruinovatif.id

Diterbitkan 01 Mei 2026

SAYANGKAN: Sabtu yang Menyenangkan Inovasi Pembelajaran IPAS Berbasis Proyek Komunitas untuk Mengatasi Kebosanan dan Membangun Antusiasme Belajar Murid Kelas V Sekolah Dasar Negeri Percobaan Padang

Bermula dari kegundahan, berbuah solusi, sebuah inovasi pembelajaran IPAS melalui program SAYANGKAN (Sabtu Menyenangkan) berbasis proyek di lingkungan murid. Program ini mengatasi kebosanan belajar, meningkatkan keterlibatan, kolaborasi, serta membentuk karakter siswa secara nyata dan menyenangkan.

Metode Mengajar

Yusmaridi. M

Kunjungi Profile
61x
Bagikan

SAYANGKAN: Sabtu yang Menyenangkan

Inovasi Pembelajaran IPAS Berbasis Proyek Komunitas untuk Mengatasi Kebosanan dan Membangun Antusiasme Belajar Murid Kelas V Sekolah Dasar Negeri Percobaan Padang

Oleh : Dr. Yusmaridi. M, M.Pd.Gr.

Email : yusmaridi.m39@guru.sd.belajar.idyusmaridi.m@gmail.com 

Guru Kelas V SD Negeri Percobaan Padang, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat

 

Abstrak

Artikel ini memaparkan inovasi pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar bernama SAYANGKAN (Sabtu yang Menyenangkan), sebuah program pembelajaran berbasis proyek kelompok yang dilaksanakan di luar sekolah, di lingkungan tempat tinggal murid setiap hari sabtu. Inovasi ini lahir dari keresahan nyata seorang guru yang mendapati murid terus-menerus merasa bosan dalam pembelajaran IPAS di kelas, bahkan setelah berbagai media konvensional dan digital digunakan. Dalam SAYANGKAN, murid diberikan tantangan proyek kelompok untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar, berkolaborasi dengan orang tua dan masyarakat serta mendokumentasikan proses belajar melalui foto dan video. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, antusiasme meningkat drastis, orang tua terlibat aktif, dan karakter sosial murid berkembang nyata. Program ini selaras dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan Bermasyarakat, serta mendukung implementasi kurikulum dengan pendekatan Deep Learning.

Pendahuluan

Setiap guru pernah menghadapi momen ketika berdiri di depan kelas dengan media pembelajaran terbaik yang telah disediakan, namun tetap saja mendapati murid-murid yang tampak mengantuk, tidak fokus, bahkan terang-terangan menyatakan bosan. Pengalaman ini bagi saya, bukan terjadi hanya sekali. Kejadian ini cenderung berulang, hingga ini menjadi keresahan yang tidak bisa lagi diabaikan. Keresahan ini menjadikan saya harus memikirkan terobosan.

Pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) secara teoritis seharusnya menjadi pelajaran yang paling dekat dengan kehidupan murid. Pembelajaran tentang alam, cuaca, makhluk hidup, masyarakat, ekonomi dan semua hal yang mungkin mereka temui dalam kehidupan. Namun paradoksnya, justru pelajaran ini yang kerap dikeluhkan membosankan.

Berbagai upaya telah dilakukan. Berbagai media yang mendukung seperti, media gambar, poster, alat peraga nyata, video pembelajaran, presentasi interaktif, hingga aplikasi digital berbasis gamifikasi. Hasilnya tetap tidak jauh beda, antusiasme awal yang cepat memudar, digantikan Kembali oleh kebosanan. Masalahnya bukan pada media yang digunakan, melainkan pada konteks pembelajaran yang terkurung di balik dinding kelas, terputus dari realitas kehidupan murid.

Dari keresahan itulah lahir terobosan “SAYANGKAN”, Sabtu yang Menyenangkan. Sebuah inovasi yang berani membawa murid keluar dari kelas, menempatkan lingkungan komunitas sebagai ruang belajar, dan melibatkan orangtua serta masyarakat sebagai mitra sejati dalam Pendidikan.

