METODE EKSPERIMEN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MELAHIRKAN ILMUWAN CILIK - Guruinovatif.id

Diterbitkan 05 Mei 2026

METODE EKSPERIMEN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MELAHIRKAN ILMUWAN CILIK

Eksperimen untuk anak usia dini adalah metode pembelajaran yang aktif dengan menggunakan bahan sederhana untuk menstimulasi kelima indra, merangsang rasa ingin tahu menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan berpikir kritis kemampuan observasi, serta melakukan percobaan yang menyenangkan.

Metode Mengajar

Hartini,S.Pd

Kunjungi Profile
12x
Bagikan

 

 

METODE EKSPERIMEN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MELAHIRKAN ILMUWAN CILIK

 

PENDAHULUAN

Anak usia dini ( 4-6 ) tahun memiliki berbagai potensi dasar  yang perlu dikembangkan, yaitu perilaku dan kemampuan dasar. Pengembangan potensi dasar ini  sangat penting karena potensi dasarvmerupakan pondasi bagi anak usia dini untuk dapat menempuh kehidupan selanjutnya dengan lebih baik dan supaya anak dapat tumbuh menjadi manusia dewasa seutuhnya. Dikarenakan usia yang masih sangat belia dan belum  banyak mempunyai pengalaman hidup maka anak belum mampu untuk mengekpresikan dan mengeksplorasi segala potensi dasar yang dimilikinya. Anak masih membutuhkan bimbingan, sentuhan dan motivasi dari orang dewasa.

Guru sebagai pendidik di sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan potensi dasar anak baik dari segi perilaku maupun kemampuan dasar. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai seorang pendidik adalah mendidik, mengajar memotivasi dan melatih agar anak mdidiknya kelak menjadi manusia yang cerdas, kreatif, penuh inisiatif, terampil dan berakhlak mulia serta bertakwa kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’alla. Guru wajib mengembangkan diri secara professional supaya memiliki kemampuan dalam mengelola tindakan kelas, menerapkan stategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak, berpusat pada anak sehngga mampu menghasilkan sebuah permainan yang bermakna, berkesadaran serta menggembirakan bagi anak, yang pada akhirnya memotivasi supaya anak didik mampu berkembang dengan baik dan akan melahirkan generasi-generasi yang cerdas dan intelektual.

 Eksperimen untuk anak usia dini adalah metode pembelajaran yang aktif dengan menggunakan bahan sederhana untuk menstimulasi kelima indra, merangsang rasa ingin tahu  menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan berpikir kritis  kemampuan observasi, serta melakukan percobaan yang menyenangkan. Metode eksperimen adalah  kegiatan pembalajaran yang menempatkan anak sebagai subyek yang aktif untuk malakukan pengamatan, percobaan dan menemukan pengetahuan sendiri serta mengetahui kebenaran akan sesuatu hal. Peserta didik mengalami sendiri proses ilmiah bukan hanya mendengar dari guru,  mengamati obyek, dan menarik kesimpulan yang membuat pembelajaran lebih bermakna, meningkatkan pemahaman yang mendalam dan  hasil belajar serta mendorong keaktivan dan kreatifitas anak.

Dengan metode eksperimen pembelajaran lebih menarik, anak lebih paham materi dan mengembangkan keterampilan ilmiah.  Metode eksperimen adalah metode pembelajaran yang sangat seuai dengan karakteristik dan pola berpikir anak yang aktif serta memiliki rasa ingin tahu  yang tinggi terhdap fenomena yang ada di sekitarnya.

