Setelah diselenggarakan di SMPN 23 Tangerang Selatan, Program CSR Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 berlanjut ke SDN Kademangan 01, Tangerang Selatan. Program yang diinisiasi oleh PT Bank OCBC NISP Tbk bersama GuruInovatif.id, dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, bertujuan memperkuat pemahaman literasi keuangan di lingkungan pendidikan melalui peningkatan kapasitas guru.
Program yang diikuti oleh 22 guru ini berlangsung pada 29 Juli hingga 10 September 2026, melalui pengisian Financial Fitness Check-Up, rangkaian pelatihan pengelolaan keuangan pribadi, praktik, dan pengembangan media pembelajaran literasi keuangan. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk membantu guru memahami pengelolaan keuangan secara lebih baik sekaligus membekali mereka dengan pendekatan pembelajaran yang relevan untuk diterapkan di ruang kelas.
Baca juga:
Memperkuat Pemahaman Guru tentang Pengelolaan Keuangan
Rangkaian program diawali pada 29 Juli 2026 dengan pelatihan pengelolaan keuangan pribadi. Dalam sesi ini, guru mempelajari berbagai konsep dasar, mulai dari perencanaan arus kas, pengelolaan anggaran, dana darurat, hingga perlindungan terhadap risiko keuangan.
Pemahaman tersebut menjadi fondasi bagi guru untuk mengenalkan konsep keuangan kepada siswa. Guru diharapkan tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kebiasaan sehari-hari, seperti menyusun prioritas pengeluaran dan membangun kebiasaan menabung.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 48,9 pada pre-test menjadi 86,7 pada post-test, atau naik sebesar 37,8 poin. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan pribadi.
Belajar Mengelola Uang melalui Financial Education Board Game
Pelatihan kedua yang berlangsung pada 6 Agustus 2026 berfokus pada penerapan literasi keuangan dalam pembelajaran. Pada sesi ini, guru mempelajari cara mengintegrasikan konsep keuangan ke dalam aktivitas belajar yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
OCBC memperkenalkan Financial Education Board Game, sebuah permainan dengan konsep menyerupai monopoli yang menyimulasikan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui permainan ini, guru berlatih mengambil keputusan finansial, menyusun anggaran, menabung, serta mengenal pilihan investasi, seperti reksa dana dan saham.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada guru tentang bagaimana konsep keuangan dapat dipelajari melalui permainan yang melibatkan strategi, pilihan, dan konsekuensi. Pendekatan ini juga dapat diadaptasi untuk mengenalkan konsep sederhana kepada siswa, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, serta membangun kebiasaan menabung.
Hasil evaluasi pelatihan kedua menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 25,9 pada pre-test menjadi 90,6 pada post-test, atau naik sebesar 64,7 poin. Hasil ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan dengan pendekatan pembelajaran interaktif.
Mendorong Penerapan Literasi Keuangan di Ruang Kelas
Setelah mengikuti pelatihan, guru memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan dan mengembangkan materi pembelajaran literasi keuangan pada periode 7 Agustus hingga 4 September 2026. Tahap ini menjadi kesempatan bagi guru untuk menerjemahkan materi pelatihan ke dalam aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks mata pelajaran yang diampu.
Salah satu hasil pengembangan media pembelajaran tersebut adalah karya Ibu Ida Diana berjudul Literasi Keuangan “Pilih dengan Bijak”. Materi ini dirancang untuk siswa Fase A dengan menekankan kemampuan memilih berdasarkan kebutuhan, mengelola uang, dan membangun kebiasaan menabung.

Pengembangan materi tersebut menunjukkan bagaimana konsep literasi keuangan dapat diintegrasikan ke dalam pengalaman belajar yang dekat dengan keseharian siswa. Melalui aktivitas sederhana, guru dapat membantu anak memahami pentingnya mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli sesuatu dan menyisihkan uang untuk ditabung.
Hasil Asesmen Menunjukkan Pengembangan Kompetensi Guru
Selain mengevaluasi hasil setiap sesi pelatihan, program ini juga mengukur perkembangan kompetensi peserta secara keseluruhan. Rata-rata skor asesmen meningkat dari 25,0 menjadi 45,7, atau bertambah sebesar 20,7 poin.
Hasil asesmen juga menunjukkan perkembangan kategori kompetensi peserta, dari Pengembang menuju Transformer. Pada akhir program, tidak ada peserta yang berada dalam kategori Fondasi. Capaian ini mengindikasikan perkembangan kompetensi guru dalam memahami dan mengembangkan pembelajaran literasi keuangan.
Dari sisi partisipasi, tingkat kehadiran guru mencapai 90% dari keseluruhan sesi. Kehadiran ini mendukung rangkaian pembelajaran yang menggabungkan pemahaman konsep, penggunaan media interaktif, dan pengembangan materi ajar.
Investasi untuk Guru dan Siswa
Program Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 di SDN Kademangan 01 menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas guru dalam memperluas pemahaman literasi keuangan di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan, penggunaan media interaktif, dan pengembangan materi ajar, guru memperoleh bekal untuk mengenalkan konsep keuangan secara lebih kontekstual kepada siswa.

Inisiatif ini juga memperlihatkan bahwa literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang uang, tetapi juga dengan kemampuan mengambil keputusan secara bijak. Dengan dukungan guru dan metode pembelajaran yang sesuai, siswa diharapkan dapat mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah dasar.
Penulis: Shafira | Penyunting: Cahya
Ruang Diskusi
Memuat diskusi menarik...