“Tidak ada yang abadi, yang abadi adalah perubahan itu sendiri” kata Heraclitus. Menyepakati ungkapan tersebut, memang tidak ada yang abadi, maka ditengah tantangan dan perubahan tersebut adaptasi dan inovasi adalah kunci. Bagaimana dengan perpustakaan? Tidak ada kata lain selain terus berbenah, beradaptasi dan berinovasi dalam menghadirkan layanan bagi pemustaka. Tantangan perubahan kurikulum, perubahan kompetensi, perubaan teknologi serta tantangan literasi hendaknya turut mendorong perpustakaan untuk bertransformasi.
Oleh karena itu, transformasi perpustakaan memungkinkan pengembangan layanan yang lebih interaktif dan adaptif sehingga dapat mendukung pembelajaran secara lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan perubahan tersebut, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku tetapi juga tempat berkolaborasi, penemuan, dan inovasi. Perpustakaan menyediakan ruang untuk pembelajaran, diskusi, penelitian dan pengembangan keterampilan, yang semuanya penting dalam mendukung pengembangan intelektual dan peningkatan keterampilan individu dan masyarakat. Oleh karena itu, transformasi perpustakaan sangat penting untuk mempertahankan relevansi dan peran pentingnya dalam masyarakat saat ini. Nah, bagamana upaya transformasi dari Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta? Melalui best practice NATA, penulis akan menyampaikan bagaimana upaya dan praktik baik yang selama ini telah dilaksanakan.
A. NATA: Enam Upaya Transformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
NATA adalah akronim dari “Enam Upaya Transformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta”. Enam upaya transformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta adalah upaya agar Perpustakaan semakin berdaya dan bermakna bagi murid. Adapun best practice NATA (Enam Upaya Transformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta) bukanlah praktik dalam waktu singkat, namun telah berjalan secara bertahap dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun. Istilah nata secara bahasa berasal dari Bahasa Jawa yang memiliki arti mengatur. Pemilihan kata nata harapanya selaras dalam upaya mengatur dan mengelola perpustakaan untuk bertransformasi menjadi perpustaakan yang berdaya dan bermakna untuk pemustaka.
Transformasi perpustakaan merupakan perubahan mendasar dalam cara perpustakaan beroperasi dan berinteraksi dengan pemustaka. Hal ini mencakup berbagai hal, antara lain pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi koleksi, akses online dan penyediaan layanan yang lebih inovatif. Transformasi perpustakaan juga mencakup perluasan ruang fisik perpustakaan untuk memenuhi perubahan kebutuhan komunitas penggunanya, termasuk ruang baca, ruang referensi, ruang multimedia, ruang broadcasting, ruang kolaborasi, dan fasilitas pendukung TIK lainnya.
Mengapa Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta melakukan transformasi? Salah satu tujuannya adalah perubahan tantangan pembelajaran, perubahan kurikulum, perubahan kebutuhan murid dan guru dalam pembelajaran serta tantangan peningkatan literasi yang menjadi PR besar kita bersama. Sebagaimana yang dikatakan Rusman (2013:16), bahwa era tranformasi pendidikan abad ke-21 merupakan arus perubahan dimana guru dan siswa akan sama-sama memaknai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Peranan guru bukan hanya sebagai transfer of knowledge atau guru merupakan satu-satunya sumber belajar yang bisa melakukan apa saja (teacher centre), melainkan guru sebagai mediator dan fasilitator aktif untuk mengembangkan potensi aktif siswa yang ada pada dirinya. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai fasilitator, guru idealnya berkolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya adalah perpustakaan dan pustakawan, karena peningkatan kualitas pendidikan adalah upaya bersama antara pendidik dan tenaga kependidikan.
Adapun NATA (Enam Upaya TransformasiPerpustakaan MAN 2 Yogyakarta untuk menjadi Perpustakaan berdaya dan bermakna bagi pemustaka) meliputi enam aspek yaitu;
Transformasi Sarana Prasarana Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
Arah transformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, dimulai dari komponen Sarana Prasarana. Dasar pemilihan Sarana Prasarana sebagai langkah transformasi pertama, karena inovasi, program, layanan serta koleksi bisa dioptimalkan jika Perpustakaan memiliki ruang yang permanen, serta idealnya sesuai dengan Standar Pengelolaan Perpustakaan SMA/MA. Dalam Standar pengelolaan perpustakaan SMA/ Madrasah Aliyah Sarapa Prasara Perpustakaan ditinjau dalam beberapa aspek, yaitu lokasi, luas gedung/ruang perpustakaan, jenis ruang, fungsi gedung/ruang, penerangan, suhu udara dan kelembaban, tata ruang, dan dekorasi.
