INOVASI KELAS TAKHOSUS TAHFIDZ BERBASIS KOLABORASI ORANG TUA DAN PENDIDIK DI ERA DIGITAL - Guruinovatif.id

Diterbitkan 05 Mei 2026

INOVASI KELAS TAKHOSUS TAHFIDZ BERBASIS KOLABORASI ORANG TUA DAN PENDIDIK DI ERA DIGITAL

Melalui Kelas Takhosus Tahfidz, anak-anak tidak lagi sekadar menghafal, tetapi tumbuh mencintai Al-Qur’an didampingi orang tua dan pendidik dalam satu kolaborasi yang hidup.

Metode Mengajar

Puput Yulianti, S.Psi., S.Pd., M.Pd., Gr.

Kunjungi Profile
11x
Bagikan

Dz1QnKZbSJSLVWbmpNK3OSP1QstbQaj23yXBX1cx.jpg

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus…” (QS. Al-Isra: 9)

Ayat ini bukan sekadar janji, tetapi sebuah arah. Pertanyaannya: sejak kapan arah itu mulai dikenalkan kepada anak?

Di tengah arus digitalisasi dan distraksi yang semakin masif, anak usia dini dihadapkan pada tantangan serius dalam membangun kedekatan dengan nilai-nilai spiritual, termasuk interaksi dengan Al-Qur’an. Berbagai kajian pendidikan menunjukkan bahwa tanpa pembiasaan yang terstruktur dan berkelanjutan, aktivitas keagamaan pada anak cenderung bersifat insidental dan tidak bertahan lama. Kondisi ini menuntut hadirnya model pendidikan yang tidak hanya mengenalkan Al-Qur’an sebagai materi, tetapi juga menanamkannya sebagai kebiasaan hidup sejak usia dini.

“Ustazah, hari ini saya diingatkan anak saya lagi untuk murojaah. Katanya, ‘Bunda, kita belum murojaah dan setor ayat hari ini.’ Kalau belum setoran tidak boleh tidur Bund …” Pesan sederhana itu datang dari seorang ibu tanpa diksi yang rumit, tanpa teori pendidikan. Namun justru di sanalah letak kekuatannya. Ketika seorang anak bukan lagi disuruh, tetapi mampu mengingatkan, di situlah pendidikan menemukan maknanya.

Di RA Irbah Golden Age Surabaya, kami meyakini bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi bertransformasi menjadi pembiasaan hidup. Terlebih pada usia dini yaitu fase golden age, ketika struktur kepribadian sedang dibentuk, memori berkembang pesat, dan nilai-nilai kehidupan tertanam tanpa sekat.

Berangkat dari kegelisahan bahwa banyak anak belum memiliki kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an secara konsisten, serta harapan besar orang tua yang belum terwadahi dalam sistem yang terarah, kami menghadirkan sebuah inovasi: Program Kelas Takhosus Tahfidz. Program ini bukan sekadar kelas tambahan, tetapi sebuah sistem yang menghubungkan sekolah dan rumah dalam satu napas pembelajaran.

Setiap hari, dari Senin hingga Kamis, peserta didik mengikuti sesi tahfidz selama 30 menit di sekolah. Dalam waktu yang singkat namun konsisten itu, mereka murojaah (menghafal surat bersama), kemudian menambah hafalan melalui metode talaqqi, yaitu pembelajaran langsung antara pendidik dan peserta didik melalui proses penyimakan dan koreksi bacaan. Metode ini telah digunakan sejak masa Rasulullah SAW dalam menjaga keaslian Al-Qur’an, sebagaimana dijelaskan dalam At-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur'an dan Mabahits fi 'Ulum al-Qur'an.

Kekuatan utama program ini tidak berhenti hanya di sekolah. Setiap malam, peserta didik kembali menyetorkan hafalan melalui grup kelas bersama orang tua. Bahkan pada hari libur, murojaah tetap berjalan. Perlahan, Al-Qur’an tidak lagi menjadi aktivitas sesaat, tetapi berubah menjadi kebiasaan yang hidup di rumah.

Program ini sudah memasuki usia 2 tahun berjalan di tahun ajaran ini. Pada tahun kedua pelaksanaan, terdapat peserta didik sebanyak 21 anak yang lolos seleksi dari 58 peserta didik RA. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan kepercayaan dan komitmen yang tumbuh dari orang tua. Sebanyak 21 anak ini terbagi dalam empat kelompok tahfidz yaitu kelompok Abu Bakar Ash shidiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. 