TUJUAN METODE EKSPERIMEN 

Melalui metode eksperimen anak dilatih untuk  melakukan percobaan sendiri. Dalam kegiatan yang dilakukan sendiri anak akan menggunakan  kelima indranya dan mengaktifkan otaknya yang didukung oleh perbuatan dari seluruh anggota tubuhnya seperti, memegang, merasakan, membau, mengamati, mendengar, mengecap, menginformasikan. Dalam kegiatan eksperimen merangsang anak berpikir kritis, logis, analisis yang membangun pengetahuan baru. Pentingnya metode eksperimen bagi anak usia dini :

  1. Sebagian besar anak memiliki kemampuan berpikir yang sangat baik, namun belum mampu mengekspresikan dalam bentuk perkataan atau berbicara. Dengan metode eksperimen anak dapat menunjukkan kemampuan tanpa harus membicarakannya, karena anak belajar sambal melakukan  “ learning by doing”

  2. Metode eksperimen di desain untuk membantu anak membangun keterampilan dengan menggunakan kelima indra, yaitu meraba, mengecap, membau, mengamati, mendengar.

  3. Salah satu karakteristik anak adalah kreatif, kegiatan eksperimen mendukung kreativitas anak. Anak dapat mengembangkan idenya dengan alat-alat yang tersedia serta diberikan kebebasan untuk memaksimalkan imajinasinya.

  4. Dengan metode eksperimen anak dapat mengembangkan kemampuan mengamati, kemampuan berpikir kritis, kemampuan membandingkan, mengklaisfikasi, mengkomunikasikan pikiran baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

  5. Metode ini juga menerapkan “learning by experiencing “( belajar dari pengalaman ), anak didik dapat melakukan langsung sebuah percobaan yang mana akan menghasilkan pengalaman hidup bagi anak

  6. Melalui metode ini akan terbina manusi yang dapat mengembangkan inovasi baru dengan penemuan hasil percobaandan diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

    MANFAAT METODE EKSPERIMEN

Metode eksperimen dalam dunia Pendidikan khususnya bagi anak usia dini, merupakan pendekatan pembelajaran di mana anak didik terlibat langsung dalam melakukan percobaan, mengalami dan membuktikan sendiri konsep yang telah dipelajari. Melalui pembelajaran dengan metode eksperimen akan berdampak pada seluruh aspek-aspek perkembangan anak. Aspek-aspek tersebut antara lain :

  1. Aspek kognitif

Kegiatan  eksperimen dapat membantu anak mengembangkan berpikir kritis, logis, analisis dan sintesis. 

Contoh : Anak memahami konsep mengapa gula larut dalam air, mengapa gula cepat larut jika dicampur dengan air panas daripada  dicampur dengan air dingin

2. Aspek Fisik motoric

Kegiatan eksperimen dapat mengembangkan motoric halus anak karena dalam kegiaat ini anak belajar menuang, memegang, mencampur, mengaduk, memotong, memilah, mengambil dan memasukkan benda.

Contoh :Pada eksperimen membuat teh manis anak belajar menuang gula  dan air ke  dalam gelas dan mengaduk.

3. Aspek Bahasa

Kegiatan eksperimen mendorong anak mengkomunikasikan ide dan pikirannya, serta menguraikan hasil temuannya. Anak akan menambah perbendaharaan kosa kata baru ( mencair, membeku, larut, proses )dan akan dapa menceritakan kembali hal-hal yang telah dilakukan dengan Bahasa yang sederhana.

4. Aspek Seni

Kegiatan eksperimen seringkali berhubungan dengan unsur kreativitas dan estetika

Contoh : Eksperimen mencampue warna, membuat alat music perkusi, yang memicu imajinasi dan apresiai terhadap keindahan visual

5. Aspek Sosial Emosional

Kegiatan ini terkadang terdapat kerjasama dengan teman untuk menghasilkan sesuatu. Selain itu anak dilatih bersabar dalam menjalankan proses percobaan dan menunggu hasil percobaan yang telah dilakukan. Dalam eksperimen juga anak dituntut untuk tenang dan berhati-hati dalam menggunakan alat, konsentrasi, bersabar menunggu giliran serta membangun rasa percaya diri.Anak dilatih mengelola rasa kecewa jka hasil eksperiman tidak sesuai yang diharapkan.