Pada tahun 2009 lokasi Perpustakaan telah berada di Lantai 1 dekat dengan gerbang dan bisa diakses dengan mudah oleh seluruh pemustaka MAN 2 Yogyakarta. Berikut merupakan gambaran Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta pada tahun tersebut
Pada tahun tersebut lokasi dan luas Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, secara minimal telah memenuhi SNP, namun jika dilihat dari aspek jenis ruang belum memadai. Dari gambar tersebut terlihat bahwa ruangan hanya terdiri dari ruang koleksi dan ruang baca, Perpustakaan belum memiliki ruang khusus untuk koleksi referensi serta ruang multimedia. Maka pada tahun 2014, untuk memnuhi standar jenis ruang serta agar koleksi lebih mudah dalam penataan serta adanya peningkatan layanan, maka Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta pindah ke lantai 2, dengan menenpati ruang yang lebih luas dengan 2 lantai, seperti dalam gambar berikut;
Dari gambar di atas terlihat, bahwa rak koleksi lebih tertata sesuai dengan klasifikasi, ruang perpustakaan juga telah bertambah, ada ruang untuk koleksi referensi serta ada ruang multimedia yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Kondisi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta yang seperti ini terjadi pada periode 2014-2018. Selain karena aksenya harus di lantai 2, pada tahun ini banyak evalusi dan refleksi dari pelayanan perpustakaan. Oleh karen itu pengelola perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, melakukan inovasi dengan mencoba menata desain yang sesuai selera pemustaka. Berikut tampilan tranformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta;
Tranformasi Sarana Prasarana Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bertajuk Instagramable library, hal ini sesuai dengan survei kebutuhan yang kami sampaikan kepada pemustaka. Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, menata ulang dekorasi, mengganti cat, mengganti perabot, menambah AC serta pengatur suhu, serta memanfatkan balkon lantai 3 untuk lokasi membaca yang lebih nyaman. Dan dari perubahan ini, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta memperoleh akreditasi Perpustakaan dengan nilai A. Setelah perpustakaan memperoleh nilai akreditasi A, hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung terealisasinya Perpustakaan yang lebih nyaman yang lebih strategis serta berada di lantai 1 yang mudah diakses oleh seluruh civitas MAN 2 Yogyakarta.
Dan berikut daftar link video yang menggambarkan tranformasi ruang-ruang di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta setelah Gedung SBSN selesai
a. Ruang Referensi
https://www.instagram.com/reel/CQkM4_yBv5L/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
b. Ruang diskusi, R Audiovisual, R corner book
https://www.instagram.com/reel/CQkORCyhuLQ/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
c. Ruang Tamu ruang, Ruang pajang Karya Siswa, Ruang Rak koran
https://www.instagram.com/reel/CQkPyM0BkQn/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
d. Ruang Komputer untuk siswa
https://www.instagram.com/reel/CQkQ2w0hCuj/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
e. Ruang Kepala Perpustakaan dan Loker Pemustaka
https://www.instagram.com/reel/CQkSHpRBlrT/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
f. Wastafel dan toilet
https://www.instagram.com/reel/CQkTN3oB46Q/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
2. Transformasi Aspek Koleksi
Koleksi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta per September 2023 sejumlah
10. 674 Judul, terdiri dari koleksi cetak 8.284 judul dan koleksi digital 2.390 judul. Namun perjuangan untuk bisa mencapai jumlah judul sampai dengan 10.000 telah diupayakan selama lebih dari 10 tahun. Berbagai program serta kolaborasi diupayakan, salah satunya dengan program hibah buku sukarela dari alumni serta para peneliti. Selain itu Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, berupaya untuk terus mensinkronkan anggararan agar serapan untuk aspek koleksi bisa lebih optimal. Untuk koleksi digital, selain mengupayakan ebook berbayar, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta juga aktif melakukan seleksi koleksi digital yang tersedia gratis dan bisa disebarluaskan secara aman lewat berbagai Kementerian, misalnya Kemenag, Kemdikbud, Kemenkeu, KPK, dan situs-situs lain yang menydiakan buku legal namun bebas untuk disebarluaskan.
