Roni Hariyanto Bhidju, S.Pd.

Guru Kelas

Kunjungi Profil

BERBAGI PRAKTIK BAIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID DAERAH TERPENCIL

Halo sahabat Guru Inovatif jumpa lagi bersama saya, Roni Hariyanto Bhidju, S.Pd. dalam artikel Guru Inovatif. Bagi rekan-rekan yang telah membaca kisah inspirasi saya yang berjudul “Menjawab Panggilan Jiwa”  mungkin sudah lebih mengenal saya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab di daerah terpencil.

Diartikel yang kedua ini saya akan mencoba berbagi kisah dan praktik baik saya, dalam meningkatkan motivasi belajar murid daerah terpencil melalui beberapa inovasi yang saya lakukan. Tentu kita mengetahui bahwa dengan medan ekstrim dan jarak tempuh yang cukup jauh sangat mempengaruhi motivasi dan kemauan bersekolah anak  di daerah terpencil karena itu, butuh kerja ekstra dan inovatif bagi pendidik dalam menghadapi kondidisi ini. Banyak hambatan yang saya jumpai dalam menjalankan tugas khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran seperti, (1) kehadiran siswa di kelas; (2) Partisipasi dalam mengikuti proses pembelajaran; (3) Kemampuan berkomunikasi dan; (4) Kemampuan numeresik. Lalu bagaimana cara saya dalam mengatasi persoalan-persoalan tersebut? Inilah karya inovasi saya yang dikemas dalam judul: “Berbagi Praktik Baik Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Murid Daerah Terpencil” 

Meningkatkan motivasi belajar murid mungkin bagi sebagian rekan-rekan guru adalah hal yang wajar dan biasa-biasa saja dimana era sekarang ini begitu banyak aplikasi-aplikasi online yang menawarkan beberapa solusi dalam meningkatkan motivasi belajar anak seperti penggunaan quis dan game pembelajaran online. Namun tidak dengan peserta didik yang berada di daerah terpencil yang penuh dengan keterbatasan. Ekonomi keluarga, minimnya akses jaringan internet bahkan ketersediaan listrik bagi masyarakat daerah terpencil sangat terbatas, dan inilah yang dialami peserta didik saya di SD Negeri Fatubai desa Oehalo kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara propinsi NTT.

Keterbatasan fasilitas penunjang proses pembelajaran juga merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya motivasi belajar murid. Sejak didirikan pada Juli 2002 status akreditasi SD Negeri Fatubai sampai Oktober 2021 dalam kurun waktu 19 tahun adalah Tidak Terakreditasi (TT). Hal ini terjadi karena 8 Standar  Nasional Pendidikan  (SNP) sebagai syarat mutlak akreditasi tidak terpenuhi. Dengan status tidak terakreditasi ini mari kita refleksi sejenak bagaimana kondisi pembelajaran yang terjadi di unit satuan pendidikan SD Negeri Fatubai?  kita simpan jawaban refleksi kita sebagai kekuatan untuk melakukan inovasi dan perubahan-perubahan dalam membangun negeri melalui pendidikan.

Inovasi apa saja yang sudah saya lakukan untuk perubahan di unit satuan pendidikan SDN Fatubai? tentunya dalam melakukan inovasi tidak akan pernah terlepas dari komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak baik itu atasan (Kepala Sekolah) rekan sejawat, komite, dan orangtua murid. Sejak ditugaskan di unit satuan ini pada Februari 2021 cukup banyak hal yang sudah saya lakukan dan semua keberhasilan yang di peroleh berkat dukungan bapak dan ibu guru khusunya kepala sakolah sebagai atasan saya yang senantiasa mendukung dan memotivasi saya untuk terus berinovasi dalam melakukan perubahan-perubahan di unit satuan.

  1. Mengubah status akreditasi sekolah dari tidak terakreditasi menjadi terakreditasi B (baik)

 (Ket. Gambar. Sertifikat Akreditasi SDN Fatubai)

Hal ini diperoleh berkat kerja keras dan persiapan-persiapan yang mantap, dimana saat itu saya dipercayakan untuk mempersiapkan segala bentuk dokumen yang diperlukan dalam akreditasi sekolah pada september  2021. Dan hal yang menarik dari penilaian akreditasi ini adalah kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi  pembelajaran. Sekalipun di daerah terpencil, tetapi kami berusaha mentransformasikan teknologi dalam pembelajaran. Jadi selain menyiapkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) saya juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Kok bisa? katanya daerah terpencil tidak punya jaringan! Bagaimana caranya? cara yang saya lakukan adalah membuat modul pembelajaran dan video pembelajaran. Modul dan video tersebut saya tayangkan menggunakan proyektor yang disertai dengan informasi tambahan secara lisan. Hal ini dapat membantu peserta didik lebih cepat memahami materi, dan tujuan pembelajaran. Contoh video pembelajaran bapak/ibu bisa “tonton disini” dan untuk contoh modul bapak/ ibu bisa melihat filenya disini.  Yang menarik dari modul tersebut adalah objek dan subjek dalam modul, bersumber dari peserta didik dan lingkungan sekitar. Semua itu saya lakukan sebagai salah satu upaya untuk mendukung kegiatan saya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Teman-teman bisa membayangkan bagaimana reaksi anak-anak di daerah terpencil ketika wajah mereka ditampilkan dalam sebuah video atau modul? Senangnya luar biasa. Kondisi peserta didik yang bahagia melihat wajah mereka ada dalam video dan modul  saya gunakan untuk memotivasi mereka agar lebih giat datang ke sekolah dan rajin belajar. 