6. Aspek Moral Agama

Dalam setiap kegiatan eksperimen terdapat nilai-nilai moral agama, seperti mengenal benda-benda ciptaan allah, mengenal perubaahn benda, mengenal alam, anak belajar bagaimana menjaga kelestarian alam, anak megamati pertumbuhan tanaman, mengenal manfaat benda untuk manusia dan menanamkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat berupa alam dan isinya.

PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM METODE EKSPERIMEN  

Pendekatan saintifik adalah sebuah proses pembelajaran yang dirancang secara aktif untuk membangun kegiatan seperti mengamati, merumuskan masalah, pengujian hipotesis,pengumpulan data,dan analisis untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena alam atau masalah yang sedang dipelajari. Pendekatan saintifik juga bisa diartikan sebagai model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered), di mana siswa secara aktif membangun konsep, prinsip, dan hukum melalui tahapan ilmiah "5M". 

Penggabungan metode eksperimen dengan pendekatan saintifik adalah strategi pembelajaran akif yang dirancang untuk membangun kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak didik melalui pengalaman langsung. Metode ini berfokus pada proses berpikir ilmiah di mana   anak didik melakukan percobaan (eksperimen ) untuk menguji hipotesis, sekaligus mengikuti tahapan saintifik ( 5M ) yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menganalisa dan mengkomunikasikan.

Tahapan (Langkah-langkah) Pendekatan Saintifik (5M)

  1. Mengamati, sebelum melakukan eksperimen anak didik melakukan pengamatan dengan menggunakan panca indra (melihat, mendengar, membaca, meraba) untuk menemukan masalah atau informasi. Pengamatan dapat dilakukan melalui benda-benda yang akan dijadikan obyek , membaca buku, melihat video atau pengamatan cuaca secara langsung.

  2. Menanya, anak didik dapat mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan tentang hal-hal yang belum dipahami. Misal dengan membuat pertanyaan “ mengapa “atau “bagaimana”terkait hasil pengamatan.

  3. Mencoba, Kegiatan dilanjutkan dengan mencari data, melakukan eksperimen, membaca sumber lain, atau wawancara.

  4. Menalar/mengaosiasi.  Anak didik dapat menganalisis data, mencari keterkaitan dan menyimpulkan informasi tentang ha-hal yang ditemukan saat eksperimen

  5. Menyampaikan informasi,  anak didik menyampaikan hasil percobaan baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Misalnya anak didik menceritakan hasil percobaan di depan kelas, menyampaikan hasil temuan dalam bentuk gambar, poster maupun tulisan.

Manfaat pendekatan saintifik dalam metode eksperimen

  1. Meningkatkan hasil belajar, metode eksperimen berbasis saintifik terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar anak baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik

  2. Mengembangkan keterampilan peoses sains, dengan kegiatan ini anak didik belajar merumuskan masalah dan dapat menarik kesimpulan berdasarkan bukti nyata

  3. Menungkatkan kreatifitas, kegiatan pembelajarai ini mendorong anak untuk berani mencoba dan berpokir logis, terutama pada anak usia dini

  4. Pengalaman langsung, anak didik mendapatkan pengetahuan sendiri melalui percobaan, bukan hanya mendengar cerita dari guru. 

    CONTOH TERAPAN EKSPERIMEN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

    Kemampuan yang diharapkan tercapai :

Anak didik mampu mengklasifkasi benda -benda yang terapung dan benda-benda yang tenggelam, mampu menginformasikan hasil temuan eksperimen

  1. Tema    : Air, Api dan Udara

  2. Metode : Eksperimen  terapung dan tenggelam ( eksperimen dilakukan secara bergantian)

  3. Langkah-langkah

    1. Pendidik  dan anak menyiapkan alat-alat yang di perlukan yaitu, toples plastic transparan ( anak membawa dari rumah ), sedotan yang sudah dipotong, karet gelang, stik eskrim, lidi, koin, batu kerikil, batu karang kecil, jarum, paku, peniti, potongan kain, kerikil koran, air ( anak mengambil sendiri dari wastafel yang ada di sekolah ), lalu anak mengamati obyek yang akan digunakan untuk percobaan