Sebagai gambaran tranformasi dari aspek koleksi, yang dimiliki Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, seperti tampak dalam tabel berikut:
DATA PENAMBAHAN KOLEKSI CETAK 2017 – 2026 (BERDASAR KESELURUHAN KOLEKSI) |
NO | TAHUN | JUDUL | EKSEMPLAR | PROSENTASE |
JUDUL | EKSEMPLAR |
1 | ≤ 2017 | 3968 | 9541 | 51,28% | 63,38% |
2 | 2017 | 197 | 220 | 2,54% | 1,46% |
| 3 | 2018 | 195 | 1209 | 2,52% | 8,03% |
4 | 2019 | 987 | 1419 | 12,75% | 9,14% |
5 | 2020 | 570 | 679 | 7,36% | 4,37% |
6 | 2021 | 554 | 564 | 7,16% | 3,74% |
7 | 2022 | 514 | 541 | 6,64% | 3,58% |
8 | 2023 | 752 | 880 | 9,74% | 5,84% |
9 | 2024 | 180 | 184 | 2.14 % | 4,12% |
10 | 2025 | 367 | 861 | 4,47% | 6,77% |
TOTAL | 8.284 | 16.098 | 100% | 100% |
Dan berikut ini adalah data koleksi digital Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta,
Jadi, berdasarkan data di atas per Desember 2026 total koleksi cetak dan digital Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta adalah 10. 674 judul.
3. Transformasi dalam kegiatan literasi
Gerakan Literasi di MAN 2 Yogyakarta telah digulirkan sejak tahun 2016, pada tahap awal ini kegiatan literasi di MAN 2 Yogyakarta masih mengacu pada program 15 menit membaca. Pada tahun berikutnya setelah dilakukan refleksi dan evaluasi alokasi kegiatan literasi telah memiliki jam khusus dengan pemateri dari Kepala Perpustakaan serta pustakawan MAN 2 Yogyakarta.
Tahun 2018 sampai 2019 perubahan gerakan literasi dimulai dengan terbentuknya tim literasi, dimana saat itu tim terdiri dari beberapa guru yang menjadi kawan kolabori perpustakaan dalam menyelenggaran serta mensosialisaikan literasi. Pada Tahun 2020/2021- 2021/2022 tantangan pandemi melahirkan program My Instalite (My Instagram Literation). Program ini merupakan program literasi dengan memanfaatkan sosial media Instagram sebagai sarana untuk menyebarkan materi literasi yang bisa dijangkau oleh siswa saat pandemi. Pada tahun-tahun berikutnya ketika pembelajaran telah berubah, kegiatan literasi juga terus berbenah, lewat Apresiasi kepada pemustaka, guru dan siswa dengan pemilihan sahabat perpustakaan. Sahabat perpustakaan bisa menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit agen literasi. Mengadakan Gerakan Menyumbang Buku (GERBANGKU) bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 2 Yogyakarta. Pengembangan Pojok Baca di seluruh kelas di MAN 2 Yogyakarta. Pemajangan hasil karya tulis siswa dalam papan mading. Karya tulis dimaksud meliputi : puisi, artikel, biografi, sejarah, dan lain-lain serta merotasi bahan pajangan secara berkala serta merekomendasikan buku wajib baca.
Perpustakaan juga mengembangan literasi visual, yaitu pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat serta mampu menyaring informasi berdasarkan etika dan kepatutan. Pengintegrasian literasi dalam pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan menghadapi AN dan AKSI/ AKM. Pengembangan program literasi digital, literasi membaca kritis serta menulis yang berkolaborasi dengan tim broadcasting, tim multimedia, serta tim riset. Penguatan minat baca dengan optimalisasi perpustakaan digital melalui layanan aplikasi Edoo E-Pustaka Man 2 Yogyakarta. Penambahan koleksi digital dan penyusunan spot baca digital dengan nama DIJIKONA (Digital Corner Mandaya). Kolaborasi perpustakaan dalam Proyek P5 dalam Produkt Von Mandaya.
4. Transformasi Inovasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
Salah satu kunci inovasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta adalah tantangan perubahan serta kebutuhan Pemustaka. Salah satu inovasi berbasis masalah yang dilakukan MAN 2 Yogyakarta adalah My Instalite (My Intagram literation). Inovasi ini muncul karena saat pandemi kegiatan pembelajaran berbasis daring dan siswa sering menggunakan zoom dan google meet untuk kegiatan tatap muka. Hal ini ternyata membuat para siswa cenderung jemu, oleh karena itu Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta berinovasi dengan memanfaatkan sosial media untuk kegiatan literasi. Berikut link tahap awal bagaimana literasidengan memanfaatkan social media ini mulai berjalan
https://www.instagram.com/p/CGjHxHchnnl/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
Inovasi berbasis masalah di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, salah satunya adaalah tantang digital dalam membagun literasi, adapun upaya yang dilakukan oleh Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta antara lain
a. Penyusunan Mading digital
Mading digital adalah sarana literasi sekaligus sarana apresiasi karya siswa. Jika selama ini kita bisa menikmati majalah diding secara manual, maka relevan dengan perubahan Perpustakaan MAN 2 Yogyakartamemberikan ruang digital untuk karya-karya siswa MAN 2 Yogyakarta, dimana kelebihannya bisa dengan mudah disebarluaskan kepada banyak pihak.