2. Meningkatkan Motivasi belajar Murid

Bapak/ibu guru hebat, dalam upaya meningkatkan motivasi belajar murid selain membuat video dan modul hal lain yang saya lakukan adalah:

  • Melakukan edukasi dan asesmen kepada orangtua murid.

                                (Keterangan Gambar: Edukasi dan asesmen dilakukan secara individu dan kelompok)

Hal ini saya lakukan untuk menumbuhkan semangat bagi orantua/wali murid dalam mendukung pendidikan anak dan asesmen dilakukan untuk mengukur tingkat kepedulian orangtua terhadap pendidikan anak. Dari hasil asesmen ini saya mendapatkan informasi bahwa benar, motivasi belajar anak juga dipengaruhi oleh kekuatan dukungan orangtua. Atas dasar itulah saya bersama orangtua murid membuat sebuah komitmen dan kesepakatan untuk selalu mendukung dan berkolaborasi dalam meningkatkan motivasi belajar anak baik tingkat kehadiran, sikap, kognitif dan keterampilannya.

  • Membuat Media Belajar Roda Ilmu

                                             Keterangan Gambar: Keterlibatan murid dalam membuat roda ilmu)

Fungsi dari media roda ilmu ini adalah untuk meningkatkan partisipasi peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Dengan memanfaatkan media belajar yang tepat, maka dapat membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Pembuatan media belajar ini juga harus melibatkan peserta didik dan disesuaikan dengan karakter siswa serta ketersediaan bahan yang digunakan. Ada fakta unik dari pemilihan media roda ilmu yaitu, berawal dari diskusi antara saya dan peserta didik. Ketika saya bertanya kepada siswa tentang jenis permainan yang mereka sukai, saya sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh peserta didik, karena hampir seluruh murid menjawab hal yang sama yaitu, permainan “Bola Guling dan Kur-kur” dimana kedua jenis permainan ini adalah permainan yang sangat erat dengan bentuk perjudian. Karena itulah kami sepakat membuat media “Roda Ilmu” sebagai media pembelajaran kami, yang cara memainkannya adalah dengan cara diputar dan tebakan. Sebagai guru saya juga bertanggungjawab untuk memberikan edukasi bagi peserta didik bahwa judi bukanlah hal baik yang dilakukan peserta didik. Judi akan membentuk karakter dan etika buruk bagi para siswa. Bermain bola guling dan kur-kur tidak berguna, mari kita bermain roda ilmu untuk meningkatkan hasil belajar. Itulah kalimat yang saya ucapkan kepada peserta didik saya.

  • Membuat Papan Absensi

                                                                              (Keterangan Gambar: Papan absesnsi)

Fungsi dari papan absensi ini adalah membentuk karakter disiplin bagi peserta didik yang berkaitan dengan jam kehadiran di kelas serta membantu guru secara cepat mengetahui  kondisi  kehadiran siswa. Papan absensi terdiri dari dua bagian dimana bagian pertama adalah rumah (house) dan bagian kedua yaitu sekolah (school). Nama peserta didik yang masih berada dibarisan papan house menunjukkan bahwa peserta didik masih berada di rumah atau tidak hadir. Setiap siswa yang hadir paling awal, akan menempatkan papan namanya paling atas. Guru mencatat setiap urutan papan dan jam kehadiran. Bagi peserta didik yang menunjukkan sikap positif diberikan apresiasi dan bagi murid yang belum menunjukkan perubahan akan selalu diberi motivasi. Pemberian apresiaasi juga harus diperhatikan guru. Hindari iming-iming hadiah yang dapat merusak motivasi intrinsik peserta didik. Karena pemberian apresiasi dari guru hanya salah satu bentuk motivasi ekstrinsik. Karena itu pemberian apresiasi harus dilakukan secara bijak agar tidak terkesan siswa akan berubah apabila mendapatkan hadiah. Selain papan absensi tersebut, saya juga menyediakan kotak refleksi. Kotak refleksi berfungsi menyimpan hasil refleksi peserta didik diakhir proses pembelajaran. Hasil refleksi anak dapat berupa perasaan yang mereka alami selama proses pembelajaran, metode dan media serta harapan mereka untuk pembelajaran mendatang. Hasil refleksi anak saya gunakan sebagai evaluasi dalam menentukan tujuan dan proses pembelajaran berikutnya.

