Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus menghadirkan inovasi dalam penguatan budaya literasi melalui program NITIK (Ngudi Ilmu Tiap Wulan Kanthi Buku). Program ini menjadi gerakan literasi yang mendorong seluruh warga madrasah untuk membaca minimal satu buku setiap bulan sekaligus merefleksikan isi bacaan secara kreatif dan bermakna.

Program NITIK lahir sebagai respon atas tantangan rendahnya budaya literasi, sekaligus menjawab kebutuhan murid agar lebih dekat dengan buku di tengah dominasi penggunaan gawai untuk hiburan. Melalui program ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang kolaborasi, diskusi, dan berbagi pengetahuan.
Kepala Perpustakaan Sri Narwanti menjelaskan bahwa NITIK menggabungkan budaya membaca dengan pemanfaatan media digital. Peserta didik dan guru diajak membagikan hasil bacaan melalui flyer kreatif, catatan reflektif, hingga unggahan media sosial Instagram perpustakaan @perpustakaanmandaya. Selain itu, program ini juga menghadirkan forum diskusi rutin serta apresiasi bagi peserta aktif setiap akhir bulan.
Kepala Madrasah Hartiningsih menyampaikan bahwa program NITIK memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca dan keterlibatan warga madrasah dalam aktivitas literasi. Peserta didik mulai terbiasa membaca secara konsisten, lebih mudah memilih buku sesuai minat, serta mampu memahami isi bacaan secara lebih reflektif.
Tidak hanya meningkatkan kunjungan dan peminjaman buku di perpustakaan, program NITIK juga berhasil membangun komunitas pembaca yang aktif dan berkelanjutan. Kehadiran inovasi ini menjadi bukti komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam menciptakan ekosistem literasi yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pemustaka.
Memuat komentar...