      AEA3qjxBjMj9GGl82daXb8z0EuLK5XwDzCOrk6SL.jpg     BMU7TatGtZ8pW6gS3l4AFpP6Hl137cAkqrt5SRiu.jpg

  4. Tanya jawab tentang nama benda yang  akan digunakan untuk eksperimen dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami

    GC1YBmFJSa87Amhm9WtZFNIPYHYXYrhMEr2wEvmF.jpg         HBEX85TPUkIAGzBdd1NVLe5riF4yueEiVHZu8xI4.jpg

    1. Pendidik menjelaskan cara kerja eksperimen

    2. Anak didik secara bergiliran mengisi toples dengan air dari wastafel 

    3. Anak melakukan percobaan dengan memasukkan benda-benda yang diinginkan ke dalam toples

    4. Anak mengamati proses kejadian terhadap benda-benda

    5. Anak didik mengumpulkan informasi/menalar  dengan menonton video tentang  benda yang terpun dan tenggelam

    XKoXNIM4E9r1wSUWmHhsOw10QUIZkeptIsr03uMf.jpg       Zj2Ejs9naPi4PCXAG2hHUNUkr2n0tVH6IFiDE23k.jpg

    LwfUT1QAdewm94FzRVA4QcAV7NYz6OEkg8VeDu7j.jpg

  5. Anak didik menginformasikan hasil percobaan 

    1. Presentasi tentang hasil percobaan

    2. Mengklasifikasikan benda yang terapung dan tenggelam

     

    GR5SvnUvuzQMwoiiAXjMzYcBqdXclM9kJJ45Bn17.jpg       T4ThNHHo1ZgPatnG841YF92OC5jCgM7vxWgSvkoZ.jpg

    N0cumenJPpDkvAsEPpC2FDXfNgj5vp6UyoSXvWwt.jpg     M84BLjysRKAbKmKP7nPYk6Db76SIhEyhunl1sf25.jpg

     

    ANALISIS DAMPAK TERHADAP ASPEK PERKEMBANGAN ANAK

Analisis kegiatan terhadap dampak dan tehnik pengembangan perilaku maupun kemampuan dasar terhadap kegiatan adalah sebagai berikut :

  1. Pengembangan kognitif/intelektual

Eksperimen mengenal benda terapung dan tenggelam dapat mengembangkan kognisi anak yaitu :

  1. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, anak belajar mengalisa dan menyimpulkan mengapa benda berada pada permukaan air atau dasar air.

  2. Meningkatkan kemampuan observasi, anak mengamati perbedaan sifat benda seperti berat, jenis bahan ( plastic, kayu, logam  ) dan juga bentuk benda

  3. Mengenal sebab -akibat, anak belajar memahami bahwa benda yang cenderung lebih berat makan akan tenggelam sedang benda yang cenderung ringan atau berongga maka akan terapung.

  4. Merangsang rasa ingin tahu, kegiatan bermain air yang edukatif dapat menngkatkan motivasi anak untuk belajar dan mencoba hal-hal yang baru 

  5. Pengembangan seni dan kreatifitas

Dampak kegiatan eksperimen terapung dan tenggelam dapat mengembangkan seni dan kreatifitas dan yaitu :

  1. Peningkatan imajinasi dan kreativitas, eksperimen ini mamacu anak untuk menggambarkan apa objek yang terapung dan tenggelam

  2. Eksplorasi estetika bahan dan teksutr, melalui percobaan ini anak dapat mengenal tekstur benda sehingga memberikan pemahaman tentang sensori motor, missal menbedakan benda yang halus dan kasar, anak juga mengenal berat benda.

  3. Pengembangan bahasa 

Eksperimen ini dapat mengembangkan Bahasa anak yaitu :

  1. Anak dapat menambah  kosa kata baru atau pengeyaan kosa kata seperti, eksperimen, batu karang, tekstur, lembut, terapung, tenggelam.

  2. Meningkatkan keterampilan berbicara, saat mengkomunikasikan hasil percobaan anak belajar presentasi dengan Bahasa dan kalimat sederhana, belajar mengungkapkan dengan Bahasa lisan.