Proses pembelajaran dengan melibatkan peserta didik disetiap aktivitas

           (Keterangan Gambar: Proses pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekitar dan media roda ilmu)

Bapak/ibu guru hebat, itulah beberapa karya saya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Untuk dapat melihat secara detail bapak/ibu bisa menyimak video saya disini Selain beberapa karya diatas yang menajdi perhatian saya adalah ketika melaksanakan proses pemebelajaran saya harus bisa menciptakan susana yang aman dan nyaman bagi siswa, mendampingi, memotivasi, memberi penguatan, umpan balik, apresiasi serta menghargai setiap pendapat siswa. Menciptakan hubungan yang harmonis, menjadikan sosok yang selalu dirindukan di depan kelas adalah salah satu cara memotivasi peserta didik. Bagi saya mereka tidak sekedar peserta didik tetapi sahabat dalam berbagi cerita, dan ketika mereka memiliki masalah saya selalu hadir dan memberi solusi atas apa yang mereka alami.

Apa yang saya lakukan sangat berdampak pada peningkatan motivasi belajar murid, dan hasil belajar muridpun mengalami peningkatan yang signifikan. Segala usaha dan jerih lelah yang dilakukan tidak terlepas dari kemauan saya untuk terus meningkatkan kompetensi diri, dengan rutin mengikuti pelatihan baik secara tatap muka maupun berbasis online, seperti mengikuti kelas menulis buku dan jurnal, kelas peningkatan kompetensi guru 3T, kelas peningkatan kompetensi IT dan program guru belajar Kemendikbud. Semua yang saya lakukan berdampak positif bagi saya. Hasil pelatihan tersebut, kini saya sudah menerbitkan buku berISBN, jurnal dan modul belajar bagi peserta didik. Hasil dari pelatihan IT, saya bisa membuat aplikasi pembelajaran online berbasis LMS dan aplikasi android walaupun saat ini belum dapat saya terapkan di satuan pendidikan karena keterbatasan jaringan. Yang saya lakukan adalah membuat modul belajar dan video pembelajaran sebagaimana diawal sudah saya ceritakan. Modul belajar yang dibuat dan video, saya simpan pada konten digital yang dapat diakses secara online walaupun saat ini peserta didik belum bisa mengaksesnya, namun saya percaya suatu saat nanti konten digital ini akan bermanfaat bagi peserta didik ketika Tuhan menjawab doa dan harapan kami yang selalu merindukan akses internet. Dengan segala keterbatasan yang ada di unit satuan pendidikan SDN Fatubai, saya akan selalu berusaha dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memanusiakan hubungan, memanusiakan konten untuk pendidikan yang lebih baik dengan memanfaatkan segala potensi yang ada.

   (Keterangan Gambar: Tamipilan konten digital Pijar Sekolah sebagai tempat menyimpan bahan ajar seperti modul yang saya buat     untuk pembelajaran di kelas, buku pegangan yang diterbitkan Kemendikbud dan video pembelajaran).

Bapak/ibu guru, pendidikan bersifat dinamis yang terus berubah karena itu saat ini, suka tidak suka, mau tidak mau kita sebagai tenaga pendidik dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi minimal teknologi yang berkaitan dengan bidang profesi. Dengan terus belajar kita dapat meningkatkan kompetensi diri asalkan disertai dengan aksi-aksi nyata sebagai implementasi dari hasil pelatihan/belajar. Dengan belajar  kita dibentuk menjadi seorang yang profesional dalam bidangnya, dengan berlatih kita dibentuk menjadi kreatif. Guru kreatif adalah guru yang mampu berinovasi dalam pembelajaran. Guru berinovasi murid termotifasi. Karena itu mari kita terus berinovasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.

Salam Pendidikan

Kondisi SDN Fatubai saat ini

(Ket. Gambar: Kondisi SD Negeri Fatubai saat ini tahun 2022)

 

 

 

 

GuruInovatifLombaArtikel
Komentar (9)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Natali R. Sedu, S.Pd.
1 minggu yang lalu

Luar biasa Pak Guru. Walaupun di pelosok tetap kreatif dan inovasi👍👍


Ines Buatefa, S.Pd.
1 minggu yang lalu

Luar biasa. Inovasi dan menginspirasi. Mantap


Ferdi Taek, S.Pd.
2 minggu yang lalu

Sangat inovasi dan menginspirasi.


Margaretha Banu, S.Pd. SD
3 minggu yang lalu

Luar biasa pak Guru👍👍


Sriwahyuni
1 bulan yang lalu

Wooo keren pak dan sangat menginspirasi.


Agus Rahardjo, S.Pd.
1 bulan yang lalu

Jadilah terang di pelosok negeri dengan terus berinovasi. Mantap & Salut.


Abdul Qodir Al Jaelani
1 bulan yang lalu

Terinspirasi. Allah akan membalas setiap jerih lelahmu


Cristina Aguilera, S.Pd
1 bulan yang lalu

Luar biasa teman. Lanjutkan!


Anton Jelahu, S.Pd
1 bulan yang lalu

Sangat menginsiprasi. Inovasi tidak hanya dengan teknologi tetapi memanfaatkan potensi dan ketersediaan bahan. Luar biasa pak