BERTUMBUH DARI KETERBATASAN, BERBUAH INOVASI DAN PRESTASI! - Guruinovatif.id

Diterbitkan 05 Mei 2026

BERTUMBUH DARI KETERBATASAN, BERBUAH INOVASI DAN PRESTASI!

Dari sekolah pulau, Pak Anggi Perdana buktikan keterbatasan bukan penghalang. Lewat inovasi media pembelajaran, SMAN 1 Bintan Pesisir raih prestasi nasional. Bukti nyata: semangat mengalahkan segala batas!

Media Pembelajaran

ANGGI PERDANA

Kunjungi Profile
32x
Bagikan

Di tengah rimbunnya hutan karet, di sebuah pulau kecil bernama Gin Besar terdapat gedung sekolah yang cukup megah. Yups, nama sekolahnya adalah SMA Negeri 1 Bintan Pesisir. SMA ini merupakan satu-satunya sekolah jenjang menengah atas yang ada di pulau Gin Besar, Desa Numbing Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Sekolah ini menjadi saksi perjalanan saya selama menjadi guru disana dari tahun 2017 sampai sekarang. Dari mulai belum adanya listrik, tidak adanya sinyal internet, kurangnya alat teknologi, dan sampai ke titik saat ini dimana SMA Negeri 1 Bintan Pesisir berhasil menjadi satu-satunya sekolah yang pada tahun ini mendapatkan apresiasi konektivitas digital dalam kategori sekolah teladan digital dari Komdigi dan detik.com juga menjadi juara 3 Nasional Hackathon Pusdatin Kemendikdasmen 2026 Jenjang SMA. Pada tahun 2024, sekolah juga pernah meraih juara 1 dalam ajang Acer Smart School dan memiliki guru-guru potensional dalam bidang digital. Di sekolah pulau ini, memiliki 2 guru yang notabene sebagai Duta Teknologi Kemendikdasmen dari program PembaTIK Pusdatin angkatan tahun 2020 dan 2024.

Beberapa prestasi sekolah yang telah diraih tidak terlepas dari peran Bapak/Ibu gurunya yang ada di SMA Negeri 1 Bintan Pesisir termasuk juga dukungan dari kepala sekolah, TU, dan masyarakat sekitar. Semangat pengabdian yang terus menyala menjadi pendorong bagi guru-guru di pulau untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri dan lomba-lomba yang akhirnya berbuah inovasi dan menghasilkan prestasi. Namun, semua itu diraih bukan secara instan tapi ada proses yang telah dilalui dengan segala upaya untuk bisa konsisten terutama dalam pengembangan dan pemenfaatan digitalisasi di sekolah pulau. Sehingga, kebutuhan belajar anak-anak di pulau bisa terpenuhi sesuai dengan perkembangan zamannya. Tidak lagi ada yang memiliki pandangan kalau sekolah pulau selalu terpinggirkan dan dipandang sebelah mata. Selagi kita mau berusaha, perubahan itu pasti bisa dan nyata.

Bagi saya dan teman-teman guru disana, keterbatasan bukanlah menjadi penghalang tapi kita jadikan sebagai tantangan. Dengan mengedepankan pola pikir berbasis asset, kita tidak melihat apa yang kurangnya tapi yang kita lihat adalah apa yang dimilki di sekolah. Termasuk dalam hal pengembangan media untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan di sekolah. Dari belum adanya listrik dan internet, saya sudah mulai mengembangkan media-media pembelajaran berbasis non-digital seperti; PaPion W-NAK, PaPion InteNas, Civic Funpoly HAM, ular tangga djumbo persatuan, teropong integritas (9 nilai antikorupsi), dan kartu pasangan hak dan kewajiban WNI. Kemudian setelah adanya bantuan PLTS masuk di sekolah dan internet (kecepatan 15 Mbps), saya coba mengembangkan media-media berbasis digital, seperti; aplikasi mediaPPKn_Online (untuk PJJ ketika belajar dari rumah), ular tangga berbasis kartu AR, aplikasi berbasis android si Bocil, si AGa, si Nara, dan si Panca. Sekarang di tahun 2026, saya mulai memanfaatkan AI untuk membuat media pembelajaran interaktif yang dapat digunakan di Papan Interaktif Digital. Bahkan ada 1 MPI karya saya yang sudah rilis di Ruang Murid. Tidak hanya MPI dan Gim Edukasi, saya juga memanfaatkan AI untuk membuat Gim Interaktif seperti; BhinnekaBird dan Mario si Penjaga Konstitusi. (Karya konten digitalnya dapat dilihat di link ini https://canva.link/90rsqn6u9dqxow4)

Semakin banyak media yang dikembangkan, akan semakin beragam konten pembelajaran yang dapat digunakan. Anak-anak, bahkan guru dapat memilah dan memilih media mana yang cocok untuk digunakan dalam pembelajarannya. Pengembangan media dan pemanfatannya dalam pembelajaran sering juga saya bagikan praktik baiknya ke guru-guru di sekolah sendiri melalui kegiatan kombel/hari belajar guru maupun di sekolah-sekolah lain yang ada di kota. Dari pengembangan dan pemanfaatan media-media inilah yang mengantarkan saya akhirnya menjuarai berbagai lomba media pembelajaran, ajang apresiasi GTK, menjadi Duta Teknologi, menjadi kontributor konten Ruang Murid, terlibat dalam beberapa kegiatan di Direktorat (program digitalisasi pembelajaran SD tahun 2025 dan SMA tahun 2026), dan mendapatkan penghargaan dari daerah maupun nasional. Semuanya berawal dari satu langkah kecil yang konsisten untuk memberikan sebuah perubahan. 

 

Terimakasih…

Saya Anggi Perdana “si Guru Pulau”, salam Guru Inovatif!

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Klaim Sertifikat & Promo 🎁
Komunitas