Apa Itu SAYANGKAN?

Sayangkan adalah akronim dari Sabtu yang Menyenagkan. Program pembelajaran inovatif yang merancang ulang pengalaman belajar IPAS murid kelas V SD Negeri Percobaan Padang melalui tantangan proyek kelompok di luar sekolah, yang dilaksanakan setiap hari Sabtu di lingkungan temapat tinggal mereka. Hal ini juga didukung oleh sekolah yang menerapkan 5 hari kerja.

Tiga Pilar Filosofi SAYANGKAN 

  1. Belajar Kontekstual

    Ilmu bukan sekadar teori di buku, melainkan ilmu hidup dan nyata di lingkungan sekitar murid. Maka proses pemerolehan ilmu harus terkait dan berhubungan dengan kehidupan nyata

  2. Belajar Kolaboratif

    Pengetahuan tumbuh dengan sangat baik ketika dibangun Bersama secara kolaboratif dengan teman, orang tua, dan komunitas

  3. Belajar Bermakna       

    Pengalaman yang terhubung dengan kehidupan nyata menghasilkan pemahaman yang bertahan lama

Keunggulan Utama

SAYANGKAN adalah ekosistem belajar berbasis proyek yang mengintegrasikan tiga hal sekaligus dalam pelaksanaannya, diantaranya, eksplorasi lingkungan nyata, kolaborasi, dan dokumentasi digital sebagai bukti belajar autentik. Setiap proyek dirancang untuk menjawab pertanyaan nayata dari lingkungan sekitar murid.

Implementasi

Awal pelaksanaan SAYANGKAN tidak berjalan lancar, banyak murid yang bingung dengan apa yang dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya, setelah mencermati faktor ini, maka perlu dilakukan persiapan dan penjelasan yang matang kepada murid dan orang tua murid, lahirlah tahapan berikut:

        Tahap Persiapan

  1. Mengidentifikasi Topik IPAS yang relevan dengan lingkungan murid

  2. Merancang Lembar Tantangan Proyek (LTP) yang menantang dan terukur

  3. Membagi kelompok sesuai kedekatan rumah murid

  4. Mensosialisasikan program kepada orang tua melalui grup WA paguyuban Kelas VA

  5. Menyiapkan rubrik penilaian yang jelas, transparan dann berbasis fotofolio

  6. Tahap Breafing (Jumat sore)

  7. Guru menjelaskan tantangan proyek, tujuan belajar, dan ekspektasi hasil

  8. Murid mendiskusikan strategi kelompok dan pembagian peran masing-masing

  9. Orang tua mendapatkan briefing singkat tentang peran aktif mereka sebagai mitra di grup paguyuban kelas

        Tahap Eksplorasi Lapangan (Sabtu Pagi-Siang)

  1. Murid melaksanakan proyek dilingkungan tempat tinggal

  2. Berintegrasi langsung dengan anggota komunitas

  3. Mendokumentasikan seluruh proses melalui foto dan video menggunakan ponsel orang tua

  4. Orang tua mendampingi aktif sebagai fasilitator sekaligus narasumber pertama

    Tahap Presentasi dan Refleksi (Selasa, sesuai jadawal mapel IPAS)

  5. Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek lengkap dengan dokumentasi foto dan video, serta menyampaikan pengamalaman menarik dan unik yang ditemui atau dirasakan

  6. Diskusi kelas

  7. Guru memberikan penguatan konspe dan umpan balik konstruktif

  8. Penilaiann dilakukan berbasis portofolio, proses dan presentasi

Tema Proyek SAYANGKAN yang Telah di Laksanakan

Berikut tema Proyek yang telah dan dapat dilaksanakan, beserta keterkaitannya dengan materi IPAS, seperti Tabel 1.

