JAKARTA -- Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) yang terdiri dari 1.193 komunitas dan organisasi pendidikan (KOP) di seluruh Indonesia sukses menggelar Belajaraya yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Acara ini dihadiri oleh para penggerak dan relawan pendidikan dan berbagai elemen yang memegang peranan kunci dalam mendorong perubahan pendidikan Indonesia menuju lebih baik.
Sakola Kembara, sebagai salah satu KOP (Komunitas dan Organisasi Pendidikan) turut hadir dalam kegiatan Belajaraya Jakarta 2026. Sejak tahun 2021, Sakola Kembara telah aktif berkiprah dalam dunia pendidikan khususnya kegiatan bimbingan belajar gratis bagi siswa SMA/MA anak desa dan yang tidak mampu untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Berawal dari Desa Cintaasih dan Cililin Kabupaten Bandung Barat, Sakola Kembara kini telah berkembang menjadi 8 cabang yang tersebar di 3 provinsi. Sakola Kembara mengemban misi memberikan akses pendidikan bagi siswa kurang mampu yang berasal dari desa, memastikan mereka mendapatkan dukungan akademik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih impian masa depan yang lebih cerah.
Kehadiran Sakola Kembara di Belajaraya menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara komunitas, institusi, dan berbagai mitra yang memiliki visi sama dalam memajukan pendidikan.
Belajaraya menghadirkan beragam aktivitas menarik seperti kelas belajar interaktif, pameran pendidikan, booth komunitas, hingga ruang imajinasi. Ribuan peserta dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) Najelaa Shihab menyampaikan, bahwa pendidikan merupakan upaya kolaborasi dari berbagai elemen. “Perubahan pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Komunitas dan Organisasi Pendidikan adalah kumpulan para inovator dengan fokus klaster kerja yang beragam dan dengan kerja kolektif, setiap inisiatif dapat terhubung dan memberikan dampak yang lebih luas bagi perubahan masyarakat.” ujar Najelaa Shihab.
Memuat komentar...