Berikut gambaran Mading digital di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
https://www.instagram.com/reel/CrKTYWYgPG0/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
b. TiBa (Titik Baca Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta)
Titik baca MAN 2 Yogyakarta adalah, inovasi perpustakaan dalam rangka mendekatkan buku kepada pemustaka. Buku- buku digital yang direkomendasikan untuk di baca, di sebarkan dalam barcode yang nantinya bisa diakses oleh siswa di titik-titik strategis di MAN 2 Yogyakarta. Kelebihan dari inovasi ini, adalah mendekatkan buku dalam genggaman siswa walaupun siswa sehari-hari dengan dengan gawai, tetapa bisa diarahkan untuk terus membaca buku.
c. Diji-Kona (Digital Corner Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta)
Digital Corner Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta adalah salah satu upaya Perpustakaan Man 2 Yogyakarta dalam memberikan kesempatan bagi sispa saja untuk bisa memanfaatkan koleksi digital Perpustakaan Man 2 Yogyakarta walaupun bukan anggota, adapun langkahnya tinggal scan barcode yang ada di depan pintu masuk Perpustakaan MAN 2 Yogykarta. Pemanfaatan Diji-Kona secara jelas bisa dicek dalam video berikut ini: https://youtu.be/f6sPZPnm4l0
Bapak direktur GTK sedang mengakses Diji-Kona
5. Transformasi Kolaborasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
Kolaborasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta dalam melakukan transformasi agar semakin berdaya, dilakukan dengan bekerjasama dengan berbagai pihak. Perpustakaan MAN 2 yogyakarta bekerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka menguatkan kegiatan literasi serta penngkatan standar pengelolaan perpustakaa, peningkatan koleksi serta tentu saja sinergi untuk terus berjuang Bersama menguatkan minat baca dan literasi
Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta berkolaborasi dengan sesame Sekolah/ Madrasah, Kelurahan, Puskesmas, Taman Bacaan, organisasi pustakawan, serta Lembaga swasta yang focus pada pengembangan minat baca. Berikut fliyer-flyer bukti tranformasi kolaborasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta.
6. Tranformasi Sumber Daya Manusia Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
Transformasi Perpustakaan MAN 2 yogyakarta dari aspek SDM pengelola Perpustakaan, dimulai dari upaya untuk bisa menghadirkan pustakawan dengan latar belakang ilmu perpustakaan. Dan hal itu baru bisa direalisisasikan pada tahun 2018. Selain itu dengan berbagai keterbatasan dan tantangan upaya yang terus dilakukan oleh tim Pengelola Perpustakaan adalah rajin mengikuti berbagai webinar dan pelatihan, baik itu berbayar maupun tidak.
Upaya lain yang dilakukan oleh perpustakaan adalah mendorong salah satu tenaga layanan teknis untuk melanjutkan studi dengan jurusan ilmu perpustakaan S1.
B. Hasil dan dampak yang diperoleh
Salah satu hasil dari Transformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta adalah peningkatan jumlah kunjugan dan pinjaman dari tahun ke tahun, serta hasil lainnya adalah Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta mampu meraih Juara 1 lomba Perpustakaan Terbaik SMA/MA/ SMK tingkat DIY, serta meraih Juara harapan 2 kluster 2 Lomba Perpustakaan Terbaik tk SMA/SMK/MA yang dilaksanakan oleh Perpusnas tahun 2023.
Selain capain prestasi tersebut, perpustakaan MAN 2 Yogyakarta turut berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi seperti yang terlihat dalam rapor Pendidikan MAN 2 Yogyakarta yang terus meningkat. Capaian literasi MAN 2 Yogyakarta menunjukkan tren peningkatan konsisten, dari skor 68 pada 2022 menjadi 74 pada 2023 dan meningkat lagi menjadi 81 pada 2024. Peningkatan ini tidak lepas dari peran strategis perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang aktif menghadirkan program literasi, penguatan budaya baca, serta dukungan koleksi yang relevan dan aksesibel bagi murid. Sinergi antara pembelajaran di kelas dan inovasi layanan perpustakaan tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan memahami, menganalisis, dan merefleksikan teks secara lebih mendalam dari tahun ke tahun.Transformasi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta harapannya mampu mendorong perpustakaan lebih berdaya dan berdampak bagi peningkatan literasi dan proses pembelajaran siswa.