Tabel 1. Bentuk-bentuk tema proyek SAYANGKAN yang telah dilaksanakan

Capaian pembelajaran

Tema proyek

Materi IPAS

Aktivitas utama

Pelaksanaan

Siklus air dan kaitannya dengan upaya menajga ketersediaan air

Air di sekitar kita

Daur air dan sumber daya alam

Identifikasi sumber air, amati penggunaan air warga, projek membuat penyaringan air

Terlaksana

Awal April 2026

Kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar

Ekonomi kreatif

Kegiatan ekonomi dan masyarakat

Wawancara berbagai profesi, projek ekonomi kreatif di bidang makanan (kreasi makanan lokal)

Terlaksana pertengahan April 2026

Upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber daya energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekiarnya……

Sampah jadi berkah

Lingkungan dan keberlanjutan

Survey sampah, wawancara bank sampah, proyek ubah sampah jadi sesuatu berguna (proyek gunung api)

Terlaksana akhir April 2026

Keselarasan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Program SAYANGKAN sangat mendukung penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang di canangkan Kemdikdasmen, terutama kebiasaan yang ke-6, Bermasyarakat yang dalam pelaksanaannya belum terukur pencapaian pelaksanaanya, dan hal ini yang menajadi inti dari seluruh desain program ini, seperti Tabel 2. 

Tabel 2. Implementasi SAYANGKAN dalam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

No

Kebiasaan

Implementasi dalam SAYANGKAN

1

Bangun pagi

Murid aktif sejak pagi hari sabtu untuk memulai proyek

2

Beribadah  

Diawali dengan doa dan nilai spiritual sebelum kegiatan

3

Berolahraga  

Aktivitas fisik saat eksplorasi lingkungan

4

Makan sehat 

Eksplorasi pangan lokal dalam konteks proyek

5

Gemar belajar

Belajar aktif, eksplorasi lapangan dan dokumentasi

6

Bermasyarakat  

Inti Program: kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sekitar

7

Istirahat cukup

Manajmen waktu proyek yang sehat dan terencana

Dampak Nyata

Kondisi pembelajaran IPAS sebelum program SAYANGKAN digambarkan murid sebagai sesuatu yang membosankan, monoton dan terasa jauh dari kehidupan nyata. Tingkat partisipasi aktif 75% (sedang) di awal pembelajaran menurun drastic menjadi 40% (rendah) menjelang 20 menit pertama pembelajaran. Pelibatan orang tua dalam pembelajaran hampir tidak ada. Penerapann SAYANGKAN terjadi perubahan signifikan yang diamati secara langsung seperti table 3.

Tabel 3. Perubahan Pembelajaran Sebelum dan sesudah SAYANGKAN

Aspek

Sebelum SAYANGKAN

Sesudah SAYANGKAN

Antusiasme belajar IPAS

Rendah, banyak yang mengantuk dan pasif

Tinggi, semua murid aktif dan bersemangat

Pemahaman konsep

Haflan, mudah dilupakan

Kontekstual dan bermakna

Keterlibatan orang tua

Sangat minim

Aktif sebagai mitra belajar

Kemampuan kolaborasi

Individual, kurang kerja tim

Tim solid, saling mendukung

Kemampuan komunikasi

Terbatas di lingkungan kelas

Percaya diri dengan naras umber nyata

Karakter Sosial

Kurang terlatih

Berkembang nyata di Komunitas

Fakta lapangan dan bukti dukung

Keberhasilan sebuah inovasi pembelajaran tidak hanya diukur dari kuantitatif, tetapi juga dari suara-suara yang lahir dari pengalaman langsung dari murid yang merasakan dan orang tua yang menyaksikan proses pembelajaran. Terdapat banyak respon positif baik dari murid maupun dari orang tua murid, beberapa diantaranya seperti tangkapan layar berikut:

