Satu Tahun Satu Karya: Mencetak Generasi Vokasi yang Berdaya Juang dan Berkarakter - Guruinovatif.id

Diterbitkan 06 Mei 2026

Satu Tahun Satu Karya: Mencetak Generasi Vokasi yang Berdaya Juang dan Berkarakter

Aman Maathoba merupakan guru DKV inspiratif di SMKN 2 Sukorejo yang secara konsisten melahirkan karya nyata berupa buku ber-ISBN dan film pendek setiap tahunnya. Ia berhasil membangun kepercayaan diri dan karakter siswa melalui berbagai prestasi di bidang fotografi maupun lainnya.

Cerita Guru

Aman Maathoba

Kunjungi Profile
0x
Bagikan

"Kreativitas bukan sekadar bakat yang turun dari langit, melainkan otot yang harus dilatih setiap hari dengan konsistensi dan keberanian untuk mencoba." Kisah Aman Maathoba membuktikan bahwa seorang pendidik mampu menjadi inspirasi yang mengubah cara pandang lingkungannya terhadap sebuah karya. Sebagai guru Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMKN 2 Sukorejo, ia tidak hanya mengajarkan teori di dalam kelas, tetapi juga menanamkan semangat untuk selalu meninggalkan jejak produktif. Melalui dedikasi yang tak pernah padam, ia mengajak kita semua untuk percaya bahwa proses yang matang adalah kunci utama menuju kesuksesan yang bermakna bagi masa depan.

Aman Maathoba secara konsisten menekankan pentingnya memiliki karya nyata kepada para peserta didiknya dalam bidang fotografi, videografi, dan desain grafis. Baginya, motivasi terbesar dalam hidup adalah tantangan pribadi untuk melahirkan buku ber-ISBN atau film pendek berkualitas setiap tahunnya. Semangat membara ini mulai tumbuh sejak ia pertama kali menjadi pendamping LKS dan penulis pada tahun 2019 silam. Dengan memberikan teladan langsung melalui karya-karyanya di YouTube dan media cetak, ia berhasil menciptakan dampak emosional yang kuat bagi siswa untuk terus berkarya tanpa henti.

Gambar 1. Satu karya setiap tahunnya

Perjalanan karier Aman menunjukkan bahwa perubahan pola pikir dan adaptasi adalah langkah awal menuju transformasi diri yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Awalnya, ia merupakan guru Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMKN 1 Sukorejo sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah tugas dan mendalami dunia DKV. Transisi ini didasari oleh hobinya yang mendalam dalam mendokumentasikan momen-momen berharga melalui lensa kamera sejak lama. Ia membuktikan bahwa kecintaan pada hobi yang ditekuni secara serius dapat bertransformasi menjadi profesi profesional yang memberikan manfaat luas bagi instansi sekolah.

Pada tahun 2022, Aman diberikan kepercayaan besar untuk menjadi pembina ekstrakurikuler Jurnalistik dan sukses membangun kepercayaan diri para siswanya melalui prestasi nyata. Angkatan pertama bimbingannya berhasil meraih Juara 3 Lomba Fotografi se-Wilayah Pasuruan dalam ajang bergengsi Kacabdin Cup. Keberhasilan ini bukan sekadar tentang perolehan medali, melainkan tentang bagaimana mentalitas dan karakter siswa ditempa melalui ajang kompetisi. Melalui proses bimbingan tersebut, para siswa belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

etjnbqKNsAtMUZLyK05BdntCKZLrhrqlyIhboq2M.jpg

Gambar 2. Juara 3 Lomba Fotografi Kacabdin Cup se-Wilayah Pasuruan Raya (sebagai Pembina)

Dunia perfilman juga menjadi medium bagi Aman untuk berkolaborasi secara intensif dengan siswa yang memiliki berbagai latar belakang perilaku yang berbeda. Salah satu puncak kolaborasinya adalah saat film pendek berjudul “Tidak Habis Fikri” sukses meraih Juara II tingkat kabupaten pada tahun 2023. Tantangan menghadapi keberagaman karakter siswa justru memacu semangatnya untuk menciptakan karya kolektif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui kolaborasi ini, ia mengajarkan nilai penting bahwa setiap individu memiliki peran unik dalam mewujudkan sebuah visi besar yang harmonis.

XNO6uGiLL3cVG2T5Pz35WSf95nkxRPeXDWyKiow2.jpg

Gambar 3. Juara 2 Lomba Film Pendek Aswaja berjudul “Tidak Habis Fikri” terdapat di Channel Youtube

Sebagai figur teladan di lingkungan pendidikan, Aman terus melampaui batas dengan menerbitkan karya-karya literasi yang sangat menginspirasi rekan sejawat maupun siswa. Tahun 2024 dan 2025 menjadi saksi lahirnya buku-buku solo karyanya, mulai dari panduan fotografi pemula hingga model pembelajaran abad 21. Prestasi nasional sebagai Juara 3 dalam Writing Competition 2025 semakin mengukuhkan dedikasinya yang luar biasa dalam dunia kepenulisan. Ia membuktikan bahwa seorang guru dapat berkembang menjadi penulis sukses jika memiliki ketekunan dan kemauan untuk terus mengeksplorasi potensi diri.

sWxs3TqS62q7wDviwym0yQNde0kjTu37OGDDda3S.jpg

Gambar 4. Juara 3 Kategori Guru Lomba Menulis Cerita Perjalanan Tingkat Nasional

Pengalaman hidup Aman Maathoba adalah pengingat berharga bahwa kegagalan dalam kompetisi hanyalah bagian dari proses menuju kematangan mental bagi masa depan bangsa. Ia dan para siswanya selalu mengedepankan proses yang matang agar mendapatkan hasil yang benar-benar sepadan dengan usaha yang telah dikeluarkan. Tujuan utamanya adalah agar semua pihak dapat belajar menghargai setiap detik waktu dan usaha yang dilalui bersama dalam perjalanan berkarya. Dengan memegang teguh prinsip "percaya pada proses", Aman terus melangkah untuk memberikan kontribusi nyata yang menginspirasi dunia pendidikan Indonesia.

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Klaim Sertifikat & Promo 🎁
Komunitas