  3. Komunikasi sebab -akibat, anak belajar menghubungkan keadaan yang dihadapi dengan Bahasa lisan, missal, “stik terapung karena ringan”, “batu tenggelam karena berat.”

  4. Meningkatkan kemempuan berdiskusi dengan teman

  5. Pengembangan Sosial emosional 

Kegiatan ini dapat mengembangkan social emosi anak yaitu :

  1. Meningkatkan semangat dan motivasi belajar, kegiatan eksperimen membuat anak lebih semangat, tertantang dan mencegah kebosanan.

  2. Mengembangkan kemampuan bekerja sama, aktifitas yang dilakukan berkelompok mendorong anak untuk berbagi alat, berdiskusi, dan bekerja saam dengan teman

  3. Meningkatkan keterampilan  mengelola emosi dan menenangkan, bermain air bagi anak adalah hal yang paling menyenangkan dan lebih spesifik membuat ketenangan

  4. Membangun rasa percaya diri, keberhasilan anak dalam melakukan eksperimen, kemampuan menginformasikan dengan Bahasa lisan menimbulkan rasa bangga dan meningkatkan rasa percaya diri anak.

  5. Pengembangan fisik motoric

Kegiatan ini dapat mengembangkan perkembangan fisik motoric halus maupun motoric kasar  yaitu :

  1. Menggenggam dan melepas benda. 

  2. Manipulasi alat, penggunaan alat bantu capit/penjepit kertas untuk mengambil benda dari dalam air melatih kekuatan jari dan  otot tangan

  3. Meningkatkan kemampuan motoric kasar sepertisaat anak menjangkau, meletakkan, memindahkan benda, menuang air, mengambil airyang melibatkan bahu dan lengan

  4. Keseimbangan dan koordinasi, anak belajar mengkoordinasikan grakan tangan  dan mata saa menjatuhkan benda ke dalam air

  5. Penguatan kemampuan panca indra, anak mengamati benda yang jatuh, melihat perbedaan saat terapung atau tenggelam dan merespon dengan gerakan tangan

  6. Mengenal sensori taktil, anak merasakan tekstur air, suhu dan berat bensa saat kering dan basah.

  7. Pengembangan moral agama

Kegiatan ini dapat meningkatkan moral agama yaitu :

  1. Menanamkan keyakinan akan kekuasaan Allah SWT, saat melakukan eksperimen guru dapat menjelaskan bahwa Allah lah yang menciptakan segala macam benda yang aad di dunia.

  2. Meningkatkan rasa syukur dan kekaguman pada alam, saat meliha benda bisa terapung ajak anak untuk menyebut kalimat thayyibah (masya allah )

  3. Melatih anak berakhlak mulia seperti merapikan peralatan setelah digunakan.

  4. Membiasakan berdo’a sebelum dan sesudah aktifitas.sebelum aktifitas guru memimpin anak untuk berdo’a guna menanamkan kebiasaan religious dalam kehidupan sehari-hari

  5. Pendidikan karakter melalui pengamatan, Anak belajar bahwa benda tenggelam karena “ berat.”  Secara metaforis ini bisa dikaitkan dengan perilaku , dimaan perilaku yang “ berat “ ( baik/ berbobot ) akan membuat diri kita “terapung “ 9 mulia/aman), sedang perilaku yang buruk akan tenggelam.

     

    KETERKAITAN METODE EKSPERIMEN DENGAN PEMBELAJARAN MENDALAM

Metode eksperimen nerupakann salah satu strategi pembelajaran paling efektifdan menarik  dalam mendukung pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning ), kerena metode ini anak didik bukan sekedar menghafal tetapi dalam metode ini anak diberikan pemahaman konseptual yang mendalam melalui pengalaman langsung yaitu dengan melakukan percobaan. 