Tanggapan murid

vnQMfYVIwsPejUA6ntqUwrWtjuZ5euRxIYMyN3VU.png                    FhDD8Po7npN34JuX2N5xFTYTNDgRbZHRtLQRKMMZ.png

Gambar 1. Tangkapan layar pengiriman tugas murid       Gambar 2. Tangkapan layar untuk tetap SAYANGKAN

Tangkapan layar di atas, memperlihatkan bahwa murid menyenangi program SAYANGKAN ini, bahkan ketika ada dalam minggu tersebut tidak diadakan SAYANGKAN, mereka meminta untuk di adakan seperti gambar 2. “Sabtu SAYANGKAN adalah hari yang paling aku tunggu-tungu!”, respon murid yang lain. Murid-murid senang dan menyatakan seru kegiatan pembelajarannya, mereka bisa belajar dan bermain dengan teman-teman. 

Respon Orang tua

MSubFEctlTKy2UfwYEZ9J51OK0SklrlXFdkK3UDf.png     Cxsxog1iFX2bSpTH3c56nClKT3QQsNUeqbMv951Z.png

Gambar 3. Tangkapan layar respon orang tua murid   

Tangkapan layar di atas, memperlihatkan bahwa orang tua murid menyenangi program SAYANGKAN ini, mereka menyatakan bahwa terdapat perubahan besar dalam proses pembelajaran anak-anak, anak-anak lebih semangat dan antusias dalam menegrjakan proyek pembelajaran yang diberikan sekolah. Beberapa orang tua melalui testimoni (lihat pada link/barcode berbagai dokumentasi video SAYANGKAN) menyatakan “bahwa anak anak sangat senang, bahkan biasanya malas belajar, sekarang menajdi lebih bersemangat belajar”. Mereka juga bisa bermain, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Landasan Teoritis yang mendukung SAYANGAN Berhasil

Keberhasilan SAYANGKAN bukan tanpa alasan yang kuat. Program ini berpijak pada sejumlah teori belajar yang telah teruji secara akademis

  1. Experiental learning (Kolb, 1984)

    SAYANGKAN mengimplementasikan siklus belajar Klob secara utuh. Pengalaman konkret (eksplorasi lapangan), refleksi, observasi (diskusi kelompok), konseptualisasi (presentasi), dan eksperimen aktif (proyek berikutnya)

  2. Project-Based Learning/PjBL (Thomas, 2000)

    Murid mengerjakan proyek nyata bermakna, bekerja dalam tim, dan mempresentasikan hasil kepada audiens nyata menjadi prinsip inti PjBL yang terbukti meningkatkan motivasi instrinsik dan pemahaman mendalam.

  3. Teori Ekologi Bronfenbrenner (1979)

    SAYANGKAN beroperasi di titik temu antara mikrosistem sekolah dan keluarga, mempperkuat mesosystem dengan membagun kolaborasi nyata antara guru, orang tua, dan komunitas.

  4. Pembelajaran Kontekstual (CTL)

    Pembelajaran yang menghubungkan konsep IPPAS langsung dengan kehidupan nyata, SAYANGKAN menghasilkan pemahaman yang bermakna dan tahan lama, jauh melampaui hafalan semata

Potensi Replikasi dan Keberlanjutan

Program SAYANGKAN dirancang sederhana namun sistematis sehingga sangat memungkinkan untuk direplikasi di sekolah lain dengan menyesuaikan konteks lokal. Penerapannya tidak membutuhkan biaya atau teknologi canggih. Penerapannya hanya membutuhkan keberanian guru untuk melangkah keluar dan melibatkan komunitas. Ke depannya, Program SAYANGKAN direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikannya pada mata pelajaran lain, mengembangkan Portofolio digital murid berbasis dokumentasi proyek, pameran proyek terbaik yang terbuka untuk komunitas, mmenyebarluaskan modul dan panduan implementasi kepada sekolah lain di gugus dan kecamatan.

Refleksi

SAYANGKAN membuktikan sesuatu sederhananamun sering terlupakan. Ketika murid belajar dalam konteks yang relevan dengan kehidupan mereka, dengan orang-orang yang mereka cintai dan temapat yang merka kenal, menjadikan pembelajaran menjadi asyik dan menarik. Hal ini secara tidak langsung menggerakkan kebiasaan bermasyarakat pada 7 KAIH, murid belajar sambal bermain, mengenal satu sama lain, mengenal lingkungan dan merasakan hidup bermasyarakat. Belajar bukan lagi beban, tetapi belajar menjadi petualangan yang mereka rindukan (sesuai cuplikan respon murid sebelumnya)

Inovasi ini juga mengajarkan bahwa mitra terbesar guru bukanlah teknologi, melainkan komunitas. Orang tua, tetangga, petani, pedagang, mereka semua adalah guru nyata yang menunggu untuk dilibatkan dalam proses Pendidikan.

SAYANGKAN lebih dari sekadar program, ia adalah Gerakan kecil menuju Pendidikan yang lebih hidup, lebih manusiawi, dan lebih bermakna. Pembelajaran yang membosankan menjadi yang menyenagkan, dari yang pasif menjadi bersemangat, dari kelas ke komunitas.

 

Penutup

Inovasi Pendidikan tidak berhenti pada ide, namun harus menghadirkan perubahan nyata dan terukur dalam kehidupan murid. SAYANGKAN membuktikan bahwa dengan kreativitas, komitmen, dan kolaborasi komunitas, guru sekolah dasar mampu menciptakan pengalaman belajar benar-bbenar bermakna. SAYANGKAN mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem belajar dari ruang kelas yang sunyi menjadi hidup, menyenangkan dan berkelanjutan, karena setiap anak berhak atas pengalaman belajar terbaik yang bisa akita berikan. #GuruInovatif #Hardiknas2026 #InsanPendidikanBerdampak #SAYANGKANBelajar #IPASMenyenangkan #PendidikanBermutuUntukSemua 

 

DAFTAR PUSTAKA

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Harvard University Press.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experince as the Source of Learning and Development. Prentice-Hall.

Thomas, J. W. (2000). A Review of Research on Project-Based Learning. The Autodesk Foundation.

 

 

Berbagai dokumentasi kegiatan tahap refleksi dan presentasi 

rh0ISk1DtoNazBymjW8RIjUYIF7YiDDvfWOPGk74.png  7ewgHI7Cifqgdfv8C8m51eAVse7GLjMySmlCXpnq.png

SAYANGKAN TEMA AIR DISEKITAR KITA

k2xnrtnUYGeCWl9Wo54gU9vvB5DzA0Fjc3T3Us9f.png fLXe6P8mz5X1NKZEXapTUzssLobLdau5wvlmXH3J.png FJ4kqeyPLTTUFYMUbmIzQ2jx8kS9GV7ZlkdwCH9F.png

SAYANGKAN TEMA EKONOMI KREATIF

1DWPMLeOKJHCV6Io4ZzxOuBNWQaVdu6eycV0umlv.png i2j8ALzSFnn2BtZaDzwVy0apw1vlogJHE0lLYWUU.png Y3FkDxLMBE2e118BiwdOFgty6i03a6JVwflB67Kz.png

SAYANGKAN TEMA SAMPAH JADI BERKAH

 

Berbagai dokumentasi Video SAYANGKAN (kerja murid dan testimoni orang tua)

Link Youtube

https://youtu.be/74e7-4TZo8Q

Barcode  

hiuMCwixzKeQlswtFJBV0cR7mk3w0oNsWWe6VNgo.jpg

Portofolio Insan Berdampak

Link:

https://drive.google.com/file/d/1in3kihihkdTRnTgPRALogL0mvrrfsYwx/view?usp=drive_link

Barcode   

I2u4kclVYjfLg5weZwhbFfjZ8NXuCIh63EBzGsWv.jpg         

 

 

2

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Komunitas