Keunggulan utama program ini terletak pada desainnya yang integratif. Tidak hanya berfokus pada aspek kognitif (hafalan), tetapi juga menyentuh dimensi afektif (kecintaan) dan perilaku (kebiasaan). Dengan menghubungkan tiga lingkungan utama anak yaitu sekolah, rumah, dan komunitas kelas, program ini membentuk ekosistem belajar yang utuh. Inilah yang membedakan program ini dari pendekatan tahfidz konvensional yang umumnya masih terfragmentasi.

Berdasarkan hasil evaluasi kepada 10 orang tua, diperoleh bahwa 90% peserta didik mengalami peningkatan hafalan secara signifikan, 80% menjadi lebih rutin murojaah di rumah, dan 90% menunjukkan peningkatan kedisiplinan. Lebih dari itu, 100% orang tua mengaku lebih terlibat dalam proses pendidikan anak.

Dampak program ini tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga meluas kepada pendidik dan lingkungan pendidikan secara lebih luas. Bagi peserta didik, program ini tidak hanya meningkatkan hafalan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an yang tumbuh dari dalam diri. Bagi pendidik, program ini mendorong peningkatan profesionalisme dalam pengajaran tahfidz, khususnya dalam konsistensi penggunaan metode talaqqi dan kemampuan membangun kedekatan emosional dengan anak.

Sementara itu, bagi orang tua dan komunitas pendidikan, program ini menghadirkan perubahan pola interaksi di rumah. Orang tua tidak lagi menjadi pihak yang hanya mengawasi, tetapi turut berperan aktif sebagai mitra belajar anak. Bahkan, secara tidak langsung program ini membangun budaya Qur’ani di lingkungan keluarga, yang kemudian meluas menjadi atmosfer positif di komunitas sekolah.

Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan anak usia dini yang menekankan pentingnya pembiasaan dalam membentuk karakter jangka panjang, sebagaimana diungkapkan dalam Psikologi Belajar PAUD.

Ada kisah-kisah kecil yang jauh lebih bermakna di balik angka- angka tersebut. Seorang anak yang awalnya enggan mengulang hafalan, kini justru menjadi yang paling bersemangat. Ada pula anak yang dengan polosnya berkata, “Kalau aku hafal, aku mau hadiahkan untuk Bunda.” Bahkan beberapa orang tua mengaku, rumah mereka kini terasa lebih tenang karena lantunan ayat suci yang rutin terdengar.

Selama dua tahun berturut-turut, peserta didik dari program ini juga berhasil lolos seleksi dan memperoleh beasiswa sebagai penghafal Al-Qur’an Juz 30 dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, serta meraih berbagai prestasi dalam ajang tahfidz. Namun bagi kami, prestasi bukanlah tujuan utama. Prestasi hanyalah bonus. Yang lebih berharga adalah kegigihan anak-anak dan ketulusan orang tua yang setia mendampingi setiap ayat yang dihafalkan.

Program ini membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Dengan metode sederhana seperti talaqqi, konsistensi, dan kolaborasi maka sebuah perubahan besar dapat terjadi.

Keberlanjutan program ini menjadi perhatian utama dalam pengembangannya. Untuk menjaga konsistensi, program Kelas Takhosus Tahfidz dirancang dengan sistem yang terstruktur, mulai dari seleksi peserta, pembagian kelompok kecil, pemantauan harian, hingga evaluasi berkala bersama orang tua. Selain itu, penguatan kapasitas pendidik juga terus dilakukan agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Ke depan, program ini dirancang untuk terus berkembang, tidak hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga memperluas dampaknya. Harapannya, model kolaboratif ini dapat direplikasi pada kelas lain, bahkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan serupa dalam membangun generasi pecinta Al-Qur’an sejak usia dini.

Al-Qur’an bukan sekadar untuk dihafal, tetapi untuk dihidupkan. Dan menghidupkan Al-Qur’an tidak dimulai saat dewasa, melainkan sejak hati masih bening dan jiwa masih mudah dibentuk. Program Kelas Takhosus Tahfidz ini adalah ikhtiar kecil dengan harapan besar: menghadirkan generasi yang tidak hanya fasih melafalkan ayat, tetapi juga tumbuh bersama nilai-nilainya. Sebab ketika Al-Qur’an telah menjadi bagian dari keseharian seorang anak, maka ia tidak sekadar membawa hafalan, tapi ia membawa cahaya dan dari cahaya itulah, peradaban yang lebih baik menemukan jalannya.

Daftar Pustaka

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. (2007). At-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur’an.

Al-Qaththan, Manna’. (2013). Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an.

Departemen Agama RI. (2010). Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Suyadi. (2010). Psikologi Belajar PAUD.

#PendidikInovatif #Hardiknas2026 #InsanPendidikanBerdampak

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Klaim Sertifikat & Promo 🎁
Komunitas