Berikut keterkaitan metode eksperimen dengan pembelajaran mendalam :

  1. Pendukung pilar 3 M ( memahami, mengaplikasi, merefleksi )

 Metode eksperimen sejalan dengan tiga tahap pengalaman pembelajaran mendalam

  1. Memahami, anak didik tidak hanya menerima teori, tetapi melihat langsung proses percobaan sehingga membentuk pondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan kontekstual.

  2. Mengaplikasi, anak didik menggunakan pengetahuan mereka untuk merancang percobaan,membangun solusi yang kreatif dan inivatif dalam  memecahkan masalah

  3. Merefleksi, Anak didik menganalisa data hasil percobaan, menarik kesimpulan, mengevaluasi apakah hasil percoban sesuai yang diharapkan sehinggan anak didik dapat memperluas dan  menerapkan ide atausolusi baru.

  4. Pendukung prinsip pembelajaran mendalam ( berkesadaran, bermakna menggembirakan )

  5. Eksperimen berkesadaran, anak didik hadir secara utuh ( fisik dan mental )dalam kegiatan, sadar akan tujuan pembelajaran dan belajar memahami alasan dibalik aktifitas, dalam hal ini guru tidak hanya menyuruh anak melakukan percobaan tapi juga meminta anak untuk mengamati, mendengar, memegang dan menceritakan hasil percobaan

  6. Eksperimen bermakna, kegiatan yang anak didik lakukan sangat relevan dengan kehidupan anak, pembelajaran menjadi lebih berkesan karena anak terlibat langsung dalam mempraktekkan teori.  Pemelajaran bermakna karena dibangun sendiri oleh anak.

  7. Eksperimen menggembirakan, kegiaytan ini mengutamakan eksplorasi langsung, pengalaman sensorik, dan pembuktian konsep sebab akibat, anak terlibat aktif tanpa merasa sedang belajar.  

  8. Keterkaitan dengan integrasi 4 olah ( olah pikir, olah hati, olah rasa, olah raga )

  9. Olah pikir, eksperimen melatih anak berpikir kritis, analitis dan kreatif untuk menemukan solusi atas masalah, anak merancang percobaan, mengamati proses dan menarik kesimpulan sendiri. 

  10. Olah hati, dalam proses eksperimananak didik dibentuk menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab atas peralatan yang digunakan dan belajar mengelola emosi jika percobaan mengalami kegagalan

  11. Olah rasa, Percobaan yang jika dilakukan secara kelompok mengasah empati, kerjasama, belajar menghargai karya teman, diskusi kelompok, berbagi peran dan menghargaipendapat teman.

  12. Olah raga, metode eksperimen melibatkan aktifitas fisik dalam memanipulasi alat dan bahan.

Metode eksperimen berperan sebagai wahana terpadu, anak tidak hanya cerdas secara intelaktual, tetapi juga jujur, peduli  dan tangguh secara fisik dalam suasana belajar yang menyanangkan dan bermakna.

 

KESIMPULAN

Metode eksperimen adalah salahsatu metode pembelajaran yang menempatkan anak sebagai subyek yang aktif untuk melakukan dan menemukan pengetahuan sendiri serta untuk mengetahuimkebenaran akan sesuatu. Kegiatan eksperimen bermanfaat bagi anak didik baik secara intelaktual, fisik , Bahasa, seni dan kreatifitas, social emosional maupun moral agama.

Metode eksperimen dengan pendekatan saintifik adalah satu kesatuan kegiatan pembelajaran yang saling mendukung dan mempermudah cara belajar anak Tahapan 5 Makan meningkatkan proses sains, berpikir logis dan hasil belajar. Metode ini sangat efektif untuk mengembangkan keterampilan proses sains dan literasi saind pada anak.

Metode eksperimen adalah alat strategis untuk menerapkan pembelajaran mendalam. Eksprimen sebagai wahana praktik yang mendorong anak melampui hafalan menuju pemahaman konsep yang mendalam

 

Link Portofolio : https://drive.google.com/drive/folders/1XniWikztdxCgLu3KVlwI56MPyTpk9AnM?usp=sharing 

 